MANAJEMEN PERUBAHAN

0
73

MANAJEMEN PERUBAHAN

 

Oleh:

Abu Bakar

Widyaiswara

 A.  Pendahuluan

Dewasa ini sering kita mendengar kata “Perubahan” apakah itu dikalangan peserta diklat, dikalangan praktisi diklat atau di kalangan dunia pendidikan. Bahkan dikatakan bahwa wujud dari proses pembelajaran itu adalah “Perubahan” apakah perubahan dari sisi akademis yang ditandai dengan dari tidak tahu menjadi tahu umpamanya, termasuk perubahan sikap prilaku peserta didik.

Perubahan menjadi hal yang mutlak diperoleh setelah seseorang mengalami suatu proses,  apakah dia mengalami proses pembelajaran atau proses pelatihan, bahkan sekarang telah dikenal dengan Diklat Kepemimpinan Pola baru yang mengusung isu utama “Perubahan”.

Manajemen perubahan dan pengembangan organisasi perubahan serta pengembangan organisasi, manajer senatiasa mengantisipasi perubahan-perubahan dalam lingkungan yang akan mensyaratkan penyesuaian-penyesuaian disain organisasi diwaktu yang akan datang. Perubahan-perubahan dalam lingkungan organisasi dapat disebabkan oleh kekuatan internal dan kekuatan eksternal, berbagai kekuatan eksternal dapat menekan organisasi untuk mengubah tujuan, struktur dan operasinya, sedangkan perubahan dari faktor seperti tujuan, kebijakan manajer, sikap karyawan, strategi dan teknologi baru juga dapat merubah organisasi, cara menangani perubahan organisasi memerlukan pendekatan.

Cara pertama adalah konsep perubahan reaktif dan yang kedua program perubahan yang direncanakan ( planed cange ) pada cara pertama biayanya murah dan sederhana serta ditangani secara cepat, di mana manajer akan memberikan reaksi setelah masalah terjadi, misalnya bila peraturan pemerintah baru mensyaratkan perusahaan untuk mempunyai perlindungan terhadap kebakaran mungkin manajer membeli alat-alat kebakaran. pendekatan yang kedua atau juga disebut proses produktif, thomas dan bennis mendefinisikan perubahan yang direncanakan sebagai perencanaan dan implementasi inovasi struktural, kebijaksanaan secara sengaja. Pendekatan ini tepat bila keseluruhan atau sebagaian besar satuan organisasi menyiapkan diri untuk menyesuaikan dengan perubahan, bila terjadi penolakan terhadap perubahan, maka ada tiga sumber penolakan terhadap perubahan yang harus difahami yaitu : 1) ketidak pastian tentang akibat dan pengaruh perubahan, 2) ketidak pastian untuk melepaskan keuntungan-keuntungan yang ada dan 3) pengetahuan akan kelemahan-kelemahan dalam perubahan yang diusulkan. Peroses pengelolaan perubahan dan proses perubahan harus mencakup dua gagasan dasar untuk mencapai kualifikasi organisasi. pertama ada retribusi kekuasaan dalam struktur organisasi, kedua retribusi ini dihasilkan dari proses perubahan yang bersifat pengembangan.

