URGENSI KEROHANIAN ISLAM (ROHIS) PADA SEKOLAH/MADRASAH

0
61

Oleh: Riduwan

 

Pendahuluan

Di era ini, khususnya para siswa, banyak yang mengaku muslim tapi tidak memahami terlebih lagi mengamalkan aturan agamanya (islam). Bahkan sebaliknya mereka cenderung terjerumus pada kenakalan remaja, yang kian hari tampak semakin meluas dan fulgar. Banyak diberitakan media sosial bahwa tidak sedikit pelajar yang melakukan pelanggaran norma, terutama norma agama. Contohnya pada kasus tawuran antar pelajar, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan lain sebagainya. Kondisi ini tampak semakin memprihatinkan.

Kondisi di atas tidak bisa dibiarkan, harus ada solusi efektif untuk menghentikan kenakalan tersebut. Diantara solusi efektif yang ditawarkan adalah dengan mengadakan kegiatan ekstrakurikuler berupa Kerohanian Islam (Rohis), yaitu kegiatan khusus bergerak di bidang keagamaan untuk menciptakan suasana yang kondusif kehidupan relegius di lingkungan sekolah, baik di Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun di Sekolah Menengah Atas (SMA). Kailani (https://marzanianwar.wordpress.com/2017/06/12/pendidikan-keagamaan-ekskul-di-bogor-2/) menegaskan bagaimana Rohis telah menjadi arena pembentukan identitas remaja Islami di sekolah-sekolah untuk kasus sekitar Yogyakarta. Dari sumber yang sama, Wajidi menghimpun data dari pengalaman mengembangkan komunitas anak-anak sekolah menengah oleh Yayasan LKiS, menemukan kian menguatnya institusi Rohis di sekolah-sekolah negeri di beberapa wilayah Indonesia dalam pembentukan lingkungan sekolah Islami serta cara pandang keagamaan siswa.

Dalam tulisan ini penulis ingin mengungkap urgensi dari kegiatan Rohis yang diselenggarakan di sekolah.

 

Konsep Kerohanian Islam (ROHIS)

Kegiatan ekstrakurikuler Rohis adalah berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memberikan arahan kepada siswa untuk dapat mengamalkan ajaran agama yang diperolehnya melalui kegiatan belajar, serta sebagai pendorong dalam membentuk tingkah laku siswa sesuai dengan nilai-nilai agama Islam (https://docplayer.info/83694273-Bab-i-pendahuluan-dengan-kegiatan-ekstrakurikuler-kerohanian-islam-atau-studi-kerohanian.html). Riyanti menyatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Rohis adalah sekumpulan orang-orang atau kelompok orang atau wadah tertentu dan untuk mencapai tujuan atau cita-cita yang sama dalam badan kerohanian, sehingga manusia yang tergabung di dalamnya dapat mengembangkan diri berdasarkan konsep nilai-nilai keislaman dan mendapatkan siraman kerohanian (http://hendrifirmansyah. blogspot.com/2010/07/ekstrakurikuler-rohani-islam-rohis.html).

Dari dua definisi di atas dapat dikatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Rohis adalah suatu wadah yang di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok siswa untuk menempa diri, menjadi insan muslim yang memahami sekaligus mengamalkan ajaran islam. Di dalam aktifitasnya mereka saling share pengetahuan, saling menasehati dalam kebenaran, kesabaran, kasih sayang dan menguatkan ukhuwah islamiyah. Dan dalam kegiatannya para siswa anggota Rohis dibimbing oleh seorang murobbi (pendidik) yang mampu memberikan pemahaman islam yang kaaffah (menyeluruh), mampu memotivasi dan memberikan teladan yang baik kepada para siswa yang dibimbingnya. Kegiatan Rohis biasanya dikemas dalam bentuk ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Rohis ini berdiri sejak akhir tahun 1980, berawal dari sebuah upaya dan keinginan untuk memberikan solusi kepada para pelajar muslim untuk menambah wawasan Islam, karena jam pelajaran di sekolah sangat terbatas sehingga Rohis sebagai wadah memperdalam agama Islam.

Tujuan dasar kegiatan ekstrakurikuler Rohis adalah untuk membentuk manusia terpelajar dan bertakwa kepada Allah SWT. Jadi, selain menjadi manusia yang berilmu pengetahuan, peserta didik juga diharapkan menjadi manusia yang mampu menjalankan perintah agama dan menjauhi larangannya. Dalam pelaksanaannya, anggota Rohis memiliki kelebihan dalam penyampaian dakwah dan cara mengenal Allah lebih dekat melalui alam dengan cara pembelajaran Islam di alam terbuka (rihlah).

