PEMBELAJARAN SENI RUPA PADA SEKOLAH DASAR

0
110

Oleh: Sri Sunarti, M.Pd

Widyaiswara Ahli Madya

 

 

Abstrak

Pembelajaran seni rupa merupakan kegiatan mengekspresikan perasaan dan gagasan dalam bentuk gambar, dan warna. Kemampuan anak dalam seni rupa dapat berupa menggambar, melukis dengan jari, melukis, membentuk, mencetak, menjiplak, membuat kolase dan menggunting, menempel, melipat. Kegiatan ini menciptakan kreatifitas dan inovasi serta kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar.

 

Kata kunci: pembelajaran seni rupa, kreatifitas

 

 

Pendahuluan

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang berperan penting dalam proses pembelajaran. Materi yang diberikan di sekolah dilaksanakan secara teratur dan sistematis dengan sarana dan prasarana yang cukup memadai dalam pembelajaran. Hal ini tidak terlepas dari peran guru sebagai pembimbing dan fasilitator yang dapat mendukung proses pembelajaran. Namun, perlu juga media dan model pembelajaran yang perlu ditingkatkan dan di modifikasi sehingga pembelajaran dapat lebih menyenangkan. Berbagai seni yang dapat di tampilkan dalam pembelajaran mampu meningkatkan dan mengembangkan keterampilan dan bakat anak dalam belajar. Selain itu juga, anak akan lebih menghargai seni adan mampu menciptakan sesuatu.

Belajar dengan seni dapat meningkatkan kreatifitas manusia dan membentuk kepribadian anak sehingga mampu menjadi manusia yang memiliki kepribadian yang utuh dan berkarakter. Selain itu anak juga dapat mengembangkan kreatifitas secara optimal, kreatif dan memiliki kecerdasan secara kognitif. Seni juga dapat menjadi media untuk memahami materi pelajaran yang dapat membantu guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 yang menggunakan pembelajaran tematik mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6.

Pembelajaran seni mampu membentuk manusia berkualitas, khususnya dalam seni rupa yaitu menggambar. Dengan menggambar dapat merangsang daya imajinasi dan kreatifitas berfikir serta membentuk jiwa melalui pengalaman emosi, imajinatif dan ungkapan kreatif. Dalam segi pendidikan, pendidikan seni merupakan bagian dari komponen kurikulum sekolah karena kegiatan seni berorientasi pada proses dan mengarah kepada creative thinking yang akan mencerdaskan anak didik (Tumurang, 2006:9).

 

Pembahasan

Pembelajaran seni rupa merupakan pembelajaran hasil interpretasi dan tanggapan pengalaman manusia dalam bentuk visual dan rabaan. Karya seni rupa dapat menimbulkan berbagai kesan (indah, dan unik) serta memiliki kemampuan untuk membangkitkan pikiran dan perasaan. Dengan memahami makna tentang bentuk-bentuk seni rupa, akan diperoleh rasa kepuasan dan kesenangan. Seni rupa dapat dibedakan menjadi seni rupa murni, seni kriya dan desain.

Karya seni rupa murni menekankan pada keterampilan teknik pembuatan karya dengan hasil berupa karya kriya fungsional dan nonfungsional. Seni kriya mengggunakan berbagai macam teknik media seperti kriya kayu, logam dan tekstil. Karya desain merupakan rancangan gambar, benda, atau lingkungan yang didasarkan pada persyaratan tertentu.

Pembelajaran seni rupa di sekolah dikembangkan kemampuan siswa dalam berkarya seni yang bersifat visual dan rabaan. Pembelajaran seni rupa dapat memberikan kemampuan bagi siswa untuk memahami dan memperoleh kepuasan dalam menanggapi karya seni rupa ciptaan siswa sendiri.  Melalui seni rupa, siswa dapat berkomunikasi langsung melalui gambar dan bentuk dalam mengembangkan bakat dan kemampuannya baik secara moril maupun spiritual. Dalam pembelajaran seni rupa, siswa dapat mengenal, memahami, dan memberikan penghargaan dalam mengapresiasikan karyanya.

