PENELITIAN TINDAKAN BIMBINGAN DAN KONSELING

0
27

Oleh :

Dra.Nelly Nurmelly,MM

Widyaiswara Madya Balai Diklat Keagamaan Palembang

 Abstrak : Dalam aktivitas layanan bimbingan dan konseling sehari-hari konselor sekolah sudah sangat akrab dengan data. Konselor yang peka terhadap profesinya rajin mengumpulkan data baik yang diperoleh melalui teknik tes maupun non tes. Di dalam kegiatan penelitian tindakan, keberadaan data merupakan komponen yang sangat penting, karena seperti apapun penelitian yang dirancang oleh peneliti tujuannya adalah untuk memperoleh data. Ketika konselor sekolah memutuskan untuk memecahkan masalah salah satu segmen layanan bimbingan dan konseling di sekolahnya, maka dengan sendirinya peranannya berubah menjadi konselor peneliti.

Kata Kunci : Bimbingan, Konseling, Penelitian Tindakan.

 PENDAHULUAN

Konselor sekolah membantu siswa dengan berbagai masalah terkait dengan personal-sosial , akademik, dan karir.  Siswa datang menemui konselor sebab menghadapi masalah yang tidak dapat mereka selesaikan sendiri. Kedatangan mereka kadang-kadang bukan didasari oleh kesukarelaan, tetapi atas perintah guru yang tidak puas terhadap perilaku belajar mereka. Boleh jadi siswa sudah memiiki sejumlah solusi terhadap masalah mereka, namun keragu-raguan untuk mengambil keputusan solusi mana yang akan diambil menjadi pendorong utama untuk menemui konselor mereka. Penelitian tindakan bimbingan adalah merupakan pengembangan dari penelitian tindakan kelas(PTK) yang sudah dikenal luas pada kalangan guru mata pelajaran. Dalam rangka penulisan karya ilmiah maka penelitian tindakan kelas tidak diartikan sesempit itu saja melainkan lebih dikenal dengan “penelitian tindakan” saja. Dengan demikian tindakan yang diberikan bukan hanya dapat dilakukan oleh guru, tetapi juga oleh kepala sekolah, guru pembimbing, pengawas sekolah bahkan oleh siapa saja yang ingin melakukan tindakan untuk memperbaiki hasil kerjanya. Karena itulah kemudian dalam kalangan ilmiah di bidang pendidikan akhirnya dikenal beberapa penelitian tindakan, yaitu : penelitian tindakan kelas(PTK) yang dilakukan oleh guru mata pelajaran, peneltian tindakan bimbingan (PTB) dilakukan oleh guru pembimbing dan penelitian tindakan sekolah (PTS) yang dilakukan oleh para pengawas sekolah. Penelitian Tindakan BK dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan, yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukannya itu, serta memperbaiki kondisi dimana praktek-praktek  bimbingan dan konseling tersebut dilakukan

PERMASALAHAN

Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, ada beberapa permasalahan yang akan dibahas yaitu :

  1. Apa Peran Konselor Sekolah ?
  2. Apa Tujuan dari Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling ?
  3. Bagaimana manfaat dari Penelitian Tindakan bagi Konselor

PEMBAHASAN

  1. Peran Konselor Sekolah

Ketika konselor sekolah memutuskan untuk memecahkan masalah salah satu  segmen praktik layanan bimbingan dan konseling di sekolahnya, maka dengan sendirinya perannya berubah menjadi konselor peneliti sebagai peneliti, konselor sekolah harus selalu ingat bahwa penelitian tindakan melibatkan :

  1. Satu komitmen untuk peningkatan program layanan bimbingan dan konseling dan dengan sasaran akhir peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
  2. Pertanyaaan khusus penelitian yang berbeda dari jenis penelitian lainnya.
  3. Peletakan kata saya selaku pusat penelitian dan secara kolaboratif mengajak siswa sebagai mitra peneliti, bukan objek penelitian. Pertanyaan penting yang perlu dijawab ialah : bagaimana posisi saya dalam penelitian? Dan bagaimana pula posisi saya dalam tindakan?.
  4. Apa bentuk tindakan?
  5. Pemantauan sistematik untuk memperoleh data yang valid
  6. Memberikan deskripsi otentik terhadap tindakan yang diambil
  7. Refresentasi penelitian tindakan, refleksi diri, dialog dan koversasi, naratif dan ceritera, dan menggunakan siklus dan spiral penelitian tindakan.
  8. Validasi klaim penelitian tindakan
  9. Diseminasi hasil-hasil penelitian tindakan,

