PENTINGKAH PR UNTUK SISWA ?

0
31

PENTINGKAH  PR UNTUK SISWA ?

BY GUSMAN, S.Ag M.Pd

WIDYAISWARA AHLI MADYA BDK PALEMBANG

Abstrak : Proses belajar mengajar merupakan proses kegiatan interaksi antara dua unsur manusiawi, yakni siswa sebagai pihak yang belajar dan guru sebagai pihak yang mengajar dengan siswa sebagai subjek pokoknya. Dalam proses interaksi antara siswa dengan guru dibutuhkan komponen-komponen pendukung seperti antara lain disebut sebagai interaksi edukatif. Ciri-ciri dari interaksi belajar mengajar antara lain; pertama harus memiliki tujuan, kedua adanya prosedur (jalannya interaksi yang terencana untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, ketiga adanya interaksi belajar-mengajar ditandai dengan adanya suatu penggarapan materi yang khusus, keempat ditandai dengan adanya aktivitas siswa, kelima guru berperan sebagai pembimbing, keenam dibutuhkan kedisiplinan, dan ketujuh dibutuhkan adanya batas waktu (Sardiman,2011:15-17).Pekerjaan Rumah atau biasa disingkat dengan PR sudah menjadi bagian yang terintegrasi dari proses belajar mengajar (PBM) di sekolah. Hampir setiap guru dari setiap mata pelajaran selalu menggunakan PR sebagai konjungsi belajar di sekolah dengan belajar di rumah. PR sudah menjadi tradisi, lebih dari itu PR bisa dijadikan solusi. PR dijadikan alternatif jika ketuntasan belajar di kelas belum bisa mendapatkan gambaran. Guru menjadikan PR sebagai bukti bahwa anak didiknya telah mengulangi pembelajaran sekolah ke rumah.

Kata Kuci : Pekerjaan Rumah  dan Siswa.

 

Pendahuluan

Sampai saat ini pekerjaan rumah (PR) untuk siswa masih menjadi pro dan kontra bagi orang tua. Apakah masih perlu diberikan atau justru sudah tidak efektif lagi untuk diterapkan ? Sampai saat ini, pekerjaan rumah untuk siswa masih menjadi pertanyaan khusus para orang tua, karena sebagaian besar orang tua siswa merasa justru adanya Pekerjaan Rumah malah membebani. Untuk membehas hal ini, Kompasiana.com menjelaskan seputar Pekerjaan Rumah (PR). Pekerjaan rumah (PR) sepertinya melekat dalam kehidupan para pelajar mulai dari SD sampai sudah Mahasiswa pun pasti pernah mendapatkan tugas. Bagaikan pisau bermata dua, Pekerjaan Rumah sebenarnya mempunyai banyak manfaat tetapi tidak sedikit pula yang mengeluhkan adanya Pekerjaan Rumah. “PR tuh sebenarnya gak perlu toh kan saya sudah belajar di sekolah” kata seorang siswa. Banyak siswa yang mengatakan bahwa sebenarnya Pekerjaan Rumah itu tidak perlu, tapi dari sisi Guru menurut mereka itu penting karena memiliki beberapa manfaat. berikut adalah manfaat dari Pekerjaan Rumah itu sendiri:

  1. Belajar mengatur waktu. Pekerjaan Rumah secara tidak langsung membantu para siswa untuk belajar membagi waktunya untuk bermain dan mengerjakan Pekerjaan Rumahnya. Para siswa akan secara efisien mengerjakan PRnya agar mendapat waktu bermain yang lebih banyak.
  2. Memahami Pelajaran. Pekerjaan Rumah membantu siswa untuk mereview kembali pelajaran yang tadi telah diajarkan di sekolah. Mengerjakan Pekerjaan Rumah juga mencerminkan sejauh mana siswa paham akan pelajaran yang telah diajarkan tadi.
  3. Belajar Mengatasi Masalah. Jika dalam tingkat kesulitan yang tinggi Pekerjaan Rumah dapat membantu siswa mengatasi masalah, karena siswa “dituntut” untuk mencari jawaban yang benar atas masalah tersebut.

