Penilaian Portofolio: Suatu Alternatif Untuk Penilaian Pembelajaran

0
29

by. Miskiah*

ABSTRAK:

Student portfolios are a collection of evidence, prepared by the student and evaluated by the faculty member, to demonstrate mastery, comprehension, application, and synthesis of a given set of concepts. To create a high quality portfolio, students must organize, synthesize, and clearly describe their achievements and effectively communicate what they have learned.

 Kata Kunci: Penilaian Portofolio, Penilaian pembelajaran

PENDAHULUAN

Penilaian merupakan instrumen yang efektif untuk mengetahui berhasil tidaknya proses pembelajaran apabila hasilnya dijadikan acuan umpan balik (feedback) bagi guru maupun siswa itu sendiri. Penilaian yang masih diberlakukan dan dikembangkan masih menghandalkan tes sebagai satu-satunya alat penilaian. Untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem penilaian tersebut salah satunya dengan penilaian portofolio. Penilaian portofolio adalah pengumpulan informasi atau data secara sistematik atas hasil pekerjaan siswa. Dalam hal ini hasil siswa berupa hasil tes, hasil ulangan, hasil LKS, hasil observasi, dan sebagainya.

Pengumpulan informasi atau data hasil pekerjaan siswa secara sitematik itu hanya sekedar proses mengumpulkan namun berdasarkan hasil-hasil pekerjaan siswa dalam kurun waktu tertentu digunakan sebagai umpan balik bagi guru maupun siswa yang bersangkutan. Bagi guru perkembangan hasil pekerjaan siswa dapat dijadikan masukan untuk memperbaiki cara atau metode pembelajaran yang digunakan olehnya. Disamping itu dengan melakukan analisis terhadap pekerjaan siswa, guru dapat lebih mengenal karakter siswanya. Bagi siswa dengan meneliti dan menganalisis hasil-hasil pekerjaannya akan berguna untuk memperbaiki atau mengoreksi kekurangan dan kesalahannya serta meningkatkan kemampuannnya.

Penilaian sebagai bagian integral dari pembelajaran hendaknya tidak dilakukan sesaat, tetapi harus secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh yang meliputi semua komponen proses dan hasil belajar sehingga dapat menggambarkan suatu model penilaian alternative yang dapat mengungkapkan seluruh aspek proses dan hasil belajar siswa, baik aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Model penilaian alternative yang ditawarkan adalah model penilaian yang berbasis postofolio (portfolio based assessment) atau penilaian portofolio.

ALTERNATIF PENILAIAN

Ada beberapa masalah dalam penilaian hasil belajar, antara lain:

  1. Tes baku biasanya tidak menilai kemampuan siswa dalam memecahkan masalah secara luas
  2. Tes tertutup (tes dengan jawaban tunggal) tidak memberikan gambar yang memadai tentang kemampuan siswa.
  3. Penilaian perlu disesuaikan dengan cara belajar siswa, yang biasanya bervariasi.
  4. Penilaian harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuannya, bukan ketidakmampuannya.
  5. Penilaian harus mempertimbangkan kemajuan siswa dalam mata pelajaran yang bersangkutan.
  6. Penilaian perlu diselenggarakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pembelajaran.

Agar penilaian dapat menghasilkan tindakan untuk meningkatkan pembelajaran atau meningkatkan hasil belajar, haruslah penilaian itu: menghasilkan informasi sebanyak mungkin, yang relevan dengan pembelajaran, baik informsi formal maupun informasi informal.  Oleh karena itu, di samping tes tertulis yang lazim dalam penilaian hasil belajar, perlu juga guru mengadakan penilaian dengan cara lain.  Banyak alternatif atau cara lain penilaian, antara lain: produk dari siswa, portofolio siswa, karya tulis siswa, penyelidikan oleh siswa, penilaian kinerja, dan pengamatan.

 

PENILAIAN PORTOFOLIO DALAM PEMBELAJARAN

1.      Pengertian Penilaian Portofolio

Apakah yang disebut “portofolio”? Ada beberapa macam portofolio. Dalam kalangan seniman misalnya, ada portofolio yang berarti kumpulan hasil karya terbaik seorang seniman, yang sengaja diadakan untuk keperluan pameran. Dalam dunia pendidikan, portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari uasaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Jadi, tidak setiap kumpulan karya seorang siswa disebut portofolio.  Portofolio dalam arti ini, dapat digunakan sebagai instrumen penilaian atau salah satu komponen dari instrumen penilaian, untuk menilai kompetensi siswa, atau menilai hasil belajar siswa.  Portofolio demikian disebut juga ‘portofolio untuk penilaian’ atau ‘portofolio penilaian’.