2.Tujuan Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling

Tujuan utama PTBK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi didalam pelaksanaan layanan BK sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan melalui tindakan yang akan dilakukan. PTBK juga bertujuan untuk meningkatkan kegiatan nyata guru pembimbing dalam pengembangan profesinya. Tujuan khusus PTBK adalah untuk mengatasi berbagai persoalan nyata guna memperbaiki atau meningkatkan kualitas layanan BK. Secara lebih rinci tujuan PTBK antara lain:

  1. Meningkatkan mutu isi,proses,dan hasil layanan BK disekolah.
  2. Membantu Guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam mengatasi masaslah siswa didalam dan diluar kelas
  3. Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan
  4. Menumbuh kembangkan budaya akademik dilingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif didalam melakukan perbaikan mutu pendidikan pembelajaran/ BK berkelanjutan.
  5. Meningkatkan layanan profesional guru dalam memberikan layanan dengan melakukan refleksi untuk mendiagnosis keadaan, mencobakan berbagai alternatif pemecahan dan mengimplementasikan terbaik dan mengevaluasi.
  6. Mengembangkan ketrampilan guru pembimbing yang bertolak dari kebutuhan untuk menanggulangi berbagai permasalahan dalam pembelajaran/bimbingan.

Output  atau hasil yang diharapkan melalui PTBK adalah peningkatan atau perbaikan kualitas proses dan hasil layanan BK yang meliputi hal-hal sebagai berikut: 1)Peningkatan atau perbaikan kinerja siswa di sekolah.2)Peningkatan atau perbaikan mutu proses layanan BK.3)Peningkatan atau perbaikan kualitas penggunaan media, alat bantu bimbingan, danmedia bimbingan lainnya4)Peningkatan atau perbaikan kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakanuntuk mengukur proses dan hasil bimbingan terhadap siswa.5)Peningkatan atau perbaikan masalah-masalah pendidikan anak di sekolah.6)Peningkatan dan perbaikan kualitas dalam pengembangan kompetensi siswa disekolah

  1. Manfaat Penelitian Tindakan Bagi Konselor

                Penelitian Tindakan dapat menjadi pencarian yang mengesankan bagi konselor sekolah karena sejumlah alasan. Setidak-tidaknya konselor ingin mengetahui lebih banyak tentang praktek mereka. Jenis penelitian ini setidak-tidaknya memiliki sejumlah manfaat.

Adapun manfaat berikut ini merupakan adaptasi dari pandangan Ferrance ( 2000) :