Sehingga keadaan ini membuat siswa terbiasa untuk memecahkan masalah, tetapi bagai pedang bermata dua jika Pekerjaan Rumah yang diberikan terlalu berlebihan atau tidak sesuai dengan kegunaannya membuat beberapa masalah:

  1. Kurangnya waktu. Jika Pekerjaan Rumah yang di berikan oleh guru “salah dosis” sehingga terlalu banyak,maka berefek pada terlalu banyak waktu yang di gunakan untuk siswa untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah tersebut,sehingga siswa cenderung malas bahkan akan cenderung menyontek Pekerjaan Rumah dari siswa lain.
  2. Tidak sesuai materi. Jika Pekerjaan Rumah yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang di pelajari di sekolah, maka Pekerjaan Rumah tersebut cenderung tidak efektif karena tidak membuat siswa mengerti pada materi tersebut melainkan membuat para siswa semakin bingung tentang materi yang di ajarkan.
  3. Tidak Jelas Tujuannya. Jika Pekerjaan Rumah yang di berikan tidak mempunyai tujuan tertentu melainkan hanya cenderung sebagai “kewajiban” maka Pekerjaan Rumah tersebut tidak mempunyai pengaru, apapun terhadap siswa dan cenderung memberikan efek yang negatif bagi siswa. Kesimpulan, sebenarnya Pekerjaan Rumah mempunyai banyak manfaat tetapi jika tidak digunakan secara tepat Pekerjaan Rumah cenderung memberikan hal-hal negatif bagi siswa, Pekerjaan Rumah yang “ideal” sebenarnya adalah Pekerjaan Rumah yang mendapatkan umpan balik dari seorang guru, Pekerjaan Rumah yang salah cenderung membuat siswa makin membenci belajar dan membuat guru frustasi karena tidak sesuai harapan. Jadi pentingnya sebuah Pekerjaan Rumah kembali lagi pada pengunaannya, bagai pedang bermata dua dapat menguntungkan dan merugikan. Jadi menurut anda, Apakah Pekerjaan Rumah (PR) perlu seorang siswa?
    Pekerjaan Rumah (PR), dalam bahasa Inggris disebut homework atau homework assignment merupakan sejumlah aktivitas tugas yang diberikan oleh guru kepada siswa untuk dikerjakan di luar kelas/sekolah. Pekerjaan rumah bisa bermacam-macam dan bisa dikerjakan secara individu maupun berkelompok.

Pekerjaan Rumah diberikan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa, menambah pengetahuan, mengulang materi yang telah dipelajari di sekolah, menyiapkan siswa mempelajari materi berikutnya, bahkan mengaplikasikan pengetahuan siswa dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Bagi sebagian guru yang belum memahami penugasan atau pemberian Pekerjaan Rumah, pekerjaan rumah mungkin berfungsi untuk mengisi waktu luang siswa saja daripada sekedar main. Guru akan dianggap serius mengajar oleh orang tua ketika si anak di rumah sibuk mengerjakan Pekerjaan Rumah. Tak jarang , banyak orang tua justru minta anak diberi Pekerjaan Rumah yang banyak supaya belajar di rumah.

 

Beberapa alasan kasus bila guru memberikan Pekerjaan Rumah kepada siswa tidak dikerjakan:

  • Lupa kalau ada tugas
  • Terlalu banyak Pekerjaan Rumah yang diberikan oleh Guru pada waktu bersamaan dan dikumpulnyapun pada hari bersamaan.
  • Tidak tau soalnya, karena minggu lalu tidak masuk sekolah.
  • Ada aktivitas lain yang sangat penting.
  • Tidak bisa mengerjakan
  • Sedang sedih karena tertimpah musibah sehingga tidak bisa konsentrasi
  • Malas mengerjakan Pekerjaan Rumah
  • Bukunya dipinjam teman yang rumahnya jauh.
  • Gampang mencontek bila dikerjakan disekolah.
  • Tidak ada buku cetak (buku pedoman)

Apa yang sebaiknya dilakukan guru dalam memberikan tugas/Pekerjaan Rumah?

