Penerapan Metode Audio Lingual dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Anak

0
20

 Oleh: Sri Sunarti, M.Pd

Widyaiswara Muda sribdk@gmail.com

Abstract

– Tujuan pembelajaran dengan metode audio lingual memberikan kemudahan bagi anak dalam belajar bahasa Inggris terutama dalam mengingat kata/kalimat. Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk menerapkan metode ini, seperti teknik menghafal, menyusun kata, melengkapi, tanya jawab dan sebagainya. Dengan teknik tersebut, guru dapat mengatasi kelemahan siswa dalam belajar. Dalam pembelajaran, perlu adanya peniruan, latihan, dan penyajian untuk memperkuat anak dalam memahami materi yang diajarkan.

Kata kunci: metode audio lingual, bahasa Inggris, pembelajaran

Pendahuluan

Bahasa Inggris merupakan bahasa yang dipelajari di sekolah mulai dari tingkat dasar hingga ke tingkat tinggi. Dalam pembelajaran bahasa Inggris, ada empat keterampilan yang perlu dikuasai, yaitu keterampilan mendengar, berbicara, menulis dan membaca. Bagi guru yang mengampu Bahasa Inggris memang terasa mudah akan tetapi sulit bagi anak. Yang jadi masalah adalah bagaimana cara kita supaya materi Bahasa Inggris dapat diterima anak dengan baik dengan maksimal dan ada respon positif dari anak.

Mengajar Bahasa Inggris bukan sekedar menyampaikan materi selesai, yang penting materi sudah disampaikan beres tanpa memperhatikan psikologis anak didik kita. Bukankah kita menginginkan anak didik kita merasa enjoy, merasa senang terhadap materi yang kita sampaikan dengan metode yang tepat. Jika anak sudah merasa nyaman dan senang dengan cara kita mengajar tentu materi yang kita sampaikan kepada anak akan cepat diterima anak. Pengajaran Bahasa Inggris di SD akan terasa monoton dan membosankan jika guru minim kreatifitas, dan kurang menguasai metode pengajaran Bahasa Inggris. Mengajar Bahasa Inggris tidak hanya menuliskan vocabulary atau perbendaharaan kata di papan tulis kemudian anak menyalinnya dibuku setelah itu anak menirukan guru dalam mengucapkan kata-kata atau vocab tadi.

Mungkin cara ini adalah cara yang konvensional dan membuat baik anak didik maupun guru menjadi cepat bosan. Apalagi keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Inggris. Terkadang anak merasa putus asa karena susah untuk mengingat kosakata yang mau dipakai sehingga peserta didik malas untuk berbicara. Keterampilan berbicara merupakan suatu keterampilan bahasa yang perlu dikuasai dengan baik. Keterampilan ini merupakan suatu indikator terpenting bagi keberhasilan siswa.

Dengan penguasaan berbicara yang baik, siswa dapat mengkomunikasikan ide-ide mereka, baik di sekolah maupun dengan penutur asing. Keterampilan berbicara merupakan suatu media untuk belajar menyampaikan pendapat kepada orang lain Oleh sebab itu, perlu dikembangkan metode baru untuk meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar bahasa Inggris, terutama keterampilan berbicara. Dalam hal ini, permasalahan yang sering timbul di sekolah adalah bagaimana guru mengajarkan keterampilan berbicara pada peserta didik. Fenomena seperti itu merupakan permasalahan yang perlu segera ditemukan alternative-alternatif pemecahannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam memecahkan permasalahan ini adalah menerapkan pembelajaran dengan metode Audio Lingual Method.

Pembahasan

1. Pengertian Metode Audio Lingual

Metode Audio Lingual merupakan sebuah metode yang pelaksanaannya terfokus pada kegiatan latihan, drill, menghafal kosakata, dialog, dan teks bacaan. Metode ini pertama kali dicetuskan oleh seorang Professor dari Amerika. Metode ini dikembangkan pada tahun 1958 yang didukung dengan cara pembelajaran badan ketahanan nasional. Di Jepang pun metode ini berkembang pesat di seluruh sekolah pada akhir tahun 1970an. Menurut Iskandarwassid (2009), metode audiolingual adalah metode yang mengutamakan pengulangan. Cara itu dilakukan untuk efisiensi waktu dalam belajar bahasa. Dalam metode ini pembelajaran bahasa difokuskan pada pelafalan kata, dan pelatihan pola-pola kalimat yang berulang secara intensif. Selain itu juga, metode ini mengajak guru mempraktikkan sebuah dialog pendek yang satupun artinya belum dapat diterjemahkan oleh siswa. Guru dapat memberikan instruksi kepada siswa untuk mengikuti dialog tersebut dan diajak untuk menebak makna dialog tersebut. Selain itu juga, siswa bisa diajak untuk menghafal dialog yang belum mereka ketahui tulisannya dan artinya dengan jelas. Karena disini siswa diajak untuk memahami suatu dialog dari hasil mendengarnya. Mereka diajak berpikir untuk mengerti isi dialog dan menghafalnya dalam waktu singkat tanpa boleh membaca atau menulisnya. Setelah siswa hafal, barulah guru memberi tahu kosakata yang ada dalam di dalam dialog tersebut. Siswa membaca, kemudian mereka menulisnya. Metode ini dipercaya ampuh untuk membuat siswa belajar bahasa Inggris dengan cepat.