Sebagai instrumen penilaian, portofolio difokuskan pada dokumen tentang kerja siswa yang produktif, yaitu ‘bukti’ tentang apa yang dapat dilakukan oleh siswa, bukan apa yang tidak dapat dikerjakan (dijawab atau dipecahkan) oleh siswa. Bagi guru, portofolio menyajikan wawasan tentang banyak segi perkembangan siswa dalam belajarnya: cara berpikirnya, pemahamannya atas pelajaran yang bersangkutan, kemampuannya mengungkapkan gagasan-gagasannya, sikapnya terhadap mata pelajaran yang bersangkutan, dan sebagainya.  Portofolio penilaian bukan sekedar kumpulan hasil kerja siswa, melainkan kumpulan hasil siswa dari kerja yang sengaja diperbuat siswa untuk menunjukkan bukti tentang kompetensi, pemahaman, dan capaian siswa dalam mata pelajaran tertentu.  Portofolio juga merupakan kumpulan informasi yang perlu diketahui oleh guru sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah-langkah perbaikan pembelajaran, atau peningkatan belajar siswa.

Portofolio siswa untuk penilaian merupakan kumpulan produksi siswa, yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa, misalnya:

    1. Hasil proyek, penyelidikan, atau praktik siswa, yang disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis.
    2. Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan
    3. Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah, dalam mata pelajaran yang bersangkutan
    4. Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antarmata-pelajaran
    5. Penyelesaian soal-soal terbuka
    6. Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah, atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya
    7. Laporan kerja kelompok
    8. Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam video, alat rekam audio, dan komputer.
    9. Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang pernah diterima oleh siswa yang bersangkutan.
    10. Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan, yang tidak ditugas-kan oleh guru (atas pilihan siswa sendiri, tetapi relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan)
    11. Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan siswa terhadap mata pelajaran yang bersangkutan
    12. Cerita tentang usaha siswa sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis, atau usaha peningkatan diri, dalam mempelajari mata pelajaran yang bersangkutan.
    13. Laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa, dalam rangka melaksanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan

 2.      Prinsip-Prinsip Penilaian Portofolio

Ada 3 prinsip utama dalam penilaian portofolio, yaitu “collect, select, and reflect (Zainul, 2001:47). Penilaian portofolio merupakan koleksi atau kumpulan hasil kerja atau karya siswa dalam belajar. Namun demikian, penilaian portofolio bukan sekedar koleksi hasil karya siswa tetapi yang terpenting adalah adanya partisipasi siswa dalam menseleksi bahan kegiatan belajar yang didasarkan pada criteria tertentu untuk di masukkan sebagai hasil karya. Koleksi karya tersebut digunakan oleh siswa untuk melakukan refleksi diri yang memungkinkan siswa dapat mengenal kekuatan dan kelemahannya sendiri.

Prinsip yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman pelaksanaan penilaian portofolio dalam pembelajaran, yaitu prinsip: (1) penilaian proses dan hasil, (2) penilaian berkala dan sinambung, (3) penilaian yang adil, (4) penilaian implikasi social belajar, (5) saling percaya, (6) kerahasiaan bersama, (7) milik bersama, (8) penciptaan budaya mengajar, (9) refleksi, dan (10) kepuasan dan kesesuaian (Budimansyah, 2002; Sumarna S dan M.Hatta, 2004).

3.      Karakteristik Penilaian Portofolio

Portofolio sebagai alat untuk penilaian hasil belajar memiliki karakteristik berikut: (1) Mempunyai tujuan pembelajaran dan criteria penilaian yang jelas, (2) Memiliki berkas-berkas/bukti yang telah di seleksi sebagai bukti autentik tentang kemampuan siswa, (3) Penilaian dilakukan secara periodic dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu, (4) Adanya nilai kejujuran yang dimiliki oleh siswa dalam menentukan sesuatu yang terbaik, (5) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menilai dirinya sendiri (self assessment), (6) Menjadi penghubung komunikasi dan keterlibatan yang harmonis antara guru/sekolah, siswa, orang tua/masyarakat.

