PENERAPAN TEKNIK OBJEK LANGSUNG DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI

0
38

PENERAPAN TEKNIK OBJEK LANGSUNG DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI

Oleh

Dra. Hodidjah, M.Pd.

WIDYAISWARA BDK PALEMBANG

Abstrak:

Pada hakikatnya keterampilan menulis merupakan keterampian yang sangat penting dalam kehidupan, tidak hanya penting dalam kehidupan masyarakat. Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh siswa dapat mengungkapkan, mengekspresikan gagasan atau pendapat, pemikiran, dan perasaan yang dimiliki . Selain itu, dapat mengembangkan daya pikir dan kreativitas siswa dalam menulis. Oleh sebab itu, guru harus memiliki kemampuan menggunakan strategi, pendekatan, metode, model, atau teknik dalam pembelajaran menulis. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran menulis khususnya karangan deskripsi dengan menerapkan teknik objek langsung. Penerapan teknik objek langsung dalam pembelajaran menulis deskripsi diharapkan dapat membantu siswa dalam mengungkapkan ide dan gagasan yang dimilikinya.

 Kata-kata kunci: teknik, objek langsubg, karangan deskripsi

 Pendahuluan

 Menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa yang dipergunkan untuk berkomunikasi secara tidak langsung. Nurgiantoro (2001-296) mengemukakan aktivitas menulis merupakan bentuk manifestasi kemampuan berbahasa yang paling akhir dikuasai pembelajar setelah kemampuan menyimak, membaca, dan berbicara. Kemampuan menulis melibatkan semua aspek kemampuan seseorang. Menulis adalah aktivitas seluruh aspek kemampuan seseorang. Menulis adalah aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan (emosional) dan otak kiri (logika). Selanjutnya (Hernacki dan Portar, 1999:179) mengemukakan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung.

Selain itu, menulis adalah suatu kegiatan yang aktif dan produktif serta memerlukan cara berfikir teratur yang diungkapkan dalam bahasa tulis. Keterampilan seseorang untuk mengungkapkan ide, pikiran, gagasan, pengetahuan, ilmu, dan pengalaman sebagai suatu keterampilan yang produktif. Menulis dipengaruhi oleh keterampilan produktif lainnya, seperti aspek berbicara maupun keterampilan reseptif yaitu spek membaca dan menyimak serta pemahaman kosa kata, diksi, keefektifan kalimat, penggunaan ejaan dan tanda baca. Pemahaman berbagai jenis karangan serat pemahaman berbagai jenis paragraph dan pengembangannya. Keraf (1990:42) menyatakan keterampilan menulis sebagai salah satu kemampuan berbahasa yang membutuhkan keahlian dari seseorang dalam menguasai bentuk bahasa tulis untuk maksud komunikasi. Menulis atau mengarang merupakan kegiatan mengungapkan gagasan secara tertulis yang membutuhkan beberapa keterampilan.

Berkaitan dengan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia diarahan untuk meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tertulis.

 Permasalahan

Rendahnya kemampuan menulis siswa sekolah dasar, siswa menengah, perguruan tinggi, hingga para tingkat pejabat, sering dibicarakan pakar penelitian, seperti dinyatakan oleh Alwasilah (1994) bahwa keterampilan menulis siswa rendah mutunya. Lebih lanjut temuan Ismail (2000) mengatakan bahwa keterampilan menulis siswa Indonesia paling rendah di Asia. Apakah alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis paragfar deskripsi sehingga kemampuan menulis siswa lebih baik ?

 Pembahasan

Kegiatan menulis dibutuhkan adanya ketelitian, kepaduan, keruntutan dan kelogisan antara kalimat satu dengan kalimat yang lain, antara paragraf dengan paragraf berikutnya sehingga akan membentuk sebuah karangan yang baik dan utuh. Penggunaan bahasa tulis untuk mengungkapkan ide, dan pikiran itu tidak mudah d ikuasai siswa. Sampai saat ini penggunaan bahasa tulis siswa belum baik. Hal ini disebabkan antara lain, keterampilan menulis merupakan aktivitas yang sulit dan memerlukan pemikiran yang mendalam (Sharpies, 1993:3). Di sekolah dasar kelas 5 dan kelas 6 siswa sudah mulai dikenalkan dengan jenis tulisan deskripsi. Pengajaran menulis, khususnya menulis paragraph deskripsi adalah keterampilan yang bertujuan untuk mengajukan suatu objek atau suatu hal yang sedemikian rupa, sehingga objek itu seolah-olah berada di depan kepala pemabaca. Dalam pengajaran menulis deskripsi ini guru perlu memikirkan bagaimana cara menciptakan pembelajaran yang tepat sehingga tujuan pembelajaran tercapai.

