KOMUNIKASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN

0
66

By. Weldan FS

 PENDAHULUAN

Dalam proses pendidikan diperlukan adanya pendekatan dan komunikasi dalam proses pendidikan tersebut. Dengan adanya proses tersebut maka proses pendidikan akan berlangsung secara maksimal dan baik antara pendidik dan peserta didik.

Dari beberapa konsep tentang pola interaksi pendidikan, para ahli hampir sama dalam mengemukakan pendapatnya. Namun untuk diketahui bahwa pola-pola interaksi tersebut masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan, pola satu arah dimana interaksi hanya diperankan oleh pendidik saja, sementara murid kurang dilibatkan (guru aktif, murid pasif) maka pola interaksi ini dapat dikatakan interaksi yang kurang ideal dan kurang mendapat sambutan yang hangat dari anak didik. Sementara komunikasi multi arah adanya transaksi yang menggambarkan suasana hidup dan akrab, menyenangkan dan membangkitkan motivasi anak didik untuk saling aktif dan saling pengaruh mempengaruhi satu sama lain sehingga pola interaksi seperti ini dapat digolongkan kepada pola interaksi yang dinamis, dengn kata lain dapat memberikan kesempatan yang sebessar-besarnya kepada anak didik dalam meningkatkan pola pikir dan mengembangkan potensi diri.

PEMBAHASAN

KOMUNIKASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Pengertian Komunikasi

Etimologi

Istilah komunikasi dari bahasa Latin “comunication”, yang berasal dari akar kata “communis”, yang berarti sama. “Sama” disini maksudnya adalah “sama makna”. Kata “commis” juga diartikan milik bersama atau berlaku dimana-mana.

Terminologi

Ada banyak istilah komunikasi yang dikemukakan para pakar salah satunya menurut Lasswell yang mengartikan komunikasi adalah sebagai proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.

Dari definisi tersebut setidaknya ada tiga aspek yang perlu kita perhatikan dalam berkomunikasi, yaitu:

1) Bahwa komunikasi harus dipandang sebagai proses.

2) Komunikasi menyangkut aspek manusia dan bukan manusia.

3) Komunikasi menyangkut aspek informasi atau keterangan.

Unsur-unsur Komunikasi

Adapun unsur-unsur komunikasi adalah sebagai berikut:

Komunikator

Kepercayaan (Credebility)

Daya Tarik (Attractiveness)

Kekuatan (Power)

Memiliki keterampilan berkomunikasi

Mempunyai pengetahuan yang luas

Pola Komunikasi

Menurut Nana Sudjana ada tiga pola komunikasi dalam proses interaksi belajar mengajar. Antara lain sebagai berikut:

1)   Komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah

Dalam komunikasi ini guru berperan sebagai pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi. Guru aktif, siswa pasif.

2)   Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah

Pada komunikasi ini antara guru dan murid memiliki peranan yang sama yakni pemberi aksi dan penerima aksi dengan arti kata keduannya dapat saling memberi dan menerima aksi.

3)   Komunikasi sebagai transaksi atau komunikasi banyak arah

Komunikasi ini tidak hanya meliatkan interaksi yang dinamis antara guru dan murid, tetapi juga melibatkan interaksi dinamis antara siswa dengan siswa lainnya.

Bahasa Komunikasi

Adapun bahasa ucapan dalam berkomunikasi adalah sebagai berikut:

Qaulan Ma’rufan

Berarti ucapan yang indah, baik lagi pantas dalam tujuan kebaikan, tidak mengandung kemungkaran, kekejian dan tidak bertentangan dari ketentuan Allah SWT.

Qaulan Kariman

Berarti ucapan yang mulia, lembut, bermanfaat dan baik dengan menjaga adab sopan santun, ketenangan dan kemuliaan.

Qaulan Maisuran

Berarti tutur kata yang ringan, mudah dipahami; bermuatan penghargaan sebagai penawar hati peserta didik.

Qaulan Laiyinan

Berarti perkataan dengan kalimat yang simpatik, halus, mudah dicerna dan ramah, agar berbekas pada jiwa, berkesan serta bermanfaat.

Qaulan Balighan

Berarti perkataan yang membekas di dalam sebelumnya tertutup hingga menimbulkan kesadaran yang mendalam.

Qaulan Sadidan

Berarti ucapan yang benar dan segala sesuatu yang hak.

Pengertian Komunikasi menurut Para Ahli

            Ada banyak istilah komunikasi yang dikemukakan para pakar:

Menurut Hafied Cangara, komunikasi adalah suatu transakasi, dan proses simbolik yang menghendaki orang-orang mengatur lingkungannya dengan membangun antar sesama manusia, melalui pertukaran informasi untuk menguatkan sikap dan tingkah-laku mereka dan berusaha mengubah sikap dan tingkah-laku itu.

