REKONSTRUKSI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

0
82

Oleh :

Drs.Suberia.MM

Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Palembang

Abstract :

Problema pendidikan di Indonesia sangat luas dan rumit sehingga perlu pembahasan yang comprehensive  supaya tercapainya pemahaman yang benar,dalam artikel ini dibahas tentang pengertian pendidikan.landasan hokum baik secara undang undang dan islami dan juga beberapa model pendidikan islam yang ada di Indonesia.sehingga dapat di mengerti pelaksanaan,perbedaan dan kelebihan dari masing masing model yang dimaksud.

Kata Kunci : Pendidikan ,Islam ,Indonesia

PENDAHULUAN

Sebagai muslim meyakini sepenuhnya bahwa hanya agama islam yang mempunyai konsep yang  sangat sempurna  dan terjamin  fleksibilitasnya, Islam  adalah satu-satunya agama yang diakui keabsahannya oleh Allah SWT.. Islam adalah agama yang “rahmatan lil‟alamin”. Sangat menjunjung tinggi keseimbangan ke hidupan antara makhluk satu dengan lainnya.

Sebagaimana diungkapkan dalam Al –Quran :. Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam. (Ali Imran) – innadiina = sesungguhnya agama, indallaahi = disisi Allah, al-Islaam = Islam .

Dalam Islam dikenal ada dua  jenis hubungan ketergantungan. Yaitu “hablun minallah”  dan ”hablun minannas”

. Sedangkan dalam hubungan yang disebutkan hablumminan aasi , . Kaitannya dengan pengembangan individual manusia dalam hal pengetahuan sebagai tonggak peradaban muslim. Disadari atau tidak, pendidikan adalah salah satu kebutuhan primer yang tidak bisa dilepaskan dari keberlangsungan siklus kehidupan suatu kelompok masyarakat .penjelasan tentang  pemahaman dari hubungan ini dirsebutkan : Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran Qs .9:122 : *

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Dalam kontek berkaitan dengan makna dan nilai hidup manusia dijelaskan oleh Allah SWT  dalam Quran  sebagai berikut :

 Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan

Tanpa adanya sebuah pendidikan yang baik , sebuah komunitas akan sangat mengalami kelambatan dalam peningkatan taraf hidupnya secara ekonomi ataupun moral. Karena ketidaktauan dalam suatu kompetensi tertentu  dalam melakukan suatu pekerjaan maka  justru akan menimbulkan masalah-masalah  baru yang bisa menghambat ketuntasan serta  laju perkembangannya, Karena itulah pendidikan menjadi sebuah kebutuhan pokok yang keberadaannya tidak bisa ditawar

. PERMASALAHAN

Demi memperjelas hal apa saja yang akan menjadi pembahasan dalam artikel ini perlu  merumuskan permasalahan yang melingkupi dunia pendidikan  serta keterkaitannya dengan islam .Berbicara tentang pendidikan adalah sesuatu topic yang sangat luas dan rumit pembahasannya,sehingga dirasa perlu untuk memberikan penjelasan baik dari sudut pengertian pendidikan, landasan perundangannya serta tujuan yang terkandung didalamnya dan ruang lingkup cakupan bahasannya ,pandangan islam terhadap pendidikan ditinjau dari urgensinya dan penerapannya terhadap masyarakat dan atau anak didik .Beberapa model pendidikan islam di Indonesia. Hal ini dilakukan demi mencapai pemahaman yang komprehensif  dan benar.

PEMBAHASAN

A.Beberapa Definisi  Pendidikan

Sebelum kita membahas lebih jauh, ada baiknya jika kita tahu apa sebenarnya yang disebut pendidikan. Berikut kami berikan beberapa definisinya;

1.“Pendidikan

Adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju  terbentuknya keperibadian yang utama”. [ahmad d. Marimba, 1978:20].

2.“pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi perannya di masa yang akang datang”. [uu sistem pendidikan nasional nomor: 2 tahun 1989].

  1. “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana Belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”. [uu sistem pendidikan nasional  nomor: 20 tahun 2003)]. 4.