Penggunaan teknik objek langsung merupakan alternative pembelajaran menulis paragraph deskripsi. Teknik aobjek langsung dalam proses belajarnya mengajak siswa secara langsung mengamati objek yang akan ditulisnya. Melalui teknik objek langsung diharapkan siswa akan lebih tertarik untuk menuangkan idea tau gagasan dalam bentuk tulisan dan diharapkan dapat mengurangi kejenuhan siswa dalam pembelajaran menulis.

Pengertian Menulis

            Linse (2006), menyatakan menulis harus lebih ditekankan pada kepasihan, sama seperti pada berbicara. Seorang guru harus bisa menyeimbangkan pentingnya proses dan hasil. Menulis juga pada dasarnya merupakan tindakan menggunakan grafik yang merupakan kombinasi huruf-huruf. Namun menulis sebenarnya adalah memproduksi ide, pikiran yang dituangkan dalam bahasa tulis (grafis) untuk pembaca, artinya menulis merupakan penggunaan bahasa tulis untuk mengemukakan ide dan pemikiran untuk pembaca.  (Byrne, 1998). Dikatakan Syafi’i (1988:167) bahwa menulis merupakan konsentrasi pikiran, perasaan dan kemampuan kita. Ur (2000), mengemukakan pengajaran menulis adalah to teach  the student how to express ideas, and convecy a message to the reader , ini berarti mengajarkan menulis menekankan kepada siswa bahwa apa yang kita tulis harus bisa diterima seperti apa yang kita pikirkan dengan kata lain menulis itu harus hati-hati dan berurutan dengan kaidah yang benar.

Menulis Deskripsi

Deskripsi merupakan bentuk wacana yang menyajikan suatu objek dan seolah-olah objek tersebut ada di depannya. Menulis deskripsi adalah kegiatan menulis yang berusaha memberikan perincian atau melukiskan dan mengemukakan objek yang ada (Nurgiantoro, 2001:13). Dalam menulis deskripsi logika tetap diutamakan meskipun hanya terbatas pada objek logika penulisan waktu dan urutan tempat. Selain itu, ada dua hal yang harus diperhatikan dalam menulis deskripsi yaitu, (1) kesanggupan berbahasa yang kaya nuansa dan bentk, (2) kecermatan dalam pengamatan serta ketelitian terhadap objek yang akan ditulis.

Menurut Keraf, (1995:93) sasaran yang akan dicapai dalam menulis deskripsi adalah menciptakan dan memunculkan daya khayal pembaca agar seolah-olah mereka melihat sendiri objeknya secara keseluruhan. Deskripsi member satu citra mental mengenai sesuatu hal yang dialami, misalnya pemandangan, orang atau sensasi.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa menulis deskripsi adalaj jenis tulisan yang berusaha menggambarkan suatu objek secara rinci sehingga seolah-olah objek tersebut berada di depannya dan pembaca merasakan hal-hal yang ditulis pengarang.

Hakikat Menulis Paragraf Dekripsi

Deskripsi adalah semacam bentuk wacana, wacana yang berusaha menyajikan suatu objek atau suatu hal sedemikian rupa, sehingga objek itu seolah-olah berada di depan mata kepala pembaca, seakan-akan para pembaca melihat sendiri objek itu. (Keraf 1995: 16). Deskripsi member satu citra mental mengenai sesuatu hal yang dialami, misalnya pemandangan, orang atau sensasi.

Fungsi utama dari deskripsi adalah membuat para pembacanya melihat barang-barang atau objeknya atau menyerap kualitas khas dari barang-barang itu deskripsi membuat kita melihat yaitu meembuat visualisasi mengenai objeknya, atau dengan kata lain deskripsi memusatkan uraiannya pada penampakan barang. Dalam deskripsi kita melihat objek garapan secara hidup dan konkrit, kita melihat objek sacara bulat.