  • Sampaikan dengan jelas maksud dan tujuan penugasan/pemberian Pekerjaan Rumah.
  • Sesuaikan jenis tugas/Pekerjaan Rumah dengan apa yang sudah guru sampaikan sebelumnya. Jika Pekerjaan Rumah/tugas dimaksudkan untuk persiapan materi berikutnya, sebaiknya sudah ada guideline dan deskripsi tentang materi berikutnya.
  • Berikan tugas/Pekerjaan Rumah secara proporsional mengenai jenis, jumlah dan durasi. Pekerjaan Rumah tidak harus menghabiskan waktu luang siswa, melainkan seberapa dalam mereka belajar melalui tugas/Pekerjaan Rumah tersebut.
  • Berikan variasi tugas atau Pekerjaan Rumah. Sebaiknya Pekerjaan Rumah diberikan secara kontekstual, nyata dalam kehidupan sehari-hari. Anak bahkan boleh memilih tugas/Pekerjaan Rumah sesuai kemampuan dan kesukaan, tetapi tetap dalam materi yang sama.
  • Sampaikan penilaian tugas/Pekerjaan Rumah akan seperti apa sehingga anak akan tahu apa saja yang harus diperhatikan selama mengerjakan Pekerjaan Rumah atau tugas tersebut.
  • Hindari penugasan/Pekerjaan Rumah yang monoton dan seragam misal mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS), buku soal-soal latihan yang akan memungkinkan siswa menyepelekan, saling bergantung kepada teman lain sehingga yang terjadi hanya satu siswa yang mengerjakan dan siswa lain mencontek, Alhasil, semua jawaban tugas/Pekerjaan Rumah sama. Bagaimana guru bisa mengukur dan menilai pemahaman siswa?
  • Koreksi tugas/Pekerjaan Rumah segera setelah siswa mengumpulkan tugas/Pekerjaan Rumah nya dan berikan feedback, lalu kembalikan kepada siswa atau dibahas atau diumumkan atau dipresentasikan. Jika tidak dilakukan, siswa cenderung akan malas mengerjakan tugas/Pekerjaan Rumah berikutnya, atau mengerjakan asal-asalan, yang penting mengumpulkan. Tentu siswa akan berpikir bahwa mengerjakan Pekerjaan Rumah akan sia-sia, bisa mencontek saja dengan mengganti identitas siswa.

Manfaat mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) di rumah bagi siswa

Ada bermacam keuntungan yang didapat apabila kita mengerjakan Pekerjaan Rumah, tentunya dikerjakan sendiri ya, bukan dibuatkan orang tua atau orang lain

  • Berlatih manajemen waktu, disini kita berpikir kira-kira kapan waktu yang tepat untuk membuat Pekerjaan Rumah sehingga tidak berbenturan dengan kegiatan lainya, dengan ilmu manajemen waktu yang bagus maka secara tidak langsung kita telah menjadi orang yang disiplin.
  • Orang tua senang dan berpikir bagus tentang anaknya, membuka atau melihat kembali pelajaran sekolah dirumah ternyata dapat meyakinkan ortu bahwa kita benar-benar bisa mengikuti pelajaran.
  • Membaca kembali pelajaran, ilmu yang sudah didapat dari guru di kelas tentu akan lebih dipahami apabila sepulang sekolah  kita mempelajari kembali ilmu tersebut.
  • Memberikan penghargaan pada diri sendiri, apabila tugas yang kita kerjakan ternyata benar dan mendapat nilai bagus dari guru maka ada kemungkinan kita menjadi bangga dan senang.
  • Melatih diri agar rajin, sulitnya mengatur diri sendiri maka seringkali muncul rasa malas ketika hendak melakukan aktifitas tertentu, hal ini tentu tidak akan terjadi jika kita sudah biasa berlatih untuk rajin mengerjakan Pekerjaan Rumah.
  • Menumbuhkan sikap tanggung jawab, setiap tugas yang kita peroleh akan terlaksana dengan baik jika adanya rasa tanggung jawab karena bisa jadi suatu beban pikiran apabila kita tidak mengerjakanya .
  • Mengembangkan ketrampilan, dengan membaca menulis atau mengerjakan tugas maka ada kemampuan baru yang masuk kedalam diri kita.

