LANGKAH-LANGKAH PERSIAPAN  PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH (KTI)

1
346

 Oleh :

 Dra. Hj. Yurnalis Nurdin, M.Pd

 Widyaiswara Utama

 Balai Diklat Keagamaan Palembang

 e-mail : yurnalisnurdin@gmail.com    

         

Abstrak: Tulisan yang berjudul “Langkah-Langkah Persiapan  Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI)” ini, berisikan  hal-hal yang dapat dilakukan seorang penulis karya ilmiah pada tahap persiapan. Pada dasarnya hal terpenting yang harus dipikirkan oleh seorang penulis karya ilmiah pada tahap persiapan ini adalah pemilihan topik. Untuk saat pemilihan topik hal-hal yang patut dipertimbangkan  adalah (1) menentukan topik/masalah, (2) mengidentifikasikan pembaca tulisan, dan (3) menentukan cakupan materi tulisan. Dalam penulisan karya ilmiah, yang anda dapatkan dari tulisan ini adalah konsentrasi dan kesadaran penuh  dalam memanfaatkan waktu untuk kerja keras untuk suatu penulisan karya ilmiah.

Kata Kunci: Persiapan Penulisan KTI

PENDAHULUAN

Alasan utama yang menyebabkan kita kesulitan dalam menulis, terutama menulis karya tulis ilmiah (KTI) adalah kita tidak mengetahui dengan pasti bagaimana memulainya walaupun barangkali kita sangat ahli dalam bidang-bidang tertentu. Pada umumnya, ketika akan menulis, kita duduk didepan komputer atau duduk merenung dengan bulpoin di tangan dan mengharapkan dapat menulis sesuatu ide atau gagasan di selembar kertas yang kosong. Pada saat itu, kita tidak menyadari pentingnya keterampilan menulis, sebagaimana keterampilan teknis lainnya memerlukan suatu pendekatan untuk melakukannya.

Bagi sebagian besar penulis, merancang suatu tulisan merupakan pekerjaan yang melibatkan pencarian inspirasi. Menulis bagi sebagian orang merupakan proses maju dan mundur kembali. Dari konsentarasi penuh ke relaksasi, dari proses penuangan ke ide sampai penggunaan ide-ide tersebut, dan akhirnya membuat penemuan. Untuk penulis seperti itu, dibutuhkan waktu yang cukup agar semuanya berjalan lancar, namun waktu bukan satu-satunya yang menjamin dicapainya suatu penemuan.

Dalam penulisan karya ilmiah, yang anda dapatkan dari tulisan ini adalah masalah munculnya inspirasi tidaklah menjadi bagian yang dominan, yang lebih anda butuhkan adalah konsentrasi dan kesadaran penuh dalam memanfaatkan waktu untuk kerja keras. Berikut ini akan diuraikan tentang langkah-langkah persiapan penulisan karya ilmiah.

PEMBAHASAN

LANGKAH-LANGKAH PERSIAPAN  PENULISAN KARYA TULIS  ILMIAH

Menurut Wardani I.G.A.K, dkk (2007: 2.4) mengatakan bahwa langkah pertama yang harus anda lakukan adalah bekerja sesuai jadwal. Jalan  terbaik untuk memulai menulis adalah mengikuti tahap atau langkah-langkah yang sudah anda buat untuk mencapai sasaran demi sasaran jangka pendek, dan memfokuskan konsentrasi anda. Kedisiplinan dalam mengikuti jadwal ini sangat penting dalam penyelesaian tulisan tepat pada waktunya. Meskipun anda dapat bekerja secara produktif tanpa henti untuk selama beberapa jam atau anda dapat mempercepat pekerjaan penulisan, namun anda juga harus siap jika pada suatu ketika anda mengalami peenurunan konsentrasi atau kebuntuan berpikir.

Fokus pembahasan  dalam tulisan ini adalah memaparkan hal-hal yang dapat dilakukan seorang penulis karya ilmiah pada tahap persiapan. Pada dasarnya, hal penting yang harus dipikirkan oleh seorang penulis karya ilmiah pada tahap persiapan ini adalah pemilihan topik. Untuk memperoleh topik yang diinginkan, sesuai dengan tujuan penulisan maka hal-hal yang patut dipertimbangkan pada saat memilih topik untuk tulisan ini adalah   (1)     menentukan topik/masalah, (2)   mengidentifikasikan pembaca tulisan, dan    (3)   menentukan cakupan materi tulisan.

