MODEL PEMBELAJARAN IPS TINGKAT DASAR (SD/MI, SMP/MTS)  

0
31

 Oleh :

 Dra. Hj. Yurnalis Nurdin, M.Pd

 Widyaiswara Utama

 Balai Diklat Keagamaan Palembang

 e-mail : yurnalisnurdin@gmail.com    

         

Abstrak: Tulisan yang berjudul “Model Pembelajaran IPS tingkat dasar (SD/MI, SMP/MTs)”. Didalam tulisan ini anda akan diperkenalkan kepada beberapa model-model pembelajaran yang diterapkan untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial beserta langkah-langkahnya di SD/MI dan SMP/MTs, dengan maksud supaya anda memiliki pemahaman yang kaya dan beragam tentang model-model pembelajaran. Dengan pemahaman yang kaya tentang pendekatan belajar diharapkan anda memiliki kearifan dan penyesuaian diri yang baik ketika membelajarkan peserta didik disekolah. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, sala satu usaha yang dapat kita lakukan adalah dengan memahami bagaimana peserta didik belajar.

 

Kata Kunci: Model pembelajaran IPS SD/MI dan SMP/MTs.

 

 

  1. PENDAHULUAN

Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan mata pelajaran yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu social dan kewarganegaraan. (Depdikbud Standar Kompetensi mata pelajaran Pengetahuan Sosial, 2004:7)

Pada hakekatnya Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai suatu mata pelajaran yang menjadi wahana dan alat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, antara lain: Siapa diri saya? Pada masyarakat apa saya berada? Persyaratan-persyaratan apa yang diperlukan diri saya untuk menjadi anggota suatu kelompok masyarakat bangsa? Apakah artinya menjadi anggota masyarakat bangsa dan dunia? Bagaimanakah kehidupan manusia dan masyarakat berubah dari waktu ke waktu?.

Pertanyaan-pertanyaan di atas perlu dijawab oleh setiap siswa dan jawabannya telah dirancang dalam/pengetahuan Sosial secara sistematis dan komprehensif. Dengan demikian, Pengetahuan Sosial diperlukan bagi keberhasilan siswa dalam kehidupan di masyarakat dan proses menuju kedewasaan.

Ilmu Pengetahuan Sosial di SD dan MI berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan, nilai, sikap dan keterampilan siswa tentang masyarakat, bangsa, dan Negara Indonesia. Sedangkan tujuan Ilmu Pengetahuan social, yaitu: (1) mengajarkan konsep-konsep dasar sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah dan kewarganegaraan melalui pendekatan pedagogis, (2) Mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan kreatiif, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan social, (3) membangun komitmen dan kesadaran terhada nilai-nilai social dan kemanusiaan, (4) meningkatkan kemampuan bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, baik secara nasional maupun global. Sedangkan ruang lingkup mata pelajaran Ilmu  Pengetahuan Sosial, adalah: (1) system social dan budaya, (2) manusia, tempat dan lingkungan, (3) prilaku ekonomi dan kesejahteraan, (5) system berbangsa dan bernegara.

Dalam meningkatkan mutu pendidikan, sala satu usaha yang dapat kita lakukan adalah dengan memahami bagaimana anak-anak belajar. Apakah perilaku yang menandakan bahwa belajar telah berlangsung pada diri mereka dan menjadi milik mereka kemudian mereka kembangkan. Demikian pula bagaimana seharusnya informasi itu disajikan agar dapat mereka cerna dan lama mereka ingat atau bertahan lama dalam pikiran mereka. Untuk itu model belajar mempunyai makna yang lebih luas dari pada metode, strategi atau prosedur. Istilah model belajar mencakup suatu pendekatan pembelajaran yang luas dan menyeluruh sebab model pembelajaran dapat menggunakan sejumlah keterampilan metodologis dan procedural, seperti: merumuskan masalah, mengajukan pertanyaan, melakukan penelitian, berdiskusi, memperdebatkan temuan, bekerja secara kelompok, menciptakan karya, melakukan presentasi, dan menarik kesimpulan.

