LEADERSHIP DALAM PENGERTIAN

0
24

LEADERSHIP DALAM PENGERTIAN

Oleh:

Abu Bakar

Widyaiswara

 

       Abstrak       :   Kepemimpinan merupakan “motor”  atau daya penggerak daripada semua sumber-

                              sumber dan alat-alat (resources) yang tersedia bagi suatu organisasi.

   Sutisna (1993) merumuskan kepemimpinan sebagai “proses mempengaruhi kegiatan   seseorang atau kelompok dalam usaha kearah pencapaian tujuan dalam situasi tertentu”.

Sementara  soepadi (1988) mendefinisikan kepimpinan sebagai”kemampuan untuk menggerakkan,mempengaruhi, memotivasi, mengajak, mengarahkan, menasehati, membimbing, menyuruh, memerintah, melarang dan bahkan menghukum (kalau perlu), serta membina dengan maksud agar manusia sebagai media menejemen mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan  adminitrasi secara efektif dan efisien.

 

       Keyword       :    Kepemimpinan (Leadership), pemimpin

 

  1.  Latar Belakang

Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang yang  diarahkan terhadap pencapaian tujuan organisasi. Sutisna (1993) merumuskan kepemimpinan sebagai “proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok dalam usaha kearah pencapaian tujuan dalam situasi tertentu”. Sementara  soepadi(1988) mendefinisikan kepimpinan sebagai”kemampuan untuk menggerakkan,mempengaruhi, memotivasi, mengajak, mengarahkan, menasehati, membimbing, menyuruh, memerintah, melarang dan bahhkan menghukum (kalau perlu), serta membina dengan maksud agar manusia sebagai media menejemen mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan adminitrasi secara efektif dan efisien. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan sedikitnya mencakup tiga hal yang saling berhubungan yaitu adanya pemimpin dan karakteristiknya adanya pengikut serta adanya situasi kelompok tempat pemimpin dan pengikutnya berintraksi.

Leadership (kepemimpinan) sesungguhnya ada pada diri setiap orang tergantung bagaimana mereka mengembangkan jiwa kepimpinan yang ada pada mereka ini dibuktikan pada pendapat para ahli yang terdapat pada teori sifat yang memaparkan bahwa setiap manusia telah diberikan kemampuan untuk memimpin sejak lahir. Sering orang mengatakan bahwa kepemimpinan merupakan inti daripada managemen. Memang demikianlah halnya karena kepemimpinan merupakan “motor  atau daya penggerak daripada semua sumber-sumber dan alat-alat (resources) yang tersedia bagi suatu organisasi”.

  1.  Pengertian leadership (kepemimpinan)

Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang yang  diarahkan terhadap pencapaian tujuan organisasi. Sutisna (1993) merumuskan kepemimpinan sebagai “proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok dalam usaha kearah pencapaian tujuan dalam situasi tertentu”. Sementara  soepadi(1988) mendefinisikan kepimpinan sebagai”kemampuan untuk menggerakkan,mempengaruhi, memotivasi, mengajak, mengarahkan, menasehati, membimbing, menyuruh, memerintah, melarang dan bahhkan menghukum (kalau perlu), serta membina dengan maksud agar manusia sebagai media menejemen mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan adminitrasi secara efektif dan efisien. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan sedikitnya mencakup tiga hal yang saling berhubungan yaitu adanya pemimpin dan karakteristiknya adanya pengikut serta adanya situasi kelompok tempat pemimpin dan pengikutnya berintraksi.

Pemimpin memikul tanggung jawab dan berusaha untuk menangani masalah yang mereka hadapi. Pemimpin tersebut mengidentifikasi dan memahami keinginan dari bawahannya. Hal tersebut hanya dapat berhasil melalui penggembangan lingkungan dan saling pengertian yang dapat dicapai melalui berbagai pertemuan konsultatif dan paratisipasi.

  1.   Macam-macam leadership, ada beberapa macam leadership yang dapat dikemukakan dalam tulisan ini, antara lain;
  2. Kepemimpinan otoriter(the autocratic style of leadership)
  3.  Kepemimpinan laissez faire
  4. Kepemimpinan Demokratis
  5. Kepemimpinan menurut situasinya
  6. Kepemimpinan menurut perilaku pribadi
  7. Kepemimpinan yang tugas-sentris atau pekerja-sentris
  8. Kepemimpinan pribadi
  9. Kepemimpinan paternalistis
  10. Kepemimpinan alami, selengkapnya dapat penulis sajikan sebagai berikut;
  11.   Kepemimpinan otoriter(the autocratic style of leadership)

Pada macam kepemimpinan yang otoriter, semua kebijaksanan atau “policy” dasarditetapkan oleh pemimpin sendiri dan pelaksanan selanjutnya ditugaskan kepada kebawahannya. Semua perintah, pemberian dan pembarian dan pembagian tugas dilakukan tanpa mengadakan konsultasi sebelumnya dengan orang-orang yang dipimpinnya.Anggota-anggota staf harus menerima “policy” dan tugas-tugas itu tanpa ada kebebasan untuk menmbang buruk baiknya akibat-akibat positif-negatifnya yang mungkin timbul dari padanya.

  1.  Kepemimpinan laissez faire

Sebaliknya dari ciri-ciri khas kepemimpinan yang otokratis maka dalam tipe kepemimpinan”laissez faire” ini pemimpin memberi kebebasan yang seluas-luasnya kepada setiap anggota staf didalam produsere.

  1.    kepemimpinan Demokratis

Agaknya tipe ini merupakan tipe yang mempertemukan prinsip –prinsip dan prosedur kepemimpinan yang diuraikan diatas. Kepemimpinan z yang demokratis mengambil manfaat dari peranan aktif dan dan menentukan daripada si pemimpin yang sangat ditonjolokan didalam otoriter,dan menarik faedah sebesar-besarnya dan partisipasi aktif serta kebebasan anggota staf kerja yang sangat berlebih-lebihan pada “ tipe laissez faire”.

  1.    Kepemimpinan menurut situasinya

Disni  Faktor yang terpenting untuk menentukan jenis kepemimpinan ialah situasinya manejer dan bawahan menyesuaikan diri dengan situasi tersebut di ikuti pula dengan penyesuaian sikap antar manejer dengan bawahan secara timbal balik.

  1.     Kepemimpinan menurut perilaku pribadi

Lahir Sesuai dengan namanya perilaku dari pemimpin penting sekali dalam bentuk kepemimpinan ini. Ia akan cukup plaksibel untuk menggunakan tindakan yang sesuai untuk setiap situasi sambil memperhatikan kemampuan tingkat pengawasa yang di inginkan dan apakah pemimpin ingin memutuskan permasalahan yang bersangkutan.

  1.  Kepemimpinan yang tugas-sentris atau pekerja-sentris

Berbagai orang dalam situasi-situasi yang berlainan memberikan responsi yang berbeda terhadap kepemimpinan. Kepemimpinan tumbuh dari berbagai kekuatan yang beraksi dan mengadakan interaksi terus menerus dengan memberikan tekanan kepada:

  1.  Pekerjaan yang sedang dilaksanakan,
  2.  Orang-orang yang melaksanakan pekerjaan tersebut
  3.  Kepemimpinan pribadi

Motivasi dan pengarahan menimbulkan kontrak antar pribadi pengawai. Lahirlah suatu hubungan yang dekat antara pemimpin dan bawahannya. Apabila mengikuti kepemimpinan pribadi maka situasinya diliputi oleh karakteristik pribadi  dan suasana yang informal.

  1.  Kepemimpinan paternalistis

Di dalam sistem kepemimpinan ini terdapat suatu pengaruh kebapakan antar pemimpin dengan kelompoknya tujuannya adalah untuk melindungi dan memperhatikan kesejahteraan pengikut-pengikutnya.

  1.  Kepemimpinan alami

Jenis kepemimpinan ini berasal dari kelompok-kelompok yang secara informal. Berbagai pemimpin alami lahir untuk berbagai tujuan didalam kelompok yang sama. sukses dari berbagai macam-macam kegiatan ditentukan oleh pemimpin tersebut, walapun kelompoknya secara resmi dipemimipin oleh pemimpin formal.

 

 

 

 

 

 

  1. Kesimpulan

Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang yang  diarahkan terhadap pencapaian tujuan organisasi. Sutisna (1993) merumuskan kepemimpinan sebagai “proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok dalam usaha kearah pencapaian tujuan dalam situasi tertentu”. Sementara  soepadi(1988) mendefinisikan kepimpinan sebagai”kemampuan untuk menggerakkan,mempengaruhi, memotivasi, mengajak, mengarahkan, menasehati, membimbing, menyuruh, memerintah, melarang dan bahhkan menghukum (kalau perlu), serta membina dengan maksud agar manusia sebagai media menejemen mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan adminitrasi secara efektif dan efisien. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan sedikitnya mencakup tiga hal yang saling berhubungan yaitu adanya pemimpin dan karakteristiknya adanya pengikut serta adanya situasi kelompok tempat pemimpin dan pengikutnya berintraksi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Bennis, W.G. and  Nanus, B., 1985, Leaders: The Strategies for Taking Charge, Harper  and  Row,  New York.

 

Bryman, A., 1992, Charisma and Leadership in Organizations, Sage, London

 

James K. Van Fleet, 1973, Manajemen Kepemimpinan, Jakarta:Mitra Usaha

 

Purwanto, Yadi, 2001, makalah: Manajemen PT. Cendekia Informatika, Jakarta

 

  1. Brown steven, 1998, Manajemen Kepemipinan, Jakarta: Profesional Books

 

http://teknikkepemimpinan.blogspot.co.id/2009/03/pengertian-kepemimpinan-leadership   diakses  tanggal 15 Agustus 2016

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.