Visitasi Reformer Diklatpim IV Angkatan XXIII Ke MONPERA

0
136

Palembang (Diklat NEWS) sebanyak 30 Orang Peserta Diklat Kepemimpinan  Tingkat IV (Diklatpim Tk. IV) pada Sabtu Pagi (01/08/2015) melakukan kunjungan ke Monumen Perjuangan Rakyat (MONPERA) Palembang yang terletak di Jalan Merdeka Palembang. Kunjungan  Diklat visitasi pilar-pilar kebangsaan yang bertema Self Mastery,  yang dilaksanakan  di Monpera ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membekali peserta Diklat PIM IV agar memiliki bekal penguasaan diri yang baik, sehingga peserta dapat meningkatkan diri sebagai pemimpin perubahan dan menambah rasa kebangsaan, jiwa patriot dan nasionalisme.

Kunjungan Diklat PIM IV ini didampingi oleh Widyaiswara yang mengampu mata diklat Pilar-Pilar Kebangsaan Drs. H. Taufiqurrohman, M.Pd.I dan Panitia Penyelenggara Diklatpim Tk. IV Angkatan XXIII Aan Nopriandi, S.IP, Nyimas Hikmah Susanti, S.Sos dan Amrullah, S.Sos. Selain melaksanakan pembelajaran dalam kegiatan ini juga dilakukan observasi terhadap Monpera Palembang yang berciri khas ada enam cagak (tiang) beton yang kokoh bertautan tiga-tiga di bagian samping kiri dan kanannya. Juga terpampang relief yang menggambarkan suasana pertempuran lima hari lima malam di kota Palembang melawan penjajah Belanda.

Dalam kegiatan ini Petugas Monpera Bapak Ujang menjelaskan bahwa Peletakan Batu Pertama dan pemancangan tiang bangunan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1975 dan diresmikan pada tanggal 23 Februari 1988 oleh Menko Kesra Alamsyah Ratu Perwira Negara.

“Banyak juga pejuang meninggal sehingga dibuat tugu di samping jalan Tenggkuruk atau Taman Nusa Indah .Untuk mengenang para pahlawan dalam pertempuran tersebut maka dibentuklah monument yaitu MONPERA. Didalam Museum ini kita dapat melihat berbagai jenis senjata yang dipergunakan dalam pertempuran tersebut termasuk berbagai dokumen perang dan benda-benda bersejarah lainnya” ungkap Ujang.

Di dalam Monpera sendiri terdiri dari delapan lantai. Lima lantai bawah diisi dijadikan sebuah musium. Di lantai ini dipajang tokoh pejuang kemerdekaan. Dr AK Gani, Drg M Isa, Mayjend H Hasan Kasim, Letjend H Bambang Utoyo, Residen H Abdul Rozak, Kol Barlian serta Letjend H Harun Sohar. Selain gambar tokoh pejuang, gambar semasa perang kemerdekaan, tokoh ini juga dibuatkan patung perunggu dari kepala hingga ke badan ,yang cukup menarik, pajangan senjata zaman kemerdekaan dari samurai Jepang, kecepek, pistol, serta senjata berat lainya.

Bentuk bangunan secara umum menyerupai melati berkelopak lima. Melambangkan putih dan murninya perjuangan pahlawan. Tinggi gedung mencapai 17 meter, jalur tampak depan mencapai angka delapan, sedangkan jumlah jalur dan bidang mencapai 45 melambangkan waktu diproklamirkanya kemerdekaan.

“Semoga peserta diklat ini dapat sungguh-sungguh melakukan perubahan menuju arah yang lebih baik untuk membangun Kemeterian Agama Khususnya, dan semoga peserta Diklatpim Tk. IV angkatan ke XXIII dapat mengetahui tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai pilar-pilar kebangsaan Indonesia” pungkas Taufiqurrohman [AMZ].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.