PENILAIAN PORTOFOLIO PADA KURIKULUM 2013

0
33

PENILAIAN PORTOFOLIO PADA KURIKULUM 2013

Elsy Zuriyani

Abstrak

Penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 menggunakan penilaian autentik mencangkup penilaian berdasarkan pengamatan, tugas ke lapangan, portofolio, projek, produk, jurnal, kerja laboratorium, dan unjuk kerja, serta penilaian diri. Dari hasil prapenelitian didapatkan kenyataan bahwa teknik penilaian portofolio sangat jarang digunakan karena hampir semua guru kurang memahami tentang pelaksanaan teknik penilaian portofolio ini. Hal ini disebabkan kekurang pahaman mereka tentang apa sebenarnya bentuk dan cara pelaksanaan dari teknik penilaian ini. Dalam makalah ini penulis mencoba menguraikan tentang konsep portofolio, kelebihan dan kekurangan portofolio sampai dengan bagaimana merencanakan teknik penilaian portofolio ini.

KEYWORD : Portofolio

PENDAHULUAN

Salah satu komponen standar nasional pendidikan adalah standar penilaian. Penilaian pendidikan merupakan amanat undang-undang yang mutlak dilakukan di satuan pendidikan. Dalam undang-undang Nomor 20 tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional , pada Bab XVI pasal 57, 58,dan 59 tentang evaluasi disebutkan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. Kegaitan evaluasi tersebut dapat dilaksanakan secara baik bila dilakukan secara professional dan melembaga. Evaluasi pendidikan dilaksanakan oleh guru, sekolah, dan pemerintah.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2013 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 22 ayat (1) menyatakan penilaian hasil pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menggunakan berbagai teknik penilaian dapat berupa tes tertulis, observasi, tes praktek, dan penugasan perorang atau kelompok.

Dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan dinyatakan bahwa penilaian sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencangkup: penilaian autentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulang tengah semester, ulangan akhir semester. Penilaian yang dilakukan oleh satuan pendidikan mencangkup ujian tingkat kompetensi (UTK) dan ujian sekolah/madrasah. Hal ini juga di jelaskan dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 104 tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah menyatakan bahwa penilaian autentik mencangkup penilaian berdasarkan pengamatan, tugas ke lapangan, portofolio, projek, produk, jurnal, kerja laboratorium, dan unjuk kerja, serta penilaian diri.

Untuk memperoleh hasil yang optimal tentang hasil yang diperoleh peserta didik maka sebagai seorang tenaga pendidik maka guru dalam melaksanakan penilain memanfaatkan semua teknik penilaian sesuai dengan situasi dan kondisi. Oleh karena itu seharusnya guru menguasai bagaimana melaksanakan semua teknik penilaian.

Hasil prapenelitian yang dilakukan selama diklat di luar kampus yaitu di kabupatan Belitung propinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan metode wawancara ternyata untuk teknik penilaian portofolio hampir 60% guru kurang memahami teknik penilaian portofolio. Karena itu maka guru-guru jarang menggunakan teknik penilaian portofolio ini.

Teknik penilaian portofolio ini sangat berguna selama proses pembelajaran karena dari hasil penilaian dengan menggunakan teknik penilaian portofolio ini kita dapat melihat sampai sejauh mana seorang peserta didik dalam proses pembelajarannya. Oleh karena itu maka penulis ingin mencoba menguraikan bagaimana mengimplementasikan teknik penilaian portofolio yang baik dan benar dalam kelas.

PEMBAHASAN

A. Pengertian Portofolio

Dalam dunia pendidikan, portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang peserta didik, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh peserta didik bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Jadi, tidak setiap kumpulan karya seorang peserta didik disebut portofolio. Portofolio dalam arti ini, dapat digunakan sebagai instrumen penilaian atau salah satu komponen dari instrumen penilaian, untuk menilai kompetensi peserta didik, atau menilai hasil belajar peserta didik. Portofolio demikian di sebut juga‘portofolio untuk penilaian’atau‘portofolio penilaian’.