“pendidikan dalam pengertian yang luas adalah meliputi perbuatan atau semua usaha generasi tua untuk mengalihkan (melimpahkan)  pengetahuannya, pengalamannya, kecakapan serta keterampilannya kepada generasi muda, sebagai usaha untuk menyiapkan mereka agar dapat memenuhi fungsi hidupnya, baik jasmaniah maupun rohaniah

“secara etimologis pendidikan diterjemahkan ke dalam bahasa arab “tarbiyah” dengan kata kerjanya “robba” yang berarti mengasuh, mendidik, memelihara”. [zakiyah drajat, 1996: 25].“menurut pendapat ki hajar dewantara, pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, maksudnya pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya”. [hasbullah, 2001: 4]. 7.“pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah  kedewasaan  kepada jiwa anak didik sehingga mendapatkan kepuasan rohaniah, juga sering diartikan dengan menumbuhkan kemampuan dasar manusia. pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya  pengajaran dan pelatihan; proses, cara dan pembuatan mendidik”. [kamus besar bahasa indonesia]  jadi kalau kami boleh menyimpulkannya dengan sangat sederhana,

Pendidikan adalah “suatu proses pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna”.pandangan islam terhadap pendidikan

B.Tujuan Pendidikan Agama Islam

Tujuan dilaksanakannya pendidikan Agama Islam menurut konsepsi Al Qur’an adalah untuk menumbuhkan ketaqwaan kepada Allah SWT (Ali Imron: 102),

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.

Menumbuhkan jiwa dan sikap selalu beribadah kepada Allah (Adz Zaariyaat: 56),

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Membina dan memupuk Akhlakul Karimah (Al Qalam: 4),

“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Menciptakan pemimpin-pemimpin bangsa yang selalu amar ma’ruf nahi munkar (Al Baqoroh: 30).

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Penekanan utama tujuan pendidikan Agama Islam adalah pada usaha membimbing ke arah pembentukan kepribadian muslim yaitu manusia yang berilmu, beriman, bertaqwa dan beramal sholeh, manusia berfikir, bersikap, bertindak, sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam yang lebih bersifat metafisik.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, islam sangat menekankan umatnya untuk belajar dan tahu (berpendidikan). Hal itu bisa dibuktikan dengan  banyaknya seruan-seruan untuk belajar yang dapat kita temui baik di dalam al-qur‟an, hadits maupun ibarah.

Tidak perlu diragukan lagi bagaimana Islam begitu menganggap penting terhadap Ilmu Pengetahuan (baca: Pendidikan). Dalam Islam, kedudukan orang yang berpendidikan, terutama pendidikan agama, sangat dimuliakan. Bisa kita lihat sendiri di kalangan masyarakat, bagaimana seorang guru atau ustadz mendapatkan posisi yang cukup bergengsi. Lebih- lebih jika orang tersebut menyandang gelar Profesor atau Doktor (Ilmu Umum) dan Kiai (Ilmu Agama), maka dia akan dihormati oleh setiap lapisan masyarakat bahkan pejabat  pemerintah sekalipun. Dalam al-Qur‟an, Allah SWT pun telah berfirman mengenai kedudukan orang yang berpendidikan, “… Allah akan meninggikan orang -orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah maha mengetahuai apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Mujadalah: 11)

Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dari sini kita juga bisa menyimpulkan bahwa Islam begitu menghargai sebuah sistem yang kita namakan pendidikan dan orang-orang yang aktif di dalamnya.

Model-model Pendidikan Islam di Indonesia

Maha Suci Allah yang telah menciptakan sebuah siklus kehidupan yang sangat tertata rapi. Begitu indah dan sempurna konsep yang Dia buat untuk kelangsungan hidup makhluknya, khususnya manusia. Kita diajarkan bahwa semua yang terjadi di alam semesta ini butuh proses.. Dalam perjalanan hidupnya, setiap makhluk hidup mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Baik itu dari segi usia, ukuran, kekuatan, bahkan pengetahuan. Tidak perlu kita perdebatkan lagi bahwa orang dewasa itu lebih besar, kuat dan  pandai dibandingkan bayi. Hal itu sangat dipengaruhi oleh perkembangan yang dialami seseorang dan berdasar pada pengalaman Dengan menyerap pengetahuan dari lingkungannya, seorang bayi akhirnya akan bisa berlari. Hal ini tentunya tidak lepas dari “pendidikan” orang tua.  Mustahil seorang bayi akan langsung bisa menjadi juara lari marathon dalam Olimpiade. Karena itu dibutuhkan adanya sebuah pendidikan yang bisa melatihnya berdiri, merangkak, berjalan dan berlari. Di sinilah gunanya ada sebuah sistem pendidikan yang berjenjang. Dalam artian sebuah sistem pendidikan bertahap yang disesuikan dengan kemampuan seorang manusia untuk menjalaninya.  Islam sangat mengerti akan kebutuhan itu