4.      Implementasi Penilaian Portofolio dalam Pembelajaran

Kedudukan portofolio dalam suatu penilaian hasil belajar sama halnya dengan tes sebagai salah satu pendekatan penilaian. Dalam praktek penilaian yang baik dan ideal antara keduanya tidak dapat dipisahkan dan penggunaannya selalu bersamaan. Oleh karena itu portofolio sebagai salah satu penilaian dikatakan sebagai “penialian alternative”. Hal ini dimaksudkan bahwa portofolio bukan dijadikan sebagai alternative, pelengkap, atau tambahan dalam melakukan penilaian, namun penilaian alternative dimaksudkan sebagai penilaian yang bersifat terbuka dan lebih manusiawi. Keudukan portofolio dalam proses penilaian hasil belajar harus dilakukan secara seimbang (balanced assessment) antara tes (paper and pencil) yang lebih menkankan hasil pembelajaran dengan portofolio pada proses pembelajaran atau penghayatan sikap dan keterampilan. Artinya antara tes dan portofolio tidak dapat dipisahkan sebagai satu pendekatan dalam proses penilaian yang objektif, komprehensip, dan berkesinambungan.

5.      Keuntungan menggunakan Portofolio

Pengetahuan tidak datang dan masuk ke dalam benak siswa seperti hujan turun dan meresap ke dalam tanah.  Untuk memperoleh pengetahu-an, siswa harus ‘berjuang’ dengan mencerna informasi yang datang dari guru, informasi dari media cetak (bahan tertulis), informasi yang terkandung di dalam benda-benda yang dijumpainya, dan sebagainya.  Oleh karena itu, untuk memperoleh pengetahuan, siswa harus ‘aktif’, atau ‘belajar secara aktif’.  Oleh karena itu, dalam kelas yang ideal, siswa harus melakukan ‘penyelidikan’ memecahkan masalah, mengeksplorasi gagasan-gagasan dengan menggunakan benda-benda konkret, menggunakan media pembelajaran, mengerjakan hal-hal tersebut secara mandiri dan secara berkelompok, atau dengan bekerja sama dalam kelompok kecil, mengungkap-kan gagasan-gagasan baik secara tertulis maupun secara lisan.

Agar siswa memahami materi pelajaran, siswa perlu:

  1. berusaha memecahkan masalah nyata yang sesuai dengan perkembangan dan pengalamannya;
  2. bekerja baik mandiri maupun dalam kelompok,
  3. melakukan berbagai kegiatan seperti: menganalisis masalah, menjelaskan masalah, membuat dugaan atau terkaan tentang pemecahan masalah, menilai kebenaran pemecahan masalah, melakukan eksplorasi yang relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan.
  4. menggunakan pengetahuannya dalam menghadapi masalah-masalah nyata
  5. menggunakan berbagai alat bantu yang sesuai untuk meningkatkan pemahaman materi pelajaran
  6. mengomunikasikan materi pelajaran secara lisan dan tertulis.
  7. mempunyai sikap positif terhadap mata pelajaran ybs.

Salah satu prinsip pembelajaran adalah “Mulai dari konkret ke abstrak”.

Prinsip itu memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi tentang suatu perkara yang dipilihkan oleh guru.  Siswa akan terlibat lebih aktif dalam pembelajaran dan penilaian, jika siswa juga ikut memilih hal yang harus dieksplorasi, sesuai dengan minatnya atau gaya belajarnya.  Portofolio merupakan tempat bagi siswa untuk secara aktif memilih hal yang dieksplorasi, dan menunjukkan bukti tentang kompetensi siswa, di luar hasil tes.  Dengan kata lain, di samping mengaktifkan siswa, portofolio memberikan kesempatan kepada siswa untuk ikut serta dalam penilaian atas dirinya.

Tes yang lazim pada masa-masa lalu kebanyakan lebih menekankan  pentingnya menilai pemahaman materi pelajaran daripada pengetahuan siswa tentang kaidah, algoritma, prosedur, dan cara berpikir.  Dalam hal pembelajaran yang menuntut penguasaan materi serta pemilikan keterampilan dan sikap yang baik, akan lebih baik jika digunakan instrumen penilaian yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuannya dalam memecahkan masalah, bernalar, berkomunikasi, melakukan penyelidikan, dan berkreasi. Untuk maksud tyersebut, portofolio merupakan salah satu instrumen yang cocok.  Siswa SLTP, SMU, dan SMK tentu berpendapat bahwa materi pelajaran yang “penting” adalah materi yang diujikan atau yang sering muncul dalam tes.  Dengan portofolio, yang semua isinya akan dinilai, siswa dapat diharapkan akan memberikan perhatian yang tinggi pula kepada bagian-bagian yang tidak diujikan atau tidak masuk dalam tes.  Jika guru ingin agar siswanya suka melakukan penyelidikan atau melakukan eksplorasi, tidak sekedar menghafal, dan siswanya tidak mudah melupakan materi tertentu, maka penggunaan portofolio penilaian merupakan jalan yang cocok untuk maksud itu.

