Attitude Seorang Pemimpin

0
116

Attitude Seorang Pemimpin

 Oleh:

Mardiansyah, S.IP., M.Si.

Widyaiswara Ahli Pertama, BDK Palembang

 

 

Abstrak

 

Pemimpin sejati menyadari bahwa hidupnya tidak sendirian. Dia bukan aliean atau makhluk planet asing dan terasing. Jauh dari dalam lubuk hatinya ada sebuah sikap bahwa aku sangat mencintai orang lain dan karena itu akan sangat ingin melayani, memuliakan dan menempatkan mereka sebagai manusia-manusia terhormat. Kebahagiannya yang paling sejati adalah ketika kemudian dirinya mampu memberi makna bagi orang lain.

 Kata Kunci : Sikap, pemimpin.

 

 

PENDAHULUAN

Attitude atau sikap didefinisikan sebagai kecenderungan untuk berbuat atau mengantisipasi sesuatu. Bagaimana sikap kita pada saat menghadapi tekanan. Bagaimana sikap kita menatap masa depan. Bagaimana sikap kita memandang orang lain. Bagaimana sikap kita menghadapi kegagalan, dan seterusnya…Sehingga, di dalam sikap tersebut terkandung nilai-nilai yang mencakup niat, keyakinan, pengetahuan serta pandangan hidup.

Kualitas kepemimpinan seseorang sangat ditentukan oleh caranya bersikap atau memberikan respons terhadap apa yang berlangsung disekitarnya. Sikap dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan kita sehari-hari. Dengan siapa kita bergaul, bermain, dan berkelompok, akan memberikan warna pada sikap kita. Saya mempunyai sahabat yang selama menjadi mahasiswa termasuk orang yang gemar membaca, terbuka, dan pandai bergaul dengan siapa saja. Ia banyak menghadapi kepedihan hidup dengan senyuman, tabah dan ulet. Di kemudian hari, sikap yang diperankannya selama mahasiswa berbuah manis. Ia sekarang menjadi anggota dewan yang terhormat dan ia juga semakin aktif dan banyak lagi kegiatan yang ditekuninya.

Sebagai aktivis, saya menyaksikan pula teman-teman yang semasa mahasiswanya menunjukkan minat baca dan rasa ingin tahu yang luar biasa. Mereka aktif dalam organisasi bukan sekedar “ada” melainkan menikmati “keberadaannya” tersebut. Hari ini saya dapati mereka-mereka itu sebagai orang yang sukses membangun relasi yang baik dan memiliki karir yang cemerlang.

Contoh-contoh itu membuktikan bahwa kualitas kepemimpinan seseorang dapat kita lihat sejak dia remaja atau mahasiswa. Kebiasaan di masa lalu mencerminkan keadaannya di masa depan. Hukum alam mengatakan “kebiasaan membentuk sikap seseorang”. Sikap adalah kesimpulan dari mata rantai kebiasaan dan pengalamannya dimasa lalu. Itulah sebabnya seseorang yang ingin mengembangkan potensi kepemimpinannya akan selalu memupuk berbagai kebiasaan yang positif untuk membangun tanggung jawab, ketabahan, kesabaran, serta cara memandang orang lain dengan cinta.

Sikap positif adalah rohnya seorang pemimpin. Dari sikapnya itu, tumbuhlah optimisme yang luar biasa. Sikap kepemimpinannya akan tampak dari cara dia memandang dirinya sebagai seorang yang berharga. Sikap sangat erat kaitannya dengan cara kita berfikir. Bila sikap kita positif, kitapun akan berfikir positif. Begitu sebaliknya, pikiran positif akan melahirkan sikap dan tindakan yang positif pula.

Napoleon Hill-pengarang buku Think and Grow Rich- mengatakan, “Pikiran manusia mampu melaksanakan apa saja yang diyakininya.” Menurutnya, pikiran mampu membayangkan keberhasilan, maka perilaku dan usaha-usaha Anda akan mengarah kepada apa yang Anda pikirkan. You are what you think!

 

MULAILAH BELAJAR DAN BERLATIH

Napoleon Hill (1994) menulis, “Anda akan mendapatkan apa saja dan tidak akan kehilangan apapun dengan berani mencoba. Keberhasilan hanya bisa diraih dan dipertahankan oleh mereka yang terus mencoba, you have everything to gain and nothing to lose by trying. Success is achived and maintainned by those who keep trying.”

Ungkapan ini telah terbukti benar. Bukan saja dari keberhasilan para eksekutif atau pun para pemimpin informal, melainkan juga berlaku untuk para atlet unggul yang memperoleh juara disebabkan kemampuannya untuk terus menerus mencoba, belajar dan berlatih.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa para pemimpin yang sukses adalah mereka yang terus belajar untuk mendapatkan metode-metode baru yang kemudian dicobanya dalam kehidupan yang nyata. Mereka yang cukup puas dengan kepemimpinannya saat inidan tidak belajar akan mengalami kesulitan-kesulitan dalam pengambilan keputusan yang benar. Dunia terus berubah. Berbagai inovasi terus ditemukan. Bila kita berhenti belajar, kita akan menjadi katak dalam tempurung.

Para manajer yang baru seringkali belajar dan berani mencoba dalam pekerjaannya yang riil tanpa mengorbankan tugas-tugas rutin mereka. Pada saat mencapai kedudukan tinggi, mereka sudah siap untuk secara mental menerapkan pengetahuan hasil pembelajarannya. Sementara para manajer yang enggan belajar dan merasa bahwa karirnya hanya ditentukan oleh tugas-tugas rutinnya, akan memperoleh kesulitan yang luar biasa pada saat mereka menerima jabatan baru yang menantang sehingga produktivitasnya menurun. Inilah yang dimaksudkan dengan Peter Principle dengan asumsinya, “bertambah naik kedudukan seseorang bertambah menurun kemampuannnya.” (tentu saja bila tidak diiringi dengan proses pembiasaan dan pembelajaran).

Karena sikap dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan, seyogianya setiap orang yang ingin mengasah kepemimpinannya membiasakan dirinya secara sungguh-sungguh untuk terus belajar, memiliki rasa ingin tahu, selalu ingin mencoba dan mengembangkan pengetahuan serta ketrampilannya.

 

PENUTUP

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Harvard University diperoleh data bahwa 85% kunci kepribadian para manajer yang sukses ditentukan oleh sikap (attitude). Bahkan, American Business Concern melaporkan bahwa 94% para top executive dari 500 Fortune Corporation (Perusahaan yang berhasil) yang sukses ditentukan oleh sikapnya dibandingkan kemampuan lainnya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Hill, Napoleon dan W. Clement Stone. Positive Mental Attitude. New Zealand: Angus Robertson. 1994.

Maxwell, john C., The 21 Irreputable Laws of Leadership (21 Hukum Kepemimpinan Sejati). Interaksa. 2004.

Tasmara, Toto. Spiritual Centered Leadership. Jakarta; Gema Insani Press. 2006

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.