Berbagai Jenis Strategi Pembelajaran IPS di Madrasah Ibtidaiyah

0
35

Dra. Hj. YURNALIS NURDIN, M. Pd

Widyaiswara Madya BDK Palembang

 

Abstrak: Judul tulisan ini adalah “Berbagai Jenis Strategi Pembelajaran IPS di Madrasah Ibtidaiyah”. Seperti kita pahami bahwa tugas utama guru ialah mengajar yang berarti membelajarkan peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu atau kompetensi. Kompetensi tersebut telah dirumuskan dalam kurikulum yang berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan proses belajar mengajar agar tujuan atau kompetensi yang diharapkan tercapai. Dalam tulisan ini akan membahas secara khusus tentang berbagai jenis strategi pembelajaran dan penggunaannya, serta contoh penerapan berbagai jenis strategi pembelajaran untuk mata pelajaran IPS di MI. Dalam proses pembelajaran yang menjadi persoalan pokok ialah bagaimana memilih dan menggunakan strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran yang digunakan harus menimbulkan aktifitas belajar yang baik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Kesimpulan dari tulisan ini, bahwa dengan memiliki kemampuan jenis strategi pembelajaran dan penggunaannya, serta contoh penerapan berbagai jenis strategi pembelajaran IPS di MI, berarti guru IPS MI memiliki kemampuan yang diperlukan dalam mengemban tugasnya sebagai seorang guru, karena telah menenerapkan berbagai jenis strategi pembelajaran dilihat dari aspek proses pengolahan pesan, pengaturan guru, jumlah  peserta didik, serta interaksi guru dengan  peserta didik.

 

Kata Kunci: Memilih dan menggunakan strategi pembelajaran IPS MI

 

JENIS-JENIS STRATEGI PEMBELAJARAN IPS DI MADRASAH  IBTIDAIYAH

 

A. PENDAHULUAN

          Pembelajaran merupakan suatu sistem lingkungan belajar yang terdiri atas komponen tujuan, bahan pelajaran, strategi, alat, peserta didik, dan guru atau pembelajaran adalah interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu sistem lingkungan belajar. Lingkungan belajar terdiri atas komponen tujuan, bahan pelajaran, strategi, alat,  peserta didik, dan guru, Anitah W Sri, dkk (2007:1.46)

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, peserta didik, dan guru. Pada pembahasan dalam tulisan ini akan membahas berbagai jenis strategi pembelajaran dan penggunaannya dalam proses pembelajaran. Kemampuan yang akan diuraikan adalah mampu memberikan contoh penerapan berbagai jenis strategi pembelajaran, secara lebih khusus dapat memberikan contoh penerapan berbagai jenis strategi pembelajaran dilihat dari aspek proses pengolahan pesan, pihak pengolahan  pesan, pengaturan guru, jumlah peserta didik, serta interaksi guru dengan peserta didik.

B. ISI/URAIAN MATERI

     I.  STRATEGI PEMBELAJARAN BERDASARKAN PROSES 

         PENGOLAHAN DATA

Ditinjau dari segi aspek  proses  pengolahan  pesan, strategi pembelajaran dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu; 1) strategi pembelajaran deduktif; 2) strategi pembelajaran induktif, berikut diuraikan satu persatu dari kedua jenis strategi pembelajaran tersebut.

  1. 1.      Strategi Pembelajaran Deduktif

Dalam strategi pembelajaran deduktif, pesan atau materi pelajaran diolah mulai dari yang umum, generalisasi atau rumusan konsep atau rumusan aturan, dilanjutkan ke-hal yang khusus, yaitu penjelasan bagian-bagian atau atribut-atributnya (ciri-cirinya) dengan menggunakan berbagai ilustrasi atau contoh. strategi pembelajaran deduktif antara lain dapat digunakan pada pelajaran mengenai “terdefinisi”. Bila divisualkan, penggunaannya seperti bagan berikut ini.

 

 

 

 Dengan mengamati dan memperhatikan bagan tersebut diatas, pembelajaran yang dapat dirancang adalah sebagai berikut.

