LITERASI NUMERASI BAGI ANAK SEKOLAH DASAR

0
483

 Oleh:

Sri Sunarti.MPd

Widyaiswara  Ahli Madya

Balai Diklat Keagamaan Palembang

PENDAHULUAN

Sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan yang bersifat baik formal, non formal maupun informal yang didirikan oleh Negara ataupun swasta yang dirancang untuk mengajarkan dan memberik pendidikan kepada seseorang. Sekolah juga dijadikan  tempat kegiatan belajar bagi para pendidik dan peserta didik serta tempat mendidik anak bagi orang tuanya. Sekolah sangat memiliki peran penting bagi kehidupan suatu bangsa. Awal sekolah bagi anak merupakan sekolah dasar. Pada sekolah dasar anak diajarkan untuk mengenal huruf dan angka. Mereka harus tahu bagaimana membaca, menulis dan berhitung. Berhitung bukanlah hal mudah, kita perlu mengenalkan angka terlebih dahulu kepada mereka barulah mereka bisa menghitung.

Pelajaran menghitung merupakan salah satu literasi yang harus diterapkan disekolah. Menghitung termasuk ke dalam literasi numerasi. Literasi numerasi merupakan pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan symbol-simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari dan menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk baik baga, grafik, table dan sebagainya serta menginterpretasi hasil analisis untuk mengambil keputusan.

literasi numerasi terkait dengan pelajaran matematika. Menurut hasil tes PISA (2015) dan TIMSS (2016) bahwa Indonesia menduduki peringkat bawah dengan nilai 387 (PISA) dan 395 (TIMSS) dari rata-rata 500. Ini membuktikan bahwa kemampuan matematika anak Indonesia masih perlu peningkatan. Apabila pelajaran matematika diberikan dengan baik dari awal maka anak akan lebih cepat menangkap dan memahami pemecahan soalnya. Oleh sebab itu, saat ini pemerintah mengenalkan lebih awal literasi numerasi pada anak.

PEMBAHASAN

Pengertian Literasi Numerasi

Literasi merupakan kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat (National Institut for Literacy). Berdasarkan Education Development Center (EDC), literasi yaitu kemampuan individu untuk menggunakan potensi serta skill yang dimilikinya, jadi bukan hanya kemampuan baca tulis saja.

Numerasi adalah kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung didalam kehidupan sehari-hari (misalnya di rumah, pekerjaan, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat dan sebagai warga Negara) dan kemampuan untuk menginterpretasi informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk (a) menggunakan berbagai macam angka, dan symbol-simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari, dan (b) menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, table, bagan) dengan menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

Prinsip Dasar Literasi Numerasi

Ada beberapa prinsip literasi numerasi dalam penerapannya, yaitu:

Bersifat kontekstual, sesuai dengan kondisi geografis, social budaya dan sebagainya.

Selaras dengan cakupan matematika dalam kurikulum 2013.

Saling bergantung dan memperkaya unsur literasi lainnya.

Ruang Lingkup Literasi Numerasi

Literasi numerasi merupakan bagian dari matematika yang bersifat praktis dan berkaitan dengan kewarganegaraan, professional, rekreasi dan kultural. Ini berarti, cakupan literasi numerasi sangat luas dan berkaitan dengan literasi lainnya, misalnya literasi kebudayaan dan kewarganegaraan.

Indikator Literasi Numerasi di Sekolah

Ada beberapa indikator literasi numerasi di sekolah, yaitu:

Basis kelas

Dalam basis kelas ini, adanya sejumlah pelatihan guru matematika dan nonmatematika untuk meningkatkan kualitas guru di sekolah dasar, pengembangan sejumlah pembelajaran matematika berbasis permasalahan dan pembelajaran matematika berbasis proyek untuk meningkatkan permasalahan dalam pembelajaran, adanya sejumlah pembelajaran non matematika yang melibatkan unsur literasi numerasi untuk mendukung program literasi numerasi di sekolah dan nilai matematika peserta didik yang dapat dijadikan pertimbangan pendidik dalam menerapkan literasi numerasi di sekolah. Selain itu, hasil dari PISA/TIMSS/INAP tentang nilai matematika anak Indonesia yang berada dibawah standar sehingga menjadi pertimbangan pemerintah mengapa literasi numerasi harus diterapkan di sekolah. Dengan penerapan literasi numerasi di kelas, maka permasalahan yang dihadapi terkait dengan pelajaran matematika akan teratasi.