Belajar merupakan proses yang panjang.  Untuk memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang sesuatu, siswa memerlukan banyak pengalaman (banyak membaca, banyak merenungkan, banyak komunikasi, memecahkan banyak masalah, dan sebagainya.).  Pembentukan gambar tentang kompetensi siswa juga memerlukan berbagai instrumen penilaian.  Portofolio yang berisi koleksi produk siswa, dan laporan proses yang dilalui oleh siswa, yang meliputi rentang waktu yang panjang, dapat memberikan gambaran yang relatif lengkap tentang perkembangan dan kompetensi siswa yang bersangkutan.

Penggunaan portofolio untuk penilaian juga bermanfaat, karena hal-hal berikut.

  1. Portofolio menyajikan atau memberikan:“bukti” yang lebih jelas atau lebih lengkap tentang kinerja siswa daripada hasil tes di kelas
  2. Portofolio dapat merupakan catatan penilaian yang sesuai dengan program pembelajaran yang baik
  3. Portofolio merupakan catatan jangka panjang tentang kemajuan siswa
  4. Portofolio memberikan gambaran tentang kemampuan siswa
  5. Penggunaan portofolio penilaian memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan keunggulan dirinya, bukan kekurangan atau kesalahannya dalam mengerjakan soal atau tugas.
  6. Penggunaan portofolio penilaian mencerminkan pengakuan atas bervariasinya gaya belajar siswa.
  7. Portofolio memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam penilaian hasil belajar
  8. Portofolio membantu guru dalam menilai kemajuan siswa
  9. Portofolio membantu guru dalam mengambil keputusan tentang pembelajaran atau perbaikan pembelajaran
  10. Portofolio merupakan bahan yang relatif lengkap untuk berdiskusi dengan orang tua siswa, tentang perkembangan siswa yang bersangkutan.
  11. Portofolio membantu pihak luar untuk menilai program pembelajaran yang bersangkutan

 6.      Kelemahan Penggunaan Portofolio

Penggunaan portofolio juga memiliki kelemahan atau menghadapi kesulitan.  Kelemahan atau kesulitan itu, antara lain:

  1. Penggunaan portofolio tergantung pada kemampuan siswa dalam menyampaikan uraian secara tertulis.  Selama siswa belum lancar berbahasa tulis Indonesia, penggunaan portofolio akan merupakan beban tambahan yang memberatkan sebagian besar siswa.
  2. Penggunaan portofolio untuk penilaian memerlukan banyak waktu dari guru untuk melakukan penskoran; apalagi kalau kelasnya besar.

Oleh karena itu, portofolio yang ditugaskan  untuk dibuat perlu disesuaikan dengan kemampuan siswa berbahasa tulis Indonesia dan waktu yang tersedia bagi guru untuk membacanya.

PERENCANAAN PORTOFOLIO

Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan, antara lain:

(1)   Merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dinilai dengan  penilaian portofolio yang berupa kompetensi yang ingin dicapai dan indicator pencapaian hasil belajar siswa.

(2)   Menjelaskan kepada siswa bahwa akan dilaksanakan portofolio untuk menilai tujuan pembelajaran dan memberikan contoh portofolio yang telah pernah dilaksanakan

(3)   Menjelaskan bagian mana dan seberapa banyak kinerja dan hasil kerja akan disertakan dalam portofolio, dalam bentuk apa dan bagaimana akan dinilai.

(4)   Menjelaskan bagaimana kinerja dan hasil karya tersebut harus disajikan dan merumuskan criteria penilaian apa yang akan digunakan

(5)   Membuat format dokumentasi penilaian.

(6)   Membuat atau menyiapkan map yang diberi identitas: nama siswa, kelas/semester, nama sekolah, nama mata pelajaran, dan tahun ajaran

TAHAP PELAKSANAAN DAN PENILAIAN

Kegiatan yang dilakukan pada tahap pelaksanaan dan penilaian, antara lain:

(1)   Guru melaksanakan proses pembelajaran dan selalu memotivasi siswa untuk belajar

(2)   Guru bersama-sama siswa melakukan penilaian terhadap proses maupun hasil belajar siswa berdasarkan criteria penilaian yang telah ditetapkan guru dan pertisipasi siswa.