Sebagai instrumen penilaian, portofolio difokuskan pada dokumen tentang kerja peserta didik yang produktif, yaitu‘bukti’tentang apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik, bukan apa yang tidak dapat dikerjakan (dijawab atau dipecahkan) oleh peserta didik. Bagi guru, portofolio menyajikan wawasan tentang banyak segi perkembangan peserta didik dalam belajarnya: cara berpikirnya, pemahamannya atas pelajaran yang bersangkutan, kemampuannya mengungkapkan gagasan-gagasannya, sikapnya terhadap mata pelajaran yang bersangkutan, dan sebagainya. Portofolio penilaian bukan sekedar kumpulan hasil kerja peserta didik, melainkan kumpulan hasil peserta didik dari kerja yang sengaja diperbuat peserta didik untuk menunjukkan bukti tentang kompetensi, pemahaman, dan capaian peserta didik dalam mata pelajaran tertentu. Portofolio juga merupakan kumpulan informasi yang perlu diketahui oleh guru sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah-langkah perbaikan pembelajaran, atau peningkatan belajar peserta didik.

Portofolio peserta didik untuk penilaian merupakan kumpulan produksi peserta didik, yang berisi berbagai jenis karya seorang peserta didik, misalnya: 1. Hasil proyek, penyelidikan, atau praktik peserta didik, yang disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis. 2. Gambar atau laporan hasil pengamatan peserta didik, dalam rangka melaksanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan 3. Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan 4. Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah, dalam mata pelajaran yang bersangkutan 5. Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antarmata-pelajaran 6. Penyelesaian soal-soal terbuka 7. Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah, atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya 8. Laporan kerja kelompok 9. Hasil kerja peserta didik yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam video, alat rekam audio, dan komputer. 10.Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang pernah diterima oleh peserta didik yang bersangkutan. 11.Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan, yang tidak ditugas-kan oleh guru (atas pilihan peserta didik sendiri, tetapi relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan) 12.Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan peserta didik terhadap mata pelajaran yang bersangkutan 13.Cerita tentang usaha peserta didik sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis, atau usaha peningkatan diri, dalam mempelajari mata pelajaran yang bersangkutan. 14.Laporan tentang sikap peserta didik terhadap pelajaran

B. Manfaat dan Karakteristik Penilaian Portofolio

Adapun manfaat penilaian portofolio diantaranya adalah:

  1. Penilaian portofolio dapat memberikan gambaran yang utuh tentang perkembangan kemampuan peserta didik
  2. Penilaian portofolio merupakan penilaian yang autentik
  3. Penilaian portofolio merupakan teknik penilaian yang dapat mendorong peserta didik pada pencapaian hasil yang lebih baik dan dapat belajar secara optimal tanpa merasa tertekan.
  4. Penialian portofio dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik.

Adapun juga beberapa karakteristik portofolio, yaitu:

1. Merupakan hasil karya peserta didik yang berisi kemajuan dan penyelesaian tugas-tugas secara terus menerus (kontinu) dalam usaha pencapaian kompetensi pembelajaran

2. Mengukur setiap prestasi peserta didik secara individual dan menyadar perbedaan diantara peserta didik

3. Merupakan suatu pendekatan kerjasama

4. Mempunyai tujuan untuk menilai diri sendiri

5. Memperbaiki dan mengupayakan prestasi

6. Adanya keterkaitan antara penilaian dan pembelajaran                                                                                                                        C. Kelebihan dan Kekurangan Penilaian Portofolio

Sebagai suatu teknik penilaian portofolio memiliki kelebihan, diantaranya

1. Penilaian protofolio dapat menilai kemampuan peserta didik secara menyeluruh

2. Penilaian portofolio dapat menjamin akuntabilitas

3. Penilaian portofolio merupakan penilaian yang bersifat individual

4. Penilaian portofolio merupakan penilaian yang terbuka

5. Penilaian portofolio bersifat self-evaluarion

Disamping kelebihan, penilaian portofolio juga memiliki kelemahan diantaranya:

1. Penilaian portofolio memerlukan waktu dan kerja keras

2. Penilaian portofolio memerlukan perubahan cara pandang

3. Penilaian portofolio memerlukan perubahan gaya belajar

4. Penilaian portofolio memerlukan sistem pembelajaran

D. Prosedur Pelaksanaan Portofolio

Agar terarah, pengunaan portofolio harus dilakukan dengan perencanaan yang sistematis, melalui enam langkah di bawah ini.

Langkah pertama: Menentukan maksud atau fokus portfolio

Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.