Misalnya kita akan membuat deskripsi tentang sebuah rumah, diharapkan menyajukan banyak penampilan individual dan karekteristik dari rumah itu, dan beberapa aspek yang dpat dianalisis seperti: besarnya, materi, materi kontruksinya, dan rancangan arsiteksturnya. Demikian pula deskripsi suatu daerah pedesaan kurang bertalian dengan cirri-ciri studi topografis, tetapi lebih terfokus pada macam-macam keistimewaan umum, dan suasana local yang menarik, karena sasaran yang dituju adalah member perhatian pada penmpilan yang khas dari objeknya. Deskripsi banyak kaitannya dengan hubungan pancaindera dan pencitraan, maka banyak tulisan deskripsi di klasifikasikan sebagai tulisan kreatif.

Tujuan menulis deksripsi adalah membuat para pembaca menyadari dengan hidup apa yang diserap penulis melalui pancaindera, merangsang perasaan pembaca mengenai apa yang digambarkannya, menyajikan suatu kualitas pengalaman langsung. Objek yang dideskripsikan mungkin sesuatu yang bisa ditangkap dengan pancaindera kita, sebuah pemandangan alam, jalan-jalan kota, tikus-tikus selokan atau kuda balapan, wajah seseorang yang cantik molek, atau seseorang yang putus asa, alunan music atau gelegar Guntur, dan sebagainya.

Paragraf deskripsi merupakan penggambaran suatu keadaan dengan kalimat-kalimat, sehingga menimbulkan kesan yang hidup. Penggambaran atau lukisan itu harus disajikan sehidup-hidupnya, sehingga apa yang dilukiskan itu hidup di dalam angan-angan pembaca.

Deskripsi lebih menekankan pengungkapannya mlalui rangkaian kata-kata. Walaupun untuk membuat deskripsi yang baik, penulis harus mengadakan identifikasi terlebih dahulu, namun pengertian deskripsi hanya menyangkut pengungkapan melalui kata-kata. Dengan mengenal cirri-ciri objek garapan. Penulis dapat menggambarkan secara verbal objek yang ingin diperkenalkan kepada para pembaca. Paragraf deskripsi merupakan paragraph yang melukiskan suatu objek sehingga seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan hal-hal ditulis pengarang.

Teknik Pembelajaran Objek Langsung

            Teknik merupakan implementasi atau penerapan metode yang dalam kenyataannya terjadi di dalam kelas. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia banyak pilihan teknik mengajar bagi guru. Penggunaan teknik mengajar harus disesuaikan dengan materi dari kondisi siswa. Salah satu teknik pembelajaran bahasa khususnya menulis deskripsi adalah teknik objek langsung. Teknik objek langsung adalah suatu teknik yang dalam proses belajarnya mengajak siswa mengamati secara langsung objek yang akan menjadi bahan tulisan.

            Teknik pembelajaran menulis objek langsung bertujuan agar siswa dapat menulis dengan cepat berdasarkan objek yang dilihat. Guru menunjukkan objek kepada siswa di depan kelas, misalnya sebuah patung, vas bunga, mobil-mobilan, dan lain-lain. Dari objek tersebut siswa dapat membuat tulisan secara runtut dan logis berdasarkan objek yang dilihatnya. Alat yang dibutuhkan adalah objek-objek yang bervariasi sesuai dengan tema pembelajaran. Teknik ini dapat dijalankan secara perseorangan maupun secara berkelompok (Suyatno, 2004:82).

            Kegiatan yang dilakukan dalam penerapan pembelajaran menulis deskripsi dengan menggunakan teknik objek langsung ini adalah sebagai berikut:

Pertama, guru menyampaikan pengantar kemudian guru memajang beberapa objek di depan kelas.

Kedua, siswa diajak untuk melihat objek tersebut secara langsung.

Ketiga, siswa mulai mengidentifikasi objek, kemudian siswa membuat tulisan secara runtut dan logis.

 Teknik pembelajaran menulis objek langsung bertujuan agar siswa dapat menulis dengan cepat berdasarkan objek yang dilihat. Teknik ini dapat dijalankan secara perseorangan maupun secara kelompok dengan cara observasi langsung. Siswa secara langsung dapat menuangkan ide  atau gambaran sesuai dengan apa yang mereka lihat, sesuai dengan pancaindera, jadi kesannya membuat tulisan itu menjadi hidup. Teknik menulis objek langsung diharapkan dapat menyajikan cerita seobjektif mungkin sehingga pembaca benar-benar dapat merasakan apa yang mereka baca seolah-olah mereka melihat sendiri objek yang ada dalam tulisan tersebut.

