Pembelajaran Kimia Berbasis Pendekatan Lingkungan

0
28

Oleh

Elsy Zuriyani

 

 Abstrak

Pembelajaran kimia disekolah dewasa ini, tidak sesuai dengan yang diharapkan apabila dikaitan dengan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran kimia. Hal ini disebabkan karena penggunaan sistem pembelajaran yang tradisional yaitu siswa diberikan pengetahuan secara lisan tanpa menggunakan media sehingga siswa menerima pengetahuan secara abstrak tanpa mengalami atau melihat sendiri. Untuk mengatasi permasalahan diatas maka pendekatan pembelajaran yang diterapkan adalah pendekatan lingkungan. Pendekatan lingkungan merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan siswa melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Pendekatan ini berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran akan menarik siswa, jika apa yang dipelajari diangkat dari lingkungan. Pembelajaran kimia yang berorientasi pada lingkungan akan memberikan kesempatan siswa memahami proses kimia yang berkaitan dengan lingkungannya.

Keyword: Pembelajaran, Pendekatan Lingkungan, Kimia

 

PENDAHULUAN

Mata pelajaran kimia adalah mata pelajaran yang baru bagi siswa SMA/MA kelas X, Karena mereka baru menerima pelajaran kimia seutuhnya di SMA, walaupun di SMP mereka sudah mempelajarinya namun hanya sekilas saja. Oleh sebab itu siswa siswi masih kesulitan untuk menerima dan mempelajari pelajaran kimia tersebut sehingga mata pelajaran tersebut kurang diminati.

          Pembelajaran kimia saat ini, tidak sesuai dengan yang diharapkan, apabila dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran kimia. Banyak siswa yang mempunyai kemampuan menghapal materi yang diterima dengan baik, tetapi mereka tidak memahami secara mendalam apa yang mereka hapalkan khususnya bagi pelajaran kimia yang umumnya bersifat abstrak, dan siswa tidak mengetahui apa pentingnya mereka mempelajari kimia untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan karena penggunaan sistem pembelajaran yang tradisional yaitu siswa diberi pengetahuan secara lisan (ceramah) tanpa menggunakan media sehingga siswa menerima pengetahuan secara abstrak (hanya membayangkan) tanpa mengalami atau melihat sendiri. Pada konsep kimia yang kebanyakan bersifat abstrak dan kebanyakan juga perhitungan yang mana guru selalu menyajikan materi kimia dengan menggunakan ceramah saja tanpa menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan kehidupan sehingga bagi siswa pelajaran kimia itu cendrung tidak bermakna dan menakutkan.

Oleh karena itu perlu dicarikan solusi bagaimana menyajikan materi kimia yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa sehingga siswa tidak lagi menjadi jenuh dan bosan dalam mempelajari kimia. Sebenarnya cukup banyak metode, media maupun pendekatan yang dapat dimanfaatkan dalam memanfaatkan lingkungan sebagai media dalam pembelajaran. Diantarnya adalah pendekatan lingkungan.

Konsep Pendekatan Lingkungan

Ada beberapa elemen dasar yang perlu diperhatikan, sehubungan dengan pengimplementasian suatu pendekatan di dalam proses belajar mengajar. Pertama, semua pendekatan mengajar adalah baik dan dapat digunakan. Hal ini tergantung dari sejauhmana penyiapan kegiatan belajar mengajar dan materi yang akan diajarkan. Kedua hal tersebut, sangat berpengaruh terhadap proses belajar anak. Kegiatan belajar anak yang berinteraksi langsung denagn benda nyata, dapat merangsang kepekaan berfikir dan persepsinya di dalam memformulasikan konsep-konsep kearah pemahaman yang lebih baik. Sehingga, pengetahuan yang diperoleh dan dibentuk sebelumnya, akan terus diperbaiki dan dilengkapi. Kedua, dampak positif mengajar dengan pendekatan lingkungan alam sekitar, memberikan kesempatan dan dorongan untuk pengembangan inkuiri merupakan kegiatan mencari data-data lain, biasanya melalui proses sebagai berikut: (a) dengan membuat pertanyan-pertanyaan yang dilanjutkan dengan proses investasi. Proses penemuan (discovery) terjadi ketika investigator, yang dalam hal ini adalah anak didik, mendapatkan pengetahuan atau menyadari tentang sesuatu yang sebelumnya tidak dikenal atau diketahui. (b) proses inkuiri dan penemuan, saling berkaitan dan menunjang proses pemecahan masalah tentang hal-hal yang merupakan bagian penting untuk dipelajari dan dipahami. Discovery merangsang terbentuknya pendapat. Dan terjadinya suatu pendapat menunjukan adanya suatu pengertian dan pemahaman. Pengertian dan pemahaman, sangat penting untuk suatu pengetahuan jawaban. Sedangkan jawaban terhadap suatu permasalahn, pada gilirannya akan membawa anak didik untuk lebih banyak bertanya lagi, itulah inquiri. Proses di atas merupakan siklus yang selalu berkaitan satu sama lain.

