PENDIDIKAN MELALUI SENI DALAM PENDEKATAN PEMBELAJARAN TERPADU

0
49

OLEH: Dra. Hodidjah

WIDYAISWARA BDK PALEMBANG

ABSTRAK

Setiap anak yang tidak berhasil menyelesaikan bahkan mengenyam pendidikan formal dinilai oleh masyarakat sebagai suatu kekurangan sehingga sering kali menimbulkan rasa tidak percaya diri pada anak maupun keluarganya. Hal ini terjadi karena sebagian besar orang tua menganggap bahwa pelajaran di sekolah belum dapat mengisi kebutuhan anak untuk pengetahuan dan keterampilan di masa depan atau menambah kemampuan anak agar dapat mencapai rangking tertinggi di sekolah. Para ahli sering kali mengatakan anak kita di sekolah lebih banyak belajar untuk mengembangkan otak kiri daripada bagian kanan. Sekolah tidak memberikan  anak kemampuan dan kesenangan untuk belajar.Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan pendidikan seni. Seni merupakan kegiatan manusia yang amat menyenangkan karena di dalamnya terdapat kegiatan bermain dan bereksplorasi serta bereksperimentasi dengan menggunakan  berbagai unsur  seni untuk mencipta suatu dan hal baru bagi diri mereka. Peran pendidikan seni yang bersifat multidimensional, multilingual, dan multicultural memiliki potensi dalam pengembangan kecerdasan manusia agar mampu bertahan hidup dan mampu tampil secara bermartabat pada masa kini dan depan, dipandang perlu agar dapat lebih dipahami oleh banyak pihak

Kata Kunci: Pendidikan seni, Pendekatan pembelajaran terpadu

PENDAHULUAN

Pendidikan formal jenjang TK hingga SMU di Indonesia telah menjadi bagian dalam kehidupan anak bangsa.  Bahkan saat ini pendidikan di jenjang Taman Bermain seakan-akan sudah menjadi keharusan bagi keluarga mampu dalam merencanakan keberhasilan pendidikan bagi anak mereka. Setiap anak yang tidak berhasil menyelesaikan bahkan mengenyam pendidikan formal dinilai oleh masyarakat sebagai suatu kekurangan sehingga sering kali menimbulkan rasa tidak percaya diri pada anak maupun keluarganya.

Waktu untuk belajar di pendidikan formal semakin bertambah sehingga anak lebih banyak menghabiskan waktu mereka, di sekolah daripada di tengah keluarga mereka.  Kesempatan  bermain yang merupakan bagian dari kebutuhan anak semakin berkurang. Hal ini terjadi karena sebagian besar orang tua menganggap bahwa pelajaran di sekolah belum dapat mengisi kebutuhan anak untuk pengetahuan dan keterampilan di masa depan atau menambah kemampuan anak agar dapat mencapai rangking tertinggi di sekolah. Pada akhirnya anak sering kali mengalami stress yang berakibat merugikan perkembangan mereka.

Kondisi anak seperti di atas bahkan bertambah pasrah dengan adanya sistem pembelajaran yang sangat kaku di sekolah, sebagian besar guru di kelas mengajar dengan cara bercamah dan menjejali dengan materi pelajaran untuk mengejar target kurikulum yang ada. Jarang ada guru yang menggunakan cara pengajarannya dengan eksplorasi dan eksperimntasi untuk meningkatkan kemampuan anak dengan alasan klise bahwa waktu yang diperlukan sangat terbatas dan materi  yang perlu diberikan sangat banyak. Pada akhirnya anak terpaksa menghafal pelajaran tanpa merasakan manfaatnya untuk kehidupan mereka. Berbagai kemampuan dasar anak untuk mengh   dapi berbagai kehidupan masa kini dan mendatang tidak berkembang. Para ahli sering kali mengatakan anak kita di sekolah lebih banyak belajar untuk mengembangkan otak kiri daripada bagian kanan. Sekolah tidak memberikan  anak kemampuan dan kesenangan untuk belajar. Akibatnya anak belajar hanya sebatas sebagai kewajiban tanpa memiliki kesadaran dan kesenangan.

