Saeroji : Proyek Tidak Usah Muluk-Muluk, Tapi Real

1
29

Palembang (15/06/2015) Dalam rangka untuk menyamakan persepsi dan menyiapkan Penyelenggaraan Diklat Pimpinan (Diklatpim) Tingkat IV Pola Baru, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang menggelar Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Diklatpim Tk. IV Pola Baru yang di hadiri oleh perwakilan dari 14 Unit Kerja di Wilayah Kerja BDK Palembang yaitu Kanwil Kemenag Lampung dan Bengkulu, UIN Raden Fatah Palembang, IAIN Bengkulu dan beberapa perwakilan Kankemenag Kabupaten/Kota.

Acara yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini di buka secara langsung oleh Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi Drs. H. Saeroji, MM dan dihadiri oleh Kepala dan Pejabat Struktural di lingkungan BDK Palembang. Selain itu kegiatan ini menghadirkan Kepala Bidang Pengembangan Program Diklat Kepemimpinan dan Diklat Prajabatan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI) Drs. M. Iqbal Fadillah, M.Ed.L untuk menjelaskan tentang pelaksanaan Diklatpim Tingkat IV Pola Baru.

Dalam sambutannya Saeroji mengatakan bahwa peran mentor didalam proyek perubahan pada terutama dalam membimbing peserta Diklatpim Tk. IV yang berasal dari unit kerjanya sangatlah penting. Salah satunya memberi otorisasi dalam menyusun proyek perubahan juga memastikan proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana sehingga dapat meningkatkan kinerja organisasi.

“Perlu adanya kerjasama yang baik antara peserta dan mentor didalam melakukan proyek perubahan, kita tidak usah merencanakan proyek yang muluk-muluk dan terdengar hebat tetapi cukup merencanakan proyek yang sekiranya dapat memberi hasil nyata pada perubahan di unit kerja masing-masing” pungkas Saeroji.

Salah satu proyek yang dinilai berhasil ungkap Saeorji yaitu proyek perubahan yang dilakukan oleh Peserta Diklatpim Tk. III yang baru-baru ini di selenggarakan Oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi dimana Peserta yang berasal dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak – Riau menggarap satu Proyek Pelayanan Haji Satu Atap. Proyek ini melibatkan dukungan stakeholder yang ada diman secara fisik gedung pelayanan haji satu atap ini dibangun dan di danai oleh Pemerintah Daerah setempat. Proyek ┬áini tentunya dapat di jadikan contoh sebagai salah satu keberhasilan penyelenggaraan Diklatpim Pola Baru.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama dijelaskan Tugas Mentor dan Peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV dimana mentor merupakan atasan langsung yang berperan membimbing langsung dan melaksanakan tugas : (1) memberikan otorisasi kepada peserta untuk menyusun proyek perubahan; (2) mempelajari dan mendalami rencana proyek perubahan; (3) memberi masukan penyempurnaan terhadap rencana proyek perubahan; (4) memastikan rencana perubahan membantu meningkatkan kinerja organisasi; (5) menjadi sumber inspirasi dalam membuat rencana proyek perubahan; (6) memonitor progress pelaksanaan tahap taking ownership; (7) mengintervensi bila terdapat permasalahan; (8) dan menyetujui rencana proyek perubahan [AMZ]

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.