MENENTUKAN METODE PEMBELAJARAN DENGAN MENGENAL MODALITAS SISWA

0
46

MENENTUKAN METODE PEMBELAJARAN DENGAN MENGENAL MODALITAS SISWA

 Miskiah, M.Pd

(Widyaiswara Madya BDK Palembang)

Abstrak:  Modalitas dapat didefinisikan sebagai cara seseorang dalam menerima hasil belajar dengan tingkat penerimaan yang optimal dibandingkan dengan cara yang lain. Setiap orang memiliki modalitas masing-masing. Pengenalan modalitas sangat penting. Bagi guru dengan mengetahui modalitas tiap siswa maka guru dapat menerapkan tekhnik dan strategi yang tepat baik dalam pembelajaran maupun dalam pengembangan diri. Hanya dengan penerapan yang sesuai maka tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Seorang siswa juga harus memahami jenis modalitasnya. Dengan demikian, ia telah memiliki kemampuan mengenal diri yang lebih baik dan mengetahui kebutuhannya. Pengenalan modalitas  akan memberikan pelayanan yang tepat terhadap apa dan bagaimana sebaiknya disediakan dan dilakukan agar pembelajaran dapat berlangsung optimal.
Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Modalitas, Visual, Auditory dan Kinestetik

A. Pendahuluan

Setiap guru harus memahami dan mengetahui modalitas VAK yang dimiliki oleh siswa. Setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam menerima dan memproses suatu informasi. Shanahan (2008) menyatakan bahwa modalitas yang dimiliki setiap orang adalah berbeda-beda dan terdapat perbedaan yang signifikan antaramasing-masingmodalitastersebut.
Perbedaan modalitas pada masing-masing individu, mengakibatkan kemampuan daya serap terhadap suatu konsep akan berbeda-beda sehingga tingkat pemahaman konsep juga berbeda-beda. Dalam suatu proses pembelajaran guru biasanya dominan menggunakan metode atau model belajar yang mampu mengakomodasi modalitas visual dalam proses pembelajaran. Hal ini akan merugikan anak dengan modalitas belajar dominan auditorial dan kinestetik. Oleh karena itu sebagai seorang guru sangatlah penting untuk memperhatikan modalitas belajar yang dimiliki siswanya sehingga mampu memilih suatu metode belajar yang dianggap paling relevan dan sesuai dengan modalitas yang dimiliki oleh siswa. Siswa akan lebih mampu berkonsentrasi dan bisa menerima pembelajaran dengan baik sehingga akan mampu meningkatkan pemahaman konsep yang dimiliki yang merupakan dasar daripeningkatanhasilbelajarsiswa.
Dengan mempertimbangkan dan melihat modalitas apa yang paling menonjol dari diri siswa maka guru atau pendidik diharapkan dapat bertindak secara arif dan bijaksana dalam memilih metode belajar yang sesuai. Bagi para siswa yang mengalami kesulitan belajar, guru dapat membuat rencana atau persiapan yang merupakan kiat belajar sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep. Jika seseorang mengenali modalitasnya, maka orang tersebut dapat mengelola pada kondisi apa, dimana, kapan dan bagaimana orang tersebut dapat memaksimalkan belajarnya.

Selain menjalankan proses, belajar akan menghasilkan seuatu yang relatif bersifat permanen. Hasil belajar merupakan tujuan dari belajar itu sendiri. Dimana hasil belajar tersebut dapat memberikan pengaruh atau perubahan yang penting bagi seseorang. Bagaimana cara menemukan modalitas? Serta metode apa saja yang digunakan dalam masing-masing modalitas?

B. Pembahasan

Pengertian Modalitas

Kemampuan seseorang untuk memahami dan menyerap pelajaran sudah pasti berbeda tingkatnya. Ada yang cepat, sedang, dan ada pula yang sangat lambat. Oleh karena itu, mereka seringkali harus menempuh cara berbeda untuk bisa memahami sebuah informasi atau pelajaran yang sama. Modalitas belajar atau yang sering dikenal dengan gaya belajar adalah cara seseorang dalam menerima serta memproses segala informasi yang sedang ia alami.  Modalitas merupakan cara belajar yang khas bagi siswa (Winkel:2005:164).