Lasswell mengartikan komunikasi sebagai proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.

Sujak mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses transfer informasi beserta pemahamannya dari suatu pihak kepihak lain melalui alat-alat berupa simbol-simbol yang penuh arti. Menurut Suwito komunikasi dilihat sebagai proses penyampaian dan penerimaan informasi berupa lambang yang mengandung arti makna sampai menjadi sama.

Dari definisi tersebut setidaknya ada tiga aspek yang perlu kita perhatikan dalam berkomunikasi, yaitu:

Bahwa komunikasi harus dipandang sebagai proses. Hal ini berarti bahwa komunikasi merupakan aliran informasi, melalui serangkaian kegiatan (tahap-tahap, langkah-langkah) yang harus dilalui dalam menyampaikan informasi.

Komunikasi menyangkut aspek manusia dan bukan manusia. Seperti peralatan elektronis (komputer) dapat mengirim/menerima suatu informasi dalam suatu sistem komunikasi.

Komunikasi menyangkut aspek informasi atau keterangan ialah segala sesuatuyang mempunyai arti dan mempunyai kegunaan. Informasi dapat terdiri atas berbagai bentuk, misalnya dalam bentuk kata-kata, kalimat-kalimat, kode-kode, gambar-gambar dan tanda-tanda lainnya yang mengandung arti.

 

UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Dalam proses komunikasi ada beberapa unsur komunikasi yang diperlukan yang sekaligus menjadi prasyarat untuk berlangsungnya komunikasi. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut:

Komunikator

Komunikator adalah tempat asal sumber pengertian yang dikomunikasikan sebagai orang yang menyampaikan berita/informasi.

Komunikator adalah orang atau individu yang sedang berbicara, menulis, atau memperlihatkan sebuah tanda. Komunikator dapat berupa kelompok orang, organisasi komunikasi, televisi, film dan sebagainya. Dalam proses pembelajaran guru/pendidik disebut sebagai komunikator.

Komunikator adalah seorang pemimpin dalam pengelolaan informasi, yang sedang disampaikan kepada orang lain.

Dalam proses komunikasi, komunikator memegang peran yang sangat penting terutama dalam mengendalikan jalannya komunikasi. Untuk itu komunikator harus terampil berkomunikasi, punya ide yang banyak dan daya kreativitas.

Diantara syarat-syarat yang harus dimiliki oleh komunikator adalah:

Mengenal diri sendiri

Komunikasi adalah pengambilan inisiatif terjadinya suatu proses komunikasi. Oleh karena itu ia harus mengetahui lebih awal tentang kesiapan dirinya, pesan yang ingin disampaikan, media yang akan diguakan, hambatan yang mungkin ditemui, serta khalayak yang menerima pesan.

Dalam kehidupan sehari-hari mengenal diri adalah suatu hal yang amat penting jika kita menempatkan diri ditengah-tengah masyarakat, sebab dengan mengenal diri kita dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan kita.

Kepercayaan (Credebility)

Kepercayaan adalah seperangkat persepsi tentang kelebihan-kelebihan yang dimiliki untuk dapat diikuti oleh khalayak (penerima).

Untuk menjadi seorang komunikator yang efektif harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Daya tarik (Attractiveness)

Daya tarik salah satu faktor penentu komunikasi. Si pendengar akan mengikuti pandangan seorang komunikator, karena ia memiliki daya tarik. Sebaliknya jika komunikator tidak memiliki daya tarik maka si pendengar tidak akan mengacuhkannya, sehingga pesan yang disampaikan akan berlalu begitu saja.

Dengan daya tarik, seorang komunikator akan mampu melakukan perubahan sikap/penambahan pengetahuan bagi/pada diri komunikan.

Seorang komunikator, kita harus mempertimbangkan kerangka reference (kerangka rujukan) dan komunikan. Komunikasi akan berhasil baik jika pesan yang disampaikan sesuai dengan rangka pengetahuan dan lingkup pengetahuan komunikan.

Kekuatan (power)

Kekuatan adalah kepercayaan diri yang harus dimiliki oleh seorang komunikator jika ia ingin mempengaruhi orang lain. Kekuatan bisa juga diartikan sebagai kekuasaan dimana audien dengan mudah menerima suatu pendapat tentu saja kalau hal itu disampaikan oleh orang yang memiliki kekuasaan. Seperti halnya seorang kepala kantor dengan stafnya. Namun inti dari kekuatan bukan pada fisik, tapi pada kewibawaan.

