MEMBANGUN INTEGRITAS

0
97

MEMBANGUN INTEGRITAS

GUSMAN, M.Pd

WIDYAISWARA MADYA BDK PALEMBANG

      Abstrak : Integritas dapat dipahami dari makna huruf menjadi kata bermakna yaitu :      Ikrar, Niat, Tabiat, Emosional, Guna, Rasional, Ihsan, Tawakkal, Amanah, dan Sabar. Jadi bila kata tersebut disusun kedalam suatu untaian kalimat yang bermakna, maka pemahaman Itegritas adalah manusia secara sadar membuat Ikrar dengan membangun Niat sebagai keinginannya secara ihklas untuk meningkatkan kedewasaan Emosional agar memberi Guna kedalam pikiran Rasional dengan berbuat Ihsan bakal memproleh kebaikan duniawi yang berlandaskan dengan Taqwa, Amanah dan Sabar. Seseorang  tokoh menyatakan ada prinsip, 3M : Prinsip yang pertama  adalah Mulailah dari diri kita sendiri, Prinsip yang kedua  adalah    Mulailah dari hal-hal yang terkecil dan Prinsip yang ketiga   adalah   Mulailah dari sekarang. Sebenarnya sangat sederhanan untuk memiliki integritas diri yang kaya dan berempati, yaitu dengan cara mulai berlatih dengan jujur untuk memiliki kekuatan sifat jujur.

      Kata Kunci : Membangun Integritas.

 
PENDAHULUAN

Dalam kehidupan,  sering kita mendengar  apa yang  di sebut integritas
mudah sekali kalimat integritas itu di ucapkan dan dilontarkan namun  untuk
menjalankannya tidak semudah di apa yang diucapkan.
Kira-kira apa sebenarnya integritas  itu, Menurut bahasa  integritas merupakan
kesesuaian antara perkataan dan perbuatan.    Kualitas kepribadian seseorang
berbanding lurus dengan integritas dirinya. Di tengah kehidupan kita sehari-hari, kita
mungkin cukup fanatik untuk mengaku sebagai diri yang memiliki integritas, keutuhan dan
kredibilitas. Mudah-mudahan pribadi kita benar-benar utuh atau integral. Namun disadari atau tidak, integritas diri kita diuji justru di tengah lingkungan kerja, kantor, pemerintahan dan masyarakat luas. Di sanalah aneka godaan untuk melakukan perbuatan menyimpang dan merugikan kepentingan umum, demi kepentingan pribadi atau kelompok bisa terjadi.
Keterpecahan kepribadian adalah ketidak seimbangan keberadaan kualitas  pribadi yang utuh dalam pusat diri kita yaitu cinta, disingkat LAWS. L (Love) Cinta, (Assertion) Ketegasan, (Weakness) Kelmahan dan (Strength) Kekuatan. Keempat kualitas pribadi yang  utuh tersebut, merupakan unsur-unsur yang menjadikan diri kita berfungsi
secara integral. Hilangnya salah satu unsur atau ketidak seimbangan unsur-unsur LAWS
tersebut membuat kita bertindak menurut  ketidak teraturan nafsu atau insting.
Kita semua pasti memiliki kelemahan. Persoalannya, tidak semua orang mampu
menyadarinya. Malahan kelemahan pribadi seperti sulit menerima kekalahan dan
gampang tersinggung acapkali ditutupi dengan pola pembelaan diri atau pola
konfrontasi baik secara kasat mata maupun tidak.
Lalu, selain memiliki kelemahan, kita semua pasti memiliki kekuatan,  keunggulan atau
kelebihan dibandingkan dengan orang lain. Kekuatan tersebut merupakan “modal” yang
patut dibanggakan dan disumbangkan bagi orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
PEMAHAMAN INTEGRITAS

Untuk menegakkan prinsip integritas diatas, maka setiap individu harus mampu
memahami makna dan arti integritas yang dapat diaplikasikan dalam kehidupannya sehari-hari. Caranya mendorong orang untuk menggerakkan kekuatan pikiran dengan memahami
dari unsur huruf menjadi kata bermakna sebagai suatu pendekatan untuk memotivasi
diri dalam membangun kepercayaan dan keyakinan sebagai titik tolak agar ia mampu
berbuat sesuatu untuk kemajuan dirinya, untuk apa ia mengikat diri kedalam suatu
organisasi. Integritas dapat dipahami dari makna huruf menjadi kata bermakna yaitu : (I)krar,(N)iat,(T)abiat,(E)mosional,(G)una,(R)asional,(I)hsan,(T)awakkal,(A)manah,(S)abar.

