Pembelajaran Generatif-Supplantif Model Smith Tilman and Tilman dalam Membaca

0
19

Oleh:

Hodidjah

Widyaiswara

ABSTRAK

Tujuan pembelajaran dalam silabus Bahasa Indonesia untuk sekolah menengah atas mencakup kompetensi mendengar, membaca, berbicara, dan menulis. Keempat kompetensu ini harus dimiliki siswa. Di kelas X alokasi waktu kompetensi  menulis 36 jam, mendengar 28 jam, berbicara 28 jam, dan membaca 24 jam, di kelas XI alokasi waktu kompetensi menulis 32 jam, mendengar 24 jam, berbicara 24 jam, dan membaca 24 jam. Di kels XII alokasi waktu kompetensi menulis 100 jam, mendengarkan 88 jam, berbicara 76 jam, dan membaca 90 jam (Depdiknas, 2007). Tentunya dengan alokasi waktu yang cukup banyak ini diharapkan siswa memiliki kompetensi berbahasa yang baik, amun, kompetensi ini masih menjadi permasalahan umum yang dirasakan oleh guru bahasa Indonesia.

Konteks untuk mengaakhiri lebih cocok menggunakan strategi supplantif, tetapi untuk tujuan tertentu lebih cocok menggunakan strategi generatf. Ketika keutamaan dan tujuan ingin dicapai bersifat umum untuk seluruh siswa lebih cocok strategi supplantif.

Kata kunci:  PEMBELAJARAN, GENERATIF, SUPPLANTIF

Pendahuluan

             Proses belajar-mengajar di kelas selama ini “guru” terkesan memandang siswa adalah sama, padahal di kelas siswa memliki tingkat pengetahuan dan kemauan untuk belajar yang tidak sama. Kemudian, guru dalam memberikan tugas kepada siswa selalu sama tingkat kesulitannya. Seharusnya siswa yang pandai diberi tugas yang lebih sulit dari siswa yang kurang diberi  tugas yang sederhana atau lebih atau lebih muda. Yang lebih parah lagi siswa yang tidak termotivasi untuk belajar sering diabaikan, guru hanya memberikan perhatian yag lebih kepada siswa yang termotivasi. Fenomen inilah yang membuat tidk tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Keberagaman itu tentulah haus menjadi perhatian guru sehingga akan mempengaruhi strategi yang akan diterapkan di kelas. Misalnya bagaimana memulai pelajaran kepada siswa yang tingkat kognitifnya tinggi, bagaimana memilih materi pelajaran, bagaimana menyimpulkan materi pelajaran, dan apa yang dibutuhkan siswa, tugas apa yang diberikan akan tidak sama terhadap siswa yang tingkat kognitifnya rendah. Hal ini mempengaruhi keinginan siswa untuk belajar. Dalam teori kebutuhan berprestasi dijelaskan bahwa karakteristik orang yang berprestasi tiggi (high achievers) memiliki tiga cirri umum yaitu: (1) sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-ugas dengan derajat kesulitan  moderat, (2) menyukai situasi-siuasi kinerja mereka yang timbul karena upaya-upaya pembelaaran ini, menekankan bahwa sumber dari kreativitas adalah kecendrungan untuk mengaktualisasi diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang, kcendrungan untuk mengekspresikan dan mengaktifkn semua kemampuan organisme. “Aktualisasi diri adalah apabila seseorng menggunakan semua bakat dan talentana untuk menjadi apa yang ia mampu atau mewujudkn potensinya” (Munandar 2004:18). Hal inilah yang ditekankan Smith menyangkut delivery strategy terhadap siswa yang mempunyai kecerdasan tinggi sebagai sudent generative , sedangkan siswa yang mempunyai kecerdasan rendah sebagai student supplantive.

            Dengan demikian guru perlu mengorganisasikan straregi yang sesuai dengan karakter siswa. Bila karakter siswa ini dapat dipahmi guru tentu akan memotivasi minat siswa dalam proses belajar-mengajar di sekolah.

Tujuan pembelajaran dalam silabus Bahasa Indonesia untuk sekolah menengah atas mencakup kompetensi mendengar, membaca, berbicara, dan menulis. Keempat kompetensu ini harus dimiliki siswa. Di kelas X alokasi waktu kompetensi  menulis 36 jam, mendengar 28 jam, berbicara 28 jam, dan membaca 24 jam, di kelas XI alokasi waktu kompetensi menulis 32 jam, mendengar 24 jam, berbicara 24 jam, dan membaca 24 jam. Di kels XII alokasi waktu kompetensi menulis 100 jam, mendengarkan 88 jam, berbicara 76 jam, dan membaca 90 jam (Depdiknas, 2007). Tentunya dengan alokasi waktu yang cukup banyak ini diharapkan siswa memiliki kompetensi berbahasa yang baik, amun, kompetensi ini masih menjadi permasalahan umum yang dirasakan oleh guru bahasa Indonesia.

