MEMPERKENALKAN KONSEP MODEL PEMBELAJARAN REWARD FIRST IN GROUP PADA GURU AGAMA ISLAM

0
46

OLEH: BASUKI, M.Pd

WIDYAISWARA BALAI DIKLAT KEAGAMAAN PALEMBANG

 

 Pendahuluan

Salah satu fungsi Pendidikan Agama Islam yaitu mengembangkan dan melestarikan nilai dan moral Agama Islam secara dinamis dan terbuka. Dinamis yang terbuka dalam arti bahwa nilai yang dikembangkan mampu menjawab tantangan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu dan berdaulat. Bertolak dari arti pentingnya Pendidikan Agama Islam bagi  peserta didik maka penyusun ingin memberikan sumbangsih pemikiran mengenai metode penelitian yang tepat sehingga dapat meningkatkan minat dan prestasi  peserta didik terhadap mata pelajaran ini.

Penelitian tentang pendekatan pembelajaran model reward first in group  untuk meningkatkan kemampuan guru agama Islam terhadap pemahaman dan penerapan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam  ini dilatar belakangi oleh kurangnya kualitas proses  belajar mengajar  Pendidikan Agama Islam di sekolah tersebut.  Ditambah oleh rendahnya hasil belajar siswa tersebut kemungkinan diakibatkan karena kurangnya kemampuan penguasaan konsep Pendidikan Agama Islam di   sekolah yang dianggap  peserta didik sebagai salah satu mata pelajaran yang membosankan. Guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam masih terlalu mekanistik dan strukturalistik, serta kurang memberikan keterkaitan antara materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan lingkungan kehidupan siswa, sehingga siswa kurang mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan Pendidikan Agama Islam yang dimilikinya dengan kehidupan sosial dan politik.

Peningkatan mutu pendidikan dapat dicapai melalui berbagai cara, antara lain melalui peningkatan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan lainnya, pelatihan dan pendidikan, atau dengan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran dan non pembelajaran secara profesional lewat penelitian tindakan secara terkendali. Upaya meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi saat menjalankan tugasnya akan memberi dampak positif ganda. Pertama, kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan yang nyata akan semakin meningkat. Kedua, penyelesaian masalah pendidikan dan pembelajaran melalui sebuah investigasi terkendali akan dapat meningkatkan kualitas isi, masukan, proses, dan hasil belajar. Dan ketiga, peningkatan kedua kemampuan tadi akan bermuara pada peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan lainnya.

     Metode  Reward in First Group Learning

Metode  Reward in First Group Learning adalah metode belajar dimana guru memberikan kompetensi yang ingin dicapai, siswa mendapatkan masalah, dan berusaha memecahkan secara berkelompok yang diakhiri dengan peberian hadiah kepada siswa yang paling benar di  dalam suatu kelompok .

Langkah-langkah dalam metode ini adalah:

  1. Guru agama Islam menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru agama Islam mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi tiap siswa (sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban).
  3. Guru agama Islam membentuk kelompok siswa yang beranggotakan 5-6 orang atau lebih.
  4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi.
  5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru.
  6. Dari data-data di papan, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan yang sesuai dengan konsep yang diberikannya.

     Hubungan Metode  Reward in First Group Learning dengan

     Prestasi Belajar

 

Proses belajar-mengajar berlangsung antara guru agama Islam dengan siswa dimana proses tersebut dipengaruhi oleh hubungan dan perhatian guru terhadap siswa. Perhatian guru dapat berupa pemberian pujian dan penghargaan terhadap hasil belajar anak yang mendekati hasil belajar yang diinginkan guru agama Islam . Siswa perlu diberi tahukan tentang hasil belajarnya. Pemberitahuan dan koreksi guru secara individu dapat meningkatkan prestasi belajar siswa (Slamento, 1988); (S. Nasution, 1987).

 

DAFTAR PUSTAKA

Nasution, S. 1987. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bina Aksara.

Slamento. 1988. Belajar dan faktor-faktor yang mernpengaruhinya. Bina Aksara

Tabrani, Dkk. 1994. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Remaja Rokarya.

Zauniri Azham, 2002, Pengajaran Agama Islam  di Sekolah Dasar, CV. Intarsari, Bali.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.