PEMBAHASAN

Dalam pembahasan  ini materi yang akan dibahas adalah model-model pembelajaran

yang diterapkan untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tingkat dasar (SD/MI, SMP/MTS) beserta langkah-langkahnya. (Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Selatan: 2005) diantaranya, adalah:

  1. JIKSAW (MODEL TIM AHLI) (ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES, AND

    SNAPP, 1978)

    Langkah-langkah:

  1. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok beranggotakan 3 s.d 5 orang siswa.
  2. Setiap kelompok diberi tugas sejumlah anggota kelompok ( tiap siswa dalam

kelompok mendapat tugas yang berbeda)

  1. Tiap siswa dalam kelompok membaca bagian tugas yang diperoleh.
  2. Guru memerintahkan siswa yang mendapat tugas yang sama untuk berkumpul

membentuk kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan   tugas yang sama.

  1. Setiap siswa hendaknya memahami dan mencatat hasil diskusinya untuk  dilaporkan

dalam kelompok asal

  1.  Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok  asal dan

bergantian menyampaikan hasil diskusinya kepada teman lain dlm klpk nya ttg tugas

yg mereka kuasai secara bergilir

  1. Setelah seluruh siswa selesai melaporkan guru menunjuk salah satu kelompok untuk

menyampaikan hasilnya, tanggapan kelompok lain dan klarifikasi guru.

  1. Kesimpulan.

NUMBERED HEADS TOGETHER (KEPALA BERNOMOR) ( SPENCER

    KAGAN, 1992 )

    Langkah-langkah:

  1. Siswa dibagi dlm klpk, setiap klpk mendapatkan nomor kepala
  2. Guru memberikan tugas, diupayakan setiap kelompok mendapat tugas, dan

masing-masing klmpk mengerjakannya

  1. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar,tiap anggota klpk mencatat hasil

diskusi

  1. Setiap anggota klmpk memiliki tanggung jawab dan kesempatan yg sama untuk

melaporkan hasil diskusinya

  1. Guru memanggil salah satu nomor siswa dlm klmpk tertentu utk melaporkan

hasil diskusinya

  1. Tanggapan dari teman yang lain, dlm klmpk nya kmdn dpt disempurnakan dari

kelompok  lain

  1. Selanjutnya guru menunjuk nomor yang lain di klmpk lain dgn tugas yang

berbeda

  1. Kesimpulan / klarifikasiguru

Catatan:

– Mengupayakan Belajar Aktif Siswa

– Tekhnik Cooperatif Learning.

KEPALA BERNOMOR STRUKTUR (MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS)

    Langkah-langkah:

  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap mendapat nomor kepala
  2. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai, misalnya: siswa nomor 1 bertugas mencatat soal. Siswa nomor 2

mengerjakan soal dan siswa  nomor 3 melaporkan hasil pekerjaan  dan seterusnya.

  1. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerjasama antar kelompok.Siswa disuruh keluar dari kelompok nya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dlm kesempatan ini siswa dgn tugas yg sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerjasama mereka.
  2. Laporan hasil kelompok dan tanggapan dari kelompok yang lain.
  3. Kesimpulan

Catatan:   –  Mengupayakan Belajar Aktif siswa

–  Tekhnik Cooperatif Learning

–  Guru dapat memodifikasi.

STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISSIONS ( STAD ) TIM SISWA-

    KELOMPOK PRESTASI (SLAVIN,1995) 

    Langkah-langkah:

  1. Membentuk kelompok yg anggotanya 3 s.d 5 orang secara hetrogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku dll)
  2. Guru menyajikan materi pelajaran
  3. Guru memberi tugas kepada kelompok yg menguasai diminta menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dlm kelompok itu mengerti/memahami
  4. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
  5. Memberikan evaluasi
  6. Penutup

Catatan:

  • Untuk Tekhnik Cooperatif Learning ini ( STAD ), setiap selesai pelajaran guru selalu memberikan kuis ( misalnya 3 X pertemuan berturut-turut)
  • Guru membandingkan perolehan nilai setiap siswa dari pertemuan 1,2,dan 3, apakah ada kemajuan atau tidak
  • Guru juga dapat membandingkan perolehan / kemajuan setiap kelompok.

