MENATA BAHAN DAN PERALATAN PRAKTIKUM FISIKA SMA/MA

0
28

OLEH: BASUKI

WIDYAISWARA AHLI MADYA

BALAI DIKLAT KEAGAMAAN PALEMBANG

PENDAHULUAN

Dalam rangka implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah, diperlukan tulisan sebagai bahan belajar mandiri dan keperluan bagi Tenaga Laboran pada laboratorium fisika di SMA/MA.

Tulisan ini merupakan bahan ajar untuk pengembangan kompetensi spesifik yang menggambarkan kekhususan yang harus dimiliki tenaga laboran fisika sehingga dalam layanannya dapat mengembangkan aktivitas science process/ manipulative skills and thingking skills dan scientific attitude and value bagi siswa.

Penyusunan tulisan ini didasarkan pada tupoksi dan kompetensi yang harus dimiliki oleh para laboran fisika yang selanjutnya dijabarkan dalam indikator pada setiap kompetensi yang akan dikembangkan.

MENATA BAHAN DAN PERALATAN PRAKTIKUM FISIKA

Masalah penyimpanan alat biasanya ditentukan oleh keadaan laboratorium, artinya ditentukan oleh susunan keadaan laboratorium, keadaan perabot dan adanya gudang dan ruang persiapan. Disamping itu masalah ini juga ditentukan oleh pribadi-pribadi pemakai laboratorium, yaitu dimana barang-barang itu harus disimpan yang cukup aman, mudah dicari dan mudah dicapai oleh pemakai.

Dalam penyimpanan alat hendaknya dibedakan antara alat-alat yang sering digunakan, alat-alat yang boleh diambil sendiri oleh siswa dan alat-alat yang mahal harganya. Alat yang sering digunakan hendaknya disimpan sedemikan sehingga mudah diambil dan mudah dikembalikan. Alat-alat seperti rak tabung reaksi, kaki tiga, kasa asbes dan penjepit tabung reaksi dapat disimpan dalam laci atau lemari pada meja demonstrasi yang menghadap ke siswa. Siswa dapat mengambil dan mengembalikan sendiri alat-alat tersebut setelah mendapat petunjuk dari guru. Jika meja demonstrasi ini tidak ada, dapat digunakan lemari pada dinding laboratorium. Alat-alat seperti alat ukur listrik, mikroskop, stopwatch, termometer hendaknya disimpan tersendiri dalam laci atau lemari yang terkunci, sedang alat-alat itu disamping mahal harganya juga peka dan mudah rusak.

PENGELOMPOKAN BAHAN DAN PERALATAN PRAKTIKUM FISIKA

Alat-alat untuk percobaan fisika, biasanya dikumpulkan berdasarkan kelompok percobaan seperti :

  1. sifat-sifat benda
  2. panas
  3. bunyi dan gelombang
  4. optik
  5. listrik dan magnet
  6. fisika modern
  7. IPBA

Alat-alat yang digunakan untuk beberapa jenis percobaan, misalnya termometer yang juga dipakai untuk percobaan panas dan listrik, disimpan di suatu tempat khusus untuk alat aneka guna.

Penyimpanan juga dapat dilakukan berdasarkan atas bahan alat, misalnya alat-alat dari kaca disimpan dalam satu kumpulan, demikian pula alat-alat bahan dari kayu, besi, porselin dan sebagainya. Tetapi jika sistem ini yang diambil kadang-kadang kita sukar menentukan kumpulan alat jika sebuah alat terbuat dari beberapa bahan berlainan. Walaupun demikian sistem apapun yang digunakan dalam penyimpanan alat, maka alat-alat itu harus dalam keadaan aman, mudah dicari dan mudah diambil.

Masing-masing tempat penyimpanan alat diberi daftar nama agar alat mudah ditemukan. Hendaknya laboran tahu dimana alat-alat itu disimpan, dan bertanggung jawab atas keamanan dan pemeliharaannya.

Alat-alat yang sebagian besar terdiri dari logam hendaknya disimpan jauh dari zat-zat kimia, karena uap zat kimia dapat merusak alat. Statif yang sebagian besar digunakan hendaknya disimpan di atas meja di muka di sudut laboratorium, supaya mudah diambil dan dikembalikan. Hendaknya statif ini jangan disimpan di bagian bawah lemari asap atau di atas lantai, karena akan mudah kena debu dan akan kurang mendapat perhatian.