Pemilihan topik/masalah untuk karya ilmiah

Topik (bahasa Yunani: topoi) adalah inti  utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan. Wahab: 1994, dalam (Wardani I.G.A.K, dkk. 2007: 2.5,  menyebutkan bahwa yang dimaksud topik adalah bidang medan atau lapangan masalah yang akan digarap dalam karya tulis atau penelitian. Sementara itu, tema diartikan sebagai pernyataan sentral atau pernyataan inti tentang topik yang akan ditulis. Topik yang masih terlalu luas harus menjadi sebuah tema. ( oky-d-ace,blogspot.com/2012/1).

Menurut Wardani I.G.A.K, dkk (2007: 2.5) mengatakan bahwa;

Menentukan topik untuk karya ilmiah dalam berbagai hal menyerupai pemilihan topik untuk karangan bebas. Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada saat menentukan topik untuk karya ilmiah ini. Dalam penulisan karangan bebas, lebih-lebih tulisan fiksi, penulis bebas berfantasi, bebas menentukan siapa calon pembacanya dan bebas pula menentukan cakupan cerita yang akan dituturkannya.

Tidak demikian halnya dengan penulisan karya tulis ilmiah (KTI), dimana dalam penulisannya harus mengikuti kaidah kebenaran dalam isi, metode kajian, serta tata cara penulisannya yang bersifat keilmuan. Salah satu cara untuk memenuhi kaidah tersebut adalah dengan melakukan pemilihan topik yang jelas dan spesifik. Pemilihan topik untuk karya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara merumuskan tujuan, menentukan topik dan melakukan penelusuran terhadap topik tersebut. Dengan melakukan ketiga cara tersebut maka akan diperoleh rumusan topik atau permasalahan yang jelas dan spesifik.

Merumuskan tujuan

Apa yang anda harapkan dapat diketahui atau dilakukan oleh pembaca setelah membaca tulisan anda? Apabila anda dapat menjawab pertanyaan tersebut, artinya anda telah menentukan tujuan dengan baik (Brusaw, et all, 1982, dalam Wardani I.G.A.K, dkk (2007: 2.5). Pada umumnya, terlalu sering para penulis pemula merumuskan tujuan penulisan karya tulis ilmiahnya dalam kalimat yang terlalu umum atau terlalu luas. Artinya, dengan membaca rumusan tujuan tersebut para pembacanya tidak bisa membayangkan apa yang akan dipaparkan penulis dalam karya tulisnya tersebut.

Perhatikan rumusan tujuan tersebut. “menjelaskan otomatisasi perkantoran”. Jika kita cermati rumusan tujuan tersebut maka kita tidak tahu persis apa yang akan diuraikan oleh penulis mengenai otomatisasi perkantoran tersebut. Apa yang menjadi fokus perhatiannya dari sekian banyak hal atau aspek yang berkaitan dengan otomatisasi perkantoran juga tidak jelas. Apakah mengenai pengertiannya ataukah tentang kelebihan dan kekurangannya? Ataukah, tentang kendala-kendala yang bakal dihadapi jika otomatisasi perkantoran tersebut diterapkan? Ataukah mengenai kesiapan tenaga sumber daya manusia (SDM) yang berperan dalam otomatisasi, dan sebagainya.

Dengan rumusan tujuan semacam itu akan dihasilkan beragam tulisan mengenai otomatisasi perkantoran. Jika rumusan seperti itu, diikuti dengan konsistan maka akan memaksa penulisnya untuk menguraikan segala hal tentang otomatisasi perkantoran, dan karya ilmiah itu akan menjadi tulisan yang sarat dengan isi dan memerlukan uraian panjang lebar tentang segala hal yang berkaitan dengan otomatisasi perkantoran atau jika tidak demikian maka penulis akan terjebak hanya menuliskannya secara superficial atau hanya mengenai kulitnya secara dangkal tentang permasalahan yang dimaksud, tanpa pernah berhasil mengupas isinya secara mendalam. Masalahnya sekarang adalah apakah perumusan tujuan semacam itu sudah benar untuk suatu karya tulis ilmiah (KTI)?

