MENGUMPULKAN BAHAN TULISAN DENGAN CARA RISET PUSTAKA DAN WAWANCARA UNTUK PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH (KTI)

0
27

 Oleh :

 Dra. Hj. Yurnalis Nurdin, M.Pd

 Widyaiswara Utama

 Balai Diklat Keagamaan Palembang

 e-mail : yurnalisnurdin@gmail.com    

         

Abstrak: Tulisan yang berjudul “Mengumpulkan Bahan Tulisan Dengan Cara Riset Pustaka dan Wawancara Untuk Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI)”. Didalam tulisan ini akan diuraikan (1) memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber data, informasi, dan bahan untuk tulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan (2) melakukan wawancara untuk mendapatkan informasi untuk tulisan. Pada umumnya sipenulis KTI akan mencari dan mengumpulkan data, informasi, dan bahan tulisan yang dibutuhkan berkaitan dengan kegiatan penulisannya tersebut. Satu-satunya cara yang dapat ditempuh adalah mengumpulkan satu set lengkap catatan-catatan yang dibuat selama penulusuran pustaka atau penelitian dan mulai merancang outline suatu tulisan dari  catatan-catatan tersebut.

Kata Kunci: Pengumpulan Informasi Untuk Penulisan KTI. PENDAHULUAN

Ida Malati Sadjati, dalam Wardani. I.G.A.K, dkk. 2007:2.17 mengatakan tujuan dari sebagian besar proyek penulisan adalah menjelaskan sesuatu, pada umumnya sesuatu yang rumit. Tulisan semacam ini tidak bisa dilakukan oleh seseorang yang tidak mengerti apa sebenarnya yang akan ditulis. Untuk itu, pada umumnya penulis akan mencari dan mengumpulkan data, informasi dan bahan tulisan yang dibutuhkan berkaitan dengan kegiatan penulisannya tersebut.

Satu-satunya cara yang dapat ditempuh adalah mengumpulkan satu set lengkap catatan-catatan yang dibuat selama penulusuran pustaka atau penelitian dan mulai merancang outline suatu tulisan dari catatan-catatan tersebut. Tiga sumber utama yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber data atau informasi adalah perpustakaan, wawancara langsung atau lewat kuesioner dan pengetahuan yang dimiliki penulis sendiri.

Berikut ini akan diuraikan “mengumpulkan bahan tulisan dengan cara riset pustaka dan wawancara untuk penulisan karya tulis ilmiah (KTI)”, yang dibagi menjadi dua bagian yaitu; (1) memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber data, informasi, dan bahan untuk tulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan (2) melakukan wawancara untuk mendapatkan informasi untuk tulisan.

PEMBAHASAN

MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER DATA, INFORMASI, DAN BAHAN UNTUK TULISAN KARYA TULIS ILMIAH (KTI)

Menurut UU Perpustakaan pada bab I pasal I menyatakan perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan.

Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah.  Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi gede yang dibiayai dan dioperasikan diposkan sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan diposkan masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku differences mencakup biaya sendiri.

Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan badah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia. (www.bpkp.go.id/pustakabpkp).

Pada umumnya, bahan untuk menulis suatu karya tullis ilmiah, baik itu makalah atau laporan hasil penelitian, tidak hanya datang dari pikiran penulis sendiri, tetapi didukung oleh sumber-sumber informasi lainnya, seperti bahan cetak, buku, jurnal, dan sebagainya. Mengumpulkan bahan-bahan tulisan dengan banyak membaca akan membuat catatan-catatan kecil, misalnya berkaitan erat dengan proses persiapan penulisan suatu karya tulis ilmiah.

Cepat atau lambat anda akan memanfaatkan perpustakaan untuk mencari bahan-bahan yang dibutuhkan dalam penulisan karya tulis ilmiah. Perpustakaan pada umumnya menyediakan berbagai koleksi data atau informasi yang terekam dalam berbagai bentuk media, seperti media cetak, contohnya buku teks, majalah, jurnal; media audiovisual, contohnya program audio, video, computer; dan media-media lain nya, misalnya microtext.

Pada umumnya, hampir mengetahui fungsi perpustakaan, namun belum tentu semuanya memahami bagaimana cara memanfaatkannya. Berikut ini akan diuraikan cara mengenal dan memanfaatkan perpustakaan guna menunjang keberhasilan proyek penulisan karya ilmiah.

Mengenal perpustakaan, baik perpustakaan dikampus atau di tempat-tempat lain merupakan hal yang penting dilakukan siapa pun yang akan memanfaatkannya. Oleh karena tanpa mengenal perpustakaan dengan baik, baik dalam hal lokasinya, jam kerjanya, tata cara peminjaman bukunya, dan sebagainya, bagaimana mungkin memanfaatkannya dengan efektif dan efisien? Hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk mengenal perpustakaan tersebut? Inilah salah satu kiat yang dapat anda coba terapkan.