  • Mengapa saya (guru) memerlukan portofolio peserta didik?
  • Sasaran belajar apa atau tujuan kurikuler apa yang ketercapaiannya hendak dinilai dengan portofolio ini?
  • Apakah penilaian dengan portofolio lebih cocok untuk menilai belajar atau tujuan kurikuler tersebut daripada dengan penilaian alternative yang lain?
  • Apakah portofolio itu harus difokuskan pada karya terbaik, atau pertumbuhan (perkembangan) belajar, atau keduanya?
  • Portofolio itu akan digunakan sebagai komponen penilaian formatif ataukah untuk penilaian sumatif, atau keduanya?
  • Siapakah yang menentukan isi portofolio: guru saja, guru dan peserta didik, atau pihak lain (misalnya peserta didik, orang tua, dan guru)?

Langkah kedua: Menentukan aspek isi yang dinilai

Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.

  • Apakah saya (guru) akan menilai hanya karya terbaik peserta didik, ataukah akan menilai perkembamgannya peserta didik?
  • Pengetahuan, keterampilan, atau sikap apa, yang menjadi aspek utama untuk dinilai?

Langkah ketiga: Menentukan bentuk, susunan, atau organisasi portofolio.

Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.

  • Jenis isi apa (karya cipta peserta didik ataukah catatan laporan kegiatan peserta didik yang harus ada untuk mendapat nilai
  • Apa yang harus ada dalam‘DaftarIsi’portofolio,atau apa garis besar isi portofolio, yang harus terdapat dalam portofolio?
  • Bagaimana definisi tiap-tiap kategori atau jenis satuan isi portofolio?

Langkah keempat: Menentukan penggunaan portfolio

Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.

  • Berapa lama setiap hari peserta didik diharapkan mengerjakan tugas membuat portofolio itu? (Misalnya 15 menit setiap hari)
  • Bagaimana kaitan antara portofolio itu dan pembelajaran sehari-hari?
  • Siapa yang menentukan jenis isi portofolio itu? (Guru sendiri, guru dan peserta didik, atau peserta didik sendiri?)
  • Kapan portofolio itu akan dicermati untuk dinilai?
  • Bagaimana pembobotan nilai portofolio dan komponen penilaian lain, dalam rangka penentuan nilai akhir semester (penentuan nilai rapor)?
  • Apakah guru akan mendiskusikan isi portofolio itu dengan peserta didik yang bersangkutan?
  • Apakah portofolio itu akan ditunjukkan pula kepada orang tua peserta didik,kepala sekolah, guru lain, atau peserta didik lain?

Langkah kelima: Menentukan cara menilai portofolio

Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.

  • Apakah penskoran portofolio akan dilakukan dengan dua macam rubric (pedoman) penskoran, yaitu rubrik umum dan rubrik khusus?
  • Apakah rubrik penskoran untuk setiap jenis isi portofolio itu sudah ada?
  • Apakah penilaian portofolio akan dikerjakan oleh guru sendiri, ataukah oleh guru bersama peserta didik yang bersangkutan?

Langkah keenam: Menentukan bentuk atau penggunaan rubrik

Hal ini dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.

  • Apakah nilai portfolio akan dinyatakan sebagai satu skor saja?

Perlu diperhatikan bahwa isi portofolio dapat sangat bervariasi. Oleh karena itu, guru harus mengarahkan peserta didik agar portofolio yang dibuat oleh peserta didik sesuai dengan tujuaan pembelajaran. Guru sebaiknya menentukan apa yang harus ada di dalam portofolio dan apa yang boleh ada di dalam portofolio; meskipun produk yang istimewa di luar yang ditentukan itu tentu diizinkan untuk dimasukkan ke dalam portofolio. Penggunaan portofolio juga memberikan kesempatan kepada guru untuk memperluas wawasan, dan memahami peserta didiknya. Dalam rangka itu, sebaiknya portofolio dibahas dengan sesama guru, kepala sekolah, dan dengan orang tua peserta didik.

E. Pemilihan Isi Portofolio

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan isi portofolio, misalnya: siapa yang memilih, bagaimana memilih, bagaimana melibatkan peserta didik, bagaimana peranan guru, bagaimana kriteria eksternal, kapan harus dipilih, apa yang perlu dilakukan oleh guru terhadap setiap isi.

Siapa yang memilih?