      Menulis karya ilmiah memerlukan penelusuran yang mendalam tentang apa yang akan ditulis; siapa yang akan membaca tulisan tersebut dan cakupan bahasanya sampai dimana. Oleh sebab itu, rumusan tujuan yang jelas dan tepat menjadi sangat penting untuk menghasilkan karya tulis ilmiah yang terfokus bahasanya, bagaimana caranya membuat rumusan tujuan yang jelas dan tepat.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ikutilah tips berikut ini. Pertama, coba atau usahakan merumuskan tujuan dalam satu kalimat yang sederhana. Kedua, ajukan pertanyaan dengan menggunakan salah satu kata tanya; apa, apa sebabnya, mengapa atau bagaimana, dan sebagainya terhadap rumusan tujuan yang anda buat tersebut. Ketiga, dengan anda dapat menjawab dengan pasti pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, berarti rumusan tujuan yang anda buat sudah cukup jelas dan tepat.

Untuk lebih memperjelas uraian diatas, simaklah contoh berikut. Rumusan tujuan tentang “menjelaskan otomatisasi perkantoran” akan tetap dipakai sebagai contoh. Jadi, apabila kita ajukan pertanyaan tentang apa, mengapa, dan bagaimana pada kata otomatisasi perkantoran tersebut maka paling sedikit kita akan mendapatkan 3 pertanyaan sederhana mengenai otomatisasi perkantoran, yaitu (1) apa yang dimaksud dengan otomisasi perkantoran? (2) mengapa diterapkan otomisasi perkantoran? (3) bagaimana otomisasi perkantoran dapat diterapkan di suatu organisasi/lembaga?. (Wardani I.G.A.K, dkk (2007: 2.7).

Dari ketiga pertanyaan yang sederhana tersebut, selanjutnya anda tinggal menentukan apa sebenarnya yang ingin anda tulis mengenai otomatisasi perkantoran tersebut dan rumuskan tujuannya dalam satu kalimat pernyataan.

Contoh:

Apa yang dimaksud dengan otomatisasi perkantoran? Dibawah pertanyaan ini dapat dikembangkan berbagai pernyataan yang dapat fokus/tujuan penulisan, yaitu menjelaskan:

Pengertian otomatisasi perkantoran menurut beberapa ahli perkantoran dari dalam

dan luar negri;

Berbagai bentuk/model/system otomisasi perkantoran yang ada;

Kelebihan dan kekurangan system otomatisasi perkantoran;

Dan seterusnya.

Mengapa diterapkan otomisasi perkantoran? Dengan pertanyaan ini anda dapat menjawab nya dengan beberapa rumusan tujuan sebagai berikut.

Menguraikan cara meningkatkan efesiensi dan efektifitas pelaksanaan pekerjaan

dengan otomatisasi perkantoran;

Menjelaskan trend atau kecenderungan otomatisasi perkantoran dimasa datang.

Dan seterusnya.

Bagaimana otomatisasi perkantoran dapat diaplikasikan? Untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan pertanyaan ini, dapat dirumuskan tujuannya sebagai berikut.

Menjelaskan tahap-tahap penerapan otomatisasi perkantoran di unit penerbitan.

Menjelaskan berbagai macam penataan pekerjaan dengan otomatisasi perkantoran.

Menjelaskan berbagai perubahan yang terjadi dalam organisasi sebagai akibat dari

penerapan otomatisasi perkantoran dan seterusnya.

Jadi, ibaratnya kita menelusuri sebatang pohon yang besar maka kita dapat menentukan berbagai cabang yang ada pada pohon tersebut, seterusnya dari setiap cabang kita dapat menelusurinya hingga kita menemukan masih ada begitu banyak ranting, demikian seterusnya apabila kita mampu memerinci bagian-bagiannya atau mampu mengeleborasinya maka kita akan mendapatkan suatu bagian yang lebih terbatas dan pasti dari suatu pohon. Kemampuan memerinci atau membatasi rumusan tujuan ini sangat ditentukan oleh tingkat penguasaan tentang pengetahuan yang kita miliki. Seseorang yang ahli atau pakar dalam bidangnya akan dapat menjelaskan bagian-bagian detail dari bidang kepakarannya tersebut. Bagian sekecil apapun dapat dijelaskannya dengan panjang lebar dan terperinci.

