METODOLOGI PEMBELAJARAN PENDIDKIAN BAHASA ARAB

0
38

METODOLOGI PEMBELAJARAN

PENDIDKIAN BAHASA ARAB

Oleh:

Muhammad Tontowi,S.Ag

Abstrak:

Tujuan proses belajar mengajar secara ideal adalah agar bahan yang dipelajari dikuasai sepenuhnya oleh siswa (Nasution, 1982:36). Pembelajaran bisa dikatakan berjalan dan berhasil dengan baik bila guru mampu menumbuh kembangkan kesadaran peserta didik untuk belajar, sehingga pengalaman yang diperoleh peserta didik selama ia terlibat di dalam proses pembelajaran dapat dirasakan manfaatnya secara langsung bagi perkembangan pribadi.
Tingkat aktivitas belajar siswa dan pencapaian ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam masih rendah, hal ini dikarenakan rendahnya keterlibatan dan keaktifan siswa dalam pembelajaran disamping model pembelajaran yang digunakan guru cenderung teacher centered. Kondisi nyata tersebut ditemui pada pembelajaran BAR di SMP Negeri 6 Martapura. Berdasarkan kenyataan tersebut, perlu diadakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD.
Perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus pembelajaran, masing-masing siklus terdiri atas empat langkah dengan menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart, yaitu: (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Pengamatan, dan (4) Refleksi.

Kata Kunci:    Methode, IPTEK, Ulama Zaman Klasik, Zaman Keemasan, Peradaban Barat,

 

 

Pendahuluan

Metodologi berarti ilmu tentang metode, sementara metode berarti cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencaBAR tujuan yang ditentukan. Dalam ilmu tentang mengajar, metodologi disebut didaktik yaitu ilmu yang membahas tentang kegiatan proses belajar mengajar yang menimbulkan proses belajar. Didaktik dibedakan menjadi dua, yaitu dikdaktik umum dan didaktik khusus.

Adapun dalam makalah ini akan membahas metodologi pembelajaran BAR, sebagai ilmu dalam mengembangkan cara mengajar baik berupa prinsip-prinsip umum dalam mengajar dan belajar (didaktik umum), dan membahas cara guru dalam menyajikan materi dalam kegiatan proses pembelajaran dikelas (didaktik khusus) tentunnya pada pembelajaran Pendidkian Bahasa Arab (BAR). Dengan demikian tujuan pembembelaran BAR akan tercapai.

Dari beberapa penjelasan di atas, maka dalam makalah ini penulis akan merumuskan beberapa masalah, sebagai berikut :

  1. Apakah metodologi pembelajaran BAR itu ?
  2. Prisnsip-prinsip apa saja yang terdapat dalam metodologi pembelajaran BAR ?
  3. Bagaimana implementasi metodologi pembelajaran BAR pada kegiatan pembelajaran di kelas?
  4. Metodologi Pembelajaran BAR
  5. Pengertian Metodologi Pembelajaran.

Dalam bahasa Inggris, metode di sebut method dan way, keduanya diartikan cara.

Pengertian yang lebih luas tentang metodologi adalah pendapat Hasan Langgulung, yang menyatakan bahwa metodologi pengajaran ialah ilmu yang mempelajari segala hal yang akan membawa proses pengajaran bisa lebih efektif. Dengan kata lain metodologi ini menjawab pertanyaan how, what, dan who yaitu pertanyaan bagaimana mempelajari sesuatu (metode)?, apa yang harus dipelajari (ilmu)?, serta  siapa yang mempelajari (peserta didik) dan siapa yang mengajarkan (guru)?[11] Pendapat yang semakna dengan di atas dikemukakan oleh Omar Mohmmad Al-Toumy Al-Syaibany yang menyatakan bahwa :[12]

“metode mengajar bermakna segala segi kegiatan yang terarah yang dikerjakan oleh guru dalam rangka kemestian-kemestian mata pelajaran yang diajarkan, ciri-ciri perkembangan murid-muridnya, dan suasana alam sekitarnya dan tujuan menolong murid-muridnya untuk mencaBAR proses belajar yang diinginkan dan perubahan yang dikehendaki pada tingkah laku mereka. Selanjutnya menolong mereka memperoleh maklumat, pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, sikap, minat dan nilai-nilai yang diinginkan.

Pendapat di atas diperkuat dengan fiman Allah dalam surah An-Nahl : 125, yang artinya sebagai berikut :

Serulah (Manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan bijaksana dan nasehat yang baik, serta berbantahlah mereka dengan cara yang baik (QS.An-Nahl : 125).

Dengan demikian, metodologi pembelajaran tidak hanya membahas metode semata, tapi kajiannya lebih luas yaitu mengaitkan cara mengunakan metode dengan bahan yang diajarkan, peserta didik dan guru bahkan lingkungan.

Adapun pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli, sebagai berikut :[13]

  1. Pendapat Gagne, bahwa pembelajaran diartikan seperangkat acara pristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung terjadinya proses belajar yang bersifat internal.
  2. J. Drost (1999), menyatakan bahwa pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan untuk menjadikan orang lain belajar.
  3. Mulkan (1993), memahami pembelajarann sebagai suatu aktifitas guna menciptakan kreativitas siswa.