Tujuan pembelajaran : Peserta didik dapat menjelaskan ciri-ciri makhluk

hidup

Bahan Pelajaran                     : Konsep Makhluk Hidup

Rumusan Konsep                   : Makhluk hidup  adalah makhluk yang memerlukan

                                                  makanan, bergerak, tumbuh, berkembang biak, dan

bernafas

Proses Pembelajaran :

a. Pada awalnya guru menuliskan rumusan konsep di papan tulis

b. Peserta didik diminta mengidentifikasi atribut-atributnya, yaitu memerlukan   makanan,  bergerak, tumbuh, berkembang biak, dan berrnafas. Setiap atribut yang dikemukakan peserta didik ditulis di papan tulis (di bawah rumusan konsep).

c.  Peserta didik diminta menjelaskan setiap atribut dengan menggunakan berbagaii contoh. Guru melengkapi atau menjelaskan lebih jauh pendapat peserta didik. Dalam hal ini akan lebih baik jika digunakan alat bantu/alat peraga.

d. Peserta didik diminta mengidentifikasi jenis-jenis makhluk hidup dan atribut-

atributnya.

Contoh lain untuk mata pelajaran IPS di MI adalah penerapan strategii pembelajaran deduktif,  misalnya dalam  pembahasan  kelas V MI tentang “Kenampakan Alam”. Pembelajaran dimulai dengan rumusan konsep “Kenampakan Alam”. Kemudian, guru meminta peserta didik menyebutkan jenis-jenis kenampakan alam sepertii gunung, dataran tinggi, dataran rendah, pantai, pegunungan, sungai, danau, dan selat. Setelah itu peserta didik diminta untuk memberikan contoh jenis-jenis kenampakan alam tersebut. Dalam kenampakan ini, guru dapat menggunakan peta atau gambar pemandangan yang menggambarkan kenampakan alam.

2. Strategi Pembelajaran Induktif

 Dalam strategi pembelajaran Induktif, pesan atau materi pelajaran diolah mulai dari yang khusus, bagian atau atribut, menuju ke yang umumyaitu generalisasi atau rumusan konsep atau aturan. Gambaran konsep dan atribut dalam strategi pembelajaran induktif dapat dilihat pada bagan berikut ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengan mengamati dan memperhatikan bagan tersebut diatas, kita dapat merancang pembelajaran dengan strategi pembelajaran induktif, adapun langkah-langkah dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Peserta didik diminta untuk mengidentifikasi benda-benda  yang ada di

sekitarnya.

  1. Peserta didik untuk menuliskan nama benda-benda tersebut di papan tulis sesuai   dengan  wujud benda

d.  Peserta didik diminta untuk mengelompokkan benda-benda tersebut ke dalam

kelompok benda padat, cair dan gas. Apabila ada peserta didik yang salah dalam mengelompokkan benda-benda tersebut, guru dapat meminta peserta didik lain untuk membetulkannya.

  1. Peserta didik diminta untuk menuliskan jenis-jenis wujud benda.

 

      II. STRATEGI PEMBELAJARAN BERDASARKAN PROSES PENGOLAH    

           PESAN

           

Strategi pembelajaran berdasarkan proses pengolah pesan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu; 1)  strategi pembelajaran ekspositori, 2) strategi  pembelajaran heuristik,  berikut diuraikan satu persatu dari kedua jenis strategi pembelajaran tersebut.

  1. 1.      Strategi pembelajaran Ekspositori

Jika yang mengolah pesan atau materi materi pelajaran  itu guru, maka strategi pembelajaran yang digunakan adalah ekspositori. Dengan strategi pembelajaran  ekspositori, guru mencari materi pelajaran yang akan diajarkan dari berbagai sumber, kemudian guru mengolahnya serta membuat  rangkuman dan/atau mungkin membuat bagan. Di depan peserta didik guru menjelaskannya dan peserta didik tinggal menerimanya kemudian mencatatnya. Jadi, guru lebih aktif dari pada peserta didik. Sementara itu, peserta didik “tinggal terima jadi” dari guru.

Perhatikan contoh penggunaan strategi ekspositori pada mata pelajaran IPS kelas V MI berikut ini.

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat menguraikan manfaat muka bumi di

wilayah Indonesia yang terdiri dari daratan, pantai     dataran  rendah, dataran tinggi, dan perairan.

Bahan Pelajaran         :  Wilayah Negara Indonesia

Proses Pembelajaran :

Sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung, guru telah mempelajari materi pelajaran dari berbagai sumber yang ada, kemudian membuat rangkuman antara lain seperti berikut ini:

1)      Guru menjelaskan materi pelajaran secara rinci kepada peserta didik.  Pada saat menjelaskan, sebaiknya guru menggunakan alat peraga. Setelah selesai menjelaskan, guru melaksanakan tanya jawab untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap penjelasan yang diberikan.

