STRATEGI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ICT DI SEKOLAH

0
79

STRATEGI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ICT DI SEKOLAH

Oleh: Dr. Lilis Suryani, M.Si

 

PENDAHULUAN

Beberapa tantangan di antaranya adalah : masih banyaknya anak usia sekolah yang belum dapat menikmati pendidikan dasar 9 tahun: angka partisipasi anak berusia sekolah 7-12 tahun untuk bersekolah masih dbawah 80% (APK SMP 85,22 dan APK SMA 52,2). Tangtangan berikutnya adalah (1) tidak meratanya penyebaran sarana dan prasana pendidikan/ sekolah (sebagai contoh : tidak semua sekolah memliki saluran telepon, apa lagi koneksi internet): kota vs desa/ daerah terpencil/ daerah perbatasan, Indonesia barat vs Indonesia timur. (2) tidak seragamnya dan masih rendahnya mutu pendidikan di setiap jejang sekolah yg ditandai dengan tingkat kelulusan UN yang masih rendah, demikian pula nilai UN yg di peroleh siswa. (3) rendahnya kualitas kopentensi tenaga pengajar, dimana dari jumlah guru yang ada 2.692.217, ternyata yang memenuhi persyaratan (tersertifikasi) hanya 727.381 orang atau batu 27 % dari total jumlah guru di Indonesia. Dan yang tidak kalah penting adalah (4) rendahnya tingkat pemanfaatkan TIK di sekolah yg telah memiliki fasilitas TIK (utilitas rendah), disisi lain tidak semua sekolah mepunyai sarana TIK yg memadai

Sejumlah perubahan paradigma di dalam proses pembelajaran perlu kita lakukan agar kita siap memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Berikut ini adalah paradigma yg perlu segera diubah dan secepatnya menyusuaikan dengan perkembangan system, infrastuktur dan konten pembelajaran berbasis TIK. Padahal kesempatan ini pula perlu sama-sama kita luruskan kembali bahwa TIK bukan hanya computer dan internetnya, TIK juga melingkupi media informasi seperti radio dan televisi serta media komunikasi seperti telepon maupun telepon seluler dengan SMS, MMS, Musik player, video player, kamera, foto digital dan kamera video digital-nya serta e-book reader-nya. Jadi banyak media alternative yang dapat dipilih oleh pengajar untuk menciptakan suasana pembelajaran yg menyenangkan dan berkesan.

Pembahasan

2.1 Pengertian media pembelajaran

Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (bovee, 1997). Media pembelajaran adalah sebuah alat yg berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tampa bantuan sarana penyampai pesan atau media.

Bentuk-bentuk stimulus biasa di pergunakan sebagai media antaranya adalah hubungan atau interaksi manusia, realita, gambar bergerak atau tidak, tulisan dan suara yang direkam. Kelima bentuk stimulus ini akan membantu pembelajar mempelajari bahasa asing. Namun demikian tidaklah mudah mendapatkan kelima bentuk itu di dalam satu waktu atau tempat.

Pengertian media seringkali disalah tafsirkan dengan sarana pelaratan pendukungnya. Kata media, berasal dari bahasa latin ‘medius’ dan merupakan bentuk jamak dari medium yang bermakna perantara atau mengantar. Dalam bahasa arab, media sering disebut dengan ‘wasail’ yang merupakan bentuk jamak dari ‘wasilah’ yang juga bersinonim ‘wasail’ yang juga bersinonim dengan ‘al wasth’ yang artinya ‘tengah’. Kata ‘tengah’ bermakna  berada di antara dua sisi, maka bias juga di sebut dengan ‘perantara’ (wasilah) atau yang mengantarai kedua sisi tersebut. Karena posisinya berada di tengah, maka ia juga bias di sebut sebagai perantar atau penghubung sesuatu hal dari satu ke sisi lainnya. (yudhi munadi :2008)

Sementara itu, rahardjo (1988) menguntip bebarapa pengertian media yang disampaikan oleh beberapa ahli, yaitu sebagai berikut : Informasi carrying technologies that can be used for instruction.. the media of instruction, consequently are extensions of the teacher (Wilbur schramm, 1977)             Printed and audiovisual forms of communication and their accompanying technology (NEA, 1969).  The physical means of conveving instructional content… books, films, videotapes, slide-tapes, etc (leslie J. briggs, 1977) Dari ketiga pendapat tersebut di atas, maka dapat di simpulkan bahwa :“Media merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin di teruskan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut”.  Selain itu menurut Moedjiono,dan moh Dimyati (1991/1992 :2) Media yakni bahan pembelajaran dengan atau tanpa peralatan yang di gunakan untuk menyajikan informasi kepada para siswa agar mereka dapat mencapai tujuan..

Menurut Heinich ( dalam Ahsanudin 2006) .Media pembelajaran adalah media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan pembelajaran atau mengandung maksud-maksud pembelajaran.

Marshall Mcluhan (dalam Oemar hamalik ,2001) berpendapat bahwa “ Media adalah suatu ekstensi manusia yang memungkinkannya mempengaruhi orang lain yang tidak  kontak langsung  dengan dia “ Nilai praktis media pembelajaran antara lain yaitu;dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa.Disamping itu media pembelajaran memiliki kelebihan yang dapat mengatasi keragaman latar belakang siswa, sehingga dapat memberikan suatu pengertian yang sama kepada siswa tentang suatu materi pelajaran “ ( Hamalik  Moedjiono& Suprijanta,1986).Rohani (dalam Harmawan,2007) mengemukakan bahwa “Media audio visual adalah media instruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan danteknologi)meliputi media yang dapat dilihat dan didengar)

2.2 Pemilihan Media yang tepat

Beberapa prinsip perlu diperhatikan agar media  dipergunakan secara maksimal, efektif dn efisien.Rahardjo (1988) menyebutkan beberapa prinsip dalam pemilihan media yang tepat,yaitu:

  1. Adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media ,untuk siapa dipakai dimana  keperluan apa dn sebagainya.
  2. Familiaritas media, pengguna media, harus mengenal sifat dan cirri-ciri media yang akan dipilih.
  3. Media pembanding,hal ini diperlukan untuk memberikan alternbatif pertimbaangan  dalam rangka mengambil keputusan yang tepat tentang media yang akan dipergunakan .
  4. Adanya norma atau patokan yang akan dipakai dan si kenakan pada proses pemilihan.

