Apapun Profesinya: Makin Cerdas Spiritual Makin Lebih Profesional

0
97

Oleh: Marzal, M.Pd*

Widyaiswara Muda BDK Palembang

 

Abstrak

Paling tidak ada 4 (empat) penyakit yang menghinggapi pegawai negeri sipil dan ini merupakan penyakit yang menahun sehingga menjadi masalah yang harus ditanggulangi, yaitu: Kudis (Kurang disiplin), Kurap (Kurang profesional), Kutil (kurang teliti), dan Kuper (Kurang perhatian/kurang prima dalam melayani). Keempat permasalah di atas sering terjadi kalau tidak diawasi langsung oleh pimpinan dalam bekerja dan berkarya. Permasalahan-permasalahan tersebut terjadi disinyalir karena kurangnya kecerdasan spiritual para pegawai. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis akan menawarkan obat yang insyaAllah akan menjadi obat mujarab dalam mengatasi permasalahan-permasalah tersebut. Penulis  akan mengulas secara komprehensip mengenai kecerdasan spiritual (spiritual quotient) yang merupakan salah satu kecerdasan yang amat penting pada manusia yang akan mempengaruhi kecerdasan-kecerdasan yang lain karena kecerdasan ini merupakan pusat paling dasar dari segala kecerdasan.

Kecerdasan spiritual akan membuat seseorang akan menjadi lebih utuh perpaduan antara jiwa dan raganya, oleh karena itu kecerdasan spiritual akan membuat seseorang menjadi lebih seimbang dalam kehidupannya untuk berhubungan dengan sesama manusia dan Tuhannya. Dengan demikian seseorang akan menjadi lebih bermanfaat sebesar-besarnya bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, agamanya, bangsa dan negara untuk memberikan yang terbaik. Orang  yang cerdas spiritualnya akan selalu berorientasi pada nilai-niai ibadah yang luhur sehingga akan memberikan yang terbaik dalam setiap melaksanakan tugasnya apapun profesinya termasuk pegawai negeri sipil.

 

Kata Kunci: Cerdas, Spiritual dan Profesional

 

A.    Pendahuluan

Kecerdasan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam melaksanakan tugas profesinya. Manusia yang mempunyai taraf kecerdasan rendah sulit  diharapkan berprestasi tinggi dalam pelaksanaan tugasnya. Tetapi tidak ada jaminan bahwa dengan taraf kecerdasan tinggi seseorang secara otomatis akan berhasil atau berkinerja tinggi kalau tidak diasah (updated and upgrade) secara terus menerus. Kecerdasan merupakan kemampuan yang berhubungan dengan abstraksi-abstraksi, kemampuan mempelajari sesuatu, kemampuan menangani situasi-situasi baru. Ada beberapa teori kecerdasasn yang dikemukakan oleh para ahli yang batasan definsi kecerdasannya didasarkan pada teorinya masing-masing.

Beberapa ahli mengelompokkan kecerdasan seseorang menjadi empat, yang terdiri dari; kecerdasan intelektual (inteligent quotient), kecerdasan spiritual (spiritual quotient), kecerdasan emosional (emotional quotient), dan kecerdasan daya tahan (adversity quotient). Dalam kesempatan ini penulis  akan mengulas secara komprehensip pada salah satu kecerdasan manusia yang amat penting dan akan mempengaruhi kecerdasan-kecerdasan yang lain karena kecerdasan ini merupakan pusat paling dasar dari segala kecerdasan, yaitu kecerdasan spiritual (spiritual quotient).

Kecerdasan spiritual dewasa ini telah menjadi salah satu pilihan alternatif bagi para pimpinan baik swasta maupun pemerintahan dalam hal ini pegawai negeri sipil untuk mengatasi permasalahan-permasalahan pegawainya yang kurang disiplin, kurang profesional, kurang teliti, dan kurang perhatian dalam melayani masyarakat/pelanggannya.

 

B.   Pentingnya Kecerdasan Spiritual Bagi Seseorang

Menurut Munandir, kecerdasan spritual tersusun dalam dua kata yaitu “kecerdasan” dan “spiritual”.  Kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah yang dihadapinya, terutama masalah yang menuntut kemampuan pikiran. Sementara itu Mimi Doe & Marshal Walch mengungkapkan bahwa spiritual adalah dasar bagi tumbuhnya harga diri, nilai-nilai, moral, dan rasa memiliki. Ia memberi arah dan arti bagi kehidupan kita tentang kepercayaan mengenai adanya kekuatan non fisik yang lebih besar dari pada kekuatan diri kita; Suatu kesadaran yang menghubungkan kita langsung dengan Tuhan, atau apa pun yang kita namakan sebagai sumber keberadaan kita. Spiritual juga berarti kejiwaan, rohani, batin, mental, moral.