Di Indonesia, hal itu juga rupanya sudah disadari oleh para pakar  pendidikan  kita. Sebagian besar dari mereka merumuskan beberapa jenjang pendidikan yang kemudian kita kenal dengan “sekolah/madrasah”.

Pada masa penjajahan, tidak banyak sekolah didirikan. karena terbentur dengan  peraturan VOC yang melarang kaum miskin untuk bersekolah. Saat itu yang boleh  bersekolah hanya anggota keluarga pejabat atau konglomerat. Ini adalah upaya  pembodohan yang dilakukan oleh belanda agar rakyat Indonesia tetap terbelenggu dalam ketertinggalan pengetahuan dan peradaban.

Meski demikian, peraturan itu juga tidak berlaku bagi sebagian kalangan, yaitu para Kiai dengan pesantrennya. Para Kiai tetap bisa mendirikan sebuah kajian keilmuan yang walaupun tidak formal tetap diminati oleh kalangan menengah ke bawah. Kesuksesan pesantren dengan tidak terendusnya kegiatan mereka oleh  penjajah itu tidak lepas dari siasat kamuflase para Kiai. Beliau-beliau menyamarkan nama “sekolah” menjadi “pengajian” atau “madrasah”. Sehingga  penjajah mengira jika pesantren itu hanyalah sebuah tempat pengajaran agama. Padahal pada kenyataannya di situ juga diajarkan materi lain termasuk siasat  perang. Maka tak heran jika pada saat itu pesantren banyak melahirkan pejuang- pejuang kemerdekaan yang handal dan Kiai sendiri sebagai Panglimanya. Beda dulu, beda pula sekarang. Dulu karena didukung situasi yang tertindas secara fisik, lembaga pendidikan Islam semisal pesantren banyak menelurkan  pejuang kemerdekaan yang menghadapi penjajah dengan frontal. Sedangkan sekarang penjajahan yang terjadi tidak berbentuk fisik, melainkan ideologi dan kebudayaan. Karena itu diharapkan lembaga pendidikan Islam, khususnya  pesantren, mampu mencetak alumni yang teguh dalam keimanan dan pemikiran. Sesuai dengan perkembangannya, di Indonesia terdapat beberapa model  pendidikan Islam. Berikut kami sebutkan sepengetahuan kami:

1.Pesantren

Lembaga ini adalah yang pertama muncul di tengah-tengah masyrakat. Umumnya dipimpin oleh seorang Kiai atau Ustadz. Lazimnya Kiai dianggap “Raja kecil” di sebuah “negara” bernama pesantren. Kata-katanya adalah hukum yang harus ditaati. Ada 3 model pesantren yang selama ini diketahui, yaitu;

-Salafy.

Pesantren tipe ini adalah pesantren yang murni mengajarkan ilmu-ilmu keislaman saja. Sama sekali tidak ada ilmu umum seperti matematika, IPA, IPS, dll yang disajikan di sini. Hanya khusus ilmu-ilmu yang  berasal dari kitab kuning. Semi Modern. Di pesantren ini pengajaran antara ilmu agama dan ilmu umum relatif  berimbang. Karena alumninya tidak hanya di arahkan untuk menjadi “kiai” atau “ustadz”, tapi bisa lebih fleksibel dan juga berguna bagi  masyarakat dalam bidang selain keagamaan. Misalnya pegawai,  pejabat, dsb.

-Modern.

Sesuai dengan namanya, pesantren ini cenderung lebih memperbanyak  porsi pelajaran umum daripada pelajaran agama. Karena tujuan  pencetakan alumninya adalah lebih banyak untuk terjun di lingkungan modern. Artinya selalu Up to date.

Pengajaran agamanya hanya  berkisar pada pengetahuan dasar saja.

