PENILAIAN ANGKA KREDIT GURU

0
61

PENILAIAN ANGKA KREDIT GURU

 

Oleh: Marzal, M.Pd

Widyaiswara Muda BDK Palembang

 

Abstrak

Mengumpulkan Angka Kredit berdasarkan Permen PAN & RB No. 16 Tahun 2009 dan Permen Diknas 35 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya bagi sebagian besar guru di Indonesia masih menjadi momok yang menakutkan. Mereka merasa sangat sulit untuk memenuhi angka kredit untuk naik pangkat dalam setiap jenjang kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru. Hal ini disebabkan oleh bayaknya istilah-istilah yang tidak familiar bagi mereka sehingga cukup menakutkan. Misalnya, membuat laporan hasil penelitian dan diseminarkan, membuat buku, seminar tingkat regional dan nasional dan lain-lain. Untuk mengatsai persoalan ini penulis mencoba untuk membuat tulisan yang dapat memberikan gambaran secara gamblang kepada guru-guru bahwa mengumpulkan angka kredit dan naik pangkat dan/atau jabatan itu tidak sesulit yang dibayangkan, karena pada dasarnya apapun yang berkaitan dengan pendidikan dan keguruan yang ada disekeliling bapak/ibu guru dapat dijadikan dan/atau dinilai sebagai angka kredit.

Kata kunci: Angka Kredit, Guru

 A. PENDAHULUAN

Dunia pendidikan merupakan hal yang sangat menarik dan sekaligus membanggakan bagi guru karena guru memiliki kesempatan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu keberadaan guru yang berkualitas di dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sangat bermakna bagi generasi penerus bangsa. Sangat besar harapan masyarakat yang ditujukan kepada guru untuk berpartisipasi lebih dalam membangun bangsa yang bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, memiliki pengetahuan dan teknologi tinggi berkepribadian serta mampu bersaing dengan bangsa lain.

Jabatan profesi guru agar lebih berkualitas dan dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku, diperlukan suatu penilaian terhadap pelaksanaan tugas dan kewajibannya. Sebagian dari penilaian yang diterapkan bagi guru adalah pelaksanaan pengembangan diri, pengembangan publikasi ilmiah, dan/atau karya inovatif sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : PER/16/M.PAN-RB/11/2009 Tentang Jabatan fungsional guru dan Angka Kreditnya yang diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2013 dan Permendiknas No. 35 Tahun 2010 Tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya.

B. PERMASALAHAN

Salah satu penghargaan yang dapat diperoleh oleh guru adalah kenaikan pangkat ke jenjang yang lebih tinggi. Lebih-lebih bagi guru yang masih berusia muda, tentu memiliki kesempatan yang sangat luas untuk mengembangkan kariernya. Oleh karena itu melalui tulisan ini diharapkan dapat memberi gambaran untuk membantu para guru dalam memanfaatkan kesempatan yang sebaik-baiknya dalam kenaikan pangkat ke jenjang yang lebih tinggi dengan membicarakan beberapa permasalahan sebagai berikut:

  1. Berapa unsur dan sub unsur kegiatan guru yang dapat dinilai angka kreditnya ?
  2. Berapa angka kredit minimal yang disyaratkan dari masing-masing jenjang kepangkatan guru?
  3. Bagaimana cara menghitung angka kredit guru berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : PER/16/M.PAN-RB/11/2009 Tentang Jabatan fungsional guru dan Angka Kreditnya yang diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2013 Permendiknas No. 35 Tahun 2010 Tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya?

 C. PEMBAHASAN

Tata cara penilaian Penetapan Angka Kredit Guru (PAK) yang diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2013 yang akan datang, telah diatur  berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : PER/16/M.PAN-RB/11/2009 Tentang Jabatan fungsional guru dan Angka Kreditnya

Terdapat perkembangan mencolok syarat penilaian angka kredit guru yang harus dipenuhi untuk kenaikan pangkat ke jenjang yang lebih tinggi.  Semula berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor     : 25 Tahun 1993  hanya diwajibkan bagi guru golongan IV/a yang naik pangkat ke jenjang yang lebih tinggi dengan membuat pengembangan profesi guru minimal bernilai 12. Tetapi setelah diberlakukan PER/16/M.PAN-RB/11/2009 Tentang Jabatan fungsional guru dan Angka Kreditnya dan Permendiknas No. 35 Tahun 2010 Tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kinerja guru, tata cara penilaian Penetapan Angka Kredit Guru berubah.

 I. Tata Cara Penilaian Penetapan Angka Kredit Guru

Tata cara penilaian Penetapan Angka Kredit Guru yang diberlakukan mulai 1 Januari 2013 secara fokus dapat merujuk pada Pasal 11 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : PER/16/M.PAN-RB/11/2009 Tentang Jabatan fungsional guru dan Angka Kreditnya dan Permendiknas No. 35 Tahun 2010 Tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya. Berikut dijelaskan beberapa unsur dan sub unsur kegiatan Guru yang dinilai angka kreditnya adalah sebagai berikut:

a. Pendidikan, meliputi

1. Pendidikan formal dan memperoleh gelar/Ijazah; dan

2. Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Prajabatan dan memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPL) prajabatan atau sertifikat termasuk program induksi.

b. Pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu ( Penilaian Kinerja Guru/PKG) , meliputi:

1. Melaksanakan proses pembelajaran, bagi Guru Kelas dan Guru Mata Pelajaran.

2. Melaksanakan proses bimbingan, bagi Guru Bimbingan dan Konseling.

3. Melaksanakan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.

c. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) , meliputi:

1. Pengembangan diri

a) Mengikuti diklat fungsional.

b) Melaksanakan kegiatan kolektif Guru yang meningkatkan kompetensi dan/atau keprofesian Guru.

2. Publikasi Ilmiah

a) Membuat publikasi ilmiah dari hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal.

b) Membuat publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman Guru.

3. Karya Inovatif

a) Menemukan teknologi tepat guna.

b) Menemukan/menciptakan karya seni.

c) Membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum.

d) Mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya.

d. Penunjang tugas Guru, meliputi:

1. Memperoleh gelar/Ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya.

2. Memperoleh penghargaan/tanda jasa.

3. Melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas Guru antara lain:

a) Menjadi organisasi profesi/kepramukaan

b) Menjadi tim penilai angka kredit

c) Menjadi tutor/pelatih/instruktur

 

II. Langkah Penilaian Penetapan Angka Kredit Guru

Beberapa langkah yang dapat diperhatikan untuk membuat daftar usul penilaian penetapan angka kredit guru dapat memperhatikan urutan sebagai berikut :

a. Angka Kredit Komulatif Minimal

Jumlah angka kredit komulatif minimal untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat Guru dengan pendidikan bervariasi yang tercantum pada pasal 16 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : PER/16/M.PAN-RB/11/2009 dan Permendiknas No. 35 Tahun 2010 Tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya adalah sebagai berikut:

 

GURU PENDIDIKAN SARJANA (S1)/DIPLOMA IV

No. UNSUR PROSENTASE JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT
PERTAMA MUDA MADYA UTAMA
III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e
1 UNSUR UTAMAA. Pendidikan1. Mengikuti pendidikan dan memperoleh gelar/Ijazah /akta 100 100 100 100 100 100 100 100 100
  2. Mengikuti pelatihan prajabatanB. Pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu1. Melaksanakan proses pembelajaran2. Melaksanakan proses bimbingan3. Melaksanakan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah

C. Pengembangan Keprofesian berkelanjutan

1. Melaksanakan pengembangan diri

2. Melaksanakan publikasi ilmiah

3. melaksanakan karya inovatif

≤ 90% 45 90 180 270 405 540 675 855
2 UNSUR PENUNJANG1. Memperoleh gelar/Ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya2. Melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas guru ≤ 10% 5 10 20 30 45 60 75 95
J U M L A H 100 150 200 300 400 550 700 850 1050

 

 

GURU PENDIDIKAN MAGISTER (S2)

No. UNSUR PROSENTASE JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT
PERTAMA MUDA MADYA UTAMA
III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e
1 UNSUR UTAMAA. Pendidikan1. Mengikuti pendidikan dan memperoleh gelar/Ijazah /akta 150 150 150 150 150 150 150 150
  2. Mengikuti pelatihan prajabatanB. Pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu1. Melaksanakan proses pembelajaran2. Melaksanakan proses bimbingan3. Melaksanakan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah

C. Pengembangan Keprofesian berkelanjutan

1. Melaksanakan pengembangan diri

2. Melaksanakan publikasi ilmiah

3. melaksanakan karya inovatif

≤ 90% 45 135 225 360 495 630 810
2 UNSUR PENUNJANG1. Memperoleh gelar/Ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya2. Melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas guru ≤ 10% 5 15 25 40 55 70 90
J U M L A H 150 200 300 400 550 700 850 1050

 

GURU PENDIDIKAN DOKTOR (S3)

No. UNSUR PROSENTASE JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG DAN ANGKA KREDIT
PERTAMA MUDA MADYA UTAMA
III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e
1 UNSUR UTAMAA. Pendidikan1. Mengikuti pendidikan dan memperoleh gelar/Ijazah /akta 200 200 200 200 200 200 200
  2. Mengikuti pelatihan prajabatanB. Pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu1. Melaksanakan proses pembelajaran2. Melaksanakan proses bimbingan3. Melaksanakan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah

C. Pengembangan Keprofesian berkelanjutan

1. Melaksanakan pengembangan diri

2. Melaksanakan publikasi ilmiah

3. melaksanakan karya inovatif

≤ 90% 90 180 315 450 585 765
2 UNSUR PENUNJANG1. Memperoleh gelar/Ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya2. Melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas guru ≤ 10% 10 20 35 50 65 85
J U M L A H 200 300 400 550 700 850 1050

 b. Penilaian Kinerja Guru (PKG)

Penilaian Kinerja Guru (PKG) dilakukan setiap tahun di sekolah oleh kepala sekolah atau guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah, atau pengawas untuk menilai kepala sekolah  yang telah memahami proses Penilaian Kinerja Guru).

Penilaian kinerja guru dilakukan 2 (dua) kali dalam satu tahun (formatif dan sumatif) menggunakan instrumen yang didasarkan kepada:

  • Sebanyak 14 kompetensi bagi guru kelas dan/atau mata pelajaran
  • Sebanyak 17 kompetensi bagi guru BK/konselor
  • Pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah (Kepsek, Wakasek, dsb)

 c. Angka Kredit Pengembangan Diri dan Publikasi Ilmiah dan/atau Karya Inovatif

Jumlah angka kredit yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan kenaikan pangkat berdasarkan pasal 17 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : PER/16/M.PAN-RB/11/2009 adalah sebagai berikut:

 

Dari Jabatan Ke Jabatan Jumlah Angka Kredit Minimum dari Sub unsur Macam publikasi ilmiah/Karya inovatif yang wajib ada
Sub unsur Pengembangan Diri Sub unsur Publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif
Guru Pertama golongan III/a Guru Pertama golongan III/b 3 (tiga)
Guru Pertama golongan III/b Guru Mudagolongan III/c 3 (tiga) 4 (empat) Bebas pada jenis karya publikasi  ilmiah & karya inovatif
Guru Mudagolongan III/c Guru Mudagolongan III/d 3 (tiga) 6 (enam) Bebas pada jenis karya publikasi  ilmiah & karya inovatif
Guru Mudagolongan III/d Guru Madyagolongan IV/a 4 (empat) 8 (delapan) Minimal terdapat 1 (satu)  laporan hasil penelitian
Guru Madyagolongan IV/a Guru Madyagolongan IV/b 4 (empat) 12 (dua belas) Minimal terdapat 1 (satu)  laporan hasil penelitian dan 1 (satu) Artikel yang dimuat di jurnal yang ber-ISSN
Guru Madyagolongan IV/b Guru Madyagolongan IV/c 4 (empat) 12 (dua belas Minimal terdapat 1 (satu)  laporan hasil penelitian dan 1 (satu) Artikel yang dimuat di jurnal yang ber-ISSN
Guru Madyagolongan IV/c Guru Utamagolongan IV/d 5 (lima) 14 (empat belas) Minimal terdapat 1 (satu)  laporan hasil penelitian dan 1 (satu) Artikel yang dimuat di jurnal yang ber-ISSN dan 1(satu) buku pelajaran atau buku pendidikan yang ber-ISBN
Guru Utamagolongan IV/d Guru Utamagolongan IV/e 5 (lima) 20 (dua puluh) Minimal terdapat 1 (satu)  laporan hasil penelitian dan 1 (satu) Artikel yang dimuat di jurnal yang ber-ISSN dan 1(satu) buku pelajaran atau buku pendidikan yang ber-ISBN

 d. Presentasi Ilmiah

Guru yang akan naik jabatan dari Guru Madya golongan ruang IV/c ke Guru Utama golongan ruang IV/d, di samping harus memiliki 5 (lima) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri dan 14 (empat belas) angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, yang bersangkutan diwajibkan melakukan presentasi ilmiah.

Kesempatan untuk memberikan presentasi ilmiah, dilakukan apabila persyaratan 5 (lima) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri dan 14 (empat belas) angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif telah terpenuhi.  Bagi guru yang telah memenuhi persyaratan tersebut, akan diundang untuk melakukan presentasi ilmiah.

Presentasi ilmiah dilakukan secara lisan dan terbuka di hadapan Tim Penilai Tingkat Pusat, akademisi dan pejabat setempat.  Waktu dan tempat pelaksanaan presentasi akan ditetapkan oleh tim penilai, disesuaikan dengan jumlah guru dan lokasi guru yang akan melaksanakan presentasi.  Penyelenggaraan kegiatan presentasi dilakukan oleh LPMP setempat.

Guru yang akan melakukan presentasi diwajibkan membuat makalah yang menjelaskan secara ringkas dan lengkap semua kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang telah dilakukan, paling tidak memenuhi persyaratan 5 (lima) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri dan 14 (empat belas) angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif.  Makalah tersebut harus menjelaskan tentang:

  1. Uraian rinci setiap macam kegiatan pengembangan diri yang telah dilakukan, meliputi:
  2. Nama kegiatan pengembangan diri
  3. Waktu dan tempat kegiatan
  4. Tujuan kegiatan
  5. Berapa lama kegiatan dilaksanakan
  6. Nama penyelenggara kegiatan
  7. Hasil yang diperoleh guru yang bersangkutan
  8. Tindak lanjut yang telah dilakukan dari hasil pengembangan diri.
  9. Uraian rinci dari setiap macam publikasi dan/atau karya inovatif yang telah dilakukan, meliputi:
  10. Macam publikasi dan/atau karya inovasi
  11. Abstrak atau ringkasan penjelasan hasil publikasi dan/atau karya inovasi

Di samping makalah di atas, guru yang bersangkutan wajib menyiapkan tayangan (misalnya dalam bentuk “power point”) yang akan disajikan pada presentasi dengan durasi sekitar 30 (tiga puluh) menit dilanjutkan dengan adanya diskusi terkait dengan materi paparan.

Hasil presentasi yang ditetapkan oleh tim penilai, merupakan bagian persyaratan wajib untuk kenaikan jabatan dari guru Madya golongan ruang IV/c ke Guru Utama golongan ruang IV/d.

Karya yang dihasilkan secara bersama, boleh dilaksanakan maksimal oleh 4 (empat) orang guru, yang terdiri atas penulis utama dan penulis pembantu.  Jumlah penulis pembantu paling banyak 3 (tiga) orang.  Bila jumlah penulis pembantu lebih dari 3 (tiga) orang, maka penulis pembantu nomor urut ke empat dan seterusnya tidak dapat memperoleh angka kredit.  Besaran angka kredit untuk karya yang dilakukan secara bersama dapat dilihat pada tabel berikut:

 

Jumlah Guruyang Melakukan Kegiatan Pembagian Angka Kredit
Penulis Utama Penulis Pembantu I Penulis Pembantu II Penulis Pembantu III
2 orang 60% 40%
3 orang 50% 25% 25%
4 orang 40% 20% 20% 20%

 

 III. Penilaian dan Penetapan Angka Kredit

Usul penetapan angka kredit guru agar lebih lancar dan tepat waktu sesuai dengan yang diharapkan, disarankan kepada guru dapat memperhatikan sebagai berikut:

a. Mencatat dan menginventariskan seluruh kegiatan kedinasan yang telah dilakukan.

b. Penilaian dan penetapan angka kredit terhadap Guru dilakukan minimal 1 (satu) kali dalam satu tahun.

c. Penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat Guru yang akan dipertimbangkan untuk naik pangkat dilakukan minimal 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil.