2. Penerapan Metode Audio Lingual dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Metode Audio Lingual merupakan suatu metode yang dapat membuat siswa bisa menggunakan bahasa target secara komunikatif dan otomatis tanpa berhenti untuk berpikir. Selain itu, metode ini membantu siswa untuk memperoleh pola structural kalimat atau bahasa dan membiasakan siswa berbicara bahasa inggris dengan mengulang-ulang kata atau kalimat. Dengan mengulang kata atau kalimat siswa diharapkan dapat menjadikan suatu kebiasaan agar lebih percaya diri dalam mengucapkan kalimat bahasa inggris dengan baik dan benar.

Dalam audio lingual method, ada variasi drills yang dapat digunakan seperti: – Repetation, dimaksudkan agar siswa mengulangi suara yang di dengar. Contoh : I used to know him – I used to know him – Inflection, adanya muncul satu kata dari yang didengar. Contoh : I bought the ticket – I bought the tickets – Replacement, siswa mengganti kata ganti orang yang di dengar berdasarkan instruksi. Contoh : Tell him to wait for you – wait for me – Completion, siswa mendengar ungkapan lengkap kecuali satu kata dan kemudian mereka akan mengulang dengan bentuk yang lengkap. Contoh: I’ll go my way and you gou …. – I’ll my way and you go yours – Transportation, maksudnya perubahan word order ketika katanya ditambah. Contoh: I’m hungry (so) – so am I – Expansion, digunakan saat kata ditambah dan it sebagai pengganti kata. Contoh; I know him (hardly) – I hardly know him Penerapan metode audio lingual ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan, sebagai berikut: 1. Pelajar harus menyimak, berbicara, membaca dan menyimak 2. Tata bahasa harus disajikan dalam bentuk pola-pola kalimat atau dialog dengan topik situasi sehari-hari atau nyata. 3. Harus rajin melakukan latihan (drill) 4. Tahapan yang disajikan dari yang termudah sampai tersulit 5. Berikan penguatan positif dalam mengajar Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa inggris dengan metode audio lingual, yaitu sebagai berikut:

a. Teknik Menghafal Dialog (Dialogue Memorization Technique)

Dalam teknik ini, siswa harus menghafal dialog atau percakapan pendek antara dua orang pada awal pelajaran. Dalam praktiknya, siswa memerankan satu orang peran dalam dialog, sedangkan guru dapat memerankan sebagai tokoh pasangannya. Setelah, siswa menghafal dialog dari satu tokoh, guru dan siswa berganti peran. Kemudian, siswa mengahafal dialog yang baru lagi. Selain cara seperti diatas, guru dapat membagi siswa ke dalam dua kelompok. Masing-masing kelompok memerankan satu peran / tokoh dan menghafalkan dialog tersebut. Setelah masing-masing kelompok memerankan satu peran dan menghafalkan dialog tersebut, siswa diminta untuk berganti peran. Setelah, seluruh siswa hafal dialog tersebut, guru meminta siswa untuk mempraktikan dialog tersebut secara berpasangan di depan kelas.

b. Teknik Pengembangan Dialog (Backward Bulld-up /Expansion Drill)

Teknik ini digunakan ketika siswa mengalami kesulitan dalam menghafalkan dialog panjang. Guru dapat membagi dialog panjang dalam beberapa potongan kertas, sehingga mempermudah siswa dalam menghafal. Contoh: It is a beautiful scenery.

c. Teknik Pengulangan (Repetetion Drill)

Pada teknik ini siswa diminta untuk menirukan guru seakurat dan secepat mungkin. Guru mengucapkan sebuah kalimat, siswa mendengarkan. Dengan teknik ini, siswa dapat melatih kemampuan mendengarnya. Contoh : Guru : This is the seventh month Siswa : This is the seventh month

d. Teknik Rangkaian (Chain Drill)

