INTEGRITAS dan KOMITMEN DALAM BEKERJA

0
89

INTEGRITAS dan KOMITMEN  DALAM BEKERJA

OLEH :

Abu Bakar

Widyaiswara Madya

  1. Pendahuluan

         Bebicara masalah integritas dan komitmen dalam bekerja menjadikan dua hal ini mendapat porsi lebih serius dan sungguh-sungguh, mengingat integritas dan komitmen sangat diperlukan dalam bekerja, bisa dibayangkan jika suatu pekerjaaan luput dari integritas dan komitmen dari pekerja itu sendiri.

    Suatu pekerjaan tidaklah cukup dengan hanya memiliki integritas saja, atau hanya memiliki komitmen saja, tap antara itegritas dan komitmen adalah satu paket yang dibutuhkan dalam menghadapi pekerjaan.

   Kejujuran sangat diperlukan dalam mengerjakan apa saja, dan kejujuran merupakan jantung dari integritas, dengan kejujuran apa yang dia pikirkan, dia katakan dan selanjutnya dia lakukan sehingga ada garis merah yang difahaminya dalam bekerja.

        Integritas adalah konsistensi antara tujuan yang telah ditetapkan dengan nilai, tindakan, norma, metode, ukuran, dan prinsip untuk mencapai tujuan tersebut. Secara sederhana orang yang memiliki integritas mempunyai karakter yang kuat dalam keinginannya dalam menggapai tujuan dengan cara terbaik.

               Orang yang memiliki integritas umumnya mengindikasikan bahwa dia adalah orang yang jujur, detail, karakter kuat, tidak mudah jatuh, dan pantang menyerah sebelum mendapatkan hasil terbaik.  

B. Pembahasan

      1.    Komitmen

“Komitmen adalah sesuatu yang menjadikan setiap individu membulatkan hati dan tekad demi mencapai sebuah tujuan, sekalipun ia belum dapat mengetahui hasil akhir dari tujuan tersebut. Berjerih payah dan berkorban demi menyelesaikan “T u j u a n n y a” sekalipun semua orang meninggalkannya.” (Anonym)

Integritas merupakan salah satu ciri khas  yang harus dimiliki seorang pemimpin. Integritas adalah suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat. Integritas itu sendiri berasal dari kata Latin “integer”, yang berarti pula;

  1. Sikap yang teguh mempertahankan prinsip , tidak mau korupsi, dan menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral, yang dia junjung.
  2. Mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang akan  memancarkan kewibawaan; kejujuran.
http://ot.id/upload/image/Artikel/20150522173852-integrity.jpg

Jack Welch, dalam bukunya yang berjudul “Winning” mengatakan, “integritas  adalah sepatah kata yang kabur (tidak jelas). Orang-orang yang memiliki integritas  mengatakan kebenaran, dan orang-orang itu memegang kata-kata mereka.  Mereka bertanggung-jawab atas tindakan-tindakan mereka di masa lalu, mengakui  kesalahan mereka dan mengoreksinya. Mereka mengetahui hukum yang berlaku  dalam negara mereka, industri mereka dan perusahaan mereka – baik yang  tersurat maupun yang tersirat – dan mentaatinya. Mereka bermain untuk menang  secara benar (bersih), seturut peraturan yang berlaku. ”Berbagai survei dan studi  kasus telah mengidentifikasikan integritas atau kejujuran sebagai suatu  karakteristik pribadi yang paling dihasrati dalam diri seorang pemimpin.

Dr.Kenneth Boa (president dari Reflections Ministries, Atlanta, menggambarkan sebagai lawan langsung dari kemanunafikan.Ia mengatakan, bahwa seorang munafik tidaklah qualified untuk membimbing orang-orang lain guna mencapai karakter yang lebih tinggi. Tidak ada seorang pun yang menaruh respek kepada seorang pribadi yang berbicara mengenai permainan yang baik, namun dirinya sendiri gagal untuk bermain seturut peraturan permainan yang ada. Apa yang dilakukan seorang pemimpin mempunyai dampak yang lebih besar atas mereka yang dipimpinnya daripada apa yang dikatakannya. Seseorang dapat lupa 90% dari apa yang dikatakan oleh seorang pemimpin, namun dia tidak akan melupakan bagaimana sang pemimpin itu hidup. Apabila kita berbicara mengenai integritas pada hari ini, kita mengacu pada term-term yang berhubungan dengan etika, moralitas, keotentikan, komitmen, namun yang kita butuhkan adalah suatu pemahaman yang jelas tentang konsep integritas. Integritas berurusan dengan keutuhan dan nurani seorang pribadi – kualitas karena benar terhadap diri sendiri.