Apapun cara yang dipilih, perbedaan Modalitas itu menunjukkan cara tercepat dan terbaik bagi setiap individu untuk bisa menyerap sebuah informasi dari luar dirinya. Jika kita bisa memahami bagaimana perbedaan Modalitas setiap orang itu, mungkin akan lebih mudah bagi kita jika suatu ketika, misalnya, kita harus memandu seseorang untuk mendapatkan Modalitas yang tepat dan memberikan hasil yang maksimal bagi dirinya (Hamzah Uno, dkk:2004:212).

Menurut Nasution Modalitas atau “learning style” siswa yaitu cara siswa bereaksi dan menggunakan perangsang-perangsang yang diterimanya dalam proses belajar (Nasution:2008:93). Para peneliti menemukan adanya berbagai Modalitas pada siswa yang dapat digolongkan menurut kategori-kategori tertentu. Mereka berkesimpulan, bahwa :

  1. Tiap murid belajar menurut cara sendiri yang kita sebut Modalitas. Juga guru mempunyai gaya mengajar masing-masing.
  2. Kita dapat menemukan Modalitas itu dengan instrumen tertentu.
  3. Kesesuaian gaya mengajar dengan Modalitas mempertinggi efektivitas belajar.

Informasi tentang adanya Modalitas yang berbeda-beda mempunyai pengaruh atas kurikulum, administrasi, dan proses belajar mengajar. Masalah ini sangat kompleks, sulit, memakan waktu banyak, biaya yang tidak sedikit, frustasi (Nasution:2008:93).

Menurut Bobbi DePorter dan Mike Hernacki Modalitas merupakan suatu kombinasi dari bagaimana seseorang menyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi (DePorter, Bobbi & Hernacki, Mike:2000:110-112). Modalitas bukan hanya berupa aspek ketika menghadapi informasi, melihat, mendengar, menulis dan berkata tetapi juga aspek pemrosesan informasi sekunsial, analitik, global atau otak kiri-otak kanan, aspek lain adalah ketika merespon sesuatu atas lingkungan belajar (diserap secara abstrak dan konkret).

Dari pengertian-pengertian di atas, disimpulkan bahwa Modalitas adalah cara yang cenderung dipilih siswa untuk bereaksi dan menggunakan perangsang-perangsang dalam menyerap dan kemudian mengatur serta mengolah informasi pada proses belajar.

Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu : “modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun masing_ masing  dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modalitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”.
1. Visual (belajar dengan cara melihat)

Bagi siswa yang berModalitas visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai Modalitas visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkaninformasi.
Ciri-ciri Modalitas visual :

  •  Bicara agak cepat
  •  Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
  •  Tidak mudah terganggu oleh keributan
  •  Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
  •  Lebih suka membaca dari pada dibacakan
  •  Pembaca cepat dan tekun
  •  Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
  •  Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
  •  Lebih suka musik dari pada seni
  •  Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :

  • Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
  • Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
  • Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
  • Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
  • Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
  1. Auditori (belajar dengan cara mendengar)

Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai Modalitas auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.

Ciri-ciri Modalitas auditori :

  •  Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri
  •  Penampilan rapi
  •  Mudah terganggu oleh keributan
  •  Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
  •  Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  •  Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  •  Biasanya ia pembicara yang fasih
  •  Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
  •  Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
  •  Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
  •  Berbicara dalam irama yang terpola
  •  Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :

  • Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
  • Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
  • Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
  • Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
  • Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.
  • Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)

Anak yang mempunyai Modalitas kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang berModalitas ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.
Ciri-ciri Modalitas kinestetik :

  •  Berbicara perlahan
  •  Penampilan rapi
  •  Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
  •  Belajar melalui memanipulasi dan praktek
  •  Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  •  Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
  •  Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
  •  Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
  •  Menyukai permainan yang menyibukkan
  •  Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
  •  Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:

  • Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
  • Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
  • Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
  • Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
  • Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.