Fungsi Rohis adalah sebagai forum, pengajaran, dakwah, dan berbagi (share) pengetahuan Islam. Susunan organisasi dalam Rohis layaknya OSIS, di dalamnya terdapat ketua, wakil, bendahara, sekretaris, dan divisi-divisi yang bertugas pada bagiannya masing-masing. Kegiatan ekstrakurikuler ini juga memiliki program kerja serta anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Rohis mampu membantu mengembangkan ilmu tentang Islam yang diajarkan di sekolah.

Dalam setiap kegiatannya, umumnya anggota Rohis yang pria (ikhwan) terpisah dengan anggota yang wanita (akhwat). Tapi tidak selalu. Hal ini untuk menjaga adab pergaulan islami antara anggota ikhwan dan akhwat tersebut. Apabila kajian di tempat terbuka, seperti masjid, aula dan lapangan, maka kegiatan bisa digabung antara pria dan wanita dengan catatan harus ada pembatasnya. Kebersamaan dapat juga terjalin antar anggota dengan rapat kegiatan serta kegiatan-kegiatan lain di luar ruangan.

Rohis sendiri memiliki manfaat tersendiri untuk anggota yang mengikuti ekstrakurikuler yang berada di lingkungan sekolah tersebut, terutama mengajak kepada kebaikan dengan agenda-agenda yang bermanfaat. Kegiatan Rohis bukan sekadar ekstrakurikuler biasa. Lebih dari itu Rohis adalah satu-satunya organisasi yang komplit dan menyeluruh. Ilmu dunia dan ilmu akhirat dapat ditemukan di sini. Rohis juga menjadi metode pengajaran dan media berorganisasi yang baik, pembuatan proposal, bekerja sama dengan tim, dan pendewasaan diri karena dituntut untuk mengutamakan kepentingan kelompok atau jamaah di atas kepentingan pribadi (https://id.wikipedia.org/wiki/Rohani_Islam).

Adapun kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan dalam Rohis, sebagaimana diungkap dalam Majalah Remaja Fitrah edisi Oktober 2012 adalah sebagai berikut:

  1. Pembelajaran Islam lewat metode kelompok setiap minggu (liqo’ usbu’iy).
  2. Pembelajaran islam di alam terbuka (tafakur alam)
  3. Malam bina iman dan takwa (mabit).
  4. Baca tulis Al Quran (BTA).
  5. Perbaikan bacaan Al Quran dengan tajwid aplikatif (tahsin).
  6. Penghafalan Al Quran sehari 1 ayat.
  7. Pelatihan motivasi untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan emosional.
  8. Kelompok belajar untuk mencetak muslim berprestasi.

Dalam sumber lain disebutkan, kegiatan dan tujuan Rohis bermuatan seperti apa yang diinginkan oleh Kurikulum 2013. Beberapa kegiatan Rohis yang dimaksud dan hampir semua sekolah dan bahkan kampus menerapkannya antara lain, yaitu kegiatan mentoring (kajian praktis tentang kehidupan manusia), TBTQ (Tuntas Baca Tulis Al-Qur’an), Shalat Zhuhur berjama’ah (Giliran perkelas dilengkapi kultum), Piket membersihkan Mushalla, Mabit (Malam bina iman dan taqwa), Irama (Ibadah Ramadhan), Wisroh (Wisata Rohani), PHBI (Peringatan Hari Besar Islam), Mapercaris (Masa Perkenalan Calon Anggota Rohis/Pembekalan) (https://marzanianwar.wordpress.com/2017/06/12/pendidikan-keagamaan-ekskul-di-bogor-2/)

Jika diamati, maka seluruh kegiatan tersebut bermuatan untuk tujuan pembentukan karakter. Bukanlah semata-mata sebagai pelaksanaan kegiatan, tetapi bagaimana kegiatan tersebut menjadi sebuah pengalaman belajar sehingga tertanam mindset yang religious terutama di kalangan siswa atau peserta didik. Sebagai upaya agar penyelenggaraan program ekstrakurikuler berjalan efektif dan efisien sesuai harapan, maka Rohis harus dikelola secara terintegrasi dan berkesinambungan dengan kegiatan intrakurikuler Pendidikan Agama Islam yang ada di sekolah.

Dalam mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler Rohis ini perlu diciptakannya suasana atau situasi yang kondusif, yaitu terwujudnya situasi penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dan suasana pergaulan yang positif di lingkungan sekolah (Rajab,2011).