2)      Peserta didik di bawah bimbingan guru menyimpulkan materi pelajaran tersebut.

3)      Peserta didik diminta mencatat materi pelajaran dan/atau mempelajarinya kembali dirumah masing-masing.

 

  1. 2.      Strategi Pembelajaran Heuristik

Dengan menggunakan         Strategi Pembelajaran Heuristik ini, yang mencari dan mengolah pesan (materi pelajaran) adalah peserta didik. Guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing kegiatan belajar peserta didik. Jadi, di sini yang lebih aktif adalah peserta didik itu sendiri. Dengan strategi pembelajaran heuristik guru tidak berada di depan dan menarik peserta didik untuk mengikutinya, tetapi peserta didik disuruh berada di depan, guru mengarahkan, memberikan dorongan, membantu peserta didik bila mengalami kesulitan.

Keuntungan penggunaan strategi pembelajaran heuristik bagi peserta didik adalah secara berangsur-angsur akan terbentuk sikap positif pada diri mereka seperti; kreatif, kritis, inovatif, percaya diri, terbuka, dan mandiri.

Strategi heuristik terbagi dua bagian yaitu: diskoveri dan inkuiri. Dengan strategi diskoveri peserta didik melakukan kegiatan dengan berpedoman pada langkah-langkah yang telah ditetapkan oleh guru. Misalnya peserta didik diberii tugas mengamati tanaman yang ada disekeliling sekolah. Hal-hal yang harus diamati peserta didik serta langkah-langkahnya telah dituliskan oleh guru pada kertas. Dengan berpedoman pada panduan tersebut, peserta didik melakukan pengamatan. Hasil pengamatan tersebut mereka tuliskan pada buku catatan mereka, dan di kelas dilaporkan serta didiskusikan. Dengan demikian, pengetahuan tentang tanaman yang ada disekeliling sekolah tersebut ditemukan sendiri oleh peserta didik bukan diberi tahukan oleh guru. Apabila dalam strategi diskoveri peserta didik memperoleh atau menemukan pengetahuan sendiri dengan bantuan pedoman atau panduan yang diberikan guru maka dalam penerapan strategi inkuiri, peserta didik memperoleh dan menemukan sendiri pengetahuan tanpa pedoman atau panduan dari guru. Dalam strategi   inkuiri, peserta didik benar-benar dilepas tanpa disertai dengan panduan yang telah disiapkan oleh guru.

 

 

   III. STRATEGI PEMBELAJARAN BERDASARKAN PENGATURAN GURU

       Strategi pembelajaran berdasarkan pengaturan guru, dibagi menjadi duajenis, yaitu; 1) strategi pembelajaran seorang guru, 2) strategi pembelajaran beregu ( team teaching). Strategi pembelajaran seorang guru adalah seorang guru mengajar sejumlah peserta didik, dan  yang dimaksud dengan strategi pembelajaran beregu ( team teaching) adalah pembelajaran yang dilaksanakan oleh dua orang atau lebih guru untuk sejumlah peserta didik. Hal ini dapat terjadi apabila dua orang atau lebih guru mengajarkan satu mata pelajaran, atau mengajarkan salah satu tema yang pembahasannya menyangkut berbagai mata pelajaran.

Pembelajaran beregu  jarang dilaksanakan di MI  karena guru di MI merupakan guru kelas,  dalam  obrolan  kelakarnya guru MI itu tidak obahnya seperti seorang dokter  umum. karena guru yang mengajarkan semua mata pelajaran di kelas, kecuali mata pelajaran Olahraga dan Kesehatan, Pendidikan Agama dan Kesenian, seperti contoh berikut:

  1. Beberapa orang gru mengajar satu mata pelajaran Bahasa Indonesia. Beberapa orang guru mengajar sesuai dengan pembagian tugas yang telah disepakati. Ada guru yang bertugas mengajarkan membaca, menulis, dan mengarang. Ada guru yang mengajarkan tata bahasa dan kosa kata. Ada guru yang mengajar kesusasteraan.
  2. Beberapa orang guru mengajarkan salah satu tema yang pembahasannya menyangkut berbagai mata pelajaran. Misalnya topik “Kehidupan dalam Keluarga” dibahas dalam  mata pelajaran  Agama, Olahraga dan kesehatan, serta Pengetahuan Sosial . Setiap guru membahas topik tersebut  sesuai dengan ruang lingkup materi yang ada dalam mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.