Pertama-tama, bayangkan dimana letak perpustakaan itu berada. Anda harus dapat menggambarkan letaknya dengan persis, dalam arti letaknya disebelah gedung apa, berbatasan dengan gedung atau ruang apa saja, letaknya dilantai berapa, berapa lantai semuanya, dan sebagainya. Kemudian, apabila anda masuk kedalam perpustakaan tersebut bayangkan pembagian ruangannya. Tandailah semua ruangan yang dapat anda kenali. Kemudian kenalilah masing-masing bagian/ruangan yang ada. Pada umumnya perpustakaan memiliki bagian/ruangan, seperti berikut ini

Tempat kartu catalog.

Tempat koleksi buku.

Meja petugas perpustakaan.

Meja tempat peminjaman buku.

Tempat referensi.

Tempat periodical.

Tempat mesin fotocoppy.

Koleksi microfilm dan tempat membacanya.

Ruangan belajar/baca.

Ruangan untuk koleksi media, terminal computer, koleksi khusus, dan tempat mengetik.

Setelah semua bagian dari ruangan telah anda kenali dengan baik, hal lain yang perlu juga anda ketahui adalah mengenai tata tertib dari perpustakaan tersebut. Biasanya, tata tertib perpustakaan ini ditempelkan di dinding ruangan dalam perpustakaan sehingga setiap pengunjung bisa membacanya. Hal-hal yang berkaitan dengan tata tertib perpustakaan ini, antara lain berikut ini.

Jam kerja perpustakaan. Jika dikampus atau ditempat anda bekerja terdapat lebih dari satu perpustakaan, apakah jam kerjanya sama? Apakah jam kerja ini berubah pada hari libur/liburan semester?

Prosedur menjadi anggota perpustakaan. Apakah semua orang boleh menjadi anggota perpustakaan tersebut? Ataukah perpustakaan tersebut khusus diperuntukan bagi kalangan tertentu?

Periode waktu peminjaman buku. Berapa lama anda diizinkan untuk meminjam buku atau koleksi perpustakaan lainnya? Apakah ada sanksi jika anda terlambat mengembalikan pinjaman tersebut?

Prosedur peminjaman buku/artikel.

Pencarian buku/artikel yang telah dipinjam oleh orang lain.

Prosedur penggunaan system kartu catalog atau terminal computer.

Prosedur pemanfaatan mesin fotokopi, computer dan media audio visual, dan lain-lain.

Dengan mengetahui dengan baik situasi, kondisi, dan tata tertib perpustakaan maka akan lebih mudah bagi anda untuk melakukan penelusuran pustaka. Sekarang, bagaimana caranya melakukan penelusuran pustaka tersebut?

Hal pertama yang harus anda lakukan saat memasuki perpustakaan adalah mengetahui, dimana letak sumber informasi yang dibutuhkan tersebut berada. Salah satu tempat atau bagian yang patut anda tuju di perpustakaan tersebut adalah bagian referensi. Bagian referensi ini biasanya berisi enscyclopedia, indeks, bibliografi, atlas, dan kamus. Apapun topik yang akan anda tulis, buku-buku referensi biasanya akan memberikan informasi langsung kepada anda atau mengarahkan anda pada sumber-sumber pembacaan lainnya atau bahkan kedua-duanya. Hal-hal yang dapat anda temukan dibagian referensi ini, diantaranya adalah berikut ini.

Encyclopedia.

    Dalam encyclopedia tersusun sekumulan artikel secara alphabetical. Beberapa encyclopedia berisi informasi yang umum dan luas mengenai bidang-bidang yang umum, sedangkan sebagian lainnya, mengkhususkan diri pada bidang-bidang yang lebih spesifik. Encyclopedia umum memberikan ulasan yang cukup memadai bagi seseorang yang baru mendalami suatu bidang. Contohnya encyclopedia Americana, encyclopedia Britannica, dan new Columbia encyclopedia. Sementara encyclopedia khusus, berisi informasi yang detail/mendalam mengenai bidang-bidang tertentu yang lebih spesifik. Cara penulisan informasinya lebih khas bidang ilmu yang dibahasnya sehingga penggunanya harus memiliki latar belakang ilmu yang sama bila ingin memanfaatkannya secara optimal. Encyclopedia of chemical technology, MCgrow hill encyclopedia of science and technology, dan sebagainya.

Kamus.

Merupakan susunan kata-kata yang didaftar berdasarkan alfabeta. Daftar kata-kata tersebut disertai dengan keterangan mengenai bentuknya, cara melafalkannya, asal katanya, artinya, serta penggunaannya. Selain kamus bahasa, terdapat juga kamus bidang ilmu, yang pada umumnya berisi uraian tentang definisi atau istilah yang spesifik terhadap bidang-bidang tertentu subjek/topik pada bidang-bidang yang lebih khusus, seperti bidang pendidikan, seni, teknologi, budaya, sejarah, kesusastraan, dan psikologi. Encyclopedia of dictionary of economics and business, new grove dictionary of music and musicians.

Kompilasi fakta dan data-data statistik.

Pada umumnya bagian ini berisi sekumpulan laporan tentang kejadian-kejadian penting yang pernah ada, disertai nama, tanggal dan tempat kejadian; dan laporan dari biro perusahaan statistic tentang berbagai hal.

Bibliografi.

Berisi daftar tulisan yang ditulis oleh beberapa ahli yang terkenal dalam bidang-bidang tertentu, dilengkapi dengan uraian singkat mengenai isi buku dan kadang-kadang disertai dengan riwayat hidup penulisnya.