  1. Madrasah

Lembaga ini adalah bentuk lain dari perwujudan pendidikan Islam di Indonesia. Awal kemunculannya adalah di daerah-daerah yang jauh dari  jangkauan para Kiai atau lebih “dikuasai” kaum intelek yang berpikiran modern. Bisa dikatakan lembaga ini adalah hasil duplikasi atau adaptasi dari sekolah-sekolah buatan penjajah yang kemudian menjelma menjadi tandingannya. Makanya sistem pengajaran yang digunakan itu banyak kemiripan dengan sekolah umum. Ada banyak tingkatan yang ditawarkan. Yaitu; RA atau TPA/TPQ (setingkat TK),MI  (setingkat SD),Mts (setingkat SMP) ,MA (setingkat SMA/SMU)

Perguruan Tinggi Walaupun ada sebagian sekolah yang menyediakan asrama, tapi kadar keterikatan antara siswa dan asramanya masih kalah jika dibandingkan dengan santri dan pondoknya. Khusus PT, biasanya menggunakan nama lain untuk asramanya, yaitu Ma‟had „aly.

Dengan demikian, disadari ataupun tidak, lembaga-lembaga pendidikan Islam juga turut andil merebut kemerdekaan dari tangan penjajah serta mendorong kemajuan bangsa dan negara Indonesia dengan mencetak alumnus yang  berkualitas.

  1. Sekolah Umum dan Madrasah yang dikelola oleh Pemerintah atau swasta

Seiring dengan perkembangan zaman ,terutama setelah kemerdekaan ,maka kedua system pendidikan yang disebutkan diatas ( pesanteren dan madrasah ) ada yang lebur secara komprensif yang diperbaharui penyesuaian dengan kurikulum pendidikan nasional sampai menjadi madrasah unggulan tapi ada yang masih mempertahankan madrasah dalam bentuk pondok pesanteren salafi. Disamping itu sekolah umum yang dikelola oleh pemerintah dan lembaga swasta tetapi mengacu kepada kurikulum pendidikan nasional ,juga memberikan perhatian dan kontribusi aktif dan positif terhadap pendidikan agama disekolah hingga menjadi sekolah umum yang mempunyai keunggulan imtaq dengan mempungsikan pendidikan Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari betapa pentingnya peran agama bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap pribadi menajdi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Pendidikan agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membetuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Peningkatan potensi spiritual mencakup pengamalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.maka berarti bahwa pendidikan islam dalam masyarakat sekolah terutama pada sekolah yang dibina oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,seperti SD,SMP,SMA,SMK umum mutlak perlu juga mendapatkan perhatian dan pembinaan yang maksimal dan modern ( up to date ),sehingga ada keseimbangan kualitas antara ( kemampuan kompetensi siswa antara pelajaran umum dan agama ).

Untuk lebih lanjut diungkapkan tujuan pendidikan agama disekolah umum sebagai berikut : Secara khusus tujuan Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum ( SD,SMP,SMA adalah:

  1. menumbuhkembangkan akidah peserta didik melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;
  2. mewujudkan manuasia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin,bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.

Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi aspek-aspek; 1. Al-Qur’an dan Hadits; 2. Aqidah; 3. Akhlak; 4. Fiqih; dan 5. Tarikh dan Kebudayaan Islam.

Pendidikan Agama Islam menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesame manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.

KESIMPULAN

Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna. Islam memandang pendidikan itu sangat penting adanya. Karena dengan menjalani sebuah proses itulah seseorang bisa mendapatkan ilmu  pengetahuan yang dapat menunjang taraf hidup dan posisinya di hadapan Allah dan manusia lainnya. Secara garis besar, ada 3 model pendidikan Islam di Indonesia. Yaitu; 1.Pesantren -Salafy. Semi Modern. Modern. 2.Sekolah/ Madrasah ,RA/ TPA/ TPQ (TK). MI. Mts ,MA dan  Perguruan Tinggi Islam ,3.Sekolah Umum dan Madrasah yang dikelola oleh Pemerintah

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, HM., Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 2003

Drajat, Zakiah, dkk, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1996

Hasbullah, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2001

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Purwanto, M. Ngalim, Ilmu Pendidikan Teoritis, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,1995

UU Sisdiknas

Zauharin, et.al., Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta : PT. Bumi Aksara, 1985

Http://id.shvoong.com

Http://orgawam.wordpress.com

Http://www.anneahira.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.