Memiliki keterampilan berkomunikasi

Keterampilan berkomunikasi harus dimiliki oleh seorang komunikator, sebab komunikasi harus dimiliki oleh seorang komunikan agar dapat diterima seperti yang dimaksud oleh komunikator, kalau komunikator tidak terampil maka komunikasi yang dilakukan akan menghadapi hambatan.

Mempunyai pengetahuan yang luas

Seorang komunikator harus mempunyai pengetahuan yang luas terhadap apa yang akan dikomunikasikannya kepada komunikan, dengan pengetahuan yang luas komunikator mampu mempengaruhi dan meyakinkan komunikan terhadap apa yang disampaikannya.

POLA KOMUNIKASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN

            Untuk mencapai interaksi dalam pembelajaran dibutuhkan komunikasi antara keduanya, yang memadukan dua kegiatan, yaitu kegiatan mengajar (usaha guru) dan kegiatan belajar (tugas peserta didik). Guru perlu mengembangkan komunikasi yang efektif dalam proses pembelajaran karena seringkali kegagalan pengajaran disebabkan oleh lemahnya sistem komunikasi.

Menurut Nana Sudjana ada tiga pola komunikasi dalam proses interaksi belajar mengajar. Antara lain sebagai berikut:

Komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah

Dalam komunikasi ini guru berperan sebagai pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi. Guru aktif, siswa pasif.

Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah

Pada komunikasi ini antara guru dan murid memiliki peranan yang sama yakni pemberi aksi dan penerima aksi dengan arti kata keduanya dapat saling memberi dan menerima aksi.

Komunikasi sebagai transaksi atau komunikasi banyak arah

Komunikasi ini tidak hanya melibatkan interaksi yang dinamis antara guru dan murid, tetapi juga melibatkan interaksi dinamis antara siswa dengan siswa lainnya.

Uzer Usman juga mengemukakan beberapa pola komunikasi dalam pembelajaran sebagai berikut:

Pola guru-Anak didik

Komunikasi sebagai aksi satu arah

Pola guru-anak didik-guru

Ada balikan (feed back) bagi guru, tidak ada interaksi antara siswa (komunikasi sebagai interaksi)

Pola guru-anak didik-anak didik

Ada balikan bagi guru, anak didik saling belajar satu sama lain.

Pola guru-anak didik, anak didik-guru, anak didik-anak didik

Interaksi optimal antara guru dan anak didik dan antara anak didik dengan anak didik (komunikasi sebagai transaksi multi arah).

Setiap anak didik mendapat giliran mengemukakan sambutan atau jawaban dan tidak diperkenankan berbicara dua kali, apabila setiap anak didik belum mendapat giliran.

Dari beberapa konsep tentang pola interaksi pendidikan di atas, para ahli hampir sama dalam mengemukakan pendapatnya. Namun untuk diketahui bahwa pola-pola interaksi tersebut masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan, pola satu arah dimana interaksi hanya diperankan oleh pendidik saja, sementara murid kurang dilibatkan (guru aktif, murid pasif) maka pola interaksi ini dapat dikatakan interaksi yang kurang ideal dan kurang mendapat sambutan yang hangat dari anak didik. Sementara komunikasi multi arah adanya transaksi yang menggambarkan suasana hidup dan akrab, menyenangkan dan membangkitkan motivasi anak didik untuk saling aktif dan saling pengaruh mempengaruhi satu sama lain sehingga pola interaksi seperti ini dapat digolongkan kepada pola interaksi yang dinamis, dengn kata lain dapat memberikan kesempatan yang sebessar-besarnya kepada anak didik dalam meningkatkan pola pikir dan mengembangkan potensi diri.

 

PENUTUP

Pendekatan dan Komunikasi dalam Pembelajaran Pendidikan Islam merupakan suatu hal yang sangat penting karena dapat mempengaruhi perkembangan peserta didik dalam proses pembelajaran. Pendidik harus bisa melakukan pendekatan dan komunikasi yang baik kepada peserta didik. Pendekatan dan komunikasi juga harus sesuai dengan ajaran yang terkandung Al-Quran agar berjalan dengan baik.

Dengan melakukan pendekatan dan komunikasi yang baik maka sistem pendidikan akan berjalan dengan baik dan meningkatkan pengembangkan peserta didik yang baik pula.

DAFTAR PUSTAKA

 Arifin. 2003. Ilmu Pendidikan Islam: Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekaatan Interdisipliner. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Uno, Hamzah. 2006. Perencanaa Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

_____________. 2008. Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hadari Nawawi. 1993. Pendidikan dalam Islam. Surabaya: Al-Ikhlas.

H.M. Arifin. 1994. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Ramayulis. 2002. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

Rusmaini. 2013. Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Felicha.

Sumadi Suryabrata. 1995. Metode Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

 Suryasubrata. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.