5. Panduan untuk mencari buku.

Pada umumnya berisi informasi tentang daftar    pengarang dan judul buku yang tersedia diperpustakaan, daftar buku-buku terbaru dengan topik-topik tertentu, rangkuman ulasan buku dari pengarang tertentu, dan informasi tentang, dimana anda dapat menemukan buku yang mengulas tentang topik yang akan anda tulis.

Panduan untuk mencari artikel.

    Berisi informasi tentang daftar judul artikel dan  pengarangnya yang dikumpulkan dalam satu buku.

Periodicals.

Yang termasuk kategori periodicals, diantaranya adalah jurnal, majalah, dan surat kabar. Untuk memudahkan pencarian periodical ini, biasanya diperpustakaan ada indeks umum dan khusus untuk periodical ini.

Terbitan-terbitan pemerintah. Seperti laporan biro pusat statistic.

    Dengan mengetahui hal-hal apa saja yang dapat anda temui dibagian referensi ini, paling tidak anda akan mempunyai gambaran tentang langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan pada saat melakukan penelusuran sumber informasi atau data diperpustakaan. Nah, sekarang ini bagaimana caranya memanfaatkan referensi-referensi tersebut? Untuk lebih jelasnya, simaklah uraian berikut ini.

Pemanfaatan encyclopedia, misalnya anda ingin menulis tentang masalah pendidikan dasar. Untuk itu, anda harus membaca encyclopedia tentang pendidikan. Kemudian, telusuri isi encyclopedia ini dengan cara mencari tulisan atau relevan dengan topik yang akan anda tulis. Selain itu, dapat pula dicari tulisan yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dibenak anda berkaitan dengan topik yang akan anda tulis. Selanjutnya jika anda telah menemukan beberapa artikel yang sesuai yang sesuai dengan yang dimaksud maka pada lembar terakhir dari artikel-artikel tersebut biasanya terdapat daftar artikel lain yang membahas topik yang senada.

Pemanfaatan panduan untuk mencari fakta dan statistic, misalnya anda inginn melakukan riset tentang pencemaran air laut oleh bahan bakar minyak di perairan teluk Jakarta. Untuk itu, hal pertama yang harus anda lakukan adalah menentukan periode waktu tertentu, diamana pencemaran terjadi. Setelah itu, cari laporan kejadian serta hasil-hasil analisisnya dibagian fakta dan statistik ini.

Pemanfaatan bibliografi, pada umum nya untuk topik yang akan anda tulis anda telah memiliki judul buku dan pengarangnya sekaligus, dan anda ingin mengetahui isi dari buku tersebut secara lebih mendalam maka anda dapat menelusurinya di bibliografi ini.

Pemanfaatan panduan mencari artikel dalam buku, caranya cari artikel dalam buku yang barangkali relevan dengan topik yang akan anda tulis. Kemudian, buat catatan tentang artikel tersebut dan pastikan catatan tersebut berisi data nama penulis, judul artikel dan judul buku, dimana artikel tersebut dimuat.

Mencari buku dengan online catalog dan card catalog

Setelah anda melihat dibagian referensi tentang topik yang akan anda tulis maka selanjutnya anda dapat membuat daftar judul buku dan artikel yang dapat mendukung proyek penulisan lebih lanjut. Untuk mendapatkan buku atau artikel yang dimaksud, anda dapat mencarinya dengan melihat catalog. Sekarang ini hampir disemua perpustakaan yang besar dapat dijumpai cara penelusuran buku dengan dua macam catalog, yaitu online catalog (menggunakan terminal computer) dan card catalog (kartu catalog).

Pencarian buku dengan online catalog biasanya menggunakan terminal computer. Dengan terminal computer yang ada, anda dapat mencari buku-buku dengan judul dan nama penulis yang jelas atau minta kepada computer untuk mencari file-file yang berkaitan dengan topik yang sedang anda tulis.

Cara menggunakan online catalog adalah sebagai berikut.

Tanya pada petugas perpustakaan tentang tempat terminal computer terdekat yang bisa digunakan untuk penelusuran pustaka.

Biasanya dimonitor sudah tersedia menu yang dapat anda pilih sendiri, apakah anda akan mencari buku atau artikel berdasarkan nama pengarangnya, judul buku atau artikelnya atau anda dapat pula meminta computer untuk mencari daftar buku atau artikel yang sesuai dengan topik yang anda sedang tulis. Misalnya, anda mencari judul buku tentang manajemen maka di monitor computer akan keluar seluruh judul buku mengenai manajemen yang ada diperpustakaan tersebut. Anda tinggal memilih, buku mana yang anda butuhkan dari daftar buku yang ada tersebut.

Selanjutnya dengan menekan enter atau return pada keyboard computer tersebut, anda dapat menelusuri lebih lanjut mengenai judul buku lainnya sesuai dengan yang anda cari.

Jika judul buku, artikel atau daftar buku yang anda butuhkan sudah diperoleh maka anda tinggal menekan enter atau return pada keyboard terminal computer tersebut untuk melanjutkan penelusuran atau berhenti melakukan penelusuran.