 2.1 Pembelajaran Menulis Karangan Deskripsi dengan Teknik Objek Langsung

             Tujuan teknik pembelajaran menulis deskripsi dengan teknik objek langsung adalah agar siswa dapat menulis melalui pengamatan secara langsung, selanjutnya siswa dapat mengungkapkan atau mengapresiasikan gagasan, ide, mengembangkan daya pikir dan kreativitas siswa dalam bentuk tulisan. Suyatno (2004:82) mengemukakan beberapa cara yang dapat dilakukan guru dalam pembelajaran menulis dengan teknik objek langsung yaitu, (1) guru memberikan pengantar singkat tentang teknik pembelajaran menulis paragraph deskripsi, (2) guru membagi kelompok berdasarkan objek yang akan diamati oleh siswa, (3) guru menyuruh siswa untuk keluar kelas selama 35 menit, (4) siswa mempresentasikan hasil yang telah dilihat dan ditulis, (6) guru merefleksi proses kegiatan hati itu.

 Berikut uraian keenam langkah-langkah pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan teknik objek langsung.

 (1)  Guru Memberikan Pengantar Singkat tentang Teknik Pembelajaran Menulis Paragraph Deskripsi

            Langkah pertama yang dilakukan guru memberikan pengertian bahwa paragraph deskripsi merupakan kegiatan menulis yang berusaha memberikan perincian atau melukiskan dan mengemukakan objek yang ada. Kemudian guru memberikan contoh sebuah paragraph deskripsi dengan menunjukkan satu objek misalnya saja bunga.

            Bunga mawar bermacam-macam warnanya. Ada yang berwarna merah, merah muda, dan putih. Bunga mawar diletakkan di vas sangat indah sekali, Baunya harum, batangnya berduri.

(2) Guru Membagi Kelompok Berdasarkan Objek yang akan diamati oleh Siswa

            Murid dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok diberi tugas yang berbeda. Setiap kelompok diberi tugas individu untuk menulis apa yang dilihat dan dirasakannya. Guru menentukan objek yang akan ditulis ke dalam paragraph deskripsi pada setiap kelompok, tetapi dikerjakan secara individu agar siswa bebas dalam berekspresi dan menuangkan ide dalam bentuk tulisan.

            Kelompok satu mendapat tugas melihat objek langsung di depan sekolah, kelompok dua di samping kiri sekolah, kelompok tiga di samping kanan sekolah dan kelompok empat di belakang sekolah.

 (3) Guru Menyuruh Siswa untuk Keluar Selama 35 Menit

             Murid mengamati dan menuliskan apa yang dilihat dari masing-masing kelompok sesuai dengan tugas yang diberikan guru.

 (4) Siswa Mempresentasikan Hasil yang Telah Dilihat dan Ditulis

             Selesai menulis paragraph deskripsi sesuai dengan objek yang ditentukan oleh guru, kemudian siswa mempresentasikan secara individu sesuai dengan pembagian kelompoknya masing-masing.

 Hasil karangan deskripsi setiap kelompok sebagai berikut.

 Kelompok 1: di depan sekolah tentang halaman depan sekolah

 Halaman Depan Sekolah

          Aku melihat banyak bunga-bunga di taman depan halaman sekolah. Bunga tersebut indah sekali, banyak warna yang beraneka ragam. Ha;aman depan sekolah selalu dijadikan tempat upacara bendera dan tempat olahraga. Murid-murid yang sedang istirahat, ada juga yang bermain di depan halaman sekolah. Aku dan teman-teman juga senng bermin di sana. Kumbang dan kupu-kupu yang hinggap dibunga sering kami tangkap. Jika ada sampah yang berserakan secara bergantian regu piket membuang sampah pada tempatnya. Halaman depan sekolahku sangat indah, bersih dan tertata rupa. Aku dan murid-murid yang lain merasa nyaman jika berada di sana. Alangkah indag sekolahku.

 Nama             : Wahyu Harapan

Kelompok      : 1

 Kelompok 2: di samping kiri sekolah tentang parkir di sekolahku

                                     Parkir di Sekolahku

                         Kendaraan beroda dua berjejer dengan rapi, teratur di tempat parkir yang berada si samping sekolahku. Pak Satpam kelihatan sibuk mengatur motor, mobil yang keluar masuk dari sekolah. Motor yang diparkir dikunci dengan memakai kunci pengaman untuk menjaga agar tidak terjadi pencurian.

                         Tempatnya sederhana, ukurannya sekitar 10 x 15 meter beratap seng. Guru-guru memarkirkan kendaraan motor saja di sana, sedangkan mobil diparkir di tempat yang terbuka.