Dua sisi dari masalah Pekerjaan Rumah (PR), pro dan kontra memeberikan  Pekerjaan Rumah (PR) pada  Siswa sebagai berikut:
1. Yang Pro pada Pekerjaan Rumah (PR).

  • Pekerjaan rumah membantu siswa belajar keterampilan organisasi, dan memperkuat tanggung jawab pribadi.
  • Pekerjaan rumah mengajarkan manajemen waktu.
  • Pekerjaan rumah memungkinkan siswa untuk bekerja pada kecepatan mereka sendiri.
  • Penelitian demi penelitian menunjukkan bahwa anak-anak berbuat lebih baik ketika orang tua terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka. Pekerjaan Rumah mendorong keterlibatan orang tua
  • Melakukan pekerjaan rumah memungkinkan siswa suasana yang lebih santai untuk melakukan pekerjaan mereka. Banyak siswa merespon lebih baik untuk ini suasana akrab dan cenderung untuk berbuat lebih baik di sekolah.
  • Meskipun tidak ada penelitian yang signifikan yang pernah menegaskan keyakinan bahwa  Pekerjaan Rumah menghasilkan manfaat non akademis, tidak ada penelitian yang pernah menyangkal asumsi ini. Hal ini sebagian besar masih percaya bahwa Pekerjaan Rumah membantu membangun disiplin diri, kemandirian, ketekunan, dan lebih baik keterampilan manajemen waktu
  • Pekerjaan Rumah yang ditugaskan memberikan kesempatan tambahan untuk belajar atau berlatih konsep.
  • Beberapa studi  menemukan hubungan positif antara pekerjaan rumah dan nilai tes yang lebih tinggi,
  • Meskipun tidak ada penelitian yang menegaskan bahwa menetapkan hasil pekerjaan dalam nilai tes meningkat untuk anak-anak di sekolah dasar, tidak ada penelitian yang menyangkal asumsi.
  • Beberapa studi menunjukkan bahwa siswa yang melakukan pekerjaan rumah sering lebih siap untuk ketelitian
  • Banyak orang tua menganggap pekerjaan sebagai bukti nyata bahwa anak-anak mereka menerima pendidikan yang baik.
  • Dengan keterbatasan waktu, pertanggungjawaban guru, membayar kinerja, dan semua tekanan pada guru, pekerjaan rumah (PR) menyediakan kesempatan tambahan untuk meyakinkan para siswa mempelajari konsep yang diperlukan untuk hasil tes yang baik dan kesuksesan di masa mendatang.
  1. Yang Kontra dengan Pekerjaan Rumah (PR)

–  Pekerjaan rumah sering dipandang sebagai sibuk bekerja. Banyak pekerjaan

rumah yang sia-sia dan tidak menghasilkan nilai akademik. Memang,

bagaimanapun, berakibat pada hilangnya waktu untuk keluarga dan sering

menyebabkan stres tambahan di rumah

–    Ketika siswa pulang dan menddapat Pekerjaan Rumah  dapatkah Anda  yakin

siapa yang  mengerjakannya? Orang tua, saudara, atau teman-temannya ?

–    Pekerjaan Rumah hanya menguntungkan  siswa yang memiliki kemampuan

akademik tertinggi. Banyak  siswa,  tidak mengerjakan pekerjaan rumah.

–  Tidak ada studi yang signifikan pernah menegaskan keyakinan bahwa pekerjaan

menghasilkan manfaat non akademis seperti disiplin diri, kemandirian, ketekunan,

atau lebih baik keterampilan manajemen waktu.