Motivasi anak belajar di sekolah menjadi sangat rendah akibat beban belajar yang kurang memperhatikan kebutuhan perkembangan berbagai kemampuan dasar anak. Apabila ada, maka motivasi yang muncul hanya sebatas mencapai rangking tertinggi dengan cara apapun. Motivasi untuk belajar mencari dan menggali sesuatu pengetahuan tidak dibiasakan oleh guru. Hal ini, berakibat membudayakan kegiatan menyontek pada anak bangsa.

Belajar dengan cara yang menyenangkan bagi siswa kurang mendapat perhatian para pendidik . Melalui proses pembelajaran yang menyenangkan anak, hasil belajar yang diperoleh tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang ilmu yang dipelajari bahkan lebih, tetapi dapat membentuk sikap  senang belajar dan ini sangat penting untuk masa depan mereka.

PERAN SERTA SENI

Seni merupakan kegiatan manusia yang amat menyenangkan karena di dalamnya terdapat kegiatan bermain dan bereksplorasi serta bereksperimentasi dengan menggunakan  berbagai unsure seni untuk mencipta suatunhal barunbagi diri mereka.

Peran pendidikan seni yang bersifat multidimensional, multilingual, dan multicultural (M.Goldberg,1999) memiliki potensi dalam pengembangan kecerdasan manusia agar mampu bertahan hidup dan mampu tampil secara bermartabat pada masa kini dan depan, dipandang perlu agar dapat lebih dipahami oleh banyak pihak.

  • Multidimensional

Melalui peran pendidikan seni yang multidimensional , pada dasarnya dapat dikembangkan berbagai kemampuan dasar manusia, meliputi fisik, perceptual, intelektual, emosional, social, kreativitas dan estetik (V.Lowenfeld, 1984). Berdasarkan hal tersebut berbagai kecerdasan manusia dapat dioptimalisasi melalui pendidikan seni. Dapat dijadikan landasan untuk pengembangan kemampuan peserta didik di bidang lain seperti sains, matematika, sejarah, IPS, dll.

  • Multilingual

Proses pendidikan seni yang multilingual dapat mengembangkan kemampuan manusia dalam berkomunikasi melalui ragam bahasa di samping bahasa verbal. Bahasa yang dimaksud di sini adalah bahasa untuk berekspresi  dan berkomunikasi secara rupa, bunyi, gerak, dan keterpaduannya (Geldberg M, 1997). Selain itu, seni merupakan bahasa rasa dan citra atau image. Oleh sebab itu seni dinyatakan  sebagai cermin kehidupan atau cermin realita.

Bila dalam bahasa verbal terdapat kosakata maka dalam berbahasa seni terdapat pula kosarupa, bunyi, gerak, keterpaduannya serta citra atau image yang berkaitan dengan isi atau objek dan cara )Primadi T, 1999). Bila dalam bahasa verbal terdapat tata bahasa maka dalam seni terdapat tatanan artistic dan estetik (Goldberg M, 1997).

Agar manusia mampu bertahan hidup, menunjukkan jati dirinya dan bersaing, maka kemampuan beragam bahasa perlu dikembangkan melaluinpendidikan seni. Melalui kemampuan beragam bahasa seni, manusia diharapkan mampu memahami dan berekspresi terhadap citra budaya sendiri dan budaya asing secara mendalam.

Tanpa menguasai berbagai bahasa dengan keragaman karakteristik simbolnya, kemampuan manusia dalam mengembangkan teknologi dan ilmu pengetahuan tidak dapat tercapai secara optimal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan manusia dalam berbahasa rupa telah memiliki andil yang sangat besar dalam pengembangan berbagai peralatan dan program softwer berteknologi tinggi seperti komputer. Selain itu tanpa kemampuan manusia akan terhambat dalam memahami bahasa komputer. Selain itu kemampuan berbahasa rupa yang baik  maka kemampuan manusia akan terhambat dalam memahami bahasa komputer yang sebagian besar menggunakan simbol rupa. Demikian pula halnya dengan bahasa bunyi dan gerak serta perpaduannya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif antara tingkat kemampuan berbahasa bunyi dengan tingkat kemampuan intelektual dan emosional pada manusia.