 

Kedua contoh tersebut lebih merupakan penerapan pembelajaran terpadu, karena beberapa mata pelajaran secara terpadu membahas tema atau topik yang telah ditentukan.

Dalam pembelajaran beregu, persiapan untuk mengajar dibuat bersama oleh tim guru dilaksanakan atas tanggung jawab bersama, serta penilaian atas tanggung  jawab bersama, serta penilaian atas tanggung jawab bersama, serta penilaian atas tanggung jawab bersama pula. Oleh karena itu, semua anggota tim guru harus merupakan kesatuan yang kompak.

     IV. STRATEGI PEMBELAJARAN BERDASARKAN JUMLAH SISWA

Dengan memperhatikan jumlah peserta didik, dikenal tiga strategi pembelajaran yaitu: 1)  strategi pembelajaran  klasikal; 2) strategi pembelajaran  kelompok kecil; 3) strategi pembelajaran  individual. Strategi pembelajaran  klasikal dan  strategi pembelajaran  kelompok kecil sudah biasa kita lakukan dalam  proses belajar mengajar di MI. Sementara itu,  strategi pembelajaran  individual masih jarang dilakukan. Dengan strategi pembelajaran invidual, peserta didik belajar secara perseorangan sehingga memungkinkan peserta didik dapat maju sesuai dengan kecepatan masing-masing, tidak harus menunggu  atau  mengejar peserta didik lain seperti  halnya strategi pembelajaran  klasikal. Contohnya seperti pembelajaran yang mempergunakan paket belajar / modul.

V. STRATEGI PEMBELAJARAN BERDASARKAN INTERAKSI GURU

     DENGAN PESERTA DIDIK

Atas dasar pertimbangan   interaksi guru  dengan peserta didik ada dua strategi pembelajaran  yaitu; 1)  strategi pembelajaran  tatap muka; 2)  strategi pembelajaran melalui media. Kalau  “strategi pembelajaran tatap muka”  tidak asing lagi bagi kita guru karena sudah biasa kita laksanakan setiap hari., baik dengan menggunakan alat peraga maupun tidak. Penggunaan strategi pembelajaran tatap muka yang baik dengan sendirinya yang menggunakan alat peraga, karena peserta didik akan lebih  memahami yang diajarkan guru, kita amati gambar berikut:

                                                  Pembelajaran Tatap Muka

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada penggunaan  “strategi pembelajaran melalui media” guru dengan peserta didik   tidak secara langsung bertatap muka, tetapi melalui media, Pserta didik berdialoq dengan media sebagai “wakil guru”. Guru harus menyiapkan media yang dapat merangsang peserta didik aktif belajar dan mengandung umpan balik bagi kegiatan belajar atau pekerjaan peserta didik. Salah satu model media yang dapat digunakan ialah paket pembelajaran melalui modul pembelajaran melalui TV, pembelajaran melalui kaset audio, pembelajaran  melalui kaset video, pembelajaran melalui komputer, dan pembelajaran melalui paket pengajaran berprogram.

KESIMPULAN

Berdasarkan uraian diatas , dapat diambil kesimpulan bahwa banyak strategi pembelajaran yang dapat diterapkan guru dalam pembelajaran, yaitu sebagai berikut:

1. Di tinjau dari proses Pengolahan Pesan

    a. Strategi Deduktif

         Dengan strategi deduktif materi atau bahan pelajaran diolah dari mulai

yamng umum, generalisasi atau rumusan, ke yang bersifat khusus atau

bagian-bagian. Bagian itu dapat berupa sifat  atribut, atau ciri-ciri.

Strategi deduktif dapat digunakan dalam mengajarkan konsep, baik konsep konkret maupun konsep terdefenisi

  1. b.     Strategi Induktif

Dengan strategi induktif materi atau bahan pelajaran diolah mulai dari yang khusus (sifat, ciri, atau atribut) ke yang umum, generalisasi atau rumusan. Strategi induktif dapat digunakan dalam mengajar konsep, baik konsep konkret maupun konsep terdefenisi.

 

2. Ditinjau dari Pihak Pengolah Pesan

    a. Strategi pembelajaran Ekspositori

Dengan Strategi pembelajaran Ekspositori bahan atau materi pelajaran diolah oleh guru. Peserta didik tinggal “terima jadi” dari guru. Dengan

Strategi pembelajaran Ekspositori guru yang mencari dan mengolah bahan pelajaran, yang kemudian menyampaikannya kepada peserta didik. Strategi ini dapat di gunakan di dalam mengajarkan berbagai materi pelajaran, kecuali yang sifatnya pemecahan masalah.