B. Pendekatan perubahan

Pendekatan perubahan organisasi, Harold J. leavitt menyatakan bahwa organisasi dapat diubah melalui pengubahan struktur, teknologi dan atau orang-orangnya. Pendekatan struktur pengubahan struktur organisasi menyangkut modifikasi dan pengaturan sistem internal, seperti acuan kerja, ukuran dan komposisi kelompok kerja, sistem komunikasi, hubungan-hubungan tanggung jawab atau wewenang, pendekatan struktural dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari : Pertama melalui aplikasi prinsip-prinsip perancangan organisai klasik, pendekatan ini berusaha untuk memperbaiki penciptaan pembagian kerja yang tepat dari tanggung jawab jabatan para anggota organisasi, pengubahan rentang manajemen, deskripsi jabatan dan sebagainya. Kedua desentralisasi, hal ini didasarkan pada penciptaan satuan-satuan organisasi yang lebih kecil dan dapat berdiri sendiri dan memutuskan perhatian pada kegiatan yang berorientasi tinggi terhadap hasilnya perbaikan prestasi kerja. Ketiga modifikasi aliran kerja dalam organisasi, pendekatan ini didasarkan pada pemikiran bahwa aliran kerja dan pengelompokan keahlian yang tepat akan berakibat kenaikan produktifitas secara langsung dan cenderung memperbaiki semangat dan kepuasan kerja. Pendekatan teknologi untuk mremperbaiki prestasi, F.W. Taylor dan pengikutnya mencoba menganalisa dan memperbaiki interaksi-interaksi pada karyawan dan mesin-mesin untuk meningkatkan efisiensi sehubungan dengan perubahan teknologi adakalanya perubahan yang dilakukan ternyata sering tidak cocok dengan struktur organisasi, hal ini dapat menciptakan ketidak senangan dan pemutusan hubungan diantara para anggota organisasi akibanya terjadi penurunan produktifitas, lebih banyak kecelakaan dan tingkat perputaran karyawan yang tinggi. Pendekatan orang, pendekatan orang bermaksud untuk mengubah secara langsung perilaku karyawan melalui pemusatan pada keterampilan sikap, prsepsi dan pengharapan mereka, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan efektif. Konsep pengemabangan organisasi salah satu teknik pengembangan organisasi adalah grid od yang didasarkan atas kisi-kisi manajerial. R. Blake dan j. Mouton mengidentifikasikan berbagai kombinasi perhatian terhadap produk dan orang, enam tahap yang perlu diperhatikan dari program grid od yaitu : 1. latihan 2. pengembangan tim 3. pengembangan antar kelompok 4. penetapan tujuan organisasi 5. pencapaian tujuan 6. stabilitas. manajemen konflik ( management conflict ) konflik organisasi adalah perbedaan pendapat antara dua atau lebih anggota organisasi atau kelompok, karena harus membagi sumber daya yang langka, atau aktivitas kerja dan atau karena mereka mempunyai status, tujuan, penilaian atau pandangan yang berbeda, perbedaan antara konflik dengan persaingan (kompetisi) terletak pada apakah salah satu pihak dapat mencegah pihak lain dalam pencapaian tujuannya disini kompetisi terjadi, apabila tujuan kedua belah pihak tidak sesuai diharapkan kedua belah pihak tidak dapat saling mengganggu, sebagai contoh dua bagian pemasaran komputer yang saling bersaing dalam satu organisasi, dimana kedua bagian tersebut siapakah yang pertama mencapai atau memenuhi keuota penjualan yang paling banyak.

Berbicara soal konflik ada beberapa jenis konflik yaitu ada lima jenis ( tipe ) konflik dalam kehidupan organisasi yaitu : 1) konflik didalam individu :konflik ini timbul apabila individu merasa bimbang terhadap pekerjaan mana yang harus dilakukannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya. 2) konflik antar individu dalam organisasi yang sama : konflik ini timbul akibat tekanan yang berhubungan dengan kedudukan atau perbedaan-perbedaan kepribadian.  3) konflik antar individu dan kelompok : konflik ini berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka, contohnya seseorang yang dihukum karena melanggar norma-norma kelompok; 4) konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama: adanya pertentangan kepentingan antar kelompok, 5) konflik antar organisasi, akibat adanya bentuk persangingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu Negara, konflik semacam ini diakui sebagai sarana untuk mengembangkan produk baru, teknologi baru, jasa-jasa, harga yang lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara lebih efisien.

