STRATEGI PEMBELAJARAN  MATERI TEMATIK RA

0
101

OLEH : Nelly Nurmelly

Balai Diklat Keagamaan Palembang

Dunia pendidikan adalah dunia yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Manusia yang selalu diiringi pendidikan, kehidupannya akan selalu  berkembang kearah yang lebih baik. Tidak ada zaman yang tidak berkembang, tidak ada kehidupan manusia yang tidak bergerak, dan tidak ada manusia pun yang hidup dalam stagnasi peradaban. Dan, semuanya itu bermuara pada pendidikan, karena  pendidikan adalah pencetak peradaban manusia. Dinamika perkembangan pendidikan akan selalu berubah seiring dengan  perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi di masyarakat. Untuk mengikuti perkembangan pendidikan yang begitu cepat, pemerintah berusaha untuk menyesuaikan perkembangan itu melalui perbaikan dan penyempurnaan kurikulum di sekolah-sekolah. Pembenahan kurikulum baru tahun 2013 berbasis sains dan tidak lagi banyak menghafal. Kurikulum untuk tingkat Sekolah Dasar akan mengalami  banyak perubahan dibanding tingkat SMP Dan SMA/SMK. Salah satu ciri Kurikulum 2013 khususnya untuk anak SD bersifat Tematik Integratif. Proses belajar anak tidak sekedar menghafal konsep-konsep dan fakta-fakta, tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang lebih utuh. Belajar dimaknai sebagai  proses interaksi dari anak dengan lingkungannya.

  1. Pengertian Model Pembelajaran Tematik

Kata ini berasal dari kata Yunani tithenai yang berarti “menempatkan” atau “meletakkan” dan kemudian kata itu mengalami perkembangan sehigga kata tithenai  berubah menjadi tema. Menurut arti katanya tema berarti ” sesuatu yang telah diuraikan ” atau “ sesuatu yang telah ditempatkan”(Gorys Keraf,2001;107) Sedangkan dalam aspek perkembangan kognitif (berdasarkan tahap  perkembangan kognitif Piaget), anak usia dini ini berada pada tahap transisi dari tahap pra operasi ketahap ketahap konkrit. Piaget dalam hal ini, menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya. Menurutnya, setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata, yaitu system konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil  pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi ( menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikirannya) dan akomodasi ( proses memamfaatkan konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek ). Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman  bermakna kepada siswa. Pembelajaran tematik dapat diartikan suatu kegiatan  pembelajaran dengan mengintegrasikan materi pelajaran dalam suatu tema/topic  pembahasan. Sutirjo dan Sri Istuti Malik (2004:6) menyatakan bahwa pembelajaran tematik merupakan suatu usaha untuk mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, nilai, atau sikap pembelajaran, serta pemikiran yang kreatif dengan menggunakan tema.Poerwadarminta (1984 :1.040) Tema adalah pokok pikiran : dasar cerita ( yang dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang ). Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dirangcang berdasarkan tema-tema tertentu. Dalam pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagai Mata pelajaran. Sebagai contoh, tema “ Air” dapat ditinjau dari mata pelajaran IPA dan Matematika. Lebih luas lagi, tema tersebut dapat ditinjau dari bidang studi lain, seperti IPS, Bahasa Indonesia,dan Penjaskes. Pembelajaran tematik menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum, menawarkan kesempatan yang sangat banyak kepada siswa untuk memunculkan dinamika dalam pendidikan. Unit yang tematik adalah epitome dari seluruh bahasa pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk secara produktif menjawab pertanyaan yang dimunculkan sendiri dan memuaskan rasa ingin tahu dengan penghayatan secara alamiah tentang dunia disekitar mereka. Pembelajaran tematik juga dapat diartikan sebagai suatu model pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang  bermakna kepada siswa. Keterpaduan pembelajaran ini dapat dilihat dari aspek proses atau waktu, aspek kurikulum, dan aspek belajar mengajar. Jadi pembelajaran tematik  juga bisa diartikan sebagai pembelajaran terpadu yang menggunakan tema sebagai  pemersatu materi dalam beberapa mata pelajaran sekaligus dalam satu kali  pertemuan.