  • Multikultural

Seni merupakan hasil ekspresi manusia dan budayanya. Melalui

pendidikan seni, manusia dapat membentuk dan mengembangkan kemampuannya dalam berbudaya. Kemampuan untuk menghayati, menghargai dan bangga pada budaya yang dimiliki serta budaya orang lain dapat ditumbuhkembangkan melalui pendidikan seni sejak anak berusia dini. Melalui kepekaan penghayatan yang tinggi peserta didik diharapkan dapat memiliki sikap saling menghormati dan saling menjaga keragaman dan perbedaan budaya bangsa sendiri dan budaya asing.

Peran seni yang bersifat multicultural ini dapat dijadikan dasar pemersatu bangsa dengan mengembangkan kemampuan manusia untuk saling menghargai akan adanya perbedaan. Melalui pemahaman dan penghayatan serta penghargaan terhadap budaya Indonesia dan internasional diharapkan bangsa Indoesia akan menjadi bangsa  yang berkarakter dan beradab.

Masyarakat yang berbudaya mencerminkan bangsa yang berkualitas  sehingga melalui pendidikan seni yang multicultural ini manusia Indonesia diharapkan mampu memiliki ketahanan budaya dan menunjukkan jati diri sebagai bangsa yang beradab.

Mengingat peran pendidikan  seni seperti yang diuraikan tadi, maka melalui pendidikan seni yang tepat dan benar motivasi anak dalam belajar dapat meningkat, Bahkan dalam hal ini dapat membentuk sikap senang belajar yang merupakan kebiasaan yang sangat diperlukan anak untuk masa depannya.

Peran seni lain yang tak kalah pentingnya bagi anak yang mengalami gangguan psikologi adalah sebagai media terapi. Berbagai penelitian  telah menunjukkan bahwa melalui kegiatan seni (seni rupa, seni music, maupun tari) yang dilakukan seseorang dapat mengurangi tekanan-tekanan psikologis yang dialaminya. Ekspresi diri yang dilakukan melalui kegiatan seni dapat dilakukan melalui gejolak emosi yang berlebihan atau yang kurang berkembang sehingga tingkat depresi anak dapat dikurangi.

PEMBELAJARAN TERPADU

Belajar terpadu merupakan pendekatan dalam kegiatan pembelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak. Pengalaman bermakna merupakan pengalaman langsung yang menghubungkan pengalaman yang telah mereka miliki dengan pengalaman yang akan dipelajari dan memiliki nilai guna dalam kehidupan mereka pada saat ini maupun mendatang.

Pembelajaran terpadu lebih berorientasi pada kebutuhan perkembangan anak. Anak sebagai individu memiliki karakteristik yang berbeda sehingga memiliki kebutuhan yang berbeda-beda pula. Agar setiap individu memperoleh perkembangan  yang optimal diperlukan perlakuan yang berbeda pula sesuai dengan kebutuhan dan taraf perkembangan anak. Pendekatan ini beracu pada  teori perkembangan  diantaranya piaget dan pakar kognitivis  lain yang menekankan program pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan perkembangan anak dan menolak pembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak melalui drill.

Dalam pendidikan seni pendekatan pembelajaran yang digunakan meliputi ; (1) belajar melalui seni, (2) belajar dengan seni dimana seni berperan sebagai media belajar untuk bidang ilmu lain seperti matematika, sains, sejarah, dan lain-lain. Serta belajar  dalam seni di mana seni berperan sebagai substansi ilmu yang dibelajarkan.    Dalam sejarah pendidikan  di Negara kita pendidikan seni yang selalu dilakukan adalah belajar untuk seni. Peran belajar melalui dan dengan seni kurang dimanfaatkan oleh peran guru bidang seni itu sendiri maupun guru bidang lain.