C. Mengelola konflik

Dalam mengelola konplik diketal dengan metode-metode pengelolaan konflik yaitu;  metode stimulasi konflik metode ini digunakan untuk menimbulkan rangsangan karyawan karena karyawan pasif yang disebabkan oleh situasi dimana konflik terlalu rendah, rintangan semacam ini harus diatasi oleh manajer untuk merangsang konflik yang produktif, metode stimulasi konflik meliputi 1) pemasukan atau penempatan orang luar ke dalam kelompok 2) penyusunan kembali organisasi 3) penawaran bonus, pembayaran intensif dan penghargaan untuk mendorong persaingan 4) pemilihan manajer-manajer yang tepat dan 5) perlakuan yang berbeda dengan kebiasaan, yang kedua adalah metode pengurangan konflik; metode ini mengurangi permusuhan ( antagonis ) yang ditimbulkan oleh konflik dengan mengelola tingkat konflik melalui “pendinginan suasana” akan tetapi tidak berurusan dengan masalah yang pada awalnya menimbulkan konflik itu melalui metode pertama adalah mengganti tujuan yang menimbulkan persaingan dengan tujuan yang lebih bisa diterima kedua kelompok metode, kedua mempersatukan kelompok tersebut untuk menghadapi ancaman atau musuh yang sama. metode penyelesian konflik metode ini dapat terjadi melalui cara-cara 1) kekerasan ( forcing) yang bersifat penekanan otokratik,  2) penenangan (smoolling ) yaitu cara yang lebih diplomatis,  3) penghindaran ( avoidance ) dimana manajer menghindar untuk mengambil posisi yang tegas, 4) penentuan melalui suara terbanyak  ( majority rule ) mencoba untuk menyelesaikan konflik antar kelompok prosedur yang adil

Konflik itu sendiri dapat terjadi pada struktural 1) konflik hirarki, konflik yang terjadi diberbagai tingkatan organisasi, contoh konflik manajemen puncak dengan manajemen menengah, konflik antar manajer dengan karyawan, 2) konflik fungsional, konflik yang terjadi antar departemen fungsional organisasi, contoh konflik antar bagian produksi dengan bagian pemasaran dengan bagian produksi dan sebagainya, 3) konflik lini<>staf, konflik yang terjadi antar lini dengan staf karena ada perbedaan-perbedaan di antara keduanya, 4) konflik formal<>informal, konflik yang terjadi antara organisasi formal dengan informal, konflik lini dan staf bentuk umum dari konflik organisasi adalah konflik antara para anggota lini dan staf, perbedaan ini memungkinkan para anggota lini dan staf untuk melaksanakan tugas mereka masing-masing secara efektif, para anggota lini berpendapat bahwa para anggota staf mempunyai empat keluarga, 1) staf melampaui wewenang, 2) staf tidak memberikan advis yang sehat, 3) staf menumpang keberhasilan lini, 4) staf mempunyai prespektif yang sempit. Pandangan staf,  1) lini tidak mau meminta bantuan staf pada waktu yang tepat, 2) lini menolak gagasan baru, 3) memberi wewenang yang terlalu kecil kepada staf, penanggulangan konflik lini dan staf dapat berujud, 1) penegasan tentang tanggung jawabnya, 2) pengintegrasian kegiatan-kegiatan, 3) mengajarkan lini untuk menggunakan staf, 4) mendapatkan pertanggung jawaban staf atas hasil-hasil

D. Kesimpulan

Perubahan menjadi hal yang mutlak diperoleh setelah seseorang mengalami suatu proses,  apakah dia mengalami proses pembelajaran atau proses pelatihan, bahkan sekarang telah dikenal dengan Diklat Kepemimpinan Pola baru yang mengusung isu utama “Perubahan”.

Sebelum mengalami perubahan, biasanya diawali dengan konflik, ada lima jenis ( tipe ) konflik dalam kehidupan organisasi yaitu : 1) konflik didalam individu  2) konflik antar individu dalam organisasi yang sama, 3) konflik antar individu dan kelompok : 4) konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, 5) konflik antar organisasi, akibat adanya bentuk persangingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu Negara.

Konflik terjadi mesti dihadap dengan paling tidak dua cara yaitu  metode stimulasi konflik , kedua mempersatukan kelompok tersebut untuk menghadapi ancaman atau musuh yang sama

DAFTAR PUSTAKA

http://www.makalahmanajemen.com/2010/08/manajemen-perubahan-dan-pengembangan.html

http://artikelrande.blogspot.com/2010/07/manajemen-kepemimpinan  diakses tanggal 03  Nov.2016

Purwanto, Yadi, 2001, makalah: Manajemen  PT. Cendekia Informatika, Jakarta

Soehatman Ramli, BE, SKM, MBA, Editor Husjain Djajaningrat,  Pedoman Praktis Manajemen Risiko dalam Perspektif K3, , Risa Praptono, Dian Rakyat, Jakarta, 2010

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.