Strategi mengajar yang selalu diidentikkan dengan mengajar melalui pendekatan lingkungan alam adalah melalui pendekatan lingkungan alam sekitar, adalah pendekatan eksplorasi dan penemuan. Secara umum prosedur mengajar denagn pendekatan lingkungan alam sekitar meliputi: sistematika penggunaan pertanyaan-pertanyaan yang dibuat, lebih mengarahkan kepada proses untuk memacu berfikir, observasi, serta bersikap teliti terhadap segala bagian sekecil apapun, yang dianggap penting bagi anak didik itu sendiri.

Anak didik diarahkan untuk mengeksplorasi benda-benda dan proses-proses dilingkungan alam sekitar yang belum pernah mereka kenal sebelumnya, melalui keterampilan bertanya. Di dalam kegiatan bertanya, anak dibimbing untuk melihat dan mengamati sendiri. Selanjutnya, mereka dipacu untuk memikirkan tentang apa-apa yang mereka amati, dan mengintegrasikan serta mensintesa bagian-bagian yang sesuai dengan hasil pengamatan, sampai mereka dapat memformulasikan kesimpulan dari pertanyaan “apa yang terjadi disini?”. Oleh sebab itu pengetahuan lebih banyak diperoleh melalui penggunaan sumber-sumber dan materi yang sifatnya nyata, daripada melalui deseminasi verbal.

Mengajar dengan pendekatan lingkungan alam sekitar diimplikasikan dengan kegiatan di luar kelas sangat penting dalam rangka melibatkan anak didik untuk menggunakan semua inderanya di dalam mencari jawaban terhadap segala misteri yang mereka temukan

Anak akan lebih cepat memahami, apabila guru lebih banyak menggunakan pendekatan pendekatan eksplorasi di dalam kegiatan belajar mengajar.

Inkuiri di dalam Laboratorium Lingkungan Alam Sekitar

Sebagai strategi pembelajaran utuk proses “penemuan”’ inkuiri mempunyai elemen-elemen yang meliputi pendekatan-pendekatan belajar lainnya, seperti: problem solving, metode discovery, metode Socrates, pendekatan non directive dan sebagainya. Apapun label dari pendekatan-pendekatan tersebut, di dalam proses belajar mengajar tetap mempunyai satu tujuan utama yaitu melibatkan anak didik dalam rangka mengembangkan kemampuan mereka agar dapat memformulasikan pertanyaan-pertanyaan yang dating dari dirinya, serta berusaha untuk mencari jawabannya sendiri. Dengan kata lain, penggunaan pendekatan inkuiri, pada hakekatnya bertujuan untuk membimbing anak didik agar dapat “mencari sesuatu oleh dan untuk dirinya sendiri”.

Pendekatan Pengalaman Langsung Dalam Belajar Mengenal Tumbuhan

Proses pembelajaran yang dimulai dari objek nyata, akan lebih baik daripada dimulai dari buku pelajaran yang diteruskan ke lapangan untuk mengidentifikasi tumbuhan dan membuktikan deskripsinya.

Banyak tumbuhan yang belum dikenal dan bisa kita gunakan untuk memulai kegiatan belajar mengajar. Sering kali kita berkeinginan untuk mengetahui dan menemukan nama tumbuhan yang belum dikenal itu, baik familinya ataupun namanya. Salah satu cara terbaik untuk membantu hal tersebut, adalah dengan mempelajarinya lebih banyak lagi. Banyak ahli sains yang dapat memberikan nama lain setelah nama yang satu diketahui, mungkin satu atau malahan bisa juga dua nama latinnya. Hal ini, membuktikan, pengetahuan manusia tentang tumbuhan masih sangat sedikit.

Pendekatan eksploratory, dapat langsung diadaptasikan untuk kegiatan belajar seperti ini. Pada prakteknya, kegiatan ini bersifat alami. Teknik mengajar dengan pendekatan lingkungan alam sekitar, adalah kegiatan yang melibatkan anak untuk berhadapan langsung dengan obyek belajarnya. Anak diidik difasilitasi dan dibimbing untuk menemukan informasi, dan data tentang obyek belajarnya sebanyak mungkin melalui observasi langsung oleh dirinya sendiri. Pendekatan ini, akan sama baiknya digunakan sepanjang tahun,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendekatan lingkungan merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan siswa melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Pendekatan ini berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran akan menarik siswa, jika apa yang dipelajari diangkat dari lingkungan. Sehingga apa yang dipelajari berhubungan dengan kehidupan dan berfaedah bagi lingkung (Khusnin, 2008). Menurut Yulianto (2002) pendekatan lingkungan berarti mengaitkan lingkungan dalam suatu proses belajar mengajar dimana lingkungan digunakan sebagai sumber belajar. Untuk memahami materi yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari sering digunakan pendekatan lingkungan. Sehingga dapat dikatakan lingkungan yang ada di sekitar merupakan salah satu sumber belajar yang dapat  dioptimalkan untuk pencapaian proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Lingkungan dapat memperkaya bahan dan kegiatan belajar.