Jadi bila kata tersebut disusun kedalam suatu untaian kalimat yang bermakna, maka
pemahaman INTEGRITAS adalah manusia secara sadar membuat (I)krar dengan
membangun (N)iat sebagai keinginannya secara ihklas untuk meningkatkan kedewasaan
(E)mosional agar memberi (G)una kedalam pikiran (R)asional dengan berbuat (I)hsan
bakal memproleh kebaikan duniawi yang berlandaskan dengan (T)aqwa, (A)manah dan
(S)abar. Untuk bersikap dan berperilaku sangat baik. Pada titik pemahaman ini, apakah kita benar-benar sudah memiliki integritas diri. Apakah kita sudah secara hakiki menjadi pribadi yang utuh? Makna integritas diri perlu kita tegaskanlagi. Pribadi yang utuh niscaya mampu mencintai orang lain dengan cinta agape (universal), karena orang lain  adalah sesama makhluk Tuhan. Ia pasti tegas pada nilai atau prinsip sebagai insan beriman.

Juga, ia berani mengakui  kelemahan dan kelebihan yang di milikinya. Jika dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa mencintai sesama manusia namun tidak menolak ajakan  ber-KKN, berarti diri kita tidak berfungsi secara utuh.
Integritas diri tidak akan terbentuk kalau dirinya tertarik/tarik- menarik ke segala-arah
akibat ingin membentuk jati diri/integritas diri dari suatu konsep yang sudah ada.
Pelanggaran atas apa yang diperintahkan hati nurani, berarti pelanggaran terhadap
integritas diri kita sendiri. Jika kita meyakini hukum sebab akibat tersebut maka dengan sendirinya kita dapat terdorong untuk terus-menerus memperbaiki diri sendiri dahulu sebelum memimpin, mendidik, mengarahkan ataupun memberikan motivasi kepada orang lain.   Sekali saja diri kita merusak integritas maka godaan untuk terus melakukan praktik
perusakan integritas akan terus berlanjut,  di karenakan kita akan memberikan
kompromi sedikit demi sedikit kepada diri yang akan berdampak semakin buruk kepada
integritas diri kedepannya memang melihat kelemahan orang lain lebih mudah dari
pada melihat kelemahan dari diri kita sendiri.
Teringat perkataan  seseorang  tokoh   yang menjadi sangat logis  yaitu : Ada beberapa prinsip, 3M : Prinsip yang pertama  adalah Mulailah dari diri kita sendiri.
Prinsip yang kedua  adalah    Mulailah dari hal-hal yang kecil dan.
Prinsip yang ketiga   adalah   Mulailah dari sekarang.
Sebenarnya sangat sederhanan untuk memiliki integritas diri yang kaya dan berempati,
yaitu dengan cara mulai berlatih dengan jujur untuk memiliki kekuatan sifat jujur.
Nantinya, melalui kekuatan sifat jujur, Anda akan menjadi pribadi yang merdeka yang hidup dalam integritas diri  yang selalu hebat.
Orang-orang yang miskin integritas selalu mencari seribu satu cara untuk mengakali
orang lain, dan bertindak tidak jujur untuk berbuat keuntungan pribadi. Apalagi bila orang tersebut memiliki jabatan atau kekuasaan, dan kesempatan. Maka dia akan menjadi pribadi yang serakah dan tamak yang tidak pernah kenyang kepalsuan dunia.
Kemiskinan integritas adalah hal yang paling berbahaya dalam kehidupan. Semakin banyak
orang-orang yang miskin integritas, maka semakin serakah dan tamak orang-orang tersebut.
Sikap suka menyalahkan orang lain akan menghasilkan emosi negatif secara berlebihan, dampaknya. Anda akan selalu hidup dalam stres yang berlebihan. Stres yang
berlebihan merupakan ancaman yang sangat besar buat kesehatan diri Anda. Jadi,
pastikan Anda selalu bekerja keras untuk menghapus sikap suka menyalahkan dan
memperbesar cinta di dalam hati terhadap apa pun dan siapa pun. Sikap suka
menyalahkan adalah sumber penghasil energi benci, dan energi benci akan
mengacaukan suasana hati, lalu membuat hidup Anda secara batin selalu tidak stabil.
– Membangun sifat yang dapat dipercaya dalam lingkungan kerja anda perlu :
– Laksanakan apa yang anda ajarkan? Tujuan dan perilaku perlu konsisten.
–  Komunikasi secara terbuka, perjelas maksud atau tujuan kepada orang lain, beri peluang
untuk melihat feed back terhadap kinerja anda.
Terbuka terhadap ketidak setujuan, perbedaan opini, dan konflik dalam
menghadapi permasalahan, cari solusi atau jalan keluar dari permasalahan yang anda hadapi.  Jaga kerahasiaan informasi confindental.
Biarlah orang tahu, dimana anda berpihak, dan apa yang anda hargai.
Ciptakan lingkungan yang terbuka; buatlah lingkungan itu aman untuk orang-
orang yang bekerjasama dengan anda. Hargai integritas dan kejujuran
Kenali diri anda, juga bagaimana orang lain memandang anda dan tindakan
anda. Kembangkan berdasarkan kompetensi dan sadari keterbatasan anda.
Bangun kredibilitas, melalui sikap konsisten dan dapat dipercaya.