 

Macam Karya Seni Rupa dalam Pembelajaran

Ada beberapa macam seni rupa yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar yaitu:

  1. Menggambar

Kegiatan menggambar di sekolah dasar diawali dengan mencoret-coret yang merupakan bagian dari perkembangan motoric anak. Kegiatan menggambar  merupakan salah satu ekspresi anak dalam menuangkan ide dan pikirannya. Ada tiga tahap perkembangan anak yang dapat dilihat dengan menggambar, yaitu yang pertama, mengendalikan aktivitas motoric anak, kedua, hubungan antara gerakan tangan dan hasil goresan anak, yang ketiga, mengembangkan kemampuan berbahasa.

  1. Lukisan Jari (Finger Painting)

Melukis dengan jari dapat melatih motoric halus pada anak yang melibatkan gerak otot-otot kecil dan kematangan syaraf, mengenal konsep warna yang dapat mengetahui kondisi emosi anak, kegembiraan dan emosi mereka, mengenalkan konsep pencampuan warna, mengendalikan estetika warna dan melatih imajinasi dan kreatifitas anak.

  1. Melukis

Dalam pembelajaran melukis, anak-anak biasanya belajar sambil bercakap-cakap dengan temannya. Melukis merupakan salah satu cara anak mengekspresikan ide dan perasaannya.

  1. Membentuk

Membentuk berarti mengubah, membangun dan mewujudkan sesuatu. Kegiatan membentuk menggunakan bahan-bahan lunak seperti, ;platisin, malam lilin, playdog, dan lain-lain. Teknik membentuk ada beberapa macam, yaitu

  1. Membutsir

Membutsir merupakan membuat karya tiga dimensi dari bahan yang lunak dengan cara meremas-remas dengan tangan pada saat tanah masih dalam keadaan lembek. Biasanya bahannya berupa platisin dan tanah.

  1. Memahat

Memahat adalah membentuk dengan jalan membuang bahan yang tidak dipergunakan dengan cara memahat. Bahan yang dapat digunakan untuk memahat seperti kayu, batu, batu es, dan lainnnya.

  1. Menuang (cor)

Menuang merupakan proses menumpahkan bahan cair ke suatu tempat. Bahan cair yang dituangkan pada alat acuan yang berbentuk cetakan. Setelah keras dapat dikeluarkan dari cetakan.

  1. Merakit

Merakit berarti membuat karya dengan cara menyambung beberapa bagian atau potongan bahan. Teknik melakukan rakitan adalah merakit potongan-potongan bahan dengan dilas, dipatri, disekrup atau dilem.

  1. Mencetak

Mencetak merupakan proses memperbanyak suatu gambar atau naskah dengan menggunakan teknik tertentu diantaranya cetak datar, tinggi, dalam, copy dan printout.

  1. Menjiplak

Menjiplak merupakan menempelkan suatu gambar pada suatu helai kertas sehingga tembus ke kertas yang ada dibelakangnya. Teknik menjiplak ini cukup memberikan kesenangan pada anak karena mengikuti gambar yang ada. Cara ini mengajarkan anak untuk peka terhadap dunia disekitar mereka.

  1. Kolase

Kolase adalah menyusun berbagai macam bahan pada sehelai kertas yang telah diatur. Anak dapat memilih dan mengatur potongan bentuk dari kertas, kain atau bahan lainnya dan meletakkannya pada tempat yang telah disediakan. Ada dua macam kolase, yaitu kolase dengan kertas dan kain dan kolase dengan tekstur.

  1. Menggunting, Menempel, Melipat (3M)

Kegiatan 3 M ini merupakan proses manipulasi lembaran kertas menjadi suatu bentuk tiga dimensi. Teknik ini dikenal dengan nama origami.

 

Penutup

Pembelajaran seni rupa merupakan kegiatan yang dapat mengembangkan rasa seni, dan kepekaan anak. Melalui kegiatan ini anak mampu mengapresiasi dan berinovasi serta melatih sensitivitas dirinya terhadap sesuatu dan lingkungan. Selain itu, anak dapat mengembangkan rasa keindahan, pengetahuan dan keterampilan sehingga menjadi suatu kesenian nasional dan hasil budaya negeri.

 

Daftar Pustaka

Sopandi, A, T & Prabowo, S. 2014. Penerapan kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran seni budaya di SD (Kajian deskriptif kualitatif di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab/Kota Bandung). Bandung. Universitas Terbuka.

Tumurang, H, T. 2006. Pembelajaran kreatifitas seni anak sekolah dasar. Jakarta. Depdiknas Ditjen Dikti Direktorat Ketenagaan.

https://bagawanbiyasa.wordpress.com/2015/12/18/pembelajaran-seni-rupa/

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.