Dari uraian diatas, cukup jelas bukan, perbedaan antara perumusan tujuan yang terlalu umum dan kabur maknanya dengan rumusan tujuan yang jelas, tepat (persis), dan spesifik?

Menentukan topik

Dalam membuat karya ilmiah, topik tulisan dapat ditentukan oleh anda sendiri atau

ditentukan oleh orang lain. Tidak masalah apakah topik itu anda sendiri yang memilih  atau ditentukan oleh orang lain maka langkah pertama yang harus anda lakukan didalam menentukan topik adalah menentukan ide-ide utama. Kemudian, uji dan tanya kepada diri sendiri apakah memang ide-ide itu yang akan anda tulis. Beberapa ide kadang perlu diendapkan terlebih dahulu dalam benak kita. Ide-ide tersebut akan berkembang didalam pikiran bawah sadar kita hanya jika ide-ide tersebut mengakar dengan baik didalamnya.

Perlu diingat bahwa benih, ide-ide juga perlu dirangsang agar berkembang terus.

Setelah anda memperoleh ide untuk tulisan, hal berikutnya yang perlu anda lakukan adalah

bertanya pada diri sendiri tentang hal-hal berikut.

Apakah anda betul-betul berminat mengulas topik tersebut secara lebih mendalam?

Mudahkah bagi anda mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menulis topik tersebut?

Apakah topik tersebut mudah dipilah menjadi bagian-bagian lebih kecil yang dapat dikembangkan lebih lanjut?

Pertanyaan seperti apa yang dapat diajukan terhadap topik yang dipilih tersebut?

Jika jawaban terhadap pertanyaan tersebut sebagian besar menyatakan ya, maka dalam menentukan topik tulisan paling tidak anda telah melakukannya dengan baik.

Menentukan topik sendiiri

Jika anda bebas menentukan topik sendiri dalam tulisan anda, cobalah salah satu metode penentuan topik berikut ini:

Tulis apapun yang ingin anda tulis mengenai topik yang anda pilih selama

      duapuluh menit tanpa henti. Misalnya, anda ingin menguraikan tentang otomatisasi

perkantoran, dan hal pertama yang ingin anda ketahui pertama kali adalah mengenai pengertiannya. Maka, mulailah mencoba menuliskan pengertiannya tersebut, seperti yang dimaksud otomatisasi perkantoraan adalah salah satu usaha untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan pekerjaan dengan memanfaatkan teknologi dan seterusnya. Tulis terus tanpa henti apa yang terlintas dibenak anda mengenai otomatisasi perkantoran tersebut. Jangan dulu hiraukan masalah ejaan, tanda baca, tata bahasa atau bahkan maknanya, yang penting tulis saja apa yang ingin anda tulis. Setelah duapuluh menit berhenti, kemudian baca apa yang anda tulis tersebut. Garis bawahi apapun yang anda temukan menarik atau bahkan membuat anda tercengang. Sekarang tulislah hal-hal menarik atau mencengangkan tersebut selama sepuluh menit tanpa henti. Setelah selesai, biasanya tanpa disadari anda telah menemukan topik yang ingin anda kembangkan lebih lanjut dalam tulisan.

Amati konflik yang pernah terjadi. Pada umumnya konflik memperkaya pengalaman hidup kita. Cobalah anda ingat kembali suatu kejadian yang tidak menyenangkan, misalnya anda diminta mengerjakan sesuatu yang tidak anda sukai. Kapan dan dimana hal itu terjadi? Bagaimana sikap anda saat itu? Bagaimana perasaan anda terhadap orang yang memberi tugas tersebut? Apa hikmah yang anda peroleh dari kejadian tersebut? Mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu dan mencoba menjawabnya, akan membantu anda berpikir lebih jauh tentang pengalaman-pengalaman tersebut sampai anda menemukan sesuatu yang ingin anda telusuri lebih mendalam. Demikianpun pada saat anda menemukan topik untuk tulisan, cara seperti ini dapat dimanfaatkan untuk menelusuri masalah yang sesungguhnya ingin anda tulis.