Zohar dan Marshal mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dari pada yang lain. Kecerdasan spiritual menurut Khalil A Khavari di definisikan sebagai fakultas dimensi non-material kita atau jiwa manusia. Ia menyebutnya sebagai intan yang belum terasah dan dimiliki oleh setiap insan. Kita harus mengenali seperti adanya, menggosoknya sehingga mengkilap dengan tekad yang besar, menggunakannya menuju kearifan, dan untuk mencapai kebahagiaan yang abadi.

Secara etimologi arti dari dua kata kerdasan spiritual dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan nilai, batin, dan kejiwaan. Kecerdasan ini terutama berkaitan dengan abstraksi pada suatu hal di luar kekuatan manusia yaitu kekuatan penggerak kehidupan dan semesta.

Dengan demikian kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan yang berkaitan dengan etika dan moral yang dapat memberikan pemahaman secara utuh kepada seseorang untuk membedakan yang benar dan yang salah. Kecerdasan spiritual sangat penting karena kecerdasan ini mempunyai kemampuan untuk mendengarkan suara hati nurani untuk berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa dan menjalin Komunikasi dengan sesama manusia dalam memberikan yang terbaik dan bermanfaat. Kecerdasan spiritual juga merupakan kecerdasan jiwa dalam memaknai hidup yang dapat membantu seseorang dapat membangun dirinya untuk tumbuh, berkembang dan seimbang.

Kecerdasan spiritual dapat membuat manusia menyadari dan menentukan makna, nilai, moral, serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan sesama makhluk hidup, karena lahir kesadaran sebagai bagian dari keseluruhan. Sehingga membuat manusia dapat menempatkan diri dan hidup lebih positif dengan penuh kebijaksanaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.

 

C.   Kecerdasan Spiritual Pusat dari Segala Kecerdasan

Kecerdasan spiritual menurut Stephen R. Covey adalah pusat paling mendasar di antara kecerdasan yang lain, karena dia menjadi sumber bimbingan bagi kecerdasan lainnya. Kecerdasan spiritual mewakili kerinduan akan makna dan hubungan dengan yang tak terbatas. Oleh karena itu kecerdasan spiritual dapat digambarkan sebagai sutau kecerdasan yang akan mempengaruhi kecerdasan-kecerdasan yang lain, misalnya seseorang yang kurang pada kecerdasan intelektual (intelligent quotient), dengan tingginya kecerdasan spiritualnya maka seseorang tersebut akan termotivasi untuk meningkatkan kecerdasan intelektualnya melaui pendidikan, pelatihan, dan belajar secara otodidak. Hal ini memungkinkan untuk terjadi karena pada prinsipnya orang yang cerdas spiritualnya betul-betul menyadari bahwa apabila kita sebagai manusia ingin bahagia di dunia harus dengan ilmu, kalau ingin bahagia di akhirat juga harus dengan ilmu, begitu juga jika kita sebagai manusia ingin bahagia di kedua-duanya (dunia dan akhirat) maka juga harus dengan ilmu. Menyadari akan hal ini maka orang yang cerdas spiritualnya akan slalu berupaya untuk menimbah ilmu pengetahuan dan meningkatkan kemampuan keterampilanya secara terus menerus karena ingin bahagia di dunia dan akhirat. Sehingga pada akhirnya secara bertahap baik cepat ataupun lambat kemampuan intelektual mereka pun akan meningkat dan insyaAllah mendapatkan keberkahan.

Begitu juga kecerdasan spiritual dapat mempengaruhi kecerdasan daya tahan (adversity quotient) dengan prinsip kesabaran dan tidak pernah putus asa dalam menghadapi segala persoalan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari seseorang. Sedangkan kesabaran dan tak pernah putus asa dalam mencari jalan keluar atau solusi terbaik atas persoalan yang dihadapi  itu merupakan dua inti sari atau nilai yang terkandung di dalam kecerdasan spiritual.

