PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013

0
31

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013

 Oleh:

Sri Sunarti, M.Pd

sribdk@gmail.com

PENDAHULUAN

Kurikulum 2013 merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Indonesia 2013). Kurikulum 2013 di bentuk berdasarkan kompetensi yang mengarahkan peserta didik menjadi manusia berkualitas yang mampu dan proaktif, terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan warga negara yang demokratis, bertanggung jawab. Pengembangan kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.

Dalam kurikulum 2013, salah satu model pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran yaitu model pembelajaran berbasis proyek (PBP). Model pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran melalui kegiatan penelitian untuk mengerjakan dan menyelesaikan suatu proyek tertentu.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penerapan model PBP dapat meningkatkan pembelajaran. (S et al., n.d.) menyebutkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Selain itu, model PBP mengembangkan berbagai keterampilan dasar yang harus di miliki siswa termasuk kemampuan keterampilan berpikir, membuat keputusan, berkreativitas, memecahkan masalah, dan mengembangkan rasa percaya diri (Abidin, 2013).

Namun kenyataannya, guru masih mengalami kendala dalam menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek ini. Menurut penelitian (Setyarini 2010), bahwa dalam menerapkan model PBL ini terjadi kendala seperti, bahan cerita yang masih terbatas, tidak memadainya waktu untuk pelajaran bahasa Inggris, kelas yang besar, dan target pencapaian materi yang di tentukan oleh kurikulum dan silabus membuat guru kurang leluasa dalam menerapkan metode ini. Selain itu, Utami (2015), menyebutkan bahwa pembelajaran berbasis proyek berpengaruh terhadap pemahaman konsep kimia dan life skill siswa.

Dari fakta diatas, ini berarti bahwa model PBP masih mengalami kesulitan untuk di terapkan oleh guru. Oleh sebab itu, penulis tertarik menguraikan bagaimana menerapkan model pembelajaran berbasis proyek dalam pembelajaran.

 PEMBAHASAN

Konsep Model Pembelajaran Berbasis Proyek

Pembelajaran berbasis proyek adalah sebuah pembelajaran yang melibatkan proyek perseorangan atau grup yang di laksanakan dalam jangka waktu tertentu. Pembelajaran berbasis proyek ini berpusat pada siswa dan komunikatif karena siswa harus berkomunikasi sebagai bagian dari penyelesaian proyek ini. Disamping itu, model PBP ini dapat mengembangkan softskill siswa.

Menurut BIE dalam Trianto (2010), pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah dan memberi peluang siswa bekerja secara otonom mengkonstruksi belajar mereka sendiri dan puncaknya menghaslkan produk karya siswa bernilai realistik. Model pembelajaran proyek memberikan kegiatan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Hasnawati, 2015). Penekanan pembelajaran terletak pada aktivitas siswa untuk menghasilkan produk dengan menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat sampai dengan mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata. Produk yang dimaksud adalah hasil projek dalam bentuk desain, skema, karya tulis, karya seni, karya teknologi/prakarya, dan nilai-nilnai. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja sama secara mandiri maupun berkelompok dalam mengkonstruksi produk nyata.

Trygg, & Otto, (2011) menyatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata.

Ada beberapa karakteristik model pembelajaran berbasis proyek, yaitu:

  • Siswa sebagai pembuat keputusan dan kerangka kerja
  • Siswa sebagai pemecah masalah
  • Siswa sebagai perancang proses untuk mencapai hasil
  • Siswa bertanggung jawab untuk mendapatkan dan mengelola informasi yang dikumpulkan
  • Melakukan evaluasi secara kontinu
  • Siswa secara teratur melihat kembali apa yang mereka kerjakan
  • Hasil akhir berupa produk dan di evaluasi kualitasnya
  • Kelas memiliki atmosfir yang memberi toleransi kesalahan dan perubahan

Menurut Wena (2012)  dalam Nasriah (2014), ada beberapa prinsip model pembelajaran berbasis proyek, yaitu:

  • Prinsip sentralistis menegaskan bahwa kerja proyek merupakan esensi dari kurikulum.
  • Prinsip pertanyaan pendorong/penuntun berarti bahwa kerja proyek berfokus pada pertanyaan atau permaslaahan yang dapat mendorong siswa untuk berjuang memperoleh konsep utama suatu bidang tertentu.
  • Prinsip investigasi konstruktif merupakan proses yang mengarah kepada pencapaian tujuan yang mengandung kegiatan inkuiri, pembangunan konsep dan resolusi.
  • Prinsip otonomi yang berarti kemandirian siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran yaitu bebas menentukan pilihan sendiri, bekerja dengan minimal supervisi dan bertanggung jawab
  • Prinsip realistis berarti bahwa proyek merupakan suatu yang nyata.