Pilih topik yang ingin anda ketahui lebih mendalam. Pertahankan rasa ingin tahu

      anda. Selidikilah masalah yang menarik bagi anda. Ketika anda mulai menelusuri

masalah tersebut, tanpa disadari ada rasa ingin berbagi pengetahuan dan informasi

dengan orang lain mengenai masalah yang anda pikirkan tersebut. Coba cari hal-hal

yang tidak terduga dari topik yang ingin anda bahas tersebut. Biasanya hal-hal yang

tidak terduga ini menarik minat pembaca untuk membaca tulisan anda lebih jauh

lagi. Dengan kata lain, pemilihan topik harus dilakukan secara selektif agar

pembaca memperoleh informasi yang baru, yang belum pernah diketahui

sebelumnya, bukan  topik yang sudah kadaluwarsa. Apabila mereka disodori tulisan

dengan topik yang up to date maka keingintahuan mereka tentang informasi terkini

terpuaskan oleh tulisan anda.

Merumuskan kembali topik yang telah ditentukan

Apabila topik dari karya ilmiah ditugaskan oleh orang lain, misalnya dosen, atasan atau intansi tertentu, cari cara untuk merumuskan topik tersebut agar topik tersebut menjadi topik yang anda sukai. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah mencari keterkaitan antara topik yang diajukan dengan apa-apa yang telah anda ketahui mengenai topik tersebut sebelumnya, kaitkan pula topik tersebut dengan minat dan pengalaman pribadi anda.

Misalnya anda diminta untuk menulis tentang pengelolaan bisnis eceran. Pertama-tama tentunya anda akan berpikir tentang perusahaan-perusahaan bisnis eceran yang besar, matahari departemen store, hero pasar swalayan, indomart supermarket, tetapi sebenarnya, perusahaan-perusahaan besar semacam ini jumlahnya kalah banyak dibanding perusahaan bisnis eceran yang kecil, seperti penjual mi ayam, pengusaha warung tegal, bahkan penjual sayuran yang berkeliling tiap hari di kompleks anda.

Hari Dharmawan, pemilik matahari departemen store adalah seorang pengusaha bisnis eceran, demikian pun si Jangkung, tukang sayur yang berjualan di kompleks perumahan. Mereka sama-sama mengelola bisnis eceran, hanya berbeda skala usahanya saja, yang satu besar, sedangkan yang satunya lagi kecil. Begitu juga anda, jika suatu saat anda pernah menjual barang eceran, apapun jenis barang yang anda jual, dan anda mengelola sendiri penjualan barang tersebut, dari mulai pengadaan barang, penjualannya sampai dengan pembuatan pembukuan kecil-kecilan untuk usaha tersebut maka anda telah menjadi seorang pengelola bisnis eceran yang sesungguhnya karena anda telah mengalaminya secara langsung.

Mengacu pada ilustrasi diatas maka bisa diartikan bahwa anda ditugaskan untuk menulis suatu masalah atau diminta untuk melakukan penelitian tentang suatu hal, lalu topiknya sudah ditentukan, apa yang harus anda perbuat? Hal pertama yang bisa anda lakukan adalah membaca judul topik tersebut dengan seksama, kemudian mengartikan sendiri apa yang tersirat dan tersurat dari judul tersebut. Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang apa yang harus ditulis, anda dapat melakukan penelusuran materi, baik lewat membaca beberapa referensi, berdiskusi dengan teman yang sedikit banyak mengerti tentang topik yang akan ditulis, konsultasi dengan dosen atau atasan yang memberi tugas atau barangkali berkaca pada pengalaman anda sendiri atau orang lain. Dari hasil penelusuran ini maka anda akan sampai pada suatu keadaan, dimana anda merasa yakin memahami betul materi yang akan dikembangkan tersebut.

Sebagaimana contoh diatas, pada saat topik tentang pengelolaan bisnis eceran diajukan oleh dosen anda, misalnya anda bisa bicara tentang pengelolaan bisnis eceran pada level usaha raksasa, seperti matahari departemen store atau bisa juga anda melakukan studi terhadap pengelolaan bisnis eceran suatu warung tegal, yang penting temanya tidak keluar dari pengelolaan bisnis eceran.