Kecerdasan spiritual juga dapat mempengaruhi kecerdasan emosional (emotional quotient), yang mana inti kecerdasan emosional dapat membuat seseorang untuk berhubungan dengan orang lain, baik secara berkelompok maupun secara pribadi, sehingga kecerdasan emosional juga disebut sebagai kecerdasan/kompetensi sosial. Bagaimana kecerdasan spiritual dapat mempengaruhi kecerdasan emosional dapat digambarkan secara sederhana, sesorang yang cerdas spiritualnya akan menyadari betul bahwa berhubungan dengan dengan orang lain, bersilaturrahmi antar sesama merupakan suatu pekerjaan yang sangat mulia dan sangat dianjurkan oleh ajaran agama manapun, karena untuk berhubungan, bersilaturrahmi, dan berkomunikasi serta bertoleransi antar sesama akan membawa kebaikan yang luar biasa. Bersosialisi, berkomunikasi dan bersilaturahmi merapukan wujud dari aplikasi kecerdasan spiritual.

Dari uraian di atas sangat terlihat secara jelas bahwa kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan pusat dari segala macam kecerdasan, dari uraian di atas juga dapat disimpulkan bahwa kecerdasan spiritual akan membuat seseorang akan menjadi lebih utuh perpaduan antara jiwa dan raganya, oleh karena itu kecerdasan spiritual akan menbuat seseorang menjadi lebih seimbang dalam kehidupannya untuk berhubungan dengan sesama manusia dan Tuhannya. Dengan demikian sesorang akan menjadi lebih bermanfaat sebesar-besarnya bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, agamanya, bangsa dan negara untuk memberikan yang terbaik.

 

D.   Kesimpulan: Makin Cerdas Spiritual, Makin Lebih Profesional

Setiap manusia pada dasarnya sudah memiliki kecerdasan-kecerdasan yang sudah disebutkan di atas tadi, termasuk juga kecerdasan spiritual. Yang dibutuhkan oleh seseorang ketika dia sudah memiliki kecerdasan tersebut adalah keinginan untuk menumbuh kembangkannya dengan baik dengan cara mengasah atau memupuknya secara terus menerus. Termasuk juga kecerdasan spiritual yang harus selalu dipupuk dan diasah sedemikian rupa secara terus menerus sehingga kecerdasan ini semakin lama semakin peka, semakin lama semakin terinternalisasi dalam jiwa ataupun raga, semakin terinternalisasi semakin termotivasi untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika seseorang sudah berusaha untuk mengaplikasikan dan mewujudkan nilai-nilai kecerdasan spiritualnya maka secara otamatis lama kelamaan akan menjadi kebiasaan. Ketika sudah menjadi kebiasan yang positif, seseorang tersebut juga mendapatkan energi positif maka seseorang tersebut akan merasa nyaman dalam berkarya menapaki profesinya untuk mengisi kehidupannya karena selalu merasa ada keseimbangan pandangan antara dunia dan akhiratnya kelak di kemudian hari di dalam bathinnya. Dengan keseimbangan itulah seseorang akan merasakan kehidupannya lebih bermakna dan berbahagia bathinnya karena dapat berbuat lebih produktif, kontributif, inovatif dan kreatif dalam keimanan.

Dengan logika diataslah seseorang akan menjadi lebih profesional ketika kecerdasan spiritual nya semakin cerdas, hal ini disebabkan oleh dorongan energi positif dari dalam bathinnya yang menganggap bahwa bekerja adalah bagian dari ibadah dan berorientasi pada nilai-nilai luhur sehingga akan memberikan yang terbaik dalam setiap melaksanakan tugasnya apapun profesi seseorang tersebut.   Wallahualam Bissawaf…

 

*Penulis adalah Widyaiswara Muda Balai Diklat Keagamaan Palembang – Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Daftar Bacaan

Agustian, 2001. Rahasia sukses membangun kecerdasan emosi dan spiritual

Hawari, D. 2003. IQ, EQ, CQ & SQ. Kriteria Sumber Daya Manusia ( pemimpin) berkualitas

Hasil pembahasan kompetensi sosial dan spiritual. Pusdiklat pegawai Depnakertrans, 2005.

Harjani Hefni, 2008. The 7 Islamic Daily Habits, Percetakan IKADI, Jakarta.

Murdoko, W.W.H. 2006. Personal Quality management

Mujiman, 2008. Makalah presentasi tentang membangun SDM kompeten dan profesional. APNI,

Sentani, 2007. Quantum Ikhlas.

Tobroni, 2005. The spiritual leadership. UMM Press, Malang.

Zohar,D. 2000. SQ Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual dalam berpikir integralistik dan holistik untuk memaknai kehidupan.

http://merahitam.com/kecerdasan-spiritual-menurut-para-ahli.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.