  1. Penelitian tindakan langsung berfokus pada isu-isu yang ada di dalam program layanan bimbingan dan konseling atau yang menjadi kepedulian bersama. Penelitian dilakukan oleh konselor sekolah bersama-sama dengan siswa dalam tatanan yang alamiah di mana konselor sudah cukup akrab dengan suasana dan bidang keilmuannya. Seringkali penelitian yang bersifat akademik dilibat terpisah dari kehidupan sehari-hari konselor. Sementara penilaian ini mungkin tidak selalu benar, akan sangat berguna bagi konselor sekolah untuk meneruskan hasil-hasil penelitian dimaksud, dan membawa mereka ke dalam sekolah sendiri ini juga menentramkan orang tua atau administrator pendidikan di luar sekolah.
  2. Penelitian Tindakan merupakan salah satu bentuk upaya pengembangan profesionalitas konselor sekolah. Riset dan refleksi memungkinkan konselor sekolah tumbuh menjadi profesional yang mandiri dan memperoleh rasa percaya diri yang tinggi dalam pekerjaan mereka.
  3. Interaksi Kolegial dapat terbentuk. Keterasingan merupakan sisi ketidaknyamanan bagi konselor sekolah. Mereka memiliki ruang sendiri, yang kebanyakan terpisah dari guru-guru lainnya. Konselor sekolah boleh jadi merasa terasing dengan keadaan ini dan mungkin hanya ada sedikit atau tidak ada waktu sama sekali untuk melakukan konversasi dengan rekan lainnya. Penelitian Tindakan yang dilakukan secara kolaboratif atau tim konselor memungkinkan terjadinya interaksi yang intens dengan teman sejawat berkenaan efikasi layanan bimbingan dan konseling. Bekerja dalam tin konselor harus menjelaskan gaya dan strategi konseling
  4. Penelitian tindakan dalam bimbingan dan konseling memiliki potensi yang luar biasa dalam mempengaruhi perubahan sekolah .Selagi konselor terlihat di dalam penelitian tindakan, mereka lebih mampu melihat sekolah secara global.bukan semata dilihat dari sisi individu konselor atau layanan bimbingan dan konseling. Proses ini menciptakan pola baru secara kolegalitas komunikasi dan keinginan berbagi dengan sesama personel sekolah lainnya. Kontribusi dunia Bimbingan dan Konseling terhadap perkembangan sekolah menjadi sekolah efektif  merupakan hasil signifikan dan kegiatan penelitian tindakan di sekolah.
  5. Penelitian Tindakan memungkinkan konselor melakukan refleksi terhadap praktik Bimbingan dan Konseling mereka sendiri.Kesempatan bagi konselor untuk mengevaluasi  diri sendiri di sekolah mungkin jarang dilakukan biasa dilakukan secara informal. Penelitian tindakan dapat berperan sebagai suatu peluang untuk melibat secara nyata praktik layanan bimbingan dan konseling secara terstruktur. Sementara fokus penelitian tindakan biasanya hanya pada siswa konselor dapatjuga menginverstigasi apa pengaruh layanan mereka terhadap siswa, bagaimana mereka dapat bekerja dengan personal sekolah lainnya atau cara-cara  mengubah sekolah agar lebih baik dari situasi sebelumnya. Fokus refleksi dapat beragam sesuai dengan kebutuhan peningkatan yang diiginkan, mulai dari sekedar memantapkan situasi yang sudah dicapai sampai dengan pemahaman yang lebih mendalam. Terakhir manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian tindakan ialah peningkatan komunikasi. Tim kerja konselor sekolah memungkinkan mereka  bekerja secara kolaboratif. Mereka yang terlibat di dalam penelitian tindakan menjadi lebih fleksibel di dalam cara berpikir dan lebih terbuka terhadap gagasan baru. Perubahan pola perilaku tersebut akan menciptakan sistem kolegalitas, komunikasi dan jejaring yang lebih intens.

PENUTUP

Simpulan

Konselor perlu mengembangkan satu kesadaran bahwa praktik dan penelitian secara mutual bukanlah dua aktivitas ysng eksklusif. Dalam pengembangan kesadaran ini konselor perlu melakukan aktivitas penelitian tindakan untuk meningkatkan pelayanan bimbingan dan konseling yang dilakukannya. Rumusan penelitian tindakan tersebut secara ringkas ingin menjelaskan bahwa penelitian tindakan menggunakan metode ilmiah, bertujuan untuk menyelesaikan masalah dan menentukan efektifitas praktis para konselor, dengan  cakupan program yang bersifat tunggal atau  program layanan bimbingan secara keseluruhan. Karakteristik penelitian bimbingan dan konseling adalah siklustik , partisipatif, kualitatif dan reflektif. Dalam pelaksanaannya seorang peneliti harus berpedoman pada prinsip –prinsip penelitian tindakan bimbingan dan konseling sehingga penelitian tersebut memberikan manfaat bagi konselor dan pengembangan profesinya.

Dari uraian pemaparan diatas, kami bisa memberikan saran sebagai berikut :

  • Meskipun hasil-hasil penelitian tindakan tidak serta merta dapat diterapkan ke dalam kekonteks lain, hasil-hasil penelitian tindakan tetap perlu didisiminasikan atau disosialisasikan kepada pihak lain.
  • Konselor sekolah lain mungkin tertarik dengan penelitian yang sudah dilakukan dan melakukan penyesuaian ketika ingin mengimplementasikan disekolahnya. Dengan demikian penelitian tindakan tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

 Arikunto, Suharsimi,Prof. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta. Bumi Aksara

Dikti (2004) Pedoman Penyusunan Usulan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom

Action Research). Diunduh tanggal 19 Juni 2009 dari http://dikti.go.id/Archive 2007/ PanduanUsulan Dan Laporan PTK,pdf

Hakim,Arief M. 2005. Kiat Menulis Arikel Di Media. Bandung. Penerbit Nuansa

Cendikia

Hardjodiputro,Siswojo.1986. Karya Ilmiah.. Yakarta. Erlangga

Mukhtar. 2007. Bimbingan Skripsi,Tesis dan Artikel Ilmiah. Yakarta. Gaung Persada

Pres

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.