Minat Belajar Siswa dalam Mengikuti Pelajaran Matematika

0
158

 Oleh:

Rudi Hermawan

 

 

ABSTRAK

 

Belajar berhubungan dengan minat. Keinginan, dan tujuan siswa. Minat merupakan faktor yang kuat dalam upaya memahami konsep belajar yang baik. Guru mempunyai peran yang tidak kalah besarnya dalam pengembangan minat siswa terhadap matematika. Gaya, metode, teknik guru dalam mengajar mempunyai pengaruh yang cukup signifikan untuk menarik siswa terhadap pelajaran matematika.Salah satu metode yang bisa diperkenalkan pada konsep dasar matematika yaitu metode persepsi. Metode persepsi yaitu gagasan matematika diberikan dengan cara memberikan permainan yang disukai anak yang dipakai untuk belajar sambil bermain-main.

 

Kata Kunci: Minat Belajar, Guru, siswa, Metode Persepsi.

 

PENDAHULUAN

 

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar. Pembekalan dasar matematika dimaksudkan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama.

Keberhasilan pengajaran disekolah disamping guru dan faktor internal murid, juga tergantung kepada sekolah itu sendiri (Slameto, 2003). Keadaan di sekolah dikatakan mempunyai kondisi yang baik jika keberhasilan tujuan pengajaran yang benar, ditinjau dari segi fasilitas struktur pendidik dan segala penunjang proses tujuan pengajaran.

Keadaan sekolah dapat dikatakan baik, apabila antara guru dan murid dengan segala fasilitas sekolah haruslah selalu dalam keadaan seimbang, guru harus mampu membuat kondisi sekolah yang kurang baik menjadi baik, dengan jalan menerapkan metode-metode pengajar yang dimiliki dan kondisi tersebut menjadi seimbang dalam arti kata kurang baiknya keadaan sekolah bukanlah halangan bagi guru untuk mengajar dengan baik.

Seperti dalam pelajaran Matematika, bagaimana menumbuhkan minat siswa agar menyenangi pelajaran matematika? Ini tentunya merupakan tugas guru. Guru mempunyai peran yang tidak kalah besarnya dalam pengembangan minat siswa terhadap matematika. Menurut Rizky (2002) gaya, metode dan teknik guru dalam mengajar mempunyai pengaruh yang cukup signifikan menarik minat siswa terhadap matematika.

Oleh karena itu, makalah ini akan membahas tentang bagaimana seorang guru matematika dapat membangkitkan minat siswa untuk mengikuti pelajaran matematika.

 

PEMBAHASAN

            Berbagai macam teori belajar yang mendasar pada ilmu jiwa daya, tanggapan, asosiasi, trial dan error, Medan, Gesalt, Behaviorist (Dimyati, 1999). Seperti teori Gesalt, belajar menurutnya sangat penting yaitu memperoleh respon yang tepat untuk memecahkan problem yang dihadapi. Belajar yang penting bukan mengulangi hal-hal yang harus dipelajari, tetapi mengerti. Belajar akan berhasil, bila berhubungan dengan minat, keinginan dan tujuan siswa. Hal ini terjadi bila berhubungan dengan apa yang diperlukan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Disekolah siswa diajak untuk membicarakan tentang proyek/ unit agar tahu tujuan yang akan dicapai dan yakin akan manfaatnya.

Proses belajar mengajar dikelas melibatkan guru dan siswa, proses itu juga dipengaruhi oleh relasi yang ada dalam proses itu sendiri. Di dalam relasi (guru dan siswa) yang baik, siswa akan menyukai mata pelajaran yang diberikannya sehingga siswa berusaha mempelajari sebaik-baiknya.

Secara empiris dapat kita saksikan bila ada guru matematika yang mengetahui ada anak didiknya yang tidak mampu menyerap mata pelajaran tersebut, maka sang guru matematika secara sadar atau tidak akan menampakkan ekspresi superiornya kepada sang murid. Wujud superior itu bisa tampil dalam bentuk bahasa tu-buh yang mencerminkan kebengisan sang guru, seperti mulut yang menahan geram atau mata yang melotot yang seakan-akan hendak keluar dari sarangnya. Atau dalam bentuk yang lebih ekstrem, wujud superior itu tampil dalam tindak kekerasan kepada murid dengan menggunakan atau tanpa menggunakan alat yang dialamatkan ke bagian-bagian vital tubuh si murid.

Menurut Wanhar dalam Agung (2002) , senyum guru khususnya guru bidang studi Matematika sangat berkorelasi dalam upaya pencapaian peningkatan kualitas sumber daya manusia peserta didik dalam suatu investasi pendidikan karena senyum yang disunggingkan di bibir-bibir guru matematika akan menghilangkan kesan seram dan sadis dan hal itu merupakan adalah awal untuk membangkitkan gairah dan minat belajar siswa untuk cepat mencerna dan memahami pelajaran matematika.

Selain itu, salah satu metode yang bisa diperkenalkan pada konsep dasar matematika yaitu metode persepsi (Agung, 2002). Metode persepsi yaitu gagasan matematika diberikan dengan cara memberikan permainan yang disukai anak yang dipakai untuk belajar sambil bermain-main. Misal dengan bantuan alat seperti uang logam, kancing pakaian, permen, kue, potongan balok-balokan kayu, dan lain sebagainya. Contohnya mengumpulkan berbagai jenis uang logam yang berukuran besar, kemudian membandingkan mana yang lebih besar dan seterusnya mengurutkan dari yang kecil ke yang besar atau sebaliknya. Kegiatan dalam bentuk melaksanakan rencana, menyortir, memadankan (memasangkan), membandingkan, atau meletakkan sesuatu pada tempatnya adalah sangat penting bagi pengajaran awal.

Mengetahui kesenangan siswa akan sedikit membantu dalam menyelesaikan benang kusut berkaitan dengan rendahnya minat siswa terhadap matematika. Buku cerita seperti komik merupakan salah satu buku yang menarik bagi siswa.Parapemerhati pendidikan mestinya melirik media ini. Penciptaan buku komik dengan membawa konsep konsep yang ada dalam matematika selain menarik minat siswa juga lebih mendekatkan mereka pada matematika sesungguhnya.

Inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi para pemerhati pendidikan. Sebab sampai saat ini masih minim kalau tidak mau dikatakan tidak ada buku komik matematika.

 

KESIMPULAN

Agar pelajaran matematika tidak menjadikan momok bagi siswa, banyak hal-hal yang harus diperhatikan oleh guru karena guru mempunyai andil yang cukup besar dalam meningkatkan minat siswa belajar matematika.Gaya, metode dan teknik guru dalam mengajar mempunyai pengaruh yang cukup signifikan menarik siswa terhadap pelajaran matematika. Mengetahui kesenangan siswa akan sedikit membantu dalam menyelesaikan benang kusut berkaitan dengan rendahnya minat siswa terhadap matematika.

 

REKOMENDASI

Dalam pembelajaran matematika hendaknya dibutuhkan metode persepsi,. yaitu gagasan matematika diberikan dengan cara memberikan permainan yang disukai anak yang dipakai untuk belajar sambil bermain. Hal ini akan sangat menarik siswa, karena disamping mendapatkan ilmunya, siswa akan merasa senang.

 

REFERENSI

Agung, I Gede & Saptono, 2002. Matematika Sulit, Tak Mesti Harus Les. Bandung : Anglingsari

Rizki Takriyant.2002. Pengembangan Anak Pada matematika. Jakarta : Kompas Media.

Slameto, 2003. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.Jakarta: Rineka Cipta.

Dimyati, Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran.Jakarta: Rineka Cipta.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.