 

Urgensi kegiatan Ekstrakurikuler Rohis (ROHIS) Pada Sekolah/Madrasah

Dengan mengetahui urgensi kegiatan ekstrakurikuler Rohis, maka diharapkan ada ketertarikan dari warga sekolah (kepala sekolah/madrasah, tenaga pendidik/kependidikan, dan siswa) untuk menyelenggarakan kegiatan Rohis di sekolah masing-masing. Diantara urgensi dari kegiatan Rohis ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk menambah wawasan yang lebih banyak dan untuk menumbuhkembangkan akhlak terpuji siswa. Kegiatan ekstrakurikuler Rohis dapat dijadikan sebagai salah satu solusi yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan dalam melakukan pembinaan terhadap tingkah laku atau akhlak siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Nilai-nilai keimanan, peribadatan, dan akhlak dapat dijadikan energi inovatif dalam membentuk religio terapi Islam atau klinikal Islam. Karena iman, ibadah, dan akhlak merupakan langkah-langkah tadzkiyah al-nafs yang mampu membersihkan dan mensucikan jasmani dan rohani.
  2. Walaupun di sekolah atau madrasah sudah ada jam pelajaran Pendidikan Agama Islam, belum bisa dipastikan bahwa semua pelajaran yang ada di dalam setiap materi pembelajaran diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan Rohis sangat penting dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah atau madrasah.
  3. Pada dasarnya kegiatan Rohis merupakan aplikasi dari pendidikan Islam, karena sejalan dengan tujuan dari penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam. Hasil belajar Pendidikan Agama Islam yang merupakan tujuan dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam tersebut mempunyai arti penting untuk mengetahui pengetahuan siswa, karena mereka biasanya belajar hanya jika akan ada ujian saja. Tetapi dengan adanya ekstrakurikuler yang bernafaskan Islam, menjadi pengasah olah pikir siswa yang melakukan proses belajar darinya.
  4. Sebagai upaya memantapkan pembentukan kepribadian siswa. Hal ini menunjukkan bahwa Rohis mempunyai peranan yang penting dalam mewujudkan pendidikan karakter, sebagaimana keinginan dari Kurikulum 2013. Oleh karena itu Rohis hendaknya menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler wajib di  sekolah/madrasah.
  5. Rohis merupakan wadah penyalur kompetisi dan kreativitas diri siswa. Tidak selamanya kurikulum sekolah bisa menyalurkan bakat yang dimiliki para remaja. Semisal membaca Al Quran, pengetahuan Islam, dan dakwah. Sekolah memiliki keterbatasan dalam menyalurkan bakat para siswanya. Dalah bidang ini, Rohis memiliki keleluasaan dalam menyalurkannya. Misal, kegiatan Pemilihan Dai Remaja (PILDAREM) untuk menyalurkan kreativitas diri di bidang dakwah. Kegiatan-kegiatan tersebut secara otomatis dapat membentuk sikap religius bagi siswa yang terlibat.
  6. Rohis membentuk intelektual dan jiwa religius dalam diri siswa demi membendung pelanggaran norma, terutama norma agama. Contohnya pada kasus tawuran antar pelajar, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan lain sebagainya.

 

Simpulan

Setiap siswa muslim idealnya mampu memahami sekaligus mengamalkan ajaran agamanya (Islam). Untuk sampai ke kondisi itu, Kerohanian Islam (Rohis) merupakan salah satu sarana yang ditempuh. Kegiatan ekstrakurikuler Rohis merupakan kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memberikan arahan kepada siswa untuk dapat mengamalkan ajaran agama yang diperolehnya melalui kegiatan belajar, serta sebagai pendorong dalam membentuk tingkah laku siswa sesuai dengan nilai-nilai agama Islam.

Ada beberapa urgensi diselenggarakannya kegiatan ekstrakurikuler Rohis di sekolah, antara lain yaitu:

  1. Untuk menambah wawasan yang lebih banyak dan untuk menumbuhkembangkan akhlak terpuji siswa.
  2. Membantu siswa dalam memahami dan menerapkan pendidikan agama yang sudah ada di sekolah/madrasah.
  3. Kegiatan Rohis merupakan aplikasi dari pendidikan Islam, sekaligus menjadi pengasah olah pikir siswa yang melakukan proses belajar dari kegiatan tersebut.
  4. Sebagai upaya memantapkan pembentukan kepribadian siswa.
  5. Rohis merupakan wadah penyalur kompetisi dan kreativitas diri siswa.
  6. Rohis membentuk intelektual dan jiwa religius dalam diri siswa demi membendung pelanggaran norma, terutama norma agama.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://docplayer.info/83694273-Bab-i-pendahuluan-dengan-kegiatan-ekstrakurikuler-kerohanian-islam-atau-studi-kerohanian.html

http://hendrifirmansyah. blogspot.com/2010/07/ekstrakurikuler-rohani-islam-rohis.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Rohani_Islam

PENDIDIKAN KEAGAMAAN EKSKUL DI BOGOR

Majalah Remaja Fitrah edisi Oktober 2012 (rohis)

Rajab, Khairunnas. 2011. Psikologi Ibadah Memakmurkan Kerajaan Ilahi di Hati Manusia. Jakarta: Amzah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.