Model pembelajaran berbasis proyek merupakan penggerak yang unggul untuk membantu siswa belajar melakukan tugas autentik dan multidisipliner, menggunakan sumber yang terbatas secara efektif dan bekerja dengan orang lain. Hasnawati (2015) menyebutkan ada beberapa tujuan model pembelajaran berbasis proyek yaitu:

  • Memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembelajaran
  • Meningkatkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah proyek
  • Membuat siswa lebih aktif dalam memecahkan masalah proyek yang kompleks

Penerapan model pembelajaran berbasis proyek mempunyai kelebihan dan kelemahan dalam pembelajaran. Menurut Tiranto (2014), kelebihan model PBP diantaranya, yaitu:

  • Meningkatkan motivasi siswa
  • Membuat siswa lebih aktif
  • Meningkatkan kolaborasi
  • Meningkatkan keterampilan mengelola sumber
  • Mendorong siswa untuk mengembangkan dan mempraktekkan keterampilan komunikasi
  • Memberikan pengalaman pembelajaran dan praktek kepada siswa dalam mengorganisasi proyek dan membuat alokasi dan sumber lain
  • Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan siswa secara kompleks
  • Melibatkan para siswa untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan
  • Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan

Beberapa kekurangan dari pembelajaran berbasis proyek sebagai berikut:

  • Banyaknya peralatan yang harus di sediakan
  • Lemah dalam melakukan percobaan dan pengumpulan informasi
  • Kurang aktif dalam bekerja kelompok

Penerapan Model Pembelajaran berbasis Proyek dalam Pembelajaran Kurikulum 2013

Langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek telah di rumuskan secara terinci sebagai berikut:

  • Pra Proyek

Tahapan ini merupakan kegiatan yang di lakukan guru di lura jam pelajaran. Pada tahap ini, guru merancang deskripsi proyek, menentukan batu pijakan proyek, menyiapkan media, berbagai sumber belajar, dan kondisi pembelajaran.

Fase 1: Menganalisis Masalah

Pada tahap ini, siswa melakukan pengamatan terhadap objek tertentu dan mengidentifikasi masalah serta membuat rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan.

Fase 2 : Membuat Desain dan Jadwal Pelaksanaan Proyek

Pada tahap ini secara kolaboratif baik dengan anggota kelompok ataupun dengan guru merancang proyek yang akan mereka buat, menentukan penjadwalan pengerjaan proyek, dan melakukan aktivitas persiapan lainnnya

Fase 3 : Melaksanakan penelitian

Pada tahap ini, siswa melakukan kegiatan penelitian awal sebagai model dasar bagi hasil yang akan dikembangkan.

Fase 4 : Menyusun Draf / Prototipe Produk

Pada tahap ini , siswa mulai membuat produk awal sebagai rencana dan hasil penelitian yang dilakukan.

Fase 5 : Mengukur, Menilai dan Memperbaiki Produk

Pada tahap ini, siswa melihat kembali produk awal yang dibuat, mencari kelemahan dan memperbaiki produk tersebut

Fase 6 : Finalisasi dan Publikasi Produk

Pada tahap ini, siswa melakukan finalisasi produk.

  • Pasca Proyek

Pada tahap ini, guru menilai, memberikan penguatan, masukan dan saran perbaikan atas produk yang telah dihasilkan oleh siswa.

PENUTUP

Model pembelajaran berbasis proyek adalah kegiatan pembelajaran yang melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah dan memberi peluang siswa bekerja secara otonom mengkonstruksi belajar mereka sendiri dan puncaknya menghasilkan produk karya siswa bernilai realistik. Pembelajaran berbasis proyek, dilakukan dengan menganalisis masalah, membuat desain dan jadwal pelaksanaan proyek, melaksanakan penelitian, menyusun draf / prototipe produk, mengukur, menilai dan memperbaiki produk finalisasi dan publikasi produk.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Y. 2013. Desain Sistem Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum 2013. Bandung: PT Refika Aditama

Baker, E., B.Trgyy, P. Otto. 2011. Project Based Learning Model, Relevant Learning for The 21st Century. Pasific Education Institute.

Hasnawati. 2015. Pendekatan Contextual Teaching and Learning Hubungannya dengan Hasil Belajar. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Indonesia, Pemerintah Republik. 2013. “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.” Undang-Undang Republik Indonesia. doi:10.1017/CBO9781107415324.004.

Setyarini, S. 2010. “‘Puppet Show’: Inovasi Metode Pengajaran Bahasa Inggris Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Sd.” Jurnal Penelitian Pendidikan 11 (1): 1–7.

Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana

Yogi, A., Hasyim, A., Sukirlan, M. 2014. Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi Bahasa Inggris melalui Pembelajaran Berbasis Proyek pada Siswa Kelas VII SMP Tunas Mekar Indonesia. Lampun: UNILA

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.