Integritas dibutuhkan oleh siapa saja, tidak hanya pemimpin namun juga yang dipimpin. Orang-orang menginginkan jaminan bahwa pemimpin mereka dapat dipercaya jika mereka harus menjadi pengikut-pengikutnya. Mereka merasa yakin bahwa sang pemimpin memperhatikan kepentingan setiap anggota tim dan sang pemimpin harus menaruh kepercayaan bahwa para anggota timnya melakukan tugas tanggung-jawab mereka. Pemimpin dan yang dipimpin sama-sama ingin mengetahui bahwa mereka akan menepati janji-janjinya dan tidak pernah luntur dalam komitmennya. Orang yang hidup dengan integritas tidak akan mau dan mampu untuk mematahkan kepercayaan dari mereka yang menaruh kepercayaan kepada dirinya. Mereka senantiasa memilih yang benar dan berpihak kepada kebenaran. Ini adalah tanda dari integritas seseorang. Mengatakan kebenaran secara bertanggung jawab, bahkan ketika merasa tidak enak mengatakannya.

  2.   Integritas dan Kredibilitas

Sebenarnya kedua istilah ini memiliki kesamaan yaitu bahwa keduanya menjadi sumber terbentuknya “trust” (kepercayaan) bagi pemimpin. Bedanya kalau kredibilitas lebih menyangkut “head” (otak) yaitu kemampuan olah pikir yang mencakup antara lain intelegensia, keterampilan, kompetensi (hard skill).Sedangkan integritas lebih menyangkut “heart’ (hati) yaitu kemampuan olah nurani yang mencakup antara lain kejujuran, ketulusan, komitmen dan sebagainya,Kredibilitas terbangun melalui dua unsur yang bpenting yaitu kapabilitas (komptensi) dan pengalaman, Akan sulit rasanya jika seorang pemimpin tidak memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang yang ia pimpin.  Sementara itu integritas dibangun melalui tigas unsur pentingyaitu nilai-nilai yang dianut oleh si Pemimpin(values), konsisten, dan komitmen.  Nilai-nilai merupakan pegangan dari si pemimpin dalam bertindak. Intergritas ini akan semakin kokoh jika si pemimpin memiliki konsistensi antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan (walk the talk) dan memiliki komitmen terhadapnya. Bila tidak memiliki integritas, kita akan kehilangan kredibilitas karena orang lain akan menjauhi kita untuk menghindari kekecewaan.

 3.     Komitmen

Komitmen menurut Kamus Bahasa Indonesia: adalah suatu janji pada diri kita sendiri ataupun orang lain yang tercermin dalam tanggungjawab tindakan kita melakukan, menjalankan, memasukkan, mengerjakan. Komitmen dalam keseharian diungkapkan dalam perkataan yang menyatakan sebuah kesanggupan untuk berbuat sesuatu. Komitmen mengandung unsur kontinuitas. Artinya kita bersedia untuk melaksanakan janji kita tidak hanya pada saat ini, tetapi berkelanjutan dan secara terus menerus sampai selesai. Komitmen itu dimulai dengan kata dan mewujudkannya dengan menjalankan kata tersebut. Hal ini merupakana tantangan bagi kita yang membuat komitmen. Jadilah “walk the talk” (melakukan apa anda katakan).   Pastikan Anda tidak menjanjikan sesuatu yang Anda sudah tahu pasti tidak mungkin dapat tepati. Orang sejati selalu menepati apapun yang diucapkannya. Inilah awal mula munculnya rasa percaya pada diri sendiri dan dari orang lain. 

DAFTAR PUSTAKA

http://ot.id/tips-profesional/integritas-dan-komitmen-dalam-bekerja
https://ot.id/career#professional-fresh-graduate-1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.