Pihak yang memilih ditentukan oleh tujuan. Apabila tujuan portofolio lebih pada pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk merefleksikan belajarnya, maka peserta didik harus diberi kesempatan juga untuk ikut memilih calon isi portofolio. Akan tetapi, apabila portofolio lebih ditekankan pada usaha guru untuk menilai dan memperbaiki pembelajarannya, guru harus menentukan apa saja yang harus disajikan dalam portofolio.

Bagaimana cara memilih?

Ada beberapa cara menentukan butir-butir yang perlu disajikan dalam portofolio. Guru dan peserta didik perlu bekerja sama untuk menentukan butir-butir itu. Dan setelah ada kesepakatan, perlu dibuat daftar kategori atau pedoman tertulis.

Bagaimana cara melibatkan peserta didik?

Peserta didik perlu menjelaskan secara tertulis, mengapa suatu butir atau topik perlu disajikan dalam portofolio masing-masing. Bila perlu, peserta didik dan guru dapat melakukan diskusi tentang hal tersebut.

Bagaimana peranan guru?

Di samping membantu peserta didik, guru perlu mengambil sampel isi portofolio, terutama dalam rangka memahami cara-cara peserta didik berpikir, bekerja, bekerja sama dalam kelompok, dan bagaimana pemahaman peserta didik atas materi tertentu berkembang.

Bagaimana kriteria eksternal?

Guru atau pihak lain yang menugasi peserta didik membuat portofolio dapat menggunakan kriteria tertentu untuk mengetahui cara-cara peserta didik‘mendekati’ masalah atau perkara tertentu. Dalam hal demikian, guru dapat mendiskusikan kriteria itu dengan sesama guru atau dengan pihak luar tersebut.

Kapan harus dipilih?

Waktu kapan butir-butir dipilih untuk dimasukkan ke dalam portofolio tergantung kepada tujuan. Apabila hasil yang menjadi tujuan, maka hasil kerja terbaik saja, atau hasil kerja terakhir saja yang perlu dimasukkan ke dalam portofolio. Akan tetapi, kalau kemajuan peserta didik lebih dipentingkan, maka portofolio harus berisi bukti-bukti tentang perkembangan pengetahuan dan keterampilan peserta didik atau perkembangan sikap peserta didik. Apa yang perlu dilakukan oleh guru terhadap setiap isi? Selain menilai guru sebaiknya memberikan komentar pada setiap butir isi portofolio, baik yang berupa saran pningkatan belajar, maupun yang berupa pujian atas prestasi peserta didik yang bersangkutan.

F. Menilai Portofolio

Untuk menilai portofolio harus lebih dulu tersedia rubrik (pedoman terperinci) penilaian. Penilaian portofolio hendaknya tidak hanya ditekankan kepada keberhasilan peserta didik dalam memperoleh jawaban yang diinginkan oleh guru, tetapi lebih ditekankan kepada proses berpikir peserta didik yang terdapat atau tersirat dalam isi portofolio. Salah satu cara penilaian portofolio, atau pembuatan rubrik, adalah cara dengan menggunakan kriteria berikut.

  1. Bukti terjadinya proses berpikir.
  • Apakah peserta didik telah menyusun dengan rapi satuan-satuan isi portofolio dan data dalam setiap satuan itu?
  • Apakah peserta didik telah berusaha membuat dugaan, menjelajah, menganalisis, mencari pola, dsb?
  • Apakah peserta didik telah menggunakan materi konkret atau gambar untuk menafsirkan dan memecahkan masalah, atau untuk memperoleh hasil penyelidikannya?
  • Apakah peserta didik telah menggunakan alat bantu lain dalam pemecahan masalah atau penyelidikannya?
  1. Mutu kegiatan atau penyelidikan
  • Apakah kegiatan atau penyelidikan oleh peserta didik yang dilaporkan dalam portofolio meningkatkan pengetahuan atau pemahaman peserta didik tentang konsep aatau kaidah tertentu?
  • Apakah kegiatan membuat portofolio meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menggunakan konsep, cara, atau kaidah tertentu?
  • Apakah kegiatan membuat portofolio meningkatkan sikap peserta didik terhadap pelajaran yang bersangkutan?
  • Apakah kegiatan atau penyelidikan itu melibatkan beberapa subpokok bahasan?
  1. Keragaman pendekatan
  • Apakah ada petunjuk yang kuat atau bukti bahwa peserta didik menggunakan berbagai pendekatan dalam memecahkan masalah?
  • Apakah ada petunjuk yang kuat atau bukti bahwa peserta didik melakukan berbagai macam kegiatan atau penyelidikan?                                                                                   G. Perencanaan Portofolio oleh Guru

Untuk menugasi peserta didik membuat portofolio, guru perlu membuat persiapan sebagai berikut.