B.Teori Belajar Yang Melandasi Pembejaran Tematik

1.Teori belajar Menurut Piaget

2.Teori Belajar Gestalt

Para psikologi Gestalt menekankan bahwa hubungan pemahaman dan  persepsi tentang hubungan  – hubungan dalam suatu kebulatan adalah sangat esensial dalam belajar. Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau  peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. Menurut Koffka dan Kohler, ada beberapa prinsip organisasi yang terpenting yaitu :

1.Hubungan bentuk dan latar ( figure and gound relationship);

2.Kedekatan ( proxmity );

3.Kesamaan ( similarity );

4.Arah bersama ( common direction )

5.Kesederhanaan ( simplicit )

6.Ketertutupan ( closure )

C.Karasteristik Model Pembelajaran Tematik

Sebagai suatu model pembelajaran, pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:

1.Berpusat pada siswa

Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (  student centered ). Hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar, sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator, yaitu memberikan kemudahan- kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar.

2.Memberikan pengalaman langsung.Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung pada siswa (direct experiences). Dengan pengalaman langsung ini, siswa dihadapkan  pada sesuatu yang nyata (konkret) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak. 

3.Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas

Dalam pembelajaran tematik pemisahan antara mata pelajaran menjadi tidak  begitu jelas. Fokus pembelajaran diarahkan pada pembahasan tema-tema yang  paling dekat berkaitan dengan kehidupan manusia.

  1. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran  

Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, siswa dapat memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

5.Bersifat fleksibel

Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari suatu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya, bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana siswa berada.

6.Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa

Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

  1. Sintaks (Langkah-Langkah) dalam model Pembelajaran Tematik

Sintaks Model Pembelajaran Tematik pada dasarnya mengikuti langkah-langkah  pembelajaran terpadu. Secara umum sintaks tersebut mengikuti tahap-tahap yang dilalui dalam setiap model pembelajaran yang meliputi tiga tahap yaitu : 

a.Tahap perencanaan . b.Tahap pelaksanaan . c. Tahap evaluasi

  1. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Tematik

Menurut Kusnandar (2007) pembelajaran tematik memiliki kelebihan yaitu sebagai berikut :

1.Menyenangkan karena berangkat dari minat dan kebutuhan siswa

2.Memberikan pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevan dengan tingkat  

   perkembangan dan kebutuhan pesrta didik.

3.Hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna.

4.Mengembangkan keterampilan berfikir anak sesuai dengan persoalan yang dihadapi.

5.Menumbuhkan keterampilan social melalui kerja sama.

6.Memiliki sikap toleransi komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain.

7.Menyajikan kegiatan yang bersifat nyata sesuai dengan persoalan yang dihadapi dalam

  lingkungan peserta didik.

Pembelajaran tematik disamping memiliki kelebihan sebagaimana dipaparkan diatas, juga terdapat kekurangan-kekurangan yang ditimbulkan, yaitu : 1.Menuntut peran guru yang memiliki pengetahuan dan wawasan luas, kreatifitas tinggi,keterampilan, kepercayaan diri dan etos akademik yang tinggi, dan berani untuk mengemas dan mengembangkan materi. 2.Dalam pengembangan kreatifitas akademik, menuntut kemampuan belajar siswa yang baik dalam aspek intelegensi. Hal tersebut karena model  pembelajaran tematik menekankan pada pengembangan kemampuan analitik (memjiwai), kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan) dan kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). 3. Pembelajaran tematik memerlukan sarana dan sumber informasi yang cukup  banyak dan berguna untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan yang diperlukan. 4.Pembelajaran tematik memerlukan system penilaian dan pengukuran (obyek, indikator, dan prosedur ) yang terpadu.

5.Pembelajaran tematik tidak mengutamakan salah satu atau lebih mata  pelajaran dalam proses pembelajarannya.

KESIMPULAN

Berdasarkan uraian di atas dapat ditegaskan bahwa pembelajaran tematik dimaksudkan agar pembelajaran lebih bermakna dan utuh. Pembelajaran Tematik ini memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan perhatian, aktivitas belajar, dan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajarinya, karena pembelajaran lebih  berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung kepada siswa, pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran, bersifat fleksibel, hasil pembelajaran dapat  berkembang sesuai dengan minat, dan kebutuhan siswa, Pembelajarn tematik agar  berhasil dengan baik dilakukan dengan menempuh tahapan perencanaan, penerapan, dan evaluasi.

DAFTAR PUSTAKA

Harianti, Diah. 2013. Model Pembelajaran Terpadu IPA. Departemen Pendidikan  Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional Pusat Kurikulum

Widodo, S.(2010). Evaluasi Dalam Pembelajaran Terpadu di Sekolah Dasar.  Jurnal Teknologi

Pendidikan Universitas Surabaya, 8-15

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.