(3)   Guru bersama-sama siswa mencatat hasil penilaiannya terhadap hasil tes, perilaku siswa sehari-hari, tugas-tugas terstruktur, aktivitas di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar siswa.

(4)   Guru memberikan umpan balik secara bersinambung kepada siswa.

(5)   Kinerja dan hasil karya terbaik dipamerkan atau ditempel di kelas.

(6)   Guru memberikan kesimpulan tentang nilai akhir masing-masing siswa berdasarkan kinerja dan hasil karya siswa yang berupa nilai hasil tes, perilaku siswa sehari-hari, tugas-tugas terstruktur.

TAHAP PENDOKUMENTASIAN

Kegiatan yang dilakukan pada tahap pendokumentasian, antara lain:

(1)   Mendokumentasikan atau menyimpan semua catatan/dokumen hasil penilaian terhadap kinerja dan hasil kerja siswa ke dalam sebuah map yang telah diberi identitas untuk masing-masing siswa.

(2)   Menyimpan semua map yang berisi hasil penilaian kinerja dan hasil kerja siswa beserta lampiran-lampirannya di lemari atau rak buku yang berada di dalam ruang kelas.

TAHAP PENGGUNAAN

Hasil penilaian kinerja dan hasil kerja siswa beserta lampiran-lampirannya yang berwujud portofolio siswa dapat digunakan atau dimanfaatkan oleh guru, siswa amaupun orang tua.

Guru dapat memanfaatkan portofolio siswa untuk memberikan nilai akhir, melakukan pengecekan indikator perkembangan siswa, memantau perkembangan kemampuan siswa, memberikan penghargaan atau pujian, dan merancang proses pembelajaran berikutnya.

Siswa dapat melakaukan refleksi terhadap kegiatan belajarnya, dan pada orang tua untuk mengetahui perkembangan belajar anak-anaknya dan sebagai media komunikasi antara sekolah dengan para orang tua siswa

EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PENILAIAN PORTOFOLIO TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN

Efektivitas implementasi penilaian portofolio dalam hal ini dilihat dari seberapa besar kontribusi penilaian portofolio terhadap kualitas pemeblajaran (proses dan hasil belajar siswa). Indikator penilaian portofolio yang digunakan adalah indikator yang dipendang paling pokok untuk menjelaskan hasil belajr siswa, yaitu: hasil ulangan atau hasil tes (formatif dan sumatif), penyelesaian tugas-tugas terstruktur, catatan perilaku harian, dan laporan aktivitas di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar.

KESIMPULAN

Penilaian portofolio merupakan proses pengumpulan berbagai data atau informasi yang dilakukan oleh guru, disusun secara sistematik, menunjukkan dan membuktikan upaya belajar, proses belajar, kemajuan atau prestasi belajar siswa berupa koleksi/kumpulan hasil karya, kinerja, dan aktifitas siswa selama proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.

Penilaian portofolio dapat dilakukan melalui empat tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan dan penilaian, pendokumentasian, dan penggunaan. Penilaian portofolio tidak hanya dilakukan dalam satu kali penilaian, melainkan secara berulang-ulang dan bahkan terus menerus hingga memperoleh data yang lengkap dan akurat tentang hasil belajar siswa. Untuk itu diperlukan perencanaan, ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan keprofesionalan guru, serta peran aktif siswa dalam pembelajran.

REFERENSI

 

Dasim Budimansyah. (2002). Model pembelajaran dan penilaian berbasis portofolio. Bandung: Genesindo.

Mumme, J. (1991).  Portfolio assessment in mathematics. Santa Barbara, CA: California Mathematics Project, University of California at Santa Barbara.

Nitko, A.J. (1995).  Educational assessment of students (2nd ed.).  Englewood Cliffs, NJ: Merrill.

Puckett, M.B. &  Black, J.K. (1994). Authentic assessment of the young child.  New York: Macmillan College.

Stenmark, J.K. (1989). Assessment alternatives in mathematics: An overview of assessment techniques that promote learning. Berkeley, CA: EQUALS, University of California at Berkeley.

Sumarna Supranata dan Muhammad Hatta (2004). Penilaian Portofolio Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Susy Indreswari & Irmina Reniarti. (2002).  Kami bangsa Indonesia. Jakarta: Center for Civic Education.

Zainul, Asmawi. (2001). Alternative Assessment. Jakarta: PAU Untuk Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional, Depdiknas-Ditjen Dikti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.