Hindari pengamatan tertutup diri anda tidak mempercayai seseorang. Untuk dapat menerapkan integritas dalam kehidupan kita sehari-hari kita harus punya komitmen dengan diri sendiri sehingga akan dapat mencapai sesuatu yang akan dicapai. Ada beberapa tips yang harus dijaga dalam membangun integritas diri. Untuk membangun integritas dan karakter yang kokoh, diperlukan beberapa kebiasaan yang harus dilakukan secara sadar dan konsisten:
1) Berpikir positif, 2) Selalu menepati janji, 3)  Memegang teguh komitmen dan bertanggungjawab, 4) Satu kata, satu perbuatan, 5) Menghargai waktu, 6) Menjaga prinsip dan nilai-nilai yang diyakini, 7) Lakukan sesuatu secara benar walau sulit, 8)  Bersikap jujur dan sopan terhadap diri sendiri dan orang lain, 9) Berusaha memperbaiki kesalahan.

Dapat disimpulkan bahwa dengan menjaga integritas diri, maka kita akan dapat memberikan
dampak bagi orang lain.  Memperbaiki dari hal-hal yang kecil, yaitu diri sendiri maka dapat
memberikan contoh teladan bagi lingkungan di sekitar kita. Dimulai dari lingkungan yang kecil, yaitu keluarga akan dapat memberikan teladan bagi lingkungan yang lebih besar, yakni masyarakat. Lingkungan masyarakat dapat memberikan contoh teladan bagi lingkungan dan aktivitas sehari-hari kita seperti pada tempat kita kerja.
Sistem perbaikan akan terus bergerak seperti itu untuk saling memberikan teladan
sampai kepada tataran yang terbesar dalam organisasi kita.    Maka jika proses ini
berjalan dengan baik, akan menjadi semakin nyata terlihat kemajuan.
Mari kita bersama-sama  saling menjaga integritas diri agar saling memberikan teladan
yang baik kepada lingkungan sekitar kita,  lingkungan  pekerjaan kita,  lingkungan
organisasi kita  menuju  tujuan ataupun goal-goal yang harus kita capai bersama-sama.
Karena setiap dari diri  kita adalah  Pemimpin minimal bagi diri kita sendiri dan keluaga.
Walaupun kita tidak harus mempunyai jabatan.

KESIMPULAN.
Jadi menumbuh kembangkan integritas begitu penting dalam satu organisasi karena ia
dapat menjadi panuntun dan wasit untuk membina kepercayaan dan keyakinan,
meluruskan arti penting dalam merumuskan standar yang tinggi, landasan nilai yang
sangat mempengaruhi, mendorong terbentuknya reputasi dan citra, mendorong untuk
lebih menghayati sendiri sebelum mempengaruhi orang lain, mendorong orang untuk
mencapai prestasi sesuai dengan kemampuan sendiri, mendorong orang lain untuk lebih
mempercayai kepemimpinan yang mampu memberikan contoh keteladanan.

Jadi INTEGRITAS adalah manusia sadar membuat (I)krar dengan
membangun (N)iat sebagai keinginannya secara ihklas untuk meningkatkan kedewasaan
(E)mosional agar memberi (G)una kedalam pikiran (R)asional dengan berbuat (I)hsan
bakal memproleh kebaikan duniawi yang berlandaskan dengan (T)aqwa, (A)manah dan
(S)abar.

 

REFRENSI

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014

Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010

Surat Edaran BKN nomor 02/SE/80 tentang Petunjuk Pengisian DP3

Modul Prajabatan Golongan III.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.