  1. c.      Strategi Pembelajaran Heuristik.

Dengan Strategi Pembelajaran Heuristik bahan atau materi pelajaran diolah oleh peserta didik. Peserta didik yang aktif mencari dan mengolah bahan pelajaran. Guru sebagai fasilitator memberikan dorongan, arahan, dan bimbingan. Strategi Pembelajaran Heuristik dapat digunakan untuk mengajarkan berbagai materi pelajaran termasuk pemecahan masalah. Dengan strategi ini diharapkan peserta didik bukan hanya paham dan mampu melakukan suatu pekerjaan sesuai dengan tujuan pelajaran yang sudah ditetapkan, tetapi juga akan terbentuk sikap-sikap positif, seperti kritis, kreatif, inovatif, mandiri, dan terbuka. Strategi Pembelajaran Heuristik terbagi atas diskoveri dan inkuiri.

3. Ditinjau dari Pertimbangan Pengaturan Guru

Strategi pembelaran Ditinjau dari Pertimbangan Pengaturan Guru terbagi dua yaitu:

  1. Strategi Seorang Guru adalah Seorang guru mengajar kepada sejumlah peserta didik.
  2. Strategi Pembelajaran Beregu ( Team Teaching). Dengan pembelajaran beregu, dua orang atau lebih guru mengajar sejumlah peserta didik. Pembelajaran beregu dapat di digunakan di dalam mengajarkan salah satu mata pelajaran atau sejumlah mata pelajaran yang terpusat kepada suatu topik tertentu.

4. Ditinjau dari Pertimbangan Jumlah Peserta Didik

Ditinjau dari Pertimbangan Jumlah Peserta Didik strategi pembelajaran dapat  dibagi menjadi tiga, yaitu:

a. Strategi Klasikal

b. Strategi Kelompok Kecil

c. Strategi Individual

5. Ditinjau dari Pertimbangan Interaksi Guru dengan Peserta didik.

Ditinjau dari Pertimbangan Interaksi Guru dengan Peserta didik, strategi

pembelajaran terbagi dua yaitu:

  1. Strategi pembelajaran Tatap Muka. Strategi ini akan lebih baik apabila

disertai dengan penggunaan alat peraga.

  1. Strategi pembelajaran melalui media. Guru tidak langsung berhadapan dengan peserta didik, akan tetapi guru “mewakilkan” kepada media. Peserta didik berinteraksi dengan media.

 

    SARAN

Dari kesimpulan di atas dapat penulis  sarankan sebagai berikut:

  1. Guru  IPS di MI  pada khususnya dan guru-guru lainnya di Madrasyah pada umumnya, sebaiknya mencoba  menggunakan beberapa diantara berbagai jenis strategi pembelajaran yang mungkin bisa diterapkan  di sekolah tempat anda berkerja/bertugas/mengajar, mudah-mudahan dapat meningkatkan kualitas pendidikan peserta didik anda masing-masing , Amin.
  2. Kepala Sekolah  diharapkan,  menyediakan/memberikan  fasilitas belajar mengajar untuk keperluan guru mengajar seperti sarana  prasarana, dan memberikan motivasi terus kepada  guru- guru  supaya guru bersemangat dan termotivasi untuk jauh lebih maju dan  tidak lagi  mengajar seperti yang lama (metode pembelajaran tradisional/ceramah),  karena  metode pembelajaran  yang lama itu sudah harus kita tinggalkan, sekarang kita dituntut untuk selalu berobah demi kemajuan dan keberhasilan  anak Bangsa,  Amin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, M. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Anita W, Sri . 2007. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka

Istarani. 2011. Model-Model Pembelajaran Interaktif. Medan : Iscom Medan.

Roestiyah N.k. 2008. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta.

Sardiman A.M. 2003. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo.

Usman, Uzer Moh. dan Lilis Setiawati. 2004. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Winkel, W.S, 1991. Psikologi Pengajaran. Jakarta: P.T. Grasindo.

Indonesia. 2002. Media Pembelajaran. (http://www.indonesia.com/intisari/2002 agst/diakses 25 Desember 2008).

 Sudrajat, Akhmad. 2006. Media Pembelajaran. (http://romisatriawahoo                       .net/2006/06/23/media-pembelajaran-dalam-aspek-rekayasa-perangkat -lunak/.diakses 18 November 2008)

Zain, Aswan dan Djamarah, Syaiful Bahri. 2006. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.