Dari beberapa pengertian tersebut, dapat dikemukankan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memahami metodologi pembelajaran, yaitu sebagai berikut :

  1. metodologi pembelajaran adalah sebuah ilmu dalam mengembangkan cara yang dilalui dalam proses pembelajaran yang berupa prinsip-prinsip umum dalam mengajar dan belajar (didaktik umum).
  2. metodologi pembelajaran adalah sebuah ilmu yang membahas cara yang paling cepat (efektif) dan cepat (efisian) yang dapat digunakan guru dalam menyajikan materi dalam kegiatan proses pembelajaran dikelas (Didaktik khusus).

  1. Pendidkian Bahasa Arab (BAR).

Pendidikan berasal dari kata didik. Dengan diberi awalan pend dan akhiran kan, yang mengandung arti perbuatan, hal, dan cara. Pendidikan Agama dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah religion education, yang diartikan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan orang beragama. Pendidikan agama tidak cukup hanya memberikan pengetahuan tentang agama saja, tetapi lebih ditekankan pada feeling attituted, personal ideals, aktivitas kepercayaan.[14]

Dalam bahasa Arab, ada beberapa istilah yang bisa digunakan dalam pengertian pendidikan, yaitu ta’lim (mengajar),[15] ta’dib (mendidik),[16] dan tarbiyah (mendidik).[17] Namun menurut al-Attas (1980) dalam Hasan Langgulung, bahwa kata ta’dib yang lebih tepat digunakan dalam pendidkian Bahasa Arab, karena tidak terlalu sempit sekedar mengajar saja, dan tidak terlalu luas, sebagaimana kata terbiyah juga digunakan untuk hewan dan tumbuh-tumbuhan dengan pengertian memelihara.[18].

Nazarudin Rahman menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran BAR, yaitu sebagai berikut : [20]

  1. Pendidkian Bahasa Arab (BAR) sebagai usaha sadar, yakni suatu kegiatan membimbing, pengajaran dan / atau latihan yang dilakukan secara berencana dan sadar atas tujuan yang hendak dicaBAR.
  2. Peserta didik harus disiapkan untuk mencaBAR tujuan Pendidkian Bahasa Arab.
  3. Pendidik atau Guru Agama Islam (GBAR) harus disiapkan untuk bisa menjalankan tugasnnya, yakni merencanakan bimbingan, pangajaran dan pelatihan.
  4. Kegiatan pembelajaran BAR diarahkan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran agama Islam.

Lebih lanjut, menurut Arifin, ada tiga aspek nilai yang terkandung dalam tujuan pendidikan Islam yang hendak direalisasikan melalui metode, yaitu : pertama, membentuk peserta didik menjadi hamba Allah yang mengabdi kepadaNya semata. Kedua, bernilai edukatif yang mengacu kepada petunjuk Al-Qur’an dan Al-hadist. Ketiga, berkaitan dengan motivasi dan kedisiplinan sesuai dengan ajaran  yang disebut pahala dan siksaan.[22]

  1. Prinsip- Prinsip Metodologi Pembelajaran BAR

Menurut Omar Muhammad Al-Thoumy Al-Saibany, prinsip-prinsip metodologi pendidikan Islam adalah sebagai berikut :

  1. menjaga motivasi, kebutuhan, dan minat dan keinginan pelajar pada proses belajar.
  2. menjaga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
  3. memelihara tahap kematangan, perkembangan, dan perubahan anak didik.
  4. menjaga perbedaan-perbedaan individu dalam anak didik.
  5. mempersiapkan peluang partisipasi praktikal; sehingga menjadi keterampilan, adat kebiasaan, sikap dan nilai.
  6. memperhatikan kepahaman, dan mengetahui hubungan-hubungan, integrasi pengalaman dan kelanjutannya, keaslian, pembaharuan, dan kebebasan berpikir.
  7. menjadikan proses pendidikan sebagai pengalaman yang menggembirakan bagi anak didik.[24]

Sedangkan menurut Ahmad Tafsir, cara yang paling tepat dan cepat dalam pembelajaran agama Islam  yaitu dengan memperhatikan beberapa pertanyaan yang harus dijawab ketika metodologi pembelajaran BAR mau diterapkan, yaitu : siapa yang diajar?, berapa jumlahnya?, seberapa dalam agama itu akan diajarkan?, seberapa luas yang akan diajarkan?, dimana pelajaran itu berlangsung? dan peralatan apa saja yang tersedia?. [2        

  1. Manfaat Metodologi Pembelajaran BAR

Metode-metode pembelajaran BAR memiliki manfaat bagi pendidik dan peserta didik, baik dalam proses belajar dan pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari, bahkan untuk hari esok. Sehubungan dengan itu, Omar Muhammad Al-Thoumy Al-Saibany mengatakan bahwa kegunaan metodologi pendidikan Islam adalah sebagai berikut :