  1. Menentukan maksud portofolio: Tentukan apakah portofolio yang Anda tugaskan itu untuk penilaian karya terbaik atau untuk penilaian kemajuan atau perkembangan kompetensi peserta didik.
  2. Menyesuaikan tugas dengan kurikulum: Agar efektif, tugas kinerja untuk portofolio harus sesuai dengan tujuan yang ditentukan di dalam kurikulum.
  3. Menentukan indikasi: Guru harus menentukan butir-butir apa yang harus terdapat di dalam portofolio, meskipun butir lain tidak dilarang untuk dimasukkan jika peserta didik berpendapat bahwa tambahan butir itu dapat memberikan tambahan petunjuk tentang kompetensi peserta didik.
  4. Menentukan format portofolio: Guru harus menentukan format portofolio agar kumpulan karya peserta didik sistematis dan tidak sulit untuk dinilai.
  5. Pembatasan kuantitas: Agar tidak memberikan beban yang sangat berat bagi guru, maka“panjang”portofolio perlu dibatasi.
  6. Menentukan rubrik: Sebelum portofolio mulai dibuat oleh peserta didik, guru harus sudah membuat atau mempunyai rubrik (pedoan penskoran) portofolio.                                                                                                                                                 H. Contoh Tugas Portofolio

Berikut adalah contoh tugas dari guru kepada peserta didik untuk membuat portofolio

  1. Contoh tugas untuk membuat portofolio“karya terbaik”.

Kumpulkan dalam satu bendel, karya tulis kamu, untuk menunjukkan karya terbaik kamu dalam pembuatan puisi, laporan kunjungan ke objek wisata, artikel dalam majalah dinding. Jelaskan mengapa masing-masing merupakan karya terbaik.

  1. Contoh tugas untuk membuat portofolio perkembangan atau kemajuan belajar.                                                          a.Tuliskanlah uraian tentang kemajuan kemampuanmu menulis cerita/makalah/ laporan (salah satu), selama satu semester terakhir, dengan menceriterakan cara menulis draft awal, cara memperbaiki draft itu, kritikmu atas drafta awalmu, dan penilaianmu atas kemajuan atau perkembangan kemampuanmu itu.                                                     b. Tuliskanlah pengalamanmu belajar matematika selama satu semester terakhir, meliputi hal-hal yang tidak menarik dan hal-hal yang menarik, serta pengetahuan kamu tentang kegunaan matematika dalam kehidupan atau dalam hal-hal lain.
  2. Contoh tugas untuk membuat portofolio proyek             a. Tugas membuat dokumentasi.

Kunjungi perpustakaan, kantor-kantor, dan tempat-tempat yang sesuai, untuk mengumpulkan informasi tentang satu atau beberaapa masalah Buatlah uraian tentang hasil kunjunganmu, yang mencakup: nama pengumpul informasi, tanggal pengumpulan informasi, masalah yang diselidiki, sumber informasi, uraian terperinci tentang masalah dan informasi yang terkumpul, dan kesimpulanmu, mengenaai masalah tersebut.

b. Tugas melakukan wawancara Buatlah uraian tentang hasil wawancara dengan pejabat yang berwewenang mengenai masalah ……., yang mencakup: nama pewawancara, tanggall wawancara, masalah yang diselidiki, maksud wawancara, identitas pejabat yang diwawancarai, informasi tentang masalah yang diselidiki, informasi tentang tindakan memecahkan atau mengatasi masalah tsb. tanggapan pejabat tsb. atas maksud wawancara, kesimpulan dan saran kamu.

I. Contoh Pedoman Penskoran Portofolio

Ada bermacam-macam bentuk pedoman penskoran untuk menilai portofolio. Berikut ini disajikan beberapa contoh.

Contoh 1

Pedoman Penskoran Hasil Penyelidikan

 

  1. Bukti terjadinya proses berpikir.
  • Apakah peserta didik telah menyusun dengan rapi satuan-satuan isi portofolio dan data dalam setiap satuan itu?
  • Apakah peserta didik telah berusaha membuat dugaan, menjelajah, menganalisis, mencari pola, dsb?
  • Apakah peserta didik telah menggunakan materi konkret atau gambar untuk menafsirkan dan memecahkan masalah, atau untuk memperoleh hasil penyelidikannya?
  • Apakah peserta didik telah menggunakan alat bantu lain dalam pemecahan masalah atau penyelidikannya?