                 Nama               : Amalia

                 Kelompok        : 2

 Kelompok 3 : di samping kanan sekolah tentang kebun sekolah

 Nama               : Anjasmara

Kelas               : 5 Kelompok 3

                                                             Kebun Sekolahku

                                     Di samping sekolahku ada sebuah kebun yang sangat indah. Di kebun itu terdapat banyak sekali pohon buah-buahan, tanaman serta tumbuhan. Di sana ada pohon jambu, mangga dan pohon rambutan. Kebun itu sangat indah karena selalu dirawat dan dibersihkan oleh bapak tukang kebun.

                               Bapak tukang kebun itu sangat rajin membersihkan kebun sekolahku, sehingga kami bisa melihat-lihat keindahan kebun sekolah kami. Pada saat pohon rambutan berbuah buahnya sangat lebat, dan kami sangat ingin sekli memetiknya, tapi saying bapak kepala sekolah tidak memperbolehkan kami untuk mengamblnya

                 Sekarang kebun sekolahku sudah dipasang pagar agar aman, yang lain tidak boleh bermain di kebun sekolah.

 Kelompok 4: di belakang sekolah tentang  Bak sampah di sekolah

                                     Bak Sampah di Samping Sekolahku

                                     Di belakang sekolahku terdapat sebuah bak sampah yang sangat besar. Bak sampah itu terbagi menjadi dua macam, yaitu sampah basah dan sampah kering.

                                    Setiap hari Jumat pagi kami melakukan pembersihan di area sekolah kami dan sampah-sampahnya kami masukkan ke dalam bak sampah itu.

                                    Sampah daun-daun yang kering dimasukkan di tempat sampah kering. Sampah-sampah basah dimasukkan ke tempatnya sendiri yaitu sampah basah.

                                    Apabila bak sampah sudah penuh maka sampah-sampah itu akan dibakar oleh tukang kebun sekolah kami pada hari Minggu.

                      Nama                  : Melsa Mayang Sari

                     Kelompok           : 4

 (5) Kelompok Lain Mengomentari

            Setiap kelompok mengomentari hasil yang ditulis oleh siswa dari setiap kelompok

 (6) Guru Merefleksi Proses Kegiatan

             Guru merefleksi proses kegiatan hari itu, guru memberi masukan secara umum, agar lebih leluasa lagi mengungkapkan apa yang dilihat dan menulis ide-ide yang ada pada pikiran anak. Penggunaan tanda baca, huruf capital, kata penghubung, dan kata depan serta kalimat efektif.

 Simpulan

             Menulis merupakan suatu keterampilan yang bersifat kompleks melibatkan seluruh aktivitas otak. Pembelajaran menulis di sekolah dasar terbagi dalam dua kategori yaitu menulis lanjut. Salah satu jenis menulis lanjut  adalah menulis karangan deskripsi. Pembelajaran menulis karangan deskripsi dapat dilakukan dengan pembelajaran teknik langsung. Penerapan teknik langsung dalam pembelajaran menulis deskripsi diharapkan dapat membantu siswa dalam mengungkapkan ide dan gagasan yang dimilikinya.

             Upayakan pembelajaran menulis paragraph deskripsi ini dirancang dengan tepat agar siswa senang, tertarik, dan menantang. Guru menentukan objek yang akan ditulis ke dalam paragraph deskripsi pada setiap kelompok, tetapi dikerjakan secara individu agar siswa bebas dalam berekspresi dan menuangkan ide dalam bentuk tulisan.

DAFTAR PUSTAKA

 Alwasilah, A. Chaedar, 1994. Dari Cicalangkasampai. Chicago. Bunga Rampai Pendidikan

            Bahasa, Bandung. Penerbit Angkasa.

Ismail, Taufiq. 2000. Pengajaran Sastra yang Efektif dan Efisien. Widya Perwa No.54, Maret 2000. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdiknas Balai Bahasa Yokyakarta.

 Keraf Gorys, 1990. Argumentasi, Deskripsi dan Narasi, Jakarta: PT Gramedia.

 Nurgiantoro, Burhan, 2001. Penelitian dalam Pembelajaran Bahasa dan sastra, Yokyakarta: BPPE.

 Sharpies, M. 1999. How The Write as Creative Design. New York: Routledge.

 Suyatno, 2004. Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra, Surabaya: Sic

 Syafii, Iman, 1988. Retorika dalam Menulis, Jakarta. Depdikbud Dikti, PPLPTK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.