        MAKE – AMATCH ( MENCARI PASANGAN ) (LORNA CURRAN,1994)

    Langkah-langkah

  1. Guru menyiapkan beberapa kartu yg berisikan beberapa konsep atau topik

sebaliknya satu bagian  kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban

  1. Setiap siswa mendapatkan satu buah kartu
  2. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang
  3. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya ( soal jawaban)
  4. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
  5. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar setiap siswa mendapat kartu yang

berbeda

  1. Kesimpulan
  2. Penutup
  3. PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI) (PEMBELAJARAN

    BERDASARKAN MASALAH)

PBI memusatkan pada masalah kehidupan yg bermakna bagi siswa,peran guru  menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan  dialog”

    Langkah-langkah:

  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan sarana yang dibutuhkan.Memotivasi siswa utk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yg dipilih
  2. Guru membantu siswa merumuskan dan mengorganisasikan tugas yang berhubungan dengan masalah yang dipilih (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll nya)
  3. Guru memantau siswa untuk mengumpulkan informasi yg diperlukan, melaksanakan experiment atau penelitian utk mendapatkan data yang akurat, pengumpulan data, analisa data utk menguji hipotesis, atau mendiskripsikan temuan yg diperoleh (refleksi atau evaluasi) terhadap penelitian yg mereka rencanakan
  4. Guru membantu siswa dalam menyusun laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.

STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING

Siswa/peserta mempresentasikan ide / pendapat pada rekan peserta    lainnya

Langkah-langkah:

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi
  3. Memberikan kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada siswa lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun yang lainnya
  4. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa
  5. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu
  6. Penutup
  7. COOPERATIF INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC)

    KOOPERATIF TERPADU   MEMBACA DAN MENULIS

    (STEVEN&Alavin,1995)

    Langkah-langkah:

  1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang hetrogen
  2. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran
  3. Siswa bekerjasama saling membaca dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada selembar kertas
  4. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
  5. Guru membuat kesimpulan bersama
  6. Penutup

THINK PAIR AND SHARE ( FRANK LYMAN, 1985 )

     Langkah-langkah:

  1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yg ingin dicapai
  2. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi / permasalahan yang disampaikan guru
  3. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (dalam kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
  4. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
  5. Berawal dari kegiatan tsb mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa
  6. Guru memberi kesimpulan
  7. Penutup

 

  1. BERTUKAR PASANGAN

 Langkah-langkah:

  1. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya)
  2. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya
  3. Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain
  4. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka
  5. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangaan kemudian dibagikan kepada pasangan semula
  6. INSIDE-OUTSIDE-CIRCLE (LINGKARAN KECIL-LINGKARAN BESAR)

     OLEH SPENCER KAGAN

     “Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan  

      yang berbeda dengan singkat dan teratur”

      Langkah-langkah:

  1. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar
  2. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran pertama, menghadap kedalam
  3. Dua siswa yang berpasangan dari ligkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan
  4. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam ditempat, sementara siswa yg berada dilingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam. Sehingga masing-masing siswa mendapat pasangan baru
  5. Sekarang giliran siswa berada dilingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya

COOPERATIVE SCRIPT (DANSEREAU CS, 1985)

“Skrip kooperatif, metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian

secara lisan mengikhtisarkan,bagian-bagian dari materi yg dipelajari”

      Langkah-langkah:

  1. Guru membagi siswa untuk berpasangan
  2. Guru membagi wacana/materi kepada setiap pasangan untuk dibaca dan membuat ringkasan
  3. Guru dan siswa menetapkan siapa yg pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
  4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya sementara pendengar:

– Menyimak/mengoreksi /menunjukan ide-ide pokok yang kurang

lengkap

– Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan

menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya

  1. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas
  2. Kesimpulan guru
  3. Penutup