[Besarnya skor sama dengan banyaknya indikator yang dipenuhi.                                               Jadi, skor yang mungkin: 0, 1, 2, 3, 4]

  1. Mutu kegiatan atau penyelidikan
  • Apakah kegiatan atau penyelidikan oleh peserta didik yang dilaporkan dalam portofolio meningkatkan pengetahuan atau pemahaman peserta didik tentang konsep aatau kaidah tertentu?
  • Apakah kegiatan membuat portofolio meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menggunakan konsep, cara, atau kaidah tertentu?
  • Apakah kegiatan membuat portofolio meningkatkan sikap peserta didik terhadap pelajaran yang bersangkutan?
  • Apakah kegiatan atau penyelidikan itu melibatkan beberapa subpokok bahasan?

[Besarnya skor sama dengan banyaknya indikator yang dipenuhi.                                                     Jadi, skor yang mungkin: 0, 1, 2, 3, 4]

  1. Keragaman pendekatan
  • Apakah ada petunjuk yang kuat atau bukti bahwa peserta didik menggunakan berbagai pendekatan dalam memecahkan masalah?
  • Apakah ada petunjuk yang kuat atau bukti bahwa peserta didik melakukan berbagai macam kegiatan atau penyelidikan?

[Besarnya skor sama dengan dua kali banyaknya indikator yang dipenuhi.                               Jadi, skor yang mungkin: 0, 2, 4]

J. Pembobotan Nilai Portofolio

Pelaksanaan Kurikulum 2013 menuntut dilaksanakannya penilaian dengan berbagai bentuk. Satu di anmtaranya adalah penilaian dengan penugasan membuat portofoilo. Berbagai bentuk penilaian itu lazimnya mempunyai bobot yang berbeda. Akan tetapi bobot setiap bentuk pernilaian tidak dapat ditrentukan secara seragam, karena kedudukan penilaian dengan portfolio dalam suatu pembelajaran mungkin tergantung pads jenis mata pelajaran Sebagai contoh: Bobot portofolio untuk mata pelajaran olah raga mungkin berbeda dengan nilai portofolio pada mata pelajaran sejarah atau matematika.

KESIMPULAN

Penilaian portofolio pada dasarnya adalah menilai karya-karya peserta didik berkaitan dengan mata pelajaran tertentu. Semua tugas yang dikerjakan peserta didik dikumpulkan, dan diakhir satu unit program pembelajaran diberikan penilaian. Dalam menilai dilakukan diskusi antara peserta didik dan guru menentukan skornya.

Dalam penilaian portofolio terdapat kelebihan, diantaranya adalah dapat menilai kemampuan peserta didik secara menyeluruh, dan dapat menjamin akuntabilitas. Adapun kelemahannya adalah memerlukan waktu dan kerja keras, memerlukan perubahan cara pandang, serta memerlukan gaya belajar.

REKOMENDASI

Untuk semua pendidik diharapkan dalam melaksanakan proses penilaian pembelajaran dengan menggunakan berbagai teknik penilaian diantaranya adalah teknik penilaian portofolio. Untuk dapat memahami tentang teknik peniliaian portofolio ini guru harus sering melatih dalam melaksanakan penilian proses pembelajaran dengan menggunakan teknik penilaian Portofolio.

 

DAFTAR PUSTAKA

Dasim Budimansyah. (2002). Model pembelajaran dan penilaian berbasisportofolio. Bandung: Genesindo.

Mumme, J. (1991). Portfolio assessment in mathematics. Santa Barbara, CA: California Mathematics Project, University of California at Santa Barbara.

Nitko, A.J. (1995). Educational assessment of students (2nd ed.).Englewood Cliffs, NJ: Merrill.

Puckett, M.B. & Black, J.K. (1994). Authentic assessment of the young child. New York: Macmillan College.

Stenmark, J.K. (1989). Assessment alternatives in mathematics: Anoverview of assessment techniques that promote learning. Berkeley, CA: EQUALS, University of California at Berkeley.

Susy Indreswari & Irmina Reniarti. (2002). Kami bangsa Indonesia. Jakarta: Center for Civic Education.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.