2.3.  Pengetian Strategi

Strategi adalah rangkaian keputusan dan tindakan untuk mencapai suatu maksud dalam suatu organisasi. Menurut Siagian dalam bukunya Manajemen Strategik, bahwa strategi adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan implementasi oleh seluryuh jajarn atau organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut. Menutut Philip Kotler strategi adalah wujud rencana yang terarah untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan menurut Busu swasta strategi adalah rencana yang diutamakan untuk mencapai tujuan. Strategi juga didefinisikan sebagai suatu proses yang menentukan arah yang perlu dituju oleh organisasi untuk memenuhi misinya.

2.4 Kendala-kendala dalam strategi Pengembangan Media Pembelajaran

Dalam pelaksanaan strategi pengembangan media pembelajaran dilapangan tidak selamanya berjalan lancar. Kendala-kendalaatau hambatan yang ditemukan diantaranya sebagai berikut :

  1. belum memadainya sumber daya manusi, khusunya untuk tenaga yang menguasai TIK/ICT, baik sebagai instruktur maupun operator.
  2. Minimnya biaya yang dianggarkan oleh pemerintah untuk dialoksi pendidikan berpengaruh pada kelancaran pengembangan suatu media pembelajaran disuatu lembanga pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi. Sedangkan biaya yang diperlukan sangat besar karena masih mhalnya harga hadr were dan soft were
  3. Kurangnya kerjasama lembanga pendidikan dengan instansi yang berkaitan denga teknologi informasi
  4. Terbatasnya infrastruktur yang mendukung pada pemanfaatan TIK,terutama untuk daerah-daerah terpencil.

2.5 Upaya-upaya mengatasi Kendala-kendala dalam strategi Pengembangan Media Pembelajaran

Upaya-upaya yang dapat dilakukan untk mengatasi kendala dalam strategi pengemabangan media pembelajaran antara lain sebagai berikut:

  1. Meperbanyak pelatihan-pelatihan untuk tenaga instruktur dan operator baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta
  2. Pemerintah hendaknya menambah anggaran dana pendidikan
  3. Mengadakan kerjasama antara lembaga pendidikan dengan instansi terkait dlm pengembangan suatu media pembelajaran
  4. Memperbaiki infrastuktur sampai ke dareah-daeah terpencil sekalipun

KESIMPULAN

Strategi sangat berkaitan dengan unsur-tunsur pembelajaran yang lainseperti guru,siswa, materi,media,sumber,dan tujuan serta metode,semua unsur tersebut saling berkaitan sebagai suatu sistem ,sehingga sangat menentukan dalam pencapaian suatu tujuan,dalam suatu pembelajaran.

Diantara unsur pembelajaran di atas unsur siswa memegang peranan yang sangat penting . Hal ini sebabkan siswa sebagai subjek pembelajaran,siswa merupakan pelaku yang saat ini posisinya sebagai student centered ,dalam student centered siswa diharapkan aktif mencari sumber sendiri dan belajar sendiridengan menggunakan bantuan media yang sesuai, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator. Agar s iswa belajar dengan aktif, maka media pembelajaran sebagai alat bantu atau perantara dalam proses belajar mengajar, memegang peranan penting .Media pembelajaran ini dalam pelaksanaan pembelajaran  memerlukan pengembangan. Dalam mengembangkan media pembelajaran ini diperlukan strategi-strategi yang tepat .Strategi ini sangat di perlukan karena media hanya sebagai perantara saja .Dalam pelaksanaan strategi pengembangan media pembelajaran ini sangat bergantung pada factor-faktor seperti kebijakan pemerintah, organisasi peduli pendidikan, dan instansi atau lembaga pendidikan.  Namun dalam kenyataannya,masih banyak hambatan seperti kurangnya sumber daya manusia  yang menguasai TIK minimnya anggaran pendidikan, kurangnya kerja sama antar lembaga dan kurangnya infrastruktur. Kendala -kendala diatas dapat diatasi dengan cara-cara  bijak ,seperti memperbanyak pelatihan –pelatihan terhadap sumber daya manusia dalam bidang TIK ,menambah anggaran untuk pendidikan ,memperbanyak kerja sama dengan lembaga lain,dan melengkapi infrastruktur.

 

DAFTAR  PUSTAKA

Arsyad, Azhar .2007.Media Pembelajaran. Jakarta: Grafindo

http://akhmad sudrajat wordpress.com/2008/12media-pembelajaran/

http://edu-articles.com/berbagai -jenis-media- pembelajaran/#more-101

http://www.ilmupendidikan.net/2010/03/16/strategi-pembelajaran-inovatif-untuk peningkatan-mutu–pendidikan-suatu-tinjauan-konseptual-dengan-pendekatan-teknologi-pendidikan.php Susilana,Rudi.2009.Media Pembelajaran.Bandung:CV Wacana Prima

Sudjana,Nana dan Akhmad Rivai .2005 Media Pengajaran .Bandung:Sinar Baru.

Hidayat,Kosadi .2008 Strategi BelajarMengajar.Bandung:Armiko

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.