PNS diera Reformasi beda dengan era-era sebelumnya

0
46

Palembang (Diklat NEWS) – Kepala Pusat Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama RI, Drs. H. Proptono Zamzam, M.Sc mengatakan bahwa era reformasi sungguh diyakini merupakan satu kata kunci dari perbaikan terhadap cara kita sebagai bangsa Indonesia dalam bernegara.

Kita dulu menganggap bahwa telah salah mengelola negara di era orde baru yang diagnosis waktu itu karena tiga  penyakit kronis yaitu korupsi, kolusi dan nepotisme. Tiga penyakit ini dianggap menjadi biang dari kegagalan mengelola Republik yang kaya raya ini.

“lalu sepakatlah kita untuk memperbaiki semuanya, yang sudah biarlah berlalu tapi yang akan datang harus diperbaiki” kata Praptono pada acara pembukaan Diklat Teknis Fungsional Peningkatan Kompetensi Guru Pertama Mata Pelajaran Matematika MTs, Diklat Teknis FUngsional Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Ahli Pertama dan Diklat Teknis Fungsional Pembentukan Jabatan Calon Pengawas Madrasah Angkatan I dan II di Aula BDK Palembang, Selasa (15/04/2014).

Ia menegaskan perbaikan disemua bidang, kalau sebagai birokrat maka fokusnya adalah reformasi di lingkungan reformasi birokrasi.

Ia juga menyebutkan bagaimana menjadi PNS Kementerian Agama diera reformasi birokrasi karena menurutnya berbeda dengan era-era sebelumnya.

“kalau Saudara tidak mempersiapkan diri, menyesuaikan diri dan memperbaiki diri dijamin dimasa yang akan datang pasti akan ketinggalan. Ibarat pesawat sudah take off kita masih dilandasan” ujarnya.

Menurutnya reformasi birokrasi ditandai dengan adanya profesionalitas PNS, cirinya yaitu ia tahu apa yang ia kerjakan, kemudian mampu dan mau mengerjakan, Ia juga mengeluarkan sertifikat bagi dirinya sendiri, Memiliki Integrity / kejujuran, terus mengembangkan diri, berani mengawasi dirinya sendiri dan visioner yaitu melihat kedepan.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan Drs. H. Najib Haitami, MM dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Balai Diklat Keagamaan Palembang yang telah memprogramkan keempat diklat yang menurutnya memang dibutuhkan.

Ketua Panitia, Drs. H. Syarnubi Som, MM, M.Pd,I dalam laporannya menyebutkan bahwa diklat diikuti oleh 120 orang peserta, 32 orang pengajar baik dari WI BDK Palembang, Kanwil Kemenag Propinsi Sumsel, dan IAIN Raden Fatah Palembang.

“Kegiatan Diklat ini akan berlangsung selama 15 hari yaitu mulai tanggal 14 hingga 28 April 2014” katanya.

Widyaiswara utama ini juga mengatakan bahwa keempat diklat ini bertujuan untuk menambah dan meningkatkan  pengetahuan, ketrampilan, wawasan dan sikap mental guna memantapkan pelaksanaan tugas dibidang masing-masing.

Editor : Yansyah
COPYRIGHT © 2014

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.