  1. menolong siswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pengalaman, keterampilan, terutama berpikir ilmiah dan sikap dalm satu kesatuan.
  2. membiasakan pelajar berpikir sehat, rajin, sabar, dan teliti dalam menuntut ilmu.
  3. memudahkan pencaBARan tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
  4. menciptakan suasana belajar mengajar yang kondusif, komunikatif, sehingga dapat meningkatkan motivasi peserta didik.[28]
  5. 5.  Metode-metode Pembelajaran BAR

Metodologi pembelajaran BAR ini tidak akan ada artinya kalau tidak dilaksanakan dalam praktek pendidikan. Pelaksanaan metodologi pembelajaran BAR itu dalam pembelajaran diantaranya pemilihan metode mangajar yang efektif dan efisian. Dalam al-Qur’an banyak metode yang bisa diterapkan untuk menyamBARkan kalam-kalam Allah kepada manusia, seperti metode cerita, diskusi, tanya jawab (dialog), metode perumpamaan (metafora), metode hukuman dan ganjaran.[30]

Lebih lanjut, Nazarudin Rahman menjelaskan ada beberapa model pembelajaran yang dapat mewujudkan kegiatan belajar siswa aktif, diantaranya : Jigsaw (tim ahli), Cooperatif Script (bekerja berpasangan), Problem Based Introduction (PBI), Artikulasi, Group Investigation, Explicit Intruction, Coopetive Intergrated Reading dan Compotion, Inside-Outside-Circle, Consep Sentece, Complete Sentese, Mind Mapping.[32] Metode-metode ini belum begitu populer di kalangan Guru BAR, sebagian kecil saja yang menerapkannya dalam proses pembelajaran.

                   Dengan demikian, Guru BAR harus cerdas dalam memilih metode pembelajaran, yaitu metode yang memungkinkan siswa yang belajar dalam kontek yang bermakna. Bermakna yang dimaksud, menjadikan pengetahuan yang relevan dengan siswa, memberikan kesempatan kepada siswa melakukan pengamatan, mengumpulkan data, menganalisi, menemukan dan menyimpulkan.

  1. Kesimpulan

Metodologi pembelajaran BAR adalah ilmu yang mempelajari cara yang paling tepat (efektif) dan cepat (efisien) untuk mencaBARan tujuan pembelajaran Pendidkian Bahasa Arab. Metodologi pembalajaran BAR harus dapat memungkinkan pembelajaran BAR terpusat pada guru dan siswa yang menjadi komponen penentu dalam pembelajaran, yaitu terjadinya interaksi antara guru dan siswa bersama-sama dalam situasi edukatif untuk mencaBAR tujuan pembelajaran BAR. Dalam hubungan ini tugas guru BAR bukan hanya menyamBARkan pesan berupa materi pelajaran, melainkan pemahaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar, dengan kata lain meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.

Daftar Pustaka

Abdurrahman Mas’ud, 2002, Menggagas Format Pendidikan Nondikotomik ; Humanisme Raligius sebagai Paradigma Pendidikan Islam, Yogyakarta, Gama Media.

Abdurrahman Saleh Abdullah,1994, Teori-teori Pendidikan berdasarkan Al-Qur’an, cet. kedua, Jakarta, Rineka Cipta.

Abu Taudhied, 1990, Beberapa Aspek Pendidikan Islam, Yogyakarta, Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ahmad tafsir, 2004, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Cet ke delapan. Bandung, Remaja Rosdakarya.

Arif Armai, 2002, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Jakarta: CIPUTAT PRES.

Hasan Langgulung, 2000, Asas-asas Pendidikan Islam, edisi revisi, Jakarta, Al-Husna Zikra.

  1. Arifin, 1996, Ilmu Pendidikan Islam; suatu tinjauan teoritis dan praktis berdasarkan pendekatan Interdisipliner, cet. ke empat. Jakarta, Bumi Aksara.

Nazarudin Rahman, 2009, Manajemen Pembelajaran ; Implementasi Konsep, Karakteristik dan Metodologi Pendidkian Bahasa Arab di Sekolah Umum, Cet I, Yogyakarta, Pustaka Felicha.

Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany, 1979, Falsafah Pendidikan Islam, Alih bahasa Hasan Langgulung, cet. pertama. Jakarta, Bulan Bintang.

Ramayulis, 2001, Metodologi Pengajaran Agama Islam, cet ketiga, Jakarta, Kalam Mulia.

Syaiful Bahri Djamarah, 2000, Guru dan Anak Didik ; dalam interaksi edukatif, Cet. pertama, Jakarta. Rineka Cipta.

Tim Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga, 2002, Jurnal Ilmu Pendidikan Islam; Kajian tentang Konsep, Problem dan Prospek Pendidikan Islam, edisi Vol. 3 No. 2 Januari 2001, Yogyakarta, Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kali Jaga.

Tim DirJen Pembinaan BAR pada Sekolah Umum, 2001, Metodologi Pendidkian Bahasa Arab, Jakarta : Depatemen Agama RI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.