TAKE AND GIVE

       Media:

  1. Kartu ukuran 10 x15 cm, sejumlah peserta.Tiap kartu berisi sub materi (yg berbeda dgn kartu lainnya materi sesuaikan dg TPK)
  2. Kartu kontrol sejumlah siswa, contoh nama siswa dan sub materi

Nama yg diberi: 1…2…3…dst

Langkah-langkah:

  1. Siapkan kelas sebagaimana mestinya
  2. Jelaskan materi sesuai TPK 45 menit
  3. Untuk memantapkan tiap siswa diberi masing-masing 1 kartu utk dipelajari (dihafalkan) lebih kurang 5menit
  4. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan utk saling menginformasikan materi sesuai kartu masing-masing. Setiap siswa hrs mencatat nama pasangannya pada kartu kontrol
  5. Demikian seterusnya sampai setiap peserta dpt sling memberi dan menerima materi masing-masing
  6. Untuk mengevaluasi keberhasilan, berikan siswa pertanyaan yg sesuai dengan kartunya
  7. Strategi ini dpt dimodifikasikan sesuai keadaan
  8. Kesimpulan

CONSEPT SENTENSE

      Langkah-langkah

  1. Guru menyampaikan tujuan
  2. Guru menyajikan materi secukupnya
  3. Guru membentuk kelompok yg anggotanya 4 orang secara hetrogen
  4. Menyajikan beberapa kata”kunci” sesuai materi/TPK yg disajikan
  5. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dg menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat
  6. Hasil diskusi kelompok, didiskusikan lagi secara pleno yg dipandu guru
  7. Kesimpulan

EXPLICIT INSTRUCTION (PENGAJARAN LANGSUNG)

      (RONSENSHINA&STEVENS, 1986)

      Pembelajaran langsung khusus dirancang utk mengembangkan belajar siswa tentang  pengetahuan prosudural  dan pengetahuan deklaratif yg dpt diajarkan dg pola  selangkah demi selangkah”

     Langkah-langkah:

  1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa
  2. Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan
  3. Membimbing pelatihan
  4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
  5. Memberikan kesempatan utk latihan lanjutan

COURSE REVIEW HORAY

      Langkah-langkah:

  1. Guru menyampaikan kompetensi yg ingin dicapai
  2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi sesuai TPK
  3. Memberikan kesempatan siswa tanya jawab
  4. Untuk menguji pemahaman, siswa siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dgn selera masing-masing siswa
  5. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban didalam kotak yg nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi dgn tanda benar (v) dan salah diisi dgn tanda silang (x)
  6. Siswa yang sudah mendapat tanda v vertikal atau horizontal atau diagonal harus segera berteriak “horay”…atau yel…yel..dll nya
  7. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan jumlah horay yang diperoleh
  8. Penutup

SNOWBEALL THROWING

      Langkah-langkah:

  1. Guru menyampaikan materi yg akan disajikan
  2. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok utk memberikan penjelasan tentang materi
  3. Masing-masing ketua klmpk kembali ke klmpk nya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yg disampaikan oleh guru kepada temannya
  4. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kerja, utk menuliskan satu pertanyaan apa saja yg menyangkut materi yg sudah dijelaskan oleh ketua klmpk.
  5. Kemudian kertas tsb dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yg lain selama 5 menit
  6. Setelah siswa dpt satu bola /satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa utk menjawab pertanyaan yg tertulis dlm kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian
  7. Guru memberikan kesimpulan
  8. Evaluasi
  9. Penutup

 

  1. ARTIKULASI

     Langkah-langkah:

  1. Menyampaikan kompetensi yg ingin disampaikan
  2. Guru menyajikan materi pelajaran
  3. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
  4. Suruhlah seorang dari pasangan itu menceritakan materi yg baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
  5. Suruh siswa secara bergiliran /diacak menyampaikan hasil dialog dengan teman pasangannya
  6. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yg belum dipahami siswa
  7. Kesimpulan/penutup

TALKING STIK

       Langkah-langkah:

  1. Guru menyiapkan sebuah tongkat
  2. Guru menyampaikan materi pokok yg akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/paaketnya
  3. Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya, siswa dipersilakan untuk menutup buku
  4. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yg memegang tongkat tsb harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian utk menjawab setiap pertanyaan dari guru
  5. Guru memberikan kesimpulan
  6. Penutup

KARTU ARISAN

     MEDIA:

  • Buat kartu 10×10 cm sejumlah siswa untuk menulis jawaban dan kartu/kertas ukuran 5×5 cm untuk menulis soal
  • Gelas/apa saja

Langkah-langkah:

  1. Bentuk kelompok 4 orang secara hetrogen
  2. Kertas jawaban bagikan pada siswa masing-masing satu lembar/kartu soal digulung dan dimasukkan dalam gelas
  3. Gelas yg telah berisikan gulungan soal dikocok, kemudian salah satu yang jatuh, dibacakan agar dijawab olah siswa yang memegang kartu jawaban
  4. Apabila jawaban benar maka siswa dipersilakan tepuk tangan atau yel….yel…. Dan yang lainnya
  5. Setiap jawaban yang benar diberi poin 1 sebagai nilai kelompok sehingga nilai total klmpk merupakan penjumlahan poin dari para anggotanya
  6. Dan begitu seterusnya.

 EXAMPLES NON EXAMPLES CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR

     YG RELEVAN DGN KD.

       Langkah-langkah:

  1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dg tujuan pembelajaran
  2. Guru menempelkan gambar/wacana di papan atau di tayangkan lewat OHP
  3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan gambar atau wacana
  4. Melalui diskusi kelompok, siswa diminta utk menganalisis dan mendiskripsikan/menginterprestasikan tugas tsb
  5. Hasil diskusi dari analisa gambar tsb dicatat pada kertas. Tiap klmpk diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
  6. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
  7. Kesimpulan.

 PICTURE AND PICTURE

      Langkah-langkah:

  1. Guru menyampaikan kompetensi yg ingin di capai
  2. Menyajikan materi sebagai pengantar
  3. Guru menunjuk / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dgn materi yang di sajikan
  4. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian utk memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
  5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tsb
  6. Dari alasan / urutan gambar tsb guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dgn kompetensi yg ingin di capai
  7. Kesimpulan/rangkuman

CATATAN:

@ Mengupayakan Belajar Aktif Siswa

@ Berangkat dari pengalaman siswa

@ Mengajak siswa berfikir kritis

@ Pembelajaran kontektual

 ROLE PLAYING

      Langkah-langkah:

  1. Guru menyusun/ menyiapkan skenario yg akan ditampilkan
  2. Menunjuk beberapa siswa utk mempelajari skenario Kegiatan
  3. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
  4. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yg ingin dicapai dalam pembelajaran
  5. Memanggil para siswa yg sudah ditunjuk utk melakonkan skenario yg sudah dipersiapkan
  6. Masing-masing siswa duduk dikelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan mengamati scenario yg sedang diperagakan
  7. Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja utk membahas
  8. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
  9. Guru memberikan kesimpulan secara umum
  10. Evaluasi
  11. Penutup

DEBATE

      Langkah-langkah: 

  1. Guru membagi dua kelompok peserta debat yang satu pro dan yang satunya

lagi  kontra

  1. Guru memberikan tugas utk membaca materi yang akan didebatkan oleh

kedua klmpk diatas

  1. Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salah satu anggota klmpk pro utk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh klmpk kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya
  2. Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi
  3. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap
  4. Dari data-data di papan tulis tersebut, guru mengajak siswa membuat

kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada TPK yang ingin dicapai.