–   Tidak ada studi yang signifikan yang pernah menegaskan bahwa pemberian PR

dapat menigkatkan nilai ulangan

–   Beberapa studi menemukan adanya  sikap negatif  dari siswa yang mendapatkan lebih  banyak pekerjaan rumah. Ada efek negatif , termasuk frustrasi seorang anak terhadap pekerjaan dan kelelahan

–    Beberapa guru menggunakan Pekerjaan Rumah sebagai hukuman. Menggunakan Pekerjaan Rumah sebagai hukuman dapat menghancurkan seluruh tujuan dari pemberian Pekerjaan Rumah dan mengurangi pentingnya pendidikan.

–    Bila anak memiliki pekerjaan rumah, mereka kurang memiliki waktu bermain, berolahraga.
Kesimpulan

PR atau Pekerjaan Rumah, adalah tugas yang diberikan oleh guru untuk dikerjakan dirumah. Walaupun banyak penelitian yang mengatakan bahwa PR berdampak buruk bagi siswa tetapi ada pula yang mengatakan bahwa PR mempunyai manfaat baik bagi siswa.

Berikut uraian yang dikemukakan para ahli tentang manfaat Pekerjaan Rumah.

  1. Berlatih manajemen waktu, disini siswa berpikir kira-kira kapan waktu yang tepat untuk membuat Pekerjaan Rumah sehingga tidak berbenturan dengan kegiatan lainya, dengan ilmu manajemen waktu yang bagus maka secara tidak langsung kita telah menjadi orang yang disiplin.
  2. Orang tua senang dan berpikir bagus tentang anaknya, membuka atau melihat kembali pelajaran sekolah dirumah ternyata dapat meyakinkan orang tua bahwa siswa benar-benar bisa mengikuti pelajaran.
  3. Membaca kembali pelajaran, ilmu yang sudah didapat dari guru di kelas tentu akan lebih dipahami apabila sepulang sekolah  siswa mempelajari kembali ilmu tersebut.
  4. Memberikan penghargaan pada siswa itu sendiri, apabila tugas yang siswa kerjakan ternyata benar dan mendapat nilai bagus dari guru maka ada kemungkinan siswa menjadi bangga dan senang.
  5. Melatih siswa agar rajin, sulitnya mengatur diri sendiri maka seringkali muncul rasa malas ketika hendak melakukan aktivitas tertentu, hal ini tentu tidak akan terjadi jika siswa sudah biasa berlatih untuk rajin mengerjakan PR.
  6. Menumbuhkan sikap tanggung jawab, setiap tugas yang siswa peroleh akan terlaksana dengan baik jika adanya rasa tanggung jawab karena bisa jadi suatu beban pikiran apabila siswa tersebut tidak mengerjakanya.
  7. Mengembangkan keterampilan, dengan membaca dan menulis atau mengerjakan tugas maka ada kemampuan baru yang masuk kedalam diri siswa tersebut.

Jadi, secara keseluruhan, PR tampaknya memang merupakan alat belajar yang efektif, khususnya untuk siswa-siswa dari tingkat pendidikan yang lebih tinggi (SMA).

 

Reperensi

Febrina, Lisa Lukiyani .2009.  ANALISIS EFEKTIFITAS PEMBERIAN PEKERJAAN RUMAH DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA BIDANG STUDI MATEMATIKA DI SMPN I KAMAL BANGKALAN. ITS-NonDegree-3100009036363.

Sutisna. 2009. Kegiatan Tatap Muka, Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. Blogg. http://gurutisna.wordpress.com/2009/04/17/kegiatan-tatap-muka-tugas-terstruktur-dan-kegiatan-mandiri/.

http://www.kompasiana.com/yuliusivan/apakah-pr-penting-bagi-siswa_54f962f4a33311a13d8b517d

http://makalahdanskripsi.blogspot.co.id/2008/07/pengaruh-pemberian-pr-dalam.html

http://lpunrt.blogspot.co.id/2012/03/studi-tentang-penyebab-siswa.html

http://www.kesekolah.com/artikel-dan-berita/pendidikan/manfaat-pr-bagi-siswa.html

http://riyadhulquran.com/sebab-dan-solusi-anak-malas-mengerjakan-pr/

http://www.matrapendidikan.com/2015/02/str

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.