Penyimpanan pipet dan buret sebaiknya disimpan dalam keadaan berdiri, dan perlu diletakkan pada tempat yang khusus. Dengan cara demikian pipet dan buret akan cepat kering dan siap untuk dipakai lagi. Jika pipet dan buret tidak sering dipakai hendaknya penyimpanannya di tempat yang tertutup hingga tidak kena debu.

Apabila harus mengambil pipet dan buret sendiri untuk percobaan biasanya siswa-siswa berebut memilih alat-alat yang diperlukan itu. Untuk mencegah ini, sebelum percobaan pipet dan buret diletakkan pada meja siswa tempat percobaan akan dilakukan terlebih dahulu. Agar pipet atau buret tidak mudah jatuh terguling, maka kedua alat tersebut dapat ditempatkan pada tempat khusus.

Pipa Kaca sebaiknya disimpan pada rak yang khusus dan disimpan dalam ruang persiapan atau gudang. Jika jumlah barang tidak terlalu banyak, rak itu dapat dijadikan satu dengan rak untuk keperluan lainnya. Misalnya bagian atasnya pipa kaca bagian bawahnya untuk menyimpan alat-alat fisika yang panjang dan berat seperti tabung kundt, jembatan wheatstone dan lain sebagainya.

Gabus dan Penutup Karet dapat disimpan dalam laci ditempatkan dalam kotak-kotak. Sebaiknya ukuran yang sama dimasukkan dalam satu kotak, dan jangan mencampur adukan tutup karet berlubang dengan yang tidak berlubang. Gabus-gabus yang telah dipakai hendaknya disimpan di tempat tersendiri karena gabus-gabus ini masih dapat digunakan.

Film-film strip, slide dan buku  hendaknya disimpan dalam ruang persiapan. Film hendaknya disimpan pada rak dengan kompartemen selebar besar tempat film. Film strip disimpan dalam kaleng-kaleng kecil khusus untuk itu dan diatasnya diberi tulisan judul film yang bersangkutan. Kaleng-kaleng itu dimasukan ke dalam kotak yang lebih besar dan dimasukan ke dalam lemari. Ke dalam masing-masing kotak dimasukan daftar judul alat yang disimpan di dalamnya. Judul-judul tersebut dituliskan dalam buku stok.

Penyimpanan buku dilakukan seperti penyimpanan di perpustakaan. Buku-buku yang disimpan di sini selain buku teks juga buku pegangan guru, tetapan fisika, dan katalog. Alat-alat yang mahal harganya, seperti mikroskop dan osiloskop hendaknya disimpan di tempat yang aman dan terkunci. Mikroskop dan lensa lainnya harus ditempatkan di lingkungan yang kering. Karena kalau ditempatkan ditempat yang lembab, lensanya akan cepat rusak dan berjamur. Oleh sebab itu mikroskop dan lensa lainnya harus disimpan dikotaknya dengan diberi zat penyerap uap air (silica gel) atau ditempatkan di lemari yang diberi lampu pemanas.

Alat-alat seperti alat tulis menulis dan perkakas (obeng, tang dsb.) hendaknya disimpan dalam ruang persiapan. Ruang persiapan dengan fungsinya sangat memerlukan alat-alat itu.

PENUTUP

Masalah penyimpanan alat biasanya ditentukan oleh keadaan laboratorium, artinya ditentukan oleh susunan keadaan laboratorium, keadaan perabot dan adanya gudang dan ruang persiapan. Dalam penyimpanan alat hendaknya dibedakan antara alat-alat yang sering digunakan, alat-alat yang boleh diambil sendiri oleh siswa dan alat-alat yang mahal harganya. Alat yang sering digunakan hendaknya disimpan sedemikan sehingga mudah diambil dan mudah dikembalikan.

DAFTAR PUSTAKA

Kemdiknas.2010. Pengembangan Kompetensi Manaajerial Dan Organisasi

            Laboratorium. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan

Tenaga Kependidikan. Direktorat Tenaga Kependidikan. Jakarta

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.