KUALIFIKASI KEPALA LABORATORIUM IPA DISEKOLAH/MADRASAH

0
219

OLEH:

BASUKI,.M.Pd

WIDYAISAWARA AHLI MADYA

PENDAHULUAN

Dengan ditetapkannya peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Iindonesia Nomor 26 tahun 2008 tentang standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah, maka sesuai dengan pasal (2) permen tersebut, pada tahun 2013 penyelenggara sekolah/ madrasah wajib menerapkan standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah. Mengantisipasi hal tersebut, Direktorat Tenaga Pendidik dan Kependidikan memiliki tanggungjawab untuk mempersiapkan semua personil Laboratorium di Sekolah/Madrasah, termasuk laboratorium IPA.

Menurut PP 19 tahun 2007 tentang Sisdiknas yang dimaksud dengan tenaga laboratorium (IPA) adalah kepala laboratorium, teknisi dan laboran. Penyusunan materi bahan ajar untuk tenaga laboratorium tersebut sudah seharusnya didasarkan pada kompetensi yang harus dimiliki oleh masing-masing tenaga laboratorium sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan oleh Permendiknas No. 26 Tahun 2008 tersebut.

KUALIFIKASI KEPALA LABORATORIUM

Kepala laboratorium merupakan unsur terpenting dalam suatu laboratorium. Sesuai dengan tupoksinya, kepala laboratorium IPA diantaranya harus mampu mengelola semua hal yang berhubungan dengan laboratorium, yaitu personil, peralatan dan bahan, sarana dan prasarana, serta kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium.

Untuk mengemban tugas tersebut, melalui permendiknas  tersebut ditetapkan kualifikasi kualifikasi kepala laboratorium Sekolah/Madrasah sebagai berikut:

  1. Jalur guru
  • Pendidikan minimal sarjana (S1);
  • Berpengalaman minimal 3 tahun sebagai pengelola praktikum;
  • Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.
  1. Jalur laboran/teknisi
  • Pendidikan minimal diploma tiga (D3);
  • Berpengalaman minimal 5 tahun sebagai laboran atau teknisi;
  • Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.

TUPOKSI KEPALA LABORATORIUM IPA

  1. Tupoksi Kepala Laboratorium

 Seorang kepala laboratorium IPA sekolah memiliki tugas pukok dan fungsi (Tupoksi) sebagai berikut ini:

  1. Merancang sistem mutu/tata kelola laboratorium
  2. Menetapkan visi, misi, dan tujuan mutu/tata kelola laboratorium
  3. Menetapkan kebutuhan sumber daya yang diperlukan laboratorium
  4. Menetapkan tanggungjawab, wewenang, dan uraian tugas semua personil laboratorium, beserta hirarkhi tugasnya
  5. Menetapkan sistem monitoring, evaluasi, dan peningkatan tata kelola/kegiatan laboratorium
  6. Merancang dan menetapkan berbagai prosedur tata kelola laboratorium
  7. Memilih personil laboratorium, dan mengusulkannya kepada kepala sekolah untuk ditetapkan
  8. Memastikan semua sumber daya terpelihara dengan baik.

KOMPETENSI KEPALA LABORATORIUM

Lebih lanjut Permendiknas N0.26 tahun 2008 menyatakan bahwa, seorang kepala laboratorium kimia harus memenuhi empat dimensi kompetensi yaitu kompetensi kepribadian, sosial, managerial dan professional. Dimensi kompetensi kepribadian dan social merupakan dimensi kompetensi generic untuk semua tenaga laboratorium, sedangkan  dimensi kompetensi managerial dan kompetensi professional adalah karakteristik untuk kepala laboratorium.

Seorang kepala laboratorium yang menguasai dimensi kompetensi managerial harus mampu memperagakan kompetensi-kompetensi sebagai berikut:

  1. Merencanakan kegiatan dan pengembangan laboratorium sekolah/madrasah mencakup subkompetensi:
  2. Menyusun rencana pengembangan laboratorium
  3. Merencanakan pengelolaan laboratorium
  4. Mengembangkan sistem administrasi laboratorium
  5. Menyusun prosedur operasi standar (POS) kerja laboratorium
  6. Mengelola kegiatan laboratorium sekolah/madrasah, mencakup subkompetensi:
  7. Mengkoordinasikan kegiatan praktikum dengan guru
  8. Menyusun jadwal kegiatan laboratorium
  9. Memantau pelaksanaan kegiatan laboratorium
  10. Mengevaluasi kegiatan laboratorium
  11. Menyusun laporan kegiatan laboratorium
  12. Membagi tugas teknisi dan laboran laboratorium sekolah/ madrasah, mencakup subkompetensi:
  13. Merumuskan rincian tugas teknisi dan laboran
  14. Menentukan jadwal kerja teknisi dan laboran
  15. Mensupervisi teknisi dan laboran
  16. Membuat laporan secara periodik
  17. Memantau sarana dan prasarana laboratorium sekolah/madrasah: mencakup subkompetensi:
  18. Memantau kondisi dan keamanan bahan serta alat laboratorium
  19. Memantau kondisi dan keamanan bangunan laboratorium
  20. Membuat laporan bulanan dan tahunan tentang kondisi dan pemanfaatan laboratorium
  21. Mengevaluasi kinerja teknisi dan laboran serta kegiatan laboratorium sekolah/madrasah, mencakup subkompetensi:
  22. Menilai kinerja teknisi dan laboran laboratorium
  23. Menilai hasil kerja teknisi dan laboran
  24. Menilai program dan kegiatan laboratorium

DAFTAR PUSTAKA

Kemdiknas.2010. Pengembangan Kompetensi Manaajerial Dan Organisasi

            Laboratorium. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan

Tenaga Kependidikan. Direktorat Tenaga Kependidikan. Jakarta

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.