Hal di atas mengindentifikasikan pembelajaran bahasa di sekolah masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan bahkan terkadang siswa enggan atau kurang termotivasi untuk belajar.

Tujuan pembelajaran adalah sesuatu yang akan dicapai dalam proses pemelajaran. Agar tujuan itu tercapai perlu ditetapkan dahulu rencana pembelajaran.

Salah satu komponen rencana pembelajaran adalah strategi pembelajaran, Reigeluth yang diikuti Smith (2004:113-128) mengembangkan strategi pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman siswa dalam kelas yang disebut dengan strategi generative-suplanif. Strategi ini tentunya akan membawa pengaruh positif terhadap kemmpuan siswa.

Smith juga menjelaskan bahwa strategi generatif-supplantif.  Ini merupakan sebuah pendekatan yang menekankan motivasi siswa atau member member support agar mereka mampu mengkonstruksi arti menurut mereka. Pembelajaran ini merupakan suatu model pembelajaran yang menekankan pada pengintergrasian secara aktif pengetahuan baru dengan menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya. Pengetahuan baru itu akan diuji dengan cara menggunakannya dalam menjawab persoalan atau gejala yang terkait. Jika pengetahuan baru itu berhasil menjawab permasalahan yang dihadapi, maka pengetahuan baru itu akan disimpan dalam memori.

Dari keempat komponen ini, dapat dikembangkan menjadi beberapa komponen (Gagne, 1972) yang dikutf Smith dan Tilman (2004:114) yakni:

Dalam pengantar (introduction) untuk siswa yang kemampuan tinggi (generative students) meliputi:

1.  memusatkan perhatian pada pelajaran (activate attention to lesson)

2. menentukan tujuan (establish purpose)

3.  membangun interes dan motivasi (arouse interest and motivation)

4.  memulai pelajaran yang akan diikuti (preview the lesson)

Untuk siswa yang kemampuan rendah (supplantive students) pengantar (introduction) ini meliputi:

1) memperoleh perhatian pada pelajaran (gaint attention to lesson)

2) menginformasikan kepada siswa mengenai apa yang dipelajari (imform leaner of

    instructional purpose).

3) merangsang perhatian siswa (stimulate leaner’s attention)

4) mengadakan prosedur yang akan diikuti (provide overview)

Dalamisi (body) untuk siswa yang kemampuan tinggi (generative student meliputi:

1) menyajikan kembali pengetahuan yang relevan (recall relevant priorknowledge)

2) menyampaikan proses informasi dan contoh (process information and examples)

3) memfokuskan perhatian (focus attention)

4)  melaksanakan strategi pembelajaran (employ learning strategy)

5) latihan (practice)

6) mengevaluasi umpan balik (evaluate feedback)

Untuk siswa yang kemampuannya rendah (supplantive students) meliputi:

1) merangsang kembali pengetahuan atau pengetahuan yang ada (stimulate recall

     or prioknowledge)

2) menyampaikan informasi dan contoh (present information and example)

3) memperoleh dan mengarahkan perhatian (gain and direct attention)

4 mengarahkan atau melaksanakan strategi pembelajaran (gide or prompt use of

   learning strategy)

5) memberikan respon (elicit respons)

6) mengadakan umpan balik (provede feedback)

Dalam penutup (conclution) untuk siswa yang kemampuan tinggi (generative students) meliputi:

1) menyimpulkan dan mengulangi (summarize and review)

2) menghububgkan pelajaran (transfer learning)

3) memotivasi kembali dan menutup (remotivation and close)

Untuk siswa yang kemampuannya rendah (supplantive students) meliputi:

  1. Membuat kesimpulan dan mengulangi (supplantive student)
  2. Memperbanyak hubungan (enhance transfer)
  3. Mengadakan motivasi kembali dan menutup pelajaran (provide remotivation and close)

Dalam tagihan (assessment) untuk siswa yang emampuan tinggi meliputi:

1) membutuhkan penamplan (assessment performance)

2) evaluasi umpan balik (evaluate feedbeck)

Untuk siswa yag kemampuannya rendan (supplantive students)meliputi:

1) melakukan kebutuhan (conduct assessment)

2) mengadakan umpan balik dan remedial (provide feedback and remediation)

Perl diketahui penggunaan strategi ini tergantung pada keadaan siswa, tugas yang diberikan, dan konteks atau tujuan yang akan dicapai. Apabila siswa yang pengetahuannya rendah, keinginannya rendah, motivasinya rendah selalu kurang percaya diri maka guru lebih banyak memberikan dukungan. Siswa yang demikian strateginya yang cocok adalah strategi supplantif. Tetapi sebaliknya, jika siswa pengetahuannya tinggi , keiginannya tinggi, lebih percaya diri maka guru tidak terlalu untuk memberikan dukungan. Siswa yang demikian, strategi yang cocok adalah strategi generative.