Selain menggunakan computer, anda juga dapat menggunakan card catalog (kartu catalog) untuk mencari buku atau artikel yang anda butuhkan. Kartu catalog akan memberi informasi yang lengkap tentang semua buku yang ada diperpustakaan. Kartu catalog ini biasanya diletakkan disebuah lemari kecil dan letaknya biasanya berdekatan dengan rak-rak buku koleksi perpustakaan.

Pada umumnya, semua buku koleksi perpustakaan didata dalam  tiga (3) jenis kartu catalog, yaitu 1. catalog yang berisi data tentang pengarang/penulis, 2. judul buku dan 3. subjek/topik tertentu. Kartu-kartu catalog tersebut biasanya didata berdasarkan abjad. Kartu catalog pengarang/penulis, disusun berdasarkan nama akhir dari pengarang/penulis; kartu catalog judul buku, disimpan dengan menggunakan kata pertama yang penting dari judul buku tersebut; dan kartu catalog subjek/topik, didaftar berdasarkan kata pertama dari subjek/topik tersebut. Ketiga jenis kartu catalog ini berisi informasi yang lengkap tentang nama pengarang/penulis, judul buku/artikel, nama penerbit, waktu dan tempat penerbitan, jumlah halaman buku, serta cakupan materi yang dibahas. Selain itu, kartu-kartu ini juga menunjukan jika suatu buku memiliki indeks, bibliografi atau ilustrasi.

Jika buku, jurnal atau artikel yang anda cari tidak ditemukan di perpustakaan, anda dapat memanfaatkan aktifitas interlibrary loan, jika memang fasilitas tersebut tersedia.

Cara mencari buku referensi dengan menggunakan kartu catalog adalah sebagai berikut.

Ingat kembali topik yang akan anda tulis, kemudian fokuskan materi apa saja yang akan dicakup dalam topik tersebut, misalnya fokus tulisan tersebut adalah sanitasi lingkungan.

Masuk ke perpustakaan, cari encyclopedia artikel-artikel tentang sanitasi lingkungan. Pada umumnya didalam encyclopedia akan dijummpai daftar artikel yang berisi informasi umum tentang sanitasi lingkungan, kasus-kasus yang pernah terjadi dengan buruknya sanitasi lingkungan, upaya-upaya yang pernah dilakukan untuk menjaga sanitasi lingkungan, dan lain sebagainya.

Pilih dan catat artikel-artikel yang ada didaftar tersebut, terutama artikel yang sesuai dengan yang anda butuhkan.

Pergi kebagian referensi, cari kartu catalog yang memuat informasi tentang buku yang anda cari. Dari kartu catalog ini, anda akan memperoleh informasi tentang lokasi buku atau artikel yang anda cari tersebut berada.

 

Memeriksa bahan-bahan pustaka yang telah diperoleh.

Setelah semua bahan pustaka anda temukan dan kumpulkan maka langkah berikutnya yang harus anda lakukan adalah memeriksa bahan-bahan tersebut. Artinya, anda harus melihat kembali satu demi satu, apakah buku/artikel yang anda kumpulkan tersebut memang memuat tulisan tentang topik yang akan anda tulis? Hal ini penting agar anda dapat, memilih dan memilah bahan-bahan mana yang penting, mana yang kurang penting atau yang tidak penting. Dengan demikian, anda dapat mengelola waktu baca anda dan bahan-bahan tersebut dapat anda manfaatkan seoptimal mungkin. Adapun cara memeriksa bahan pustaka tersebut adalah sebagai berikut.

Atur waktu membaca anda. Susun buku atau artikel yang telah anda peroleh berdasarkan tingkat kepentingannya, mengacu pada rencana yang telah anda tetapkan. Kemudian, kalau memungkinkan, konsultasikan daftar buku/artikel tersebut kepada dosen atau orang yang memberi tugas pada anda. Setelah disetujui, tetapkan jadwal membaca. Buatlah rencana untuk menyelesaikan semua bacaan dan membuat catatan seminggu sebelum karya ilmiah tersebut dikumpulkan atau sesuai dengan waktu yang anda butuhkan. Selanjutnya, anda akan membutuhkan waktu untuk mengait-ngaitkan bahan bacaan tersebut sehingga terlihat benang merahnya.

Bacalah secara selektif. Jika sumber bacaan anda adalah buku, baca pendahuluannya agar anda mengetahui cakupan isi dan tujuannya. Kemudian, lihat daftar isinya serta indeks yang berkenaan dengan topik yang akan anda tulis. Baca bagian-bagian yang sesuai, perhatikan bukti-bukti yang penting, artikan semuanya itu dan buat catatannya.

Bacalah secara bertanggung jawab. Hormati kutipan atau konteks yang anda ambil. Membaca secara selektif bukan berarti hanya membaca bagian-bagian tertentu saja, tanpa melihat konteksnya. Untuk mengerti apa yang dikutip dan menilai ketertarikan dan kecukupannya. Barangkali anda harus membaca bagian-bagian penting dari bab-bab yang ada, paling sedikit untuk mengenal konteks tulisan yang sesungguhnya.