Teknik ini dilakukan dengan cara meminta siswa untuk duduk melingkar di dalam ruangan, kemudian satu persatu siswa bertanya dan menjawab pertanyaan. Guru memulai drill ini dengan menyapa atau bertanya pada salah satu siswa. Kemudian siswa tersebut menjawab pertanyaan tadi, kemudian siswa tersebut bertanya kembali kepada teman di sampingnya. Siswa yang ditanya tado menjawab dan bertanya lagi kepada teman di sampingnya. Ulangi teknik tadi, untuk seterusnya.

e. Teknik Mengganti Kata Tunggal (Single Slot Substitution Drill)

Pada teknik ini, guru membacakan satu baris dialog, kemudian siswa mengucapkan satu kata atau kelompok kata. Setelah itu, siswa diminta untuk menirukan dengan cara memasukkan kata atau kelompok kata tersebut secara tepat ke dalam dialog tadi.: Contoh: Guru : I know him. (hardly) Siswa : I hardly know him.

f. Teknik Mengganti Kata Banyak (Multiple Slot Substitution Drill)

Teknik ini sama dengan single slot substitution drill, tapi sedikit lebih luas. Tidak hanya satu bait dialog, tetapi satu dialog penuh.

g. Teknik Merubah Kalimat (Transformational Drill)

Dalam teknik ini, guru memberikan siswa sebuah kalimat, kemudian siswa diminta untuk merubah kalimat tersebut menjadi bentuk yang berbeda, seperti: bentuk interrogative, negative, positive, pasif, imperative dan sebagainya.

h. Teknik Tanya Jawab (Question and Answer Drill)

Teknik ini melatih siswa untuk lebih cermat dalam menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh guru. Siswa dilatih untuk menjawab pertanyaan tersebut.

i. Teknik Pasangan Kata (Use Minimal Pairs)

Teknik ini, guru menggunakan pasangan kata yang berbeda satu bunyi, misal: ship dan sheep. Disini, siswa diminta untuk menemukan perbedaan dua kata tersebut, kemudian berlatih untuk mengucapkan kata tersebut dengan benar.

j. Teknik Melengkapi dialog (Complete the Dialoque)

Teknik ini dilakukan dengan cara, guru menuliskan dialog dalam sebuah kertas, lalu guru menghapus beberapa kata dalam dialog tersebut, kemudian siswa diminta untuk melengkapi dialog tersebut.

k. Teknik Permainan Tata Bahasa (Grammar Game)

Teknik permainan tata bahasa ini mirip dengan supermarket alphabet, didesain untuk melatih tata bahasa / grammar siswa dalam satu konteks. Dengan begitu, siswa terbiasa mengekspresikan dirinya sendiri walaupun dalam tempat yang terbatas.

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan dengan menerapkan metode audio lingual, seorang guru akan memberi contoh tentang model yang benar (pronounce) dan bagaimana cara melafalkannya (how to pronounce) sebuah kalimat dan siswa menirukan. Setelah itu, siswa dapat mengenal kata-kata baru dengan struktur kalimat yang sama. Siswa diberi kosakata dan diminta untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di dalam metode audio lingual terdapat beberapa langkah yang biasa dilakukan dalam proses pembelajaran. Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan menerapkan metode audio lingual yaitu: a. Penyajian teks dialog atau teks pendek yang dibacakan guru berulang-ulang dan siswa menyimak tanpa melihat teks yang dibaca. b. Peniruan dan penghafalan teks secara bersamaan. c. Penyajian kalimat dilatih dengan pengulangan. d. Dramatisasi dialog atau teks yang dilatihkan diperagakan didepan kelas e. Pembentukan kalimat lain yang sesuai dengan yang dilatihkan. Penerapan metode ini dapat mengembangkan pengetahuannya mengenai struktur, pola kebiasaan bahasa yang dimiliki sebelumnya. Namun, dengan cara peniruan dan penguatan, siswa dapat mengidentifikasi hubungan antara stimulus dan responsi yang merupakan bahasa kedua/bahasa asing.

Kesimpulan

Dengan menerapkan metode audio lingual dalam pembelajaran bahasa Inggris, anak akan lebih mudah memahami dan menghafal kalimat yang diinginkan. Pengulangan kata atau kalimat yang dilakukan secara terus menerus akan meningkatkan daya ingat anak. Anak juga mengingat kata / kalimat dengan menirukan dari guru. Dengan berbagai teknik dalam metode audio lingual dapat dilakukan dalam meningkatkan daya serap anak dalam pembelajaran bahasa Inggris.

Daftar Pustaka

Iskandarwassid., & Dadang, S. 2008. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.