Untuk siswa yang memerlukan dukungan, hendaknya tugas yang diberikan itu sedikit, mudah, jelas, dan dibimbing. Sedangkan untuk siswa yang tidak memerlukan dukungan hendaknya tugas yang diberikan itu kompleks, sulit, tidak perlu bantuan atau saran.

Staregi generative, konteks waktunya panjang atau tidak terbatas, tujuannya tertentu dan terarah, lebih menekankan aspek kognitif, sedangkan strategi supplantif koteks waktunya terbatas, tujuannya umum, hanya menekankan aspek skill (psikomotor). Jadi, penggunaa strategi tersebut, dapat menggunakan strategi generatf, supplantif, atau dapat menggunakan kedua-duanya disesuaikan dengan kondisi. Secara matrikulasi.

Task atau beban belajar siswa yang kompleks cocok menggunakan strategi

Generatf, sedang beban blajar memerlukan keterampilan yang tinggi, cocok menggunakan strategi supplantif. Konsep belajar yng kurang dimiliki siswa lebih cocok dengan supplantif begitu jug tujuan pembelajaran yang kritis dan tingkat tinggi.

Konteks untuk mengaakhiri lebih cocok menggunakan strategi supplantif, tetapi untuk tujuan tertentu lebih cocok menggunakan strategi generatf. Ketika keutamaan dan tujuan ingin dicapai bersifat umum untuk seluruh siswa lebih cocok strategi supplantif.

3. Tahapa Pembelajaran Generatif-Suplantif Model Smith dan Tilman

Sebelum tahap-tahap berikut ini dilakukan, terlebih dagulu 1) Siswa dalam kelas sudah dapat diketahu peta kemampuan siswa. 2) Siswa sudah dikelompokkan sesuai dengan  tingkat kemampuan da motivasinya. 3) Begitu juga beban yang sesuai lebih direncanakan dan dipersiapkan. 4) Menyajikan demonstrasi untuk menantang intuisi siswa.

1.  Kegitan Awal (introduction)

Untuk siswa yang kemampuan tinggi (generative student)

a)      Activate attention to lesson dianjurkan  untuk memusatkan peratian terhadap “bacaan” yang akan dibaca

b)      Establish purpose diminta untuk menemukan ide pokok, ide paragraph, dan kesimpulan bacaan

c)      Arouse interest and motivation guru perlu menekan dan member motivasi kepada siswa tentang pentingnya membaca dan

d)      Preview the lesson siswa meninjau ulang membaca menurut cara merea sendiri.

Untuk siswa yang kemampuan rendah (supplantive students)

a) gain attention to lesson agar memperoleh perhatian ditunjukkan media gambar, atau perminn yang mengarah pada topic bacaan dengan harapan siswa akan tertarik.

b) imform learner of instruction purpose guru menyampaikan tujuan dari sebuah tulisan yang akan dibaca siswa. Misalnya sebuah tulisan itu memiliki idea tau gagasan yang menarik.

c) stimulate learner’s attention guru memberitahukan kepada siswa betapa pentingnya membaca dalam dunia pendidikn atau ilmiah, kegiatan membaca merupakan aspek penting sebagai cirri kaum intelektual

d) provide overview siswa diinfomasikan pentingnya dan perlunya membaca atau apa saja yang perlu dipersiapkan untuk membaca atau apa saja yang perlu  dipersiapkan untuk membaca atau siswa dimotivasi agar mau membaca.

2. Kegiatan Inti (Body)

Untuk siswa yang kemampuan tinggi a) diminta untuk mengingat kembali pengetahuan yang dimiliki dengan menghubungi topic bacaa b) process information and examples, biarkan siswa memperoleh informasi dan contoh selama proses membaca berlangsung. C) focus attention, siswa diminta focus pada bacaan  d) employ learning strategy, biarkan siswa siswa mengembangkan kerangka membacanya dengan strategi siswa sendiri, biarkan siswa memeriksa bacaannya sendiri, biarkan siswa melanjutkan bacaannya, e) practice : berikan latihan dan f) evalube feedback, berikan umpan balik setelah siswa selesai membaca.