Basis budaya sekolah

Dalam basis budaya sekolah, perlu diperhatikan beberapa hal yang ada dalam literasi numerasi yaitu jumlah dan variasi buku literasi numerasi, frekuensi peminjaman buku literasi numerasi, jumlah penyajian informasi dalam bentuk presentasi, akses situs daring yang berhubungan dengan literasi numerasi, jumlah kegiatan bulan literasi numerasi, alokasi dana untuk literasi numerasi, adanya tim literasi sekolah, dan adanya kebijakan sekolah mengenai literasi numerasi.

Basis masyarakat

Pada basis masyarakat, perlu diperhatikan jumlah ruang publik di lingkungan sekolah, jumlah keterlibatan orang tua didalam tim literasi sekolah, dan jumlah sharing session oleh publik mengenai literasi numerasi.

Strategi Literasi Numerasi di Sekolah

Strategi utama literasi numerasi sekolah berupa literasi lintas kurikulum, yaitu sebuah pendekatan penerapan numerasi secara konsisten dan menyeluruh di sekolah untuk mendukung pengembangan literasi numerasi bagi setiap peserta didik. Dalam keterampilan literasi numerasi secara eksplisit diajarkan didalam mate pelajaran matematika, tetapi peserta didik diberikan berbagai kesempatan untuk menggunakan matematika di luat mata pelajaran matematika, diberbagai situasi. Dalam memperluas dan memperdalam pemahaman numerasi maka keterampilan matematika lintas kurikulum ini dapat memperkaya pembelajaran bidang studi lain dan memberikan kontribusi. Dibawah ini beberapa strategi literasi numerasi di sekolah, yaitu:

Penguatan kapasitas fasilitator, untuk menerapkan ini dapat dilakukan dengan pelatihan bagi guru matematika ataupun nonmatematika

Peningkatan jumlah dan ragam sumber belajar bermutu, dengan penyediaan buku-buku numerasi dan program satu guru satu buku

Perluasan akses terhadap sumber belajar dan cakupan peserta belajar, ini dapat dilakukan dengan pengembangan sarana penunjuang, dan penyediaan informasi dan sumber belajar daring

Peningkatan pelibatan publik, dilakukan dengan sharing session dan bulan literasi numerasi

Penguatan tata kelola, dapat dilakukan dengan alokasi dana untuk kegiatan penguatan pelaku, pembentukan tim literasi sekolah, pembuatan kebijakan sekolah, memperkuat persatuan orang tua murid dan guru serta menyediakan guru.

PENUTUP

Literasi numerasi merupakan sebuah kecakapan hidup abad 21 yang harus dimiliki oleh setiap orang untuk meningkatkan sumber daya manusia dan taraf hidup sehingga kualitas bangsa menjadi lebih baik. Dengan penerapan literasi numerasi di sekolah, peserta didik dapat menjadi lebih mahir dalam menyelesaikan soal matematika dan permasalahan yang berkaitan dalam kehidupan nyata. Strategi penerapan literasi numerasi harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan pihak-pihak terkait baik di sekolah, keluarga maupun masyarakat. Materi yang diberikan dalam literasi numerasi dapat beragam dan kontekstual sehingga tepat sasaran.

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Materi Pendukung Literasi Numerasi. Jakarta: Kemendikbud

https://www.federalregister.gov/agencies/national-institute-for-literacy diakses tanggal 1 November 2018

http://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/buku-literasi-numerasi/ diakses tanggal 5 November 2018

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.