Lingkungan merupakan salah satu sumber belajar yang amat penting dan memiliki nilai-nilai yang sangat berharga dalam rangka proses pembelajaran siswa. Penggunaan lingkungan memungkinkan terjadi proses belajar yang lebih bermakna sebab anak dihadapkan pada kondisi yang sebenarnya. Pelajaran kimia dengan menggunakan bahan-bahan alami lebih menguntungkan bagi siswa dan pengalaman bersahabat dengan alam lebih cenderung menyiapkan perasaan positif bagi siswa terhadap keajaiban alam. Hal ini senada juga diungkapkan Suniarsi (2006) yaitu berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar.

Pendidikan lingkungan sebagai suatu dimensi di dalam pembelajarannya menggunakan pendekatan lingkungan. Di dalam modal pengajaran, pendekatan ini diklasifikasikan berdasarkan lingkungan belajarnya. Jadi pendekatan lingkungan tidak memiliki sintaks pembelajaran. Karli dan Margaretha (2002) menjelaskan bahwa pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan. Pembelajaran melalui pendekatan lingkungan kini dipopulerkan dengan istilah autbond yaitu untuk program pembelajaran di alam terbuka yang berdasarkan pada prinsip experimental learning yaitu belajar melalui pengalaman langsung. Nasution (1976:197) dalam Habiba (2006) mengatakan pendekatan lingkungan atau karyawisata adalah pendekatan yang berorientasi pada alam bebas dan nyata tidak harus selalu ke tempat jauh tetapi dapat dilakukan di lingkungan alam sekitar kita. Jadi menggunakan pendekatan lingkungan dalam pembelajaran adalah memanfaatkan atau menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk keperluan pengajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaaan pendekatan lingkungan berarti mengajak siswa belajar langsung ke lapangan tentang konsep pelajaran. Pendekatan lingkungan berpangkal pada adanya hubungan antara perkembangan fisik manusia dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Belajar melalui pendekatan lingkungan bukan berarti mengeksploitasi terhadap alam, akan tetapi hanya menggunakan jasa alam untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan.

Menurut Hidayah (2006) pendekatan lingkungan sebagai salah satu alteranatif pendekatan dalam pembelajaran kimia sudah mulai diterapkan. Pendekatan lingkungan sebagai pendekatan dalam pembelajaran kimia juga dapat dipadukan dengan pendekatan lain. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan lebih bermakna bila dikombinasikan dengan pembelajaran kooperatif. Dalam pembelajaran siswa bekerja sama dengan kelompoknya serta saling membantu dalam belajar. Pendekatan lingkungan diwujudkan dengan cara menampilkan contoh-contoh penerapan biologi  yang terdapat di lingkungan siswa.

          Dari berbagai definisi dan penelitian penggunaan pendekatan lingkungan yang dilakukan oleh Eugene Ralph Brady (1973) dan T.E. Berger (1973) dapat disimpulkan bahwa pendekatan lingkungan adalah pendekatan proses dengan lingkungan sebagai sarana atau media untuk memperkenalkan lingkungan kepada siswa dalam mengembangkan aspek kognitif. Saat ini pendekatan lingkungan tidak hanya sekedar mengembangkan aspek kognitif saja, tetapi lebih mengutamakan untuk mengembangkan aspek afektif. Yaitu dengan tujuan supaya orang mau terlibat, mau menangani dan mau memelihara lingkungan.

          Secara ekologi manusia adalah bagian dari lingkungan hidupnya. Untuk kelangsungan hidupnya manusia memerlukan sumberdaya dari lingkungannya, misalnya udara, air, tanah, tumbuhan dan hewan. Disamping itu manusia juga mendapatkan rangsangan dari lingkungannya dalam segi keindahan alam, masalah sampah, polusi, dan seterusnya sampai issu pemanasan global (global warning).

          Hubungan manusia dengan lingkungannya merupakan hubungan timbal balik. Sebagai contoh:proses fotosisntesi pada tumbuhan dan proses pernafasan pada manusia.

Dalam tubuh manusia:

C6H12O6  +  6O2            6 H2O  +  6 CO2  +   energy

Dalam tumbuhan :

C6H12O6  +  6O2            6 H2O  +  6 CO2

Dari contoh di atas ditunjukan bahwa manusia adalah bagian dari suatu ekosistem, dan kelestarian manusia tergantung pada kelestarian ekosistemnya. Manusia harus selalu menjaga agar terdapat keserasian antara dirinya dengan komponen lain dalam ekosistemnya.

Lingkungan sebagai sarana Laboratorium

          Pendekatan lingkungan dalam proses belajar dan pembelajaran kimia adalah pemanfaatan lingkungan sