PENGELOLAAN KELAS

0
39

     Oleh :

    Dra. Hj. Yurnalis Nurdin, M.Pd

    Widyaiswara Utama

    Balai Diklat Keagamaan Palembang

    e-mail : yurnalisnurdin@gmail.com    

Abstrak: Tulisan yang berjudul “Pengelolaan Kelas” ini, akan membahas beberapa bahasan yaitu tentang hakekat pengelolaan kelas yang mencakup pengertian pengelolaan kelas, perbedaannya dengan pembelajaran dan pentingnya pengelolaan kelas dalam kaitannya dengan proses pembelajaran yang efektif. Tulisan ini sangat penting bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas, serta  membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Mudahan dengan menguasai tulisan yang berjudul Pengelolaan Kelas ini, dapat menjadikan guru-guru se Indonesia betul-betul guru yang potensial sesuai yang diharapkan oleh era yang penuh dengan kompetensi ini.

Kata Kunci: Pengelolaan kelas, proses pembelajaran yang efektif.

 PENDAHULUAN

  1. Sebelum kita membahas pengelolaan kelas mari kita simak ilustrasi berikut ini.

     Ibu Lilis adalah seorang wali kelas, di kelas VI disalah satu Madrasyah Ibtidaiyah (MI), mengetahui bahwa sala seorang peserta didiknya yang bernama Wawan. termasuk peserta didik yang lambat dibandingkan dengan teman-teman di kelasnya. Sebenarnya wawan telah berusaha keras untuk mengejar setiap ketinggalannya dalam menguasai materi pelajaran yang dibahas, tetapi sering kali Wawan gagal/tidak berhasil. Sebagai contoh mata pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang paling ditakuti/sulit bagi Wawan.

Suatu hari pada jam mata pelajaran matematika, bu Lilis menyuruh Wawan dan beberapa peserta didik lainnya untuk mengerjakan soal-soal perkalian yang cukup mudah di papan tulis. Soal-soal tersebut sudah sering dibahas dalam pelajaran sebelumnya. Bu Lilis mengharapkan bahwa Wawan tidak akan mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan. Bu Lilis menyadari bahwa keberhasilan Wawan di depan teman-temannya akan memberikan dampak positif. Sayang sekali, sementara peserta didik yang lainnya dapat mengerjakan soal-soal yang diberikan dengan benar, sementara Wawan tidak dapat mengerjakannya. Melihat kesalahan yang dibuat Wawan, peserta didik yang lainnya mulai menertawakan dan mempermainkan Wawan. Wawan benar-benar merasa malu.

           Apakah yang akan anda lakukan untuk membantu Wawan, apabila anda adalah sebagai seorang bu Lilis?

Siti Julaeha  (dalam Anitah Sri, 2007:10.3 ) mengemukakan bahwa:

Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar, guru dihadapkan pada dua tugas utama, yaitu melaksanakan kegiatan instruksional (pembelajaran) dan mengelola kelas. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran guru dihadapkan pada masalah-masalah pembelajaran dan dalam pengelolaan kelas. Untuk mengatasi masalah-masalah pembelajaran dituntut pendekatan yang berbeda dengan pendekatan untuk mengatasi masalah pengelolaan kelas.

Kembali kepada masalah yang dihadapi oleh bu Lilis dalam ilustrasi diatas, agar kita, sebagai guru dapat membantu peserta didik yang menghadapi masalah, terlebih dahulu kita harus mengetahui apakah masalah yang dihadapi merupakan masalah pembelajaran ataukah masalah pengelolaan kelas.

  1. PEMBAHASAN
  2.  PENGERTIAN PENGELOLAAN KELAS

Beberapa defenisi mengenai pengelolaan kelas menurut para ahli adalah sebagai berikut :

Pengelolaan Kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan, Bangakil.wor (Dr. Suharsimi Arikunto, Pengelolaan Kelas dan Siswa :1987 : 68).

Pengelolaan Kelas adalah kegiatan mengatur tata ruang kelas untuk pengajaran dan menciptakan iklim belajar mengajar yang serasi, Bangakil.wor (E. Komar dan Uus Rusnaldi, Pengelolaan belajar dan Kelas : 1993).

Pengelolaan Kelas adalah usaha dari pihak guru untuk menata kehidupan kelas yang dimulai dari perencanaan kurikulumnya, penataan prosedur dan sumber belajarnya, lingkungan untuk memaksimalkan efesiensi, memantau kemajuan siswa dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul, Bangakil.wor (Cece Wijaya dan A. Tabrani Rusyar, Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar :1992 : 113).

Weber, 1977 (dalam Anitah Sri, 2007:10.4) mengemukakan bahwa istilah “pengelolaan kelas (classroom management)” dapat didefinisikan beragam tergantung dari sudut pandang yang dipakai. Pendekatan otoriter (authority approach) memandang pengelolaan kelas sebagai kegiatan guru untuk mengontrol tingkah laku peserta didik. Menurut pendekatan ini, tugas guru adalah menciptakan dan memelihara aturan di dalam kelas melalui penerapan disiplin. Guru yang menganut pendekatan otoriter akan menghukum setiap peserta didik yang melanggar disiplin kelas. Sebagai contohnya, ketika melihat dua orang peserta didik berkelahi di dalam kelas, guru yang menganut pendekatan otoriter akan menghukum kedua peserta didik tersebut, misalnya dengan tidak membolehkan kedua peserta didik tersebut untuk bermain pada jam istrahat selama beberapa minggu, atau menyuruh kedua peserta didik tersebut untuk piket kelas/ membersihkan kelas selama satu minggu dan lain-lain.

Kebalikan dari pendekatan otoriter adalah pendekatan permisif (permissive approach). Pendekatan permisif menyatakan bahwa pengelolaan kelas adalah kegiatan guru dalam memaksimalkan kebebasan peserta didik. Peran guru adalah membantu peserta didik merasakan kebebasan untuk melakukan apa yang mereka inginkan kapan pun mereka mau, Weber, 1977 (dalam Anitah Sri, 2007:10.4).

Perhatikan ilustrasi berikut ini!

Nadya adalah salah satu peserta didik  di kelas V Madrasyah Ibtidaiyah (MI), sikapnya sangat pendiam. Hal ini dikarenakan Nadya termasuk peserta didik yang lamban. Nadya selalu terlambat menyelesaikan tugas-tugas yang pernah diberikan kepadanya, dan Nadya juga sering melakukan kesalahan dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Disaat kerja kelompok teman-temannya asyik bekerja kelompok, sementara Nadya asyik melamun. Nadya hanya akan bergabung dengan teman-temannya melakukan kerja kelompok apabila Nadya menginginkannya.

Dengan memperhatikan ilustrasi diatas, apa yang akan dilakukan guru yang berorientasi pada pendekatan permisif terhadap tingkah laku Nadya?.

Oleh karena pendekatan permisif beranggapan  bahwa hal yang terbaik bagi peserta didik adalah membiarkan peserta didik melakukan apa yang mereka inginkan maka guru yang berorientasi pada pendekatan permisif akan membiarkan Nadya sendirian selama ia tidak menganggu peserta didik lainnya.

Apabila kita telaah kedua pengertian pengelolaan kelas tersebut, tidak ada satu pun yang cocok dengan sistem pendidikan kita. Pendekatan otoriter dipandang kurang manusiawi, sedangkan pendekatan permisif dipandang tidak realistik. Oleh karena itu, kita tidak mungkin menerapkan pengertian pengelolaan kelas yang dikemukakan oleh kedua pendekatan tersebut.

Jadi, dari beberapa defenisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian pengelolaan kelas adalah kegiatan yang terencana yang sengaja dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal, membangun iklim sosio-emosional yang positif serta menciptakan suasana hubungan interpersonal yang baik. Sehingga diharapkan proses belajar dan mengajar dapat berjalan secara efektif dan efisien sehingga tercapai tujuan pembelajaran.

  1. PERBEDAAN PENGELOLAAN KELAS DARI PEMBELAJARAN

Kita sudah mengetahui bahwa proses pembelajaran adalah segala kegiatan yang dilakukan guru untuk membantu peserta didik belajar. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, peserta didik dianggap telah belajar apabila tujuan pembelajaran yang dirumuskan telah dapat dikuasai peserta didik. Jadi, pembelajaran adalah segala kegiatan yang dilakukan guru untuk memudahkan peserta didik mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Yang termasuk ke dalam pembelajaran diantaranya adalah melakukan diagnosis kebutuhan peserta didik, dan menilai kemajuan belajar peserta didik, Siti Julaeha  (dalam Anitah Sri, 2007:10.8 ).

Pengertian pembelajaran dalam dunia pendidikan adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik, (id.m.wikipedia.o)

     Proses pembelajaran yang efektif dan efisien dapat terjadi apabila situasi dan kondisi kelas mendukung. Berbagai usaha yang dilakukan guru dalam menciptakan dan memelihara kondisi kelas sehingga terjadi pembelajaran yang efektif dan efisien merupakan kegiatan pengelolaan kelas. Memberikan pujian atau penghargaan sesegera mungkin, menciptakan dan memelihara hubungan yang sehat antara guru dan peserta didik serta peserta didik dengan peserta didik, serta menetapkan norma-norma kelompok yang produktif merupakan beberapa contoh kegiatan pengelolaan kelas. Jadi, pengelolaan kelas adalah segala kegiatan guru yang dilakukan untuk menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang efektif.

Siti Julaeha  (dalam Anitah Sri, 2007:10.9 ) mengatakan, dengan menyimak kedua pengertian tersebut tampaknya jelas bahwa kita akan mengalami kesulitan dalam menentukan apakah tindakan yang kita lakukan di dalam kelas termasuk kegiatan pembelajaran ataukah kegiatan pengelolaan kelas karena keduanya saling berkaitan. Namun demikian, kita perlu mengetahui perbedaan kedua kegiatan tersebut. Perbedaan ini harus kita pahami, karena ketika kita dihadapkan pada masalah-masalah yang muncul di dalam kelas, kita harus memecahkan masalah-masalah tersebut sesuai dengan hakekatnya. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, bahwa guru yang efektif harus mampu membedakan antara masalah-masalah pembelajaran yang membutuhkan pemecahan pembelajaran dengan masalah-masalah pengelolaan kelas yang membutuhkan pemecahan pengelolaan kelas.

Agar anda lebih memahami perbedaan masalah pembelajaran dan masalah pengelolaan kelas, mari kita analisis masalah yang dihadapi oleh bu Emi pada uraian berikut ini.

Dalam pembelajaran Matematika, bu Emi meminta beberapa peserta didik untuk mengerjakan soal-soal matematika di papan tulis. Salah satu peserta didik yang ditunjuk adalah Lili yang mengalami kesulitan dalam pelajaran matematika. Soal-soal yang diberikan cukup mudah dan sudah sering dibahas dalam pelajaran sebelumnya. Dengan memberikan kesempatan kepada Lili mengerjakan soal-soal matematika di papan tulis, bu Emi mengharapkan bahwa Lili akan menunjukkan kemampuannya dalam menjawab soal-soal yang diberikan. Bu  Emi  beranggapan bahwa keberhasilan Lili didepan teman-temannya akan memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri Lili. Sayang sekali, sementara peserta didik yang lainnya dapat mengerjakan soal-soal yang diberikan dengan benar, Lili tidak dapat mengerjakannya. Melihat kesalahan yang dibuat Lili, peserta didik yang lainnya mulai menertawakan dan mempermainkan Lili. Akhirnya Lili benar-benar merasa malu.

Dengan menyimak ilustrasi di atas, kemudian mari kita coba analisis masalah yang muncul di kelas bu Emi. Sekilas tampak bahwa dalam pelajaran matematika tersebut terdapat masalah pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dengan ketidak mampuan Lili dalam mengerjakan soal-soal matematika. Namun sebenarnya, masalah yang lebih serius adalah sikap negatif peserta didik terhadap kemampuan Lili. Teman-temannya malah menertawakan Lili ketika dia tidak dapat mengerjakan soal-soal yang diberikan, bukan membantunya. Masalah ini merupakan masalah pengelolaan kelas. Tentu saja, bu Emi harus membantu Lili dalam mengatasi kesulitan Lili dalam pembelajaran matematika. Misalnya, dengan memberikan pekerjaan rumah yang berupa latihan mengerjakan soal-soal ditambah. Di samping itu, bu Emi juga harus menciptakan situasi kelas yang dapat menciptakan hubungan baik antara Lili dengan teman-temannya.

III. PENTINGNYA PENGELOLAAN KELAS DALAM PROSES

      PEMBELAJARAN

     Dalam uraian sebelumnya telah disampaikan bahwa pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran dan pengelolaan kelas adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk menciptakan kondisi kelas yang memungkinkan berlangsungnya proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan kelas yang efektif merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran. Pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat terciptanya pembelajaran yang efektif.

Mungkinkah seorang peserta didik dapat belajar dengan baik apabila ia merasa bahwa dirinya belum dapat diterima oleh teman-teman di kelasnya?. Tentu saja jawabannya, tidak! Seorang akan dapat belajar dengan baik apabila ia merasa telah diterima oleh teman-temannya di kelas sehingga ia merasa aman untuk ikut berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, salah satu tugas guru dalam membantu peserta didik belajar ialah menciptakan situasi kelas yang hangat, aman, dan sehat. Situasi kelas yang penuh keakraban akan memberikan rasa aman dan kebebasan kepada peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Dalam situasi belajar yang seperti inilah tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan guru akan dapat dicapai peserta didik.

  1. KESIMPULAN

Pengelolaan kelas adalah kegiatan yang terencana yang sengaja dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal, membangun iklim sosio-emosional yang positif serta menciptakan suasana hubungan interpersonal yang baik. Sehingga diharapkan proses belajar dan mengajar dapat berjalan secara efektif dan efisien sehingga tercapai tujuan pembelajaran.

Tujuan pengelolaan kelas adalah menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif.

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Tujuan pemebelajaran adalah membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.

  1. REKOMENDASI

Berdasarkan uraian diatas perlu disampaikan rekomendasi sebagai bahan masukan

kepada semua guru-guru bahwa; Pengelolaan kelas adalah serangkaian kegiatan guru dalam menciptakan dan memelihara organisasi kelas yang efektif. Pengertian pengelolaan kelas ini didasarkan pada pendekatan proses kelompok.Tugas guru dalam pengelolaan kelas adalah membantu peserta didik merasakan kebebasan. Pengelolaan kelas ditujukan untuk menciptakan kondisi kelas yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran, yang berarti bahwa pengelolaan kelas ini perlu dikuasai/diterapkan  oleh semua guru mulai dari TK/RA, SD/MI, SLTP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK maupun dosen di perguruan tinggi. Dengan pemahaman dan kemampuan menerapkan pengelolaan kelas secara utuh dan terintegrasi, guru diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Semoga begitu adanya Amin Yarobbilalamin.

 DAFTAR PUSTAKA

 Anitah Sri W, dkk (2007) Strategi Pembelajaran di SD.Jakarta: Pusat Penerbitan

Universitas Terbuka.

Djamarah, Syaiful Bahri ,2000. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha

Nasional

Hamalik, O. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Istarani. 2011. Model-Model Pembelajaran Interaktif. Medan : Iscom Medan.

Ivor K. Davies. 1991. Pengelolaan Belajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Kasinyo Harto dan Abdurrahmansyah. (2009). Metodologi Pembelajaran Berbasis  

               Aktive Learning. Palembang – Sumatera Selatan : Grafika Telindo Pres.

Sumaatmadja. Nursid (2007). Konsep Dasar IPS. Jakarta: Universitas terbuka (UT)

Udin S. Winataputra. (2003). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Pusat Penerbitan

Universitas Terbuka.

Wina Senjaya. (2008). Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan.

             Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Wardani.I.G.A.K & Julaeha Siti. (2007) Keterampilan Mengajar 1 Jakarta : Pusat

Penerbitan  Universitas Terbuka.

Bangakil.wor… (Dr. Suharsimi Arikunto, Pengelolaan Kelas dan Siswa :1987 : 68).

Bangakil.wor… (E. Komar dan Uus Rusnaldi, Pengelolaan belajar dan Kelas : 1993).

Bangakil.wor… (Cece Wijaya dan A. Tabrani Rusyar, Kemampuan Dasar Guru Dalam    

            Proses Belajar Mengajar :1992 : 113).

id.m.wikipedia.o …(Pengertian pembelajaran dalam dunia pendidikan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.