Keseluruhan pendekatan itu dapat mengoptimalkan kemapuan anak bila dipadukan dengan pembelajaran terpadu agar seluruh pengetahuan dan sikap yang dipelajari sesuai dengan kehidupan anak sehari-hari. Dalam realita kehidupan nyata      berbagai permasalahan. Agar berbagai peran pendidikan seni ini bermakna bagi anak maka pendekatan pembelajaran terpadu digunakan pula dalam pendidikan seni.

PEMBELAJARAN KESENIAN TERPADU

Dalam pembelajaran kesenian terpadu berbagai bidang seni seperti seni rupa, music, tari, drama dapat dipadukan di samping keterpaduan dg bidang ilmu lain seperti matematika, IPA, IPS, agama, olahraga, dan lain-lain. Keterpaduan dalam bidang seni dapat dilakukan berdasarkan pada matra substansial dalam bidang-bidang seni itu sendiri. Seperti persepsi, pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi, apresiasi dan produksi yang bertujuan pada pengolahan dan pengembangan kesadaran estetis anak. Sedangkan keterpaduan dengan lintas bidang seni dapat dilakukan berdasarkan dimensi perkembangan anak yang meliputi fisik, perceptual, intelektual, social, emosional, kreativitas, moral dan estetis.

Berbagai matra substansial ini dapat diangkat sebagai tema atau inti kajian dalam perencanaan pembelajaran terpadu di samping peristiwa penting yang ada dalam kehidupan anak. Mengingat berbagai bidang seni maupun bidang ilmu lain memiliki karakteristik yang berbeda, maka diperlukan sikap dan pikiran kreatif dalam menentukan konsep esensial apa yang dapat dijadikan pusat minat dalam penyelenggaraan pembelajaran terpadu. Di samping itu  perlu diperhatikan dan ditelaah berbagai kompetensi dasar dan pokok bahasan yang ada di kurikulum untuk diangkat sebagai inti kajian.

KESIMPULAN

  • Pendidikan seni memiliki peran multidimensional, multilingual dan multicultural. Hal ini sangat bermanfaat bagi perkembangan anak bila dilakukan secara tepat dan benar. Peran ini sangat bermanfaat tidak saja menjadikan anak dapat memiliki kompetensi dalam bidang seni tetapi juga kompetensi di bidang ilmu lainnya.
  • Pendidikan melalui seni merupakan pendekatan dalam pembelajaran berbagai bidang ilmu lain, dan dilakukan guru agar pembelajaran di kelas yang mereka sampaikan menjadi lebih bermakna dan menarik hingga motivasi belajar siswa dapat meningkat.
  • Melalui pendekatan terpadu pendidikan melalui seni, dengan seni dan untuk seni dapat diterapkan secara optimal.
  • Berbagai model pembelajaran terpadu yang digunakan memiliki kelemahan dan kekuatan, dan hal ini perlu mendapat perhatian guru agar hasl belajar yang ingin dicapai menjadi optimal
  • Pembelajaran terpadu dapat membangun kompetensi guru dalam berkemampuan bekerja secara tim, ilmu lain sehingga wawasan guru dapat semakin luas.

DAFTAR PUSTAKA

Clearly Pauline, Lucas, Di. (1986), Learning Trough an Approches and Guidelines Integrated Curriculum, Victoria:Ministry of Education.

Cut Kamaril Wardani, (1999), Pembelajaran Terpadu di Sekolah Dasar, Modul 6, Jakarta:Unuversitas Terbuka.

Forgaty Robin, (1991), The Mindful School: Hoe To Integrate the curricula, Pallatine, Illinois: Sri Skylight Publishing, Inc.

Lowenfeld Viktor, Britain Lambert, (1975), Creative and Mental Growth, New York: McMilland Co

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.