Bacalah secara kritis. Membaca secara kritis lebih penting untuk menulis karya ilmiah yang bersifat analisis dibanding karya ilmiah yang mengulas hasil survey. Walaupun demikian, anda harus memutuskan apakah bacaan tersebut bermanfaat untuk dikutip. Di samping itu, anda harus memutuskan pula, apakah argumen-argumen dan fakta-fakta yang ada cukup sahih. Jika penulis buku menyampaikan pendapat tanpa bukti yang mendukungnya atau membuat pernyataan tanpa mengutip sumbernya maka anda harus waspada.

 Membuat catatan dari bahan-bahan pustaka

Anda dapat membuat catatan dari sumber-sumber bacaan anda dengan berbagai cara, misalnya menulis pada kartu indeks, menulis dikertas lepas-lepas, memfotokopi halaman tertentu dari buku, jurnal atau artikel yang diperoleh atau mengetiknya dengan computer sehingga kapan saja anda bisa menambahkan, mengurangi, dan memanfaatkannya. Salah satu cara terbaik dan sederhana dalam membuat catatan ini adalah selalu mengacu pada kartu indeks yang telah anda buat. Letakkan setiap informasi yang dibutuhkan pada satu kartu indeks, hal ini akan mempermudah anda di dalam menata informasi-informasi tersebut pada saat anda mulai menulis dan mengait-ngaitkan informasi tersebut dalam tulisan anda.

Membuat ringkasan dan “paraphrasing”

Disamping membuat catatan, andapun dapat membuat ringkasan atau paraphrasing dari sumber bacaan yang anda dapatkan didalam menunjang keberhasilan proyek tulisan anda tersebut.

Anda akan membutuhkan kutipan didalam tulisan anda, tetapi jangan telalu banyak karena pembaca akan bingung membedakan mana buah pikiran anda yang sesungguhnya dan mana yang bukan.  Oleh sebab itu, pada saat anda membuat catatan, anda harus merasa bebas untuk meringkas atau mengungkapkan kembali sumber tulisan tersebut dengan kata-kata anda sendiri. Meringkas suatu pernyataan dari sumber tulisan merupakan cara terbaik untuk memastikan bahwa anda mengerti betul apa yang dibahas penulis dalam bukunya tersebut.

Membuat kutipan

Dalam hal ini, anda harus mengutip dengan persis dan apa adanya pernyataan dari sumber bacaan yang anda gunakan jika pernyataan tersebut merupakan pandangan mendasar dari penulis dan jika anda ubah dalam bahasa anda sendiri akan mengaburkan arti sesungguhnya.

Contoh:

Pengertian kreatifitas menurut semiawan (1992) dalam wardani I.G.A.K. dkk 2007:2.28 adalah kemampuan untuk menciptakan produk baru. Ciptaan berupa produk baru tersebut  tidak harus seluruhnya baru,tetapi bisa kombinasi dari unsure-unsur yang sudah ada.

Pada saat anda membuat kutipan, perhatikan hal-hal berikut ini.

Buat kutipan dengan tepat. Hati-hati dan hindari kesalahan mengutip dalam bentuk apapun. Setetlah mengutip suatu pernyataan, baca kembali pernyataan tersebut, dan bandingkan dengan aslinya.

Gunakan tanda kutip untuk menunjukan awal dan akhir suatu kutipan. Anda harus membedakan mana kutipan dan mana paraphrasing dalam kartu indeks yang anda buat.

Gunakan tanda titik (…) untuk menunjukan bahwa anda telah memotong kalimat pernyataan dari sumber yang anda kutip, dan anda hanya mengutip sebagian saja daripadanya.

Contoh:

Lebih jauh menurut Hasandi (1999) unsure utama kreatifitas adalah “… daya kesanggupan untuk menciptakan produk baru”.

Gunakan tanda kurung buka dan tutup ( ) untuk memberikan  tanda bahwa anda memberikan penjelasan terhadap pernyataan yang anda kutip.

Contoh:

Pengertian asli adalah bukan “tiruan atau jiplakan” (dibuat berdasarkan  sesuatu yang sudah ada sebelumnya atau mengikuti pola yang sudah ada).

MELAKUKAN WAWANCARA UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI UNTUK TULISAN.

Cakupan topik yang ingin anda tulis adakalanya memerlukan lebih banyak informasi selain dukungan bahan bacaan yang diperoleh dari perpustakaan. Apabila hal ini terjadi maka pertimbangkan untuk melakukan wawancara langsung atau melalui kuesioner dengan pihak-pihak yang mengetahui permasalahan  yang akan anda tulis. Ada empat hal yang harus anda perhatikan pada saat akan melakukan wawancara untuk keperluan proyek penulisan karya ilmiah, yaitu sebagai berikut.

Menenentukan orang yang tepat untuk diwawancarai.

Mempersiapkan pedoman wawancara.

Melaksanakan wawancara.

Mengolah hasil wawancara.