Sedangkan untuk siswa yang  kemampuan rendah (supplantif student) a) stimulate recall or prioknowledge dirangsang dengan pertanyaan, contoh, gambaran untuk menghidupkan kembali ingatan dan pengetahuannya tentang kaitannya dengan bahan bacaan agar dapat dihubungkan dalam tulisan yang akan dibaca. b) present information and example siswa dibantu dengan informasi dan contoh c) gain and direct attention,  arahkan atau beri petunjuk dalam memahami isi bacaan d) guide or prompt use of learneing strategy, bantu siswa atau berikan petunjuk cara membaca yang baik dan jangan biarkan siswa melanjutkan tulisannya, bila terdapat kesalahan, f) elicit response berikan umpan baik selama siswa membaca.

3. Kegiatan Penutup (Conclution)

Untuk siswa yang kemampuan tinggi (generative students) meliputi:

1) summarize and review,  siswa diminta menyimpulkan isi bacaan atau menyebutkan kembali isi bacaan

2) transfer learning, siswa diminta menghubungkan isi bacaan dengan penalaman dan pengetahuan mereka.

3)  remotivation and close, guru memberikan motivasi kembali dan menutup pelajaran guru membuat kesimpulan yang dibuat siswa, guru meminta siswa mengulang atau membaca tulisan baru secara akumulatif dan guru meminta siswa mencari tulisan-tulisan lain yang berkaitan untuk dibahas pada pertemuan selanjutnya, kemudian berikan penguatan terhadap hasil bacaan siswa dan katakana pada siswa “Anda sekarang telah menjadi pembaca yang baik”.

Untuk siswa yang kemampuan rendah (supplantif students) meliputi:

1) provide summary and review, guru member kesimpulan dan mereview apa yang telah dibaca

2) enhance transfer, siswa diminta memperbanyak hubungan isi bacaan dengan pengalaman dan pengetahuan mereka.

3) provide temotivation and close, guru membuat atau mengadakan motivasi kembali dan menutup pelajaran guru meminta siswa mengulang atau membaca tulisan baru secara akumulatif dan guru meminta siswa mencari tulisan-tulisan lain yang berkaitan untuk dibahas pada pertemuan selanjutnya, kemudian berikan penguatan terhdap hasil bacaan siswa dan katakana pada siswa “Anda sekarang telah menjadi pembaca yang baik”.

4) Pemberian Tugas

Dalam tagihan (assament) untuk siswa yang kemampuan tinggi (generativestudent) meliputi:

1)      Assasment performance dan membutuhkan penampilan, dalam hal ini siswa diminta untuk membaca wacana dalam waktu tertentu kemudian menjelaskan secara lisan.

2)      2) evaluate feedbeck. Dari hasil penamplan siswa tadi, diberikan penilaian sehingga mereka dapat mengukur kemampuan membacanya.

Untuk siswa yang kemampuan nya rendah (supplantive students) meliputi:

1)      Conduct assasment, siswa diminta membaca bagian tertentu yang belum dikuasainya

2)      2) provide feedback and remediation, kemudian siswa diberikn umpan balik untuk diadakan remedial.

Setelah proses membaca selesai, perlu disampaikan kepada siswa

tentang hasil membaca siswa sehingga siswa dapat mengevaluasi kemampuannya. Guru mengajak siswanya dalam menilai kembali kerangka kerja konsep yang telah mereka dapatkan dari hasilmembacana.

4. Penutup

Salah satu komponen rencana pembelajaran adalah strategi pembeljaran yang mengakomodasi keberagaman siswa dalam kelas yang disebut engan strategi generative-suplantif. Tahapan pembelajaran Generatif-Suplanti dilaksanakan terlebih dahulu  1) Siswa dalam kelas sudah dapat diketahui peta kemampuan sswa, 2) Siswa sudah dikelompokkan sesuai dengn tingkat kemampuan dan motivasiya. 3) Begitu juga beban tugas yang sesuai telah direncanakan dan dipersiapkan. 4) Menyajikan demonstrasi untuk menantang demonstrasi  untuk menantang intuisi siswa. 5) Mengakomodasi  keinginan siswa dalam mencari alternative penjelasan dengan menyajikan berbagai  kemungkinan kegiatan siswa.

 DAFTAR PUSTAKA

 

BSNP, Depdiknas.2007. Petunjuk Teknis Pengembangan Silabus dan Contoh/Model   Silabus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X Program IPA, IPS dan   Bahasa. Jakarta. Depdiknas

Dick, Walter and Lou Carrey, 1995. The Sistematic Disain of Instruction. London.   England. Scott Foresman and Company.

L. Smith, Patricia dan Tilman J. Ragan. 2004. Instructional Strategy Philadelfia John  Wiley & Sons.

Soedarso. 2006. Speed Reading Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakata  Gramedia Pustaka Utama.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.