Modalitas dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan Modalitasnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik. Modalitas otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai Modalitas yang berbeda-beda.

Modalitas lain yang juga unik adalah yang disebut Tactual Learners atau kita harus menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar kita bisa mengingatnya. Tentu saja, ada beberapa karekteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar kita bisa terus mengingatnya. Kedua, hanya dengan memegang kita bisa menyerap informasinya tanpa harus membaca penjelasannya. Karakter ketiga adalah kita termasuk orang yang tidak bisa/tahan duduk terlalu lama untuk mendengarkan pelajaran. Keempat, kita merasa bisa belajar lebih baik bila disertai dengan kegiatan fisik. Karakter terakhir, orang-orang yang memiliki Modalitas ini memiliki kemampuan mengkoordinasikan sebuah tim dan kemampuan mengendalikan gerak tubuh (athletic ability).

Jika seseorang tidak dapat melihat atau mendengar, atau seseorang tidak dapat merasakan tekstur, bentuk, temperatur, atau berat, atau penolakan di lingkungan, berarti seseorang itu sama sekali tidak mempunyai Modalitas. Kebanyakan kita belajar dengan banyak gaya, namun kita biasanya lebih menyukai satu cara dari pada yang lainnya. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka lebih suka pada satu gaya karena tidak ada sesuatu gaya yang eksternal yang mengatakan kepada mereka bahwa mereka berbeda dari orang lain. Mengetahui bahwa terdapat perbedaan besar dalam menjelaskan hal-hal seperti mengapa kita mempunyai masalah dalam memahami dan berkomunikasi dengan beberapa orang, dan tidak bermasalah dengan orang lain, dan mengapa kita dapat mengatasi suatu keadaan lebih mudah dari pada orang-orang lain.

Cara seseorang menemukan Modalitas

Bagaimana seseorang menemukan Modalitas yang disukainya?  Satu cara sederhana adalah dengan mendengarkan petunjuk-petunjuk dalam pembicaraan seseorang, seperti dalam ungkapan di atas. Cara lain adalah memperhatikan perilaku seseorang ketika menghadiri seminar atau lokakarya. Apakah tampaknya seseorang menyerap lebih banyak informasi dari membaca makalah atau mendengarkan penyajinya? Orang-orang auditorial lebih suka mendengarkan materinya dan kadang-kadang kehilangan urutannya jika mereka mencoba mencatat materinya selama presentasi berlangsung. Orang-orang visual lebih suka membaca makalah dan memperhatikan ilustrasi yang ditempelkan pembicara di papan tulis. Mereka juga membuat catatan-catatan yang sangat baik. Pelajar kinestetik lebih baik dalam aktivitas bergerak dan interaksi kelompok.

Agar dapat menemukan Modalitas yang sesuai, setiap orang hendaknya  mau memperhatikan  dan mengeksplorasi diri dengan memperhatikan setiap hal yang membuat kegiatan belajar menjadi lebih mudah dan menyenagkan.

Yang paling terpenting adalah seseorang dapat menyerap informasi dengan maksimal dengan Modalitas yang sesuai dengan diri masing-masing. Tidaklah harus terpaku dengan cara belajar yang konvensional, seperti duduk manis dan membaca buku dengan tenang. Namun, belajarlah dengan gaya yang paling nyaman dan sesuai dengan diri masing-masing.

Manfaat Pemahaman Terhadap Modalitas

Beberapa temuan penelitian melaporkan bahwa kecocokan atau ketidakcocokkan antara Modalitas dengan gaya pengajaran yang distrukturkan bagi peserta didik berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar. Kajian ini dilakukan oleh Pask sebagaimana dikutip oleh Moeljadi Pranata, menemukan bahwa jika Modalitas peserta didik cocok dengan gaya pengajaran yang distrukturkan bagi mereka, misalnya Modalitas serealis dengan gaya pengajaran serealis, Modalitas holis dengan gaya pengajaran holis, maka peserta didik berpenampilan jauh lebih baik dalam ujian dibandingkan dengan peserta didik lain yang Modalitasnya tidak cocok dengan gaya pengajaran yang distrukturkan guru baginya (Moeljadi Pranata:2002:13-23).