Sebelum lebih lanjut membahas tahapan wawancara ini, ada baiknya kita diskusikan dulu pengertian wawancara tersebut. Michalak dan Yager (1979) dalam Gluey (1989) mengatakan bahwa wawancara adalah teknik pengumpulan iformasi/data yang dilakukan melalui pengajuan pertanyaan secara kontak langsung. Dalam hal ini, pencari informasi mencari sumber informasi, biasanya orang yang ahli atau bergelut dalam bidang-bidang tertentu, dan langsung mengajukan pertanyaan kepada informasi tersebut. Teknik ini sering dilakukan dalam menunjang proyek penulisan karya ilmiah karna berbagai kelebihannya. Wawancara atau intervidu merupakan cara yang umum dipergunakan untuk memperoleh informasi dalam berbagai situasi, bisa formal ataupun informal.

Wawancara (bahasa Inggris:interview) merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai. (https:/id.m.wikipedia.org/).

Menentukan orang yang tepat untuk diwawancarai

Pada saat anda menentukan topik atau tujuan penulisan, pada saat yang sama akan terlintas dibenak anda orang-orang yang kompeten dalam bidang yang akan anda tulis tersebut. Bila hal ini terjadi berarti anda sudah mempunyai daftar nama orang yang tepat untuk diwawancarai berkaitan dengan topik yang akan anda tulis tersebut. Misalnya, anda akan menulis tentang pengaruh polusi udara, khususnya asap kendaraan bermotor, terhadap kesehatan maka orang-orang yang bisa anda wawancarai adalah mereka yang tau persis akibat udara kotor terhadap kesehatan, dalam hal ini salah satunya adalah dokter. Selain itu, anda juga dapat mewawancarai pejabat terkait, salah satunya pejabat yang menangani masalah analisis dampak lingkungan, pejabat pada direktorat lalu-lintas jalan raya yang menangani masalah emisi bahan bakar minyak, dan sebagainya atau anda menulis karya ilmiah yang bersifat analisis, barangkali anda dapat mewawancarai professor di fakultas anda yang benar-benar ahli dalam bidang polusi udara ini. Jadi, dengan mengacu pada topik, tujuan, dan jenis karya ilmiah yang akan ditulis, sesungguhnya anda telah dapat nama-nama orang yang tepat untuk diwawancarai.

Persiapan wawancara

Setelah menentukan nama-nama orang yang akan diwawancarai, langkah berikutnya yang harus anda lakukan adalah meminta kesediaan orang-orang tersebut untuk diwawancarai. Caranya dapat dilakukan secara langsung, artinya anda datang ketempat orang itu berada dan mengutarakan maksud anda atau dapat pula secara tidak langsung, lewat telepon atau surat. Permintaan kesediaan wawancara melalui surat harus dipertimbangkan masak-masak jika anda diburu oleh deadline karena biasanya tanggapan yang diharapkan lewat surat datangnya agak lambat dibanding lewat telepon atau langsung.

Selanjutnya anda pun diharapkan mempelajari sebanyak mungkin karakteristik orang yang akan anda wawancarai tersebut, terutama dengan segala hal yang berkaitan dengan pekerjaannya jika memang itu yang akan anda gali darinya. Pada saat anda menghubungi orang yang akan diwawancarai, baik langsung, lewat surat maupun telepon, jelaskan padanya (a) siapa anda, (b) mengapa anda memintanya untuk wawancara, (c) mengapa anda memilihnya untuk diwawancarai, (d) masalah yang akan dibahas dalam wawancara, (e) meminta persetujuan tentang waktu yang tepat untuk wawancara, dan (f) anda mengizinkan yang bersangkutan membaca draft anda.

Susunlah daftar ppertanyaan yang akan anda ajukan, tentunya mengacu pada topik atau tujuan anda menulis karya ilmiah. Untuk itu anda harus membuat perencanaan wawancara yang baik agar diperoleh data dan informasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Pada perencanaan wawancara tersebut, antara lain pewawancara harus menetapkan; jenis informasi yang dibutuhkan, jenis pertanyaan yang harus diajukan untuk mendapatkan informasi tersebut, cara melakukannya, jumlah orang yang akan diwawancarai, dan sebagainya.

Hal lain yang perlu diingat adalah hindari pengajuan pertanyaan yang terlalu umum. Pada umumnya, penulis pemula yang kurang terlatih mengajukan pertanyaan yang kurang spesifik, seperti “apa yang anda lakukan jika terjadi polusi udara?”, pertanyaan akan lebih baik jika dirumuskan dengan lebih spesifik dan terfokus, seperti “penduduk disekitar tanah abang mengeluh tentang tebalnya asap kendaraan bermotor yang melintas didaerah mereka. Apakah anda telah melakukan suatu kegiatan yang berkaitan dengan usaha penanggulan polusi udara (baca; asap) tersebut?

Agar anda dapat merumuskan pertanyaan wawancara dengan baik, spesifik dan terfokus, ikutilah tips berikut ini.

Menentukan butir-butir informasi yang dibutuhkan.

Mengembangkan pertanyaan wawancara. Hal yang pertama muncul dalam benak para pewawancara adalah mengenai jenis pertanyaan yang diajukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Menyusun pertanyaan wawancara harus dilakukan dengan cermat. Pertanyaan wawancara yang baik adalah pertanyaan yang singkat , jelas dan terarah, serta memerlukan jawaban seketika. Pertanyaan demikian, akan mudah dipahami, dicerna, dan dapat dijawab secara langsung dengan lugas tanpa memerlukan waktu untuk membuka dokumen serta mencari datanya. Penguasaan keterampilan menyusun berbagai tipe pertanyaan diperlukan dan sangat berguna dalam menyelesaikan tugas ini.