 

  1. SCRAMBLE

     MEDIA                    : Buatlah Pertanyaan Yang Sesuai

     DENGAN MATERI: Buat jawaban yang diacak hurufnya

     Langkah-langkah     : 1. Guru menyajikan materi sesuai TPK

  1. Membagikan lembar kerja sesuai contoh berikut

 CONTOH:

SUSUNLAH HURUF-HURUF PADA KOLOM B SEHINGGA MERUPAKAN KATA KUNCI (JAWABAN) DARI PERNYATAAN KOLOM  A

 

NO A B
1. Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara……. TARREB /……………………
2. …… digunakan sebagai alat pembayaran yang sah GANU /……………………….
3 Uang….. saat ini banyak dipalsukan. TRASEK /……………………
4. Nilai bahan pembuatan uang disebut nilai…… KISTRINI /…………………..
5. Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang/jasa disebut nilai….. LIPI /………………………….
6. Nilai perbandingan uang dalam negeri dengan mata uang asing disebut………. SRUK /……………………….
7. Nilai yang tertulis pada uang disebut….. MINALON /……………………
8. Dorongan seseorang menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut motif… SAKSITRAN /…………………
9. Perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening di Bank untuk membayar sejumlah uang disebut….. KEC / ………………………….

 KESIMPULAN

Seorang guru adalah seorang desainer, yang bertugas mendesain/merancang pembelajaran sehingga apa yang disajikan menjadi efektif dan diterima oleh pembelajar, sedangkan peserta didik sebagai pembelajar menjadi arsitek yang membangun pengetahuan dan wawasan mereka sendiri dalam proses belajar.

Banyak lagi model-model pembelajaran lainnya kalau kita mau namun, untuk  Ilmu Pengetahuan Sosial tingkat dasar (SD/MI, SMP/MTs), hanya yang dua puluh lima (25) macam ini yang sudah dicobakan/diperaktikkan di lapangan oleh penulis.

Penggunaan model pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tingkat dasar (SD/MI, SMP/MTs) disesuaikan dengan karakteristik materi dan kompetensi peserta didik. Model pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tingkat dasar (SD/MI, SMP/MTs) penggunaannya dapat digabungkan antara dua atau tiga model untuk satu materi pokok.

REKOMENDASI

Berdasarkan uraian diatas perlu disampaikan rekomendasi sebagai bahan masukan

kepada semua guru-guru Tingkat Dasar (SD/MI, SMP/MTs) bahwa:

  1. Pendekatan pembelajaran itu adalah kerangka acuan yang dianut seorang guru dalam praktik pembelajaran
  2. Hal-hal yang perlu diperhatikan agar proses pembelajaran merupakan suatu proses terpadu adalah; (a) menempatkan anak sebagai pusat aktivitas pembelajaran, (b) memberikan tugas berupa proyek, dan (c) menekankan penilain pada aspek kognitif
  3. Diharapkan guru-guru Tingkat Dasar (SD/MI, SMP/MTs) memiliki kompetensi menguasai pengelolaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dalam proses kegiatan belajar mengajar.
  4. Diharapkan pada akhirnya guru-guru akan bersemangat dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah maupun di tempat lain sesuai dengan perencanaan yang disusun

 

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Mengah Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), (2005). Model Pembelajaran IPS .Sumatera Selatan: LPMP.

Depdikbud. (1988). Perkembangan dan Belajar Peserta Didik, Jakarta: Depdibud.

Djamarah, Syaiful Bahri ,(2000). Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha

Nasional

Sardjiyo, dkk. (2012) Pendidikan Anak di SD. Jakarta:  Pusat Penerbitan

Universitas Terbuka

Semiawan, Conny R. (Ed) (1999). Perkembangan dan belajar Peserta Didik. Jakarta:

Depdikbud.

Taufik, Agus, dkk (2011). Pendidikan Anak Di SD. Jakarta: Pusat Penerbitan

Universitas Terbuka.

Udin S. Winataputra. (2003).  Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Pusat Penerbitan

Universitas Terbuka

Saefuddin Asis dan Berdiati Ika. (2014). Pembelajaran Efektif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Panduan Guru.com.Kompetensi Guru Mobile-friendly diakses 22 juni 2013.

Model-model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013.https://ibnufajar 75.wordpres.com/…mo… Mobile-friendly –  31 Mei 2014

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.