Nasution menyatakan bahwa, berbagai macam metode mengajar telah banyak diterapkan dan diujicobakan kepada siswa untuk memperoleh hasil yang efektif dalam proses pembelajaran. Pada kenyataannya tidak ada satu metode mengajar yang lebih baik daripada metode mengajar yang lain. Jika berbagai metode mengajar telah ditetapkan dan tidak menunjukkan hasil yang diharapkan, maka alternatif lain yang dapat dilakukan oleh guru secara individual dalam proses pembelajaran yaitu atas dasar pemahaman terhadap Modalitas siswa (Nasution:2008:115).

Bobbi DePotter dan Hernacki menyebutkan bahwa mengetahui Modalitas yang berbeda telah membantu  para siswa, dengan demikian akan memberi persepsi yang positif bagi siswa tentang cara guru mengajar. Agar aktivitas belajar dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang diinginkan, maka Modalitas siswa harus dipahami oleh guru (DePorter, Bobbi & Hernacki, Mike:2000:110).

C. PENUTUP

Dari pembahasan di atas dapat ditarik beberapa point-point penting yaitu:

  1. Modalitas adalah cara yang cenderung dipilih seseorang untuk menerima informasi dari lingkungan dan memproses informasi tersebut. Modalitas seseorang adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam proses belajar.
  2. Modalitas yang paling sering digunakan adalah Modalitas visual, auditori dan kinestetik.
  3. Terdapat ciri dari masing-masing Modalitas yang dapat digunakan untuk mengenali Modalitas seseorang/diri sendiri.
  4. Strategi yang digunakan dalam masing-masing Modalitas berbeda.
  5. Dalam buku Quantum Learning dipaparkan tiga modalitas belajar seseorang yaitu: “modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun masing-masing dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modalitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan oranga lebih cenderung pada salah satu diantara ketiganya”.
  6. Setelah seseorang menemukan Modalitasnya, orang tersebut akan mengalami kecocokan yang akan berdampak positif terhadapa penampilan dan keberhasilan belajar si pembelajar.
  7. Mengenali Modalitas sendiri belum tentu membuat seseorang menjadi lebih pandai. Tetapi dengan mengenali Modalitas, seseorang dapat menentukan cara belajar yang lebih efektif. Agar seseorang mengetahui bagaimana memannfaatkan kemampuan belajar secara maksimal , sehingga hasil belajarnya menjadi optimal.
  8. Tidak ada strategi efektif  yang sama untuk semua orang. Strategi yang efektif untuk seseorang, mungkin tidak efektif untuk orang lain, bahkan tidak untuk semua orang.
  9.  Rahasia belajar seseorang ditentukan oleh kemampuannya untuk mengembangkan strategi yang paling efektif untuknya, yang sesuai dengan gaya/style orang tersebut.Perlu diperhatikan bahwa tidak ada strategi efektif  yang sama untuk semua orang. Strategi yang efektif untuk seseorang, mungkin tidak efektif untuk orang lain, bahkan tidak untuk semua orang.

Daftar Pustaka

De Porter, B. & Hernacki, M. 1999. “Quantum Teaching: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan” (Terjemahan Alwi Abdurrahamna)Bandung: Kaifa.

Gobai, Yosep. 2005. “Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Dan Modalitas Terhadap Hasil Belajar”. http://re-searchengines.com/art05- 94.html

Gunawan, Adi W. 2006. “Genius Learning Strategi”. Jakarta: Pustaka Utama.

Mulyani dan Syaodih, N. (2007). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Universitas Terbuka.

Nasution, S. (1984). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

http://jurnalbidandiah.blogspot.com/2012/04/macam-macam-gaya-belajar-karakteristik.html#ixzz3PuAC6rK5

http://jurnalbidandiah.blogspot.com/2012/04/macam-macam-gaya-belajar-karakteristik.html#ixzz3Pu9to6Tf

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.