 

Setelah itu pewawancara harus menguasai pula teknik pengajuan pertanyaan. Berbagai keterampilan mengajukan pertanyaan harus diterapkan. Pertanyaan pertama yang diajukan harus positif dan bersifat netral. Contoh, pertanyaan yang positif adalah “apa yang paling anda sukai dari pekerjaan anda?” fungsi pertanyaan positif ini adalah untuk mencairkan suasana, sedangkan contoh pertanyaan yang netral adalah “ceritakan tentang pekerjaan anda?” setelah pertanyaan positif dan netral diajukan, kemudian boleh diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan negatif, misalnya berikut ini.

Jika anda diizinkan membuat perubahan dalam pekerjaan anda, perubahan apa yang akan anda lakukan?

Masala-masalah apa saja yang dirasakan masyarakat dengan adanya polusi udara ini?

Usaha-usaha apa saja yang dilakukan unit anda didalam membantu mengurangi polusi udara ini?

Pertanyaan-ppertanyaan yang ambigu dan mengandung permasalahan ganda harus dihindarkan, sebaiknya satu pertanyaan untuk satu hal. Demikian pula, pertanyaan retoris yang mengesankan bahwa pewawancara sudah paham apa yang ditanyakan atau sudah tau jawabannya, harus dihindari, pertanyaan ambigu, ganda, dan retoris biasanya tidak menarik dan sulit untuk dijawab sehingga tidak berfungsi dalam pengumpulan informasi.

Jenis pertanyaan dan kalimat tanya yang digunakan dalam wawancara adalah bervariasi, dari mulai kalimat tanya sederhana sampai kalimat pertanyaan yang mendalam. Pertanyaan-pertanyaan tersebut masing-masing memiliki fungsi dalam menunjang keberhasilan proses wawancara. Ada pertanyaan untuk memusatkan perhatian, pertanyaan untuk menggali informasi lebih lanjut, pertanyaan untuk klarifikasi dan pertanyaan untuk memperoleh konfirmasi. Pemilihan tipe pertanyaan secara tepat diikuti cara pengajuan yang tepat pula maka akan menunjang keberhasilan proses dan tujuan wawancara. Dalam menghadapi situasi dan orang-orang yang mungkin tergolong sulit mengemukakan sikap dan pendapatnya. Hal-hal seperti diatas akan sangat membantu.

Wawancara tidak harus menanyakan sesuatu dengan kalimat pertanyaan yang lengkap. Pertanyaan singkat dan sederhana, seperti “kemudian?”, “apa?”, “maksudnya?” kadang-kadang sudah cukup untuk memberi kesempatan pada yang diwawancara untuk melanjutkan berbicara secara lebih mendalam atau mendetail.

Pelaksanaan wawancara

Pelaksanaan wawancara dilapangan harus diarahkan agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan mecapai tujuan tersebut ditentukan oleh kemampuan pewawancara mengikuti pedoman wawancara yang telah disusun sebelumnya. Apabila yang telah disiapkan adalah pedoman umum maka pewawancara harus pandai-pandai mengatur jalannya wawancara dan mengarahkan pokok pembicaraan, apabila telah disiapkan daftar pertanyaan yang terstruktuk maka wawancara tinggal mengikuti daftar tersebut. Dibuatnya daftar pertanyaan terstruktur memungkinkan dilaksanakannya wawancara secara lebih efektif dan efisien.

Berikut ini beberapa kiat dalam melaksanakan wawancara yang sukses.

Lakukan wawancara dalam suasana yang menyenangkan. Suasana yang enak dan menyenangkan dapat anda ciptakan dengan cara membuka wawancara dengan perkenalan serta dengan menjalin saling pengertian. Untuk mencairkan suasana mulailah dengan pertanyaan-pertanyaan yang positif.

Bersikaplah santai, tetapi dengan tujuan yang jelas. Anda disana untuk mendapatkan informasi. Jadi, jangan ragu-ragu untuk mengajukan pertanyaan yang mengarah pada fokus permasalahan.

Gunakan pedoman wawancara (daftar pertanyaan) yang sudah disiapkan.

Biarkan yang diwawancarai untuk berbicara. Jangan pernah coba-coba mempengaruhinya dengan pengetahuan anda sendiri tentang masalah yang dianggap menjadi bidang keahliannya.

Berlakulah seobjektif mungkin. Jangan mengungkapkan pendapat sendiri tentang masalah yang ditanyakan. Anda disana untuk mendapatkan informasi, bukan untuk berdebat.

Berikan kesempatan berpikir. Setelah mengajukan pertanyaan, anda jangan mengharap jawaban sesegera mungkin, sebaiknya berikan waktu yang cukup kepada responden untuk menyusun jawaban. Diam sejenak adalah cara untuk memperoleh hasil terbaik. Diam dapat berarti pula sebuah pertanyaan, artinya pewawancara rajin mendengar lebih banyak jawaban.

Apabila jawaban yang diberikan belum lengkap, tanyakan lagi. Jika anda tidak menanyakannya pada saat wawancara, jangan-jangan nanti anda akan sulit mendapatkan jawabannya lagi.

Apabila yang diwawancarai kehilangan arah didalam menjawab pertanyaan anda, siaplah dengan pertanyaan yang persis dan langsung untuk membimbingnya kembali ke permasalahan yang sedang dibahas.

Buat catatan seperlunya, khususnya catatan yang dapat membantu anda pada saat mengingat kembali proses wawancara nantinya. Jangan minta yang diwawancarai memperlambat uraiannya hanya karna anda ingin membuat catatan. Hal ini, tidak hanya menyita waktunya yang telah dialokasikannya untuk anda, tetapi juga bisa mengganggu atau merusak jalan pikirannya di dalam menjawab pertanyaan anda.

Jika anda menggunakan tape recorder, jangan terlalu santai sehingga anda lupa pertanyaan penting yang harus di ajukan.

Buatlah catatan sesegera mungkin setelah wawancara selesai. Jangan menunda hal ini karna sebagus apapun daya ingat seseorang, beberapa point penting akan terlupakan bila tidak diingat (catat) seketika.

 

Pengolahan data wawancara

Data atau informasi yang dikumpulkan melalui wawancara biasanya dicatat atau direkam. Selanjutnya data atau informasi tersebut biasanya disebut catatan lapangan – perlu diolah mrnjadi informasi yang dapat digunakan untuk menunjang proyek karya ilmiah anda.

Hasil wawancara berupa catatan atau rekaman tersebut mula-mula dibuat menskkripsinya. Pokok-pokok jawaban atas pertanyaan dikumpulkan dan dikelompokan menjadi beberapa kategori sesuai dengan sifat dan permasalahannya. Transkrip wawancara tersebut dideskripsikan. Selanjutnya diadakan telaah dan analisis terhadap informasi tersebut sehingga diperoleh suatu simpulan. Telaah atau pemeriksaan data tersebut dimaksudkan untuk memperoleh keabsahan dan kecukupan data.

Berdasarkan suatu hasil wawancara yang cukup lengkap, akan dapat dibuat simpulan-simpulan tentang masalah yang relevan dengan topik yang akan anda tulis.

Hasil wawancara

Hasil wawancara pada dasarnya adalah suatu simpulan yang akurat dan dapat dipercaya yang diharapkan dapat dijadikan dasar dan bahan untuk menunjang beberapa konsep ataupun teori yang dibahas di dalam karya tulis yang sedang anda kembangkan. Informasi yang akurat tersebut dirumuskan beradasarkan atas pengolahan data wawancara. Informasi tersebut harus disajikan dalam bahasa yang lugas, sederhana, mudah dipahami dan ditafsirkan.

 C. KESIMPULAN

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan:

Proses pengumpulan data/informasi untuk keperluan penulisan KTI dapat dilakukan dengan cara penulusuran bahan atau sumber bacaan di perpustakaan dan melacak informasi dari orang-orang yang ahli dalam bidang tertentu dengan jalan mewawancarainya.

Dalam memanfaatkan perpustakaan, ada beberapa bagian yang perlu diketahui cara penggunaannya, yaituencyclopedia, bibliografi, periodical, reverensi, data statistik, dan terbitan-terbitan pemerintah.

Penulusuran pustaka dapat dilakukan dengan cara, yaitu dengan lewat online catalog, biasanya menggunakan terminal komputer sebagai sumber informasinya, dan card-catalog (kartu katalog), dimana, semua informasi tentang pengarang/penulis buku/artikel, judul buku dan subjek/topik tulisan dicatat dalam kartu.

Terdapat tiga jenis katalog yang dapat digunakan pada saat penulisan pustaka, yaitu kartu katalog yang berisi informasi tentang pengarang/penulis, judul buku/artikel dan subjek/topik yang ditulis.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam penulusuran data/informasi untuk tulisan dengan cara wawancara adalah berikut ini:

Menentukan siapa yang akan diwawancarai

Mengembangkan pedoman wawancara

Melaksanakan wawancara

Mengolah data wawancara

Pedoman wawancara yang berisi daftar pertanyaan yang akan diajukan merupakan salah satu prasyarat terpenting yang menentukan keberhasilan suatu wawancara. Pedoman wawancara ini harus dikembangkan berdasarkan cakupan materi dan permasalahan yang akan dikembangkan dalam KTI

DAFTAR USTAKA

Indriati, E. 2001. Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Gramedia

Suhardjono.1995. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Departemen Pendidikan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis, Bagian royek Peningkatan Mutu Guru SD Setara D-II Jakarta

Suhardjono.1996. Pedoman Penilaian Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Departemen Pendidikan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis, Proyek Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan Dikdasmen, Jakarta

Wardani. I.G.A.K,dkk. 1997. Modul Laporan Penelitian dalam I.G.A.K Wardani. Buku Materi Pokok Metode Penelitian (MKDU 4411). Buku .  Jakarta: Universitas Terbuka

Wardani. IG.A.K,dkk. 2007. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Universitas Terbuka

(https:/id.m.wikipedia.org/).

(www.bpkp.go.id/pustakabpkp).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.