  1. Menteri Pendidikan Nasional atau pejabat lain yang ditunjuk setingkat eselon I bagi Guru Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b sampai dengan Guru Utama pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e di lingkungan instansi pusat dan daerah serta Guru Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Guru Utama pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e yang diperbantukan pada sekolah Indonesia di luar negeri;
  2. Direktur Jenderal Departemen agama yang membidangi pendidikan terkait bagi Guru Madya, pangkat Pembina golongan ruang IV/a di lingkungan Departemen Agama;
  3. Kepala Kantor wilayah Departemen Agama bagi Guru Muda pangkat Penata golongan ruang III/c sampai dengan Guru Muda pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Agama;
  4. Kepala Kantor Departemen Agama bagi Guru Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a dan pangkat Penata Muda Tingkat I golongan ruang III/b di lingkungan Kantor Departemen Agama;
  5. Gubernur atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan bagi Guru Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Guru Madya, pangkat Pembina golongan ruang IV/a di lingkungan provinsi;
  6. Bupati/Walikota atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan bagi Guru Pertama, pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Guru Madya, pangkat Pembina golongan ruang IV/a di lingkungan Kabupaten/Kota;
  7. Pimpinan instansi pusat atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Guru Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Guru madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a di lingkungan instansi pusat di luar Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama.

 

CONTOH PENGISIAN DUPAK

Suyatno, S.Pd. NIP 19790105 201204 1 012  lahir di Palembang, tanggal  5 Januari 1979  memiliki NUPTK dengan nomor 584774764830012  dan No seri kartu pegawai E 00482. Suyatno, S.Pd. adalah guru Kelas dari MIN 2 Palembang dengan jabatan Guru Pertama pangkat dan golongan ruang Penata Muda III/a TMT 1 April 2011 dan masa kerja 5 tahun 6 bulan. Suyatno S.Pd. yang mengajar 24 jam tatap muka dan telah mengikuti PK GURU sebanyak 4 kali penilaian kinerja guru. Dalam penilaian kinerja itu Suyatno, S.Pd. mendapatkan nilai AK KG sebagai berikut:  AK KG tahun pertama 7,89, tahun kedua 10,5, tahun ketiga 10,5 dan tahun keempat 13,13.   Suyatno, S.Pd. telah melaksanakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dari pengembangan diri berupa keikutsertaan dalam pelatihan penyusunan soal dengan pola 50 jam, mengikuti workshop bedah SKL di KKG Matematika se Kota Palembang, juga menjadi peserta workshop  tentang Implementasi K13.  Selain itu Suyatno, SPd mendapatkan angka kredit dari  unsur penunjang  karena Suyatno, S.Pd. telah melaksanakan tugas sebagai Guru Kelas selama 2 tahun terakhir dan  melaksanakan satu kali tugas sebagai pengawas UN dan UAS selama 8 semester.

Berdasarkan data di atas, isilah daftar usul penetapan angka kredit (DUPAK) milik guru tersebut! Selamat mencoba.

 D. Kesimpulan

Demikian tulisan yang dapat penulis sajikan sebagai salah satu gambaran bagi para guru untuk menyusun DUPAK berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : PER/16/M.PAN-RB/11/2009 Tentang Jabatan fungsional guru dan Angka Kreditnya mulai tanggal 1 Januari 2013 dan Permendiknas No. 35 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Dari tulisan ini Nampak dengan jelas bahwa naik pangkat dan mengumpulkan angka kredit tidaklah sulit seperti yang dibayangkan karena semua kegiatan berkaitan dengan pendidikan dan keguruan dapat dijadikan sebagai angka kredit, yang terpenting adalah bapak / ibu guru mempunyai keyakinan dan niat yang kuat untuk naik pangkat agar tidak tertinggal dalam hal kenaikan pangkat. Jika bapak/ibu guru rajin mengumpulkan angka kredit maka paling lama dalam 3 (tiga) tahun ajaran bapak/ibu guru sudah bisa naik pangkat.

Materi yang disajikan masih bersifat sederhana, tetapi dapat dikembangkan dalam diskusikan lebih lanjut. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan dengan tata cara penghitungan dan penilaian angka kredit guru.

 

DAFTAR PUSTAKA

 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara  Dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 Tanggal 1 Desember 2010

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.