Dengan anda pahami uraian di atas, itulah yang dimaksud dengan merumuskan kembali topik yang dituliskan menjadi topik anda sendiri, dimana anda dapat menentukan apa yang akan anda tulis, sesuai dengan pengetahuan dan informasi yang anda peroleh. Yang tidak boleh dilanggar dalam hal ini adalah tema pokok dari tulisan harus tetap sama dengan topik yang ditugaskan kepada anda.

Menelusuri topik

Bila topik telah ditentukan, bukan berarti masalahnya selesai. Anda masih harus memfokuskan topik tersebut agar dalam penulisannya tepat sasaran. Berikut ini akan diuraikan langkah-langkah yang dapat anda tempuh dalam rangka lebih memfokuskan topik yang telah anda pilih.

Fokuskan topik agar mudah dikelola

Salah satu kendala terbesar yang menghambat keberhasilan penulisan karya ilmiah adalah terlalu luasnya topik tulisan. Jika anda dapat mendefinisikan topik yang diterima atau ditugaskan sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman pribadi anda, artinya anda telah memulai merumuskan topik tersebut sesuai dengan yang mampu anda kelola. Namun, masih perlu diingat bahwa anda perlu berusaha sedemikian rupa memilah dan mempersempit topik tersebut sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman anda, anda masih tetap harus mencoba mengidentifikasi bagian-bagiannya agar diperoleh topik yang betul-betul spesifik dan mungkin ditulis, Lihat contoh berikut:

Umum Spesifik Lebih Spesifik
Computer Word processing Program PowerPoint
Transportasi Memiliki mobil pribadi Memelihara mesin
Televisi Ikan di TV Wanita diiklan TV
Kesehatan Penyakit paru-paru Obat penyakit paru
Evaluasi Evaluasi hasil belajar Sistem scoring
Polusi udara Asap pabrik Pengaruh asap trhdp kesehatan

2). Ajukan pertanyaan

Pada saat topik sudah dipilih dan dipilah menjadi bagian-bagian yang mudah dikelola, anda dapat membedahnya dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Para jurnalis biasanya menggali topik dengan pertanyaan-pertanyaan apa, siapa, kapan, dimana, bagaimana, dan mengapa. Jika anda memikirkan topik tersebut bukan sebagai objek, tetapi sebagai tindakan, anda dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk  menggeneralisasikannya. Misalnya apa yang terjadi? Siapa yang menyebabkannya terjadi atau siapa yang mempengaruhi sampai hal itu terjadi? Bagaimana hal tersebut terjadi? Mengapa hal itu terjadi? Apa akibatnya?

Tidak semua pertanyaan ini bisa dipakai untuk semua topik. Jika anda menulis tentang gempa bumi atau bencana alam lainnya misalnya, tentunya tidak relevan jika anda mempertanyakan siapa yang menyebabkannya bukan? Namun, tiap-tiap pertanyaan itu dapat dicoba untuk topik-topik tertentu, untuk menggali segala kemungkinan dan mengembangkan segala pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut. Kita ambil contoh tentang otomatisasi perkantoran seperti diatas.

Apa yang terjadi jika otomatisasi perkantoran diterapkan diunit kerja kita? Siapa saja yang paling terpengaruh dengan system otomatisasi perkantoran? Bagaimana meyakinkan mereka tentang manfaat otomatisasi perkantoran ini? Mengapa pemerintah mengintruksikan penerapan otomatisasi perkantoran ini  di lembaga-lembaga pemerintahan? Apa manfaat otomatisasi perkantoran ini dari segi anggaran? Kapan sebaiknya system ini di implementasikan? Bagaimana caranya memperkenalkan system ini dengan para pegawai? Dan seterusnya.

Hal terpenting pada tahap persiapan proses penulisan ini adalah menyentuh topik yang anda pilih dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak anda. Pada kenyataannya, barangkali anda tidak dapat menjawab setiap pertanyaan yang muncul atau bahkan tidak ada jawaban yang pasti untuk setiap pertanyaan-pertanyaan tertentu. Tetapi, semakin banyak pertanyaan diajukan, semakin dalam anda dapat menyelami topik yang anda pilih tersebut.

Mengidentifikasi pembaca karya ilmiah

Kewajiban seorang penulis karya ilmiah adalah memuaskan kebutuhan pembacanya akan informasi, yaitu dengan cara menyampaikan pesan yang ditulisnya agar mudah dipahami oleh pembacanya. Sebelum menulis, kita harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan kita. Hal tersebut perlu dipertimbangkan pada saat kita menulis karya tulis ilmiah agar tulisan kita tepat sasaran. (lailamaharani,blogsot. com/2012, diakses Kamis, 06 Desember 2012)

Setelah diperoleh topik yang definitif untuk dikembangkan lebih lanjut, langkah berikutnya yang harus anda lakukan pada tahap persiapan penulisan adalah mengidentifikasi calon pembaca tulisan. Salah satu ciri tulisan yang efektif adalah membantu pembacanya mengerti sesuatu yang diuraikan di dalamnya. Kewajiban seorang penulis karya ilmiah disini adalah memuaskan kebutuhan pembacanya akan informasi, yaitu dengan cara menyampaikan pesan yang ditulisnya agar mudah dipahami oleh pembacanya. Dengan kata lain, sebelum anda mulai menulis, ada baiknya anda sudah harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan anda tersebut. Hal ini penting karna dengan mengetahui latar belakang pengetahuan dan minat pembaca, akan mempermudah anda didalam mengorganisasikan materi sajian dan cara penyampaiannya. Selain itu, fokus pembicaraan pun menjadi semakin jelas dan spesifik.

Sama hal nya dengan perumusan tujuan, penentuan siapa saja yang akan menjadi pembaca tulisan anda pun harus dilakukan dengan jelas dan persis. Apa yang dibutuhkan pembaca dari tulisan anda? Contohnya, anda seorang mahasiswa fakultas ekonomi, dan dalam kontrak kuliah yang dikeluarkan dosen anda dinyatakan bahwa setiap mahasiswa harus membuat makalah pendek mengenai fluktuasi harga suatu sembako pada bulan tertentu disuatu pasar, sebut saja misalnya “fluktuasi harga cabe merah keriting pada bulan maret 1999 di pasar ciputat”. Dalam hal ini, dosen anda ingin mengetahui sampai sejauh mana materi yang disampaikannya dalam kuliah dapat anda serap dan anda terapkan dilapangan. Oleh sebab itu, jika makalah yang harus anda buat adalah makalah yang berisi tentang survey anda terhadap fluktuasi harga cabe merah keriting di pasar Ciputat, lalu keadaan tersebut dikaitkan dengan konsep hukum penawaran dan permintaan yang anda pelajari dibangku kuliah. Kemudian, lakukan analisis terhadap permasalahan tersebut, dan seterusnya. Semua yang anda tulis harus menggambarkan penalaran anda terhadap materi yang diajarkan oleh dosen anda tersebut sehingga dosen anda dapat menilai tingkat pemahaman anda terhadap materi hukum penawaran dan permintaan tersebut. Jadi, dalam hal ini yang akan membaca makalah anda adalah dosen anda. Demikian pula, apabila anda menulis untuk pembaca lain, misalnya untuk atasan, teman sejawat, mahasiswa atau masyarakat umum maka kembali anda harus mempertanyakan apa yang dibutuhkan pembaca dari tulisan anda tersebut? Apakah sebelumnya pembaca telah mengetahui topik yang akan anda tulis? Dalam hal ini anda perlu tau, misalnya apakah masih harus menggunakan terminologi dasar justru akan membosankan dan merendahkan intelektualitas pembaca? Siapakah pembaca tulisan anda tersebut? Apakah mereka berlatar belakang minat dan pendidikan yang sama ataukah bervariasi?

Hal-hal tersebut perlu dipertimbangkan pada saat anda menuliskan karya tulis ilmiah agar tulisan anda tepat sasaran. Dengan kata lain, pengetahuan anda mengenai kebutuhan dan minat pembaca serta latar belakang mereka, akan membantu anda dalam mengambil keputusan mengenai apa yang harus dimasukkan dalam tulisan dan apa yang tidak, apa yang penting dan mana yang menjadi pelengkap, dan sebagainya.

Menentukan cakupan isi materi karya ilmiah

Apabila berdasarkan tujuan dan karakteristik pembaca anda telah mampu membedakan mana materi yang penting dan tidak untuk dimasukkan dalam tulisan maka sebetulnya anda telah menetapkan cakupan materi yang akan ditulis. Cakupan materi adalah jenis dan jumlah informasi yang akan disajikan dalam tulisan. Jika kita tidak mengetahui tujuan penulisan, tidak mengetahui siaa yang akan membaca tulisan kita maka otomatis kita tidak akan bisa menunjukkan cakupan materi yang akan dibahas. Akibatnya, akan sulit bagi kita untuk memilih dan memilah bahan pustaka data atau informasi yang dibutuhkan pada saat melakukan tahap pengumpulan data atau informasi untuk tulisan. (c3pmoeh,blogspot.com/2010/10, diakses Sabtu, 16 Oktober 2010). Misal, anda berminat menulis tentang otomatisasi perkantoran bagi staf administrasi ditempat anda bekerja. Sajian seperti apakah yang pantas bagi mereka?.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pertama-tama anda harus merumuskan terlebih dulu tujuan anda menulis. Apakah hanya sekedar memberi informasi tentang pengertian otomatisasi perkantoran ataukah menguraikan tentang tata cara pengelolaan arsip perkantoran dengan menggunakan computer, sebagai salah satu bagian dari otomatisasi perkantoran? Jika tujuan kedua yang dipilih maka jenis dan jumlah informasi yang disajikan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan pemanfaatan computer untuk mengelola arsip-arsip perkantoran. Disamping itu, apabila sebagian besar staf administrasi yang ada ditempat anda bekerja adalah lulusan SMA dan sudah melek computer maka materi yang semestinya anda kemukakan dalam tulisan adalah hal-hal baru tentang fungsi computer yang belum mereka ketahui, khususnya fungsi computer yang berkaitan dengan pengelolaan arsip perkantoran. Dengan demikian, jelas cakupan materi tersebut sangat ditentukan oleh rumusan tujuan yang jelas dan pengidentifikasian calon pembaca tepat. Jika anda tidak mengetahui tujuan penulisan, tidak mengetahui siapa yang akan membaca tulisan anda maka otomatis anda tidak akan bisa menunjukan cakupan materi yang akan dibahas. Akibatnya, akan sulit bagi anda untuk memilih dan memilah bahan pustaka, data atau informasi yang dibutuhkan pada saat melakukan tahap pengumpulan data atau informasi untuk tulisan.

KESIMPULAN

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa, tahap persiapan penulisan karya ilmiah terdiri dari kegiatan-kegiatan berikut ini.

Pemilihan topik/masalah untuk tulisan, yang dapat dilakukan dengan cara merumuskan tujuan dengan jelas dan spesifik serta menentukan dan menulusuri topik tulisan agar lebih terfokus.

Pengidentifikasikan calon pembaca

Penentuan cakupan materi untuk tulisan

Terimakasih semoga anda sukses menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diuraikan dalam tulisan ini untuk menulis suatu karya tulis ilmiah yang baik. Amin.

DAFTAR USTAKA

Indriati, E. 2001. Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Gramedia

Suhardjono.1995. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Departemen Pendidikan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis, Bagian royek Peningkatan Mutu Guru SD Setara D-II Jakarta

Suhardjono.1996. Pedoman Penilaian Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Departemen Pendidikan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis, Proyek Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan Dikdasmen, Jakarta

Wardani. I.G.A.K,dkk. 1997. Modul Laoran Penelitian dalam I.G.A.K Wardani. Buku Materi Pokok Metode Penelitian (MKDU 4411). Buku .  Jakarta: Universitas Terbuka

Wardani. IG.A.K,dkk. 2007. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Universitas Terbuka

(c3pmoeh,blogspot.com/2010/10, diakses Sabtu, 16 Oktober 2010).

( oky-d-ace,blogspot.com/2012/1).

(lailamaharani,blogsot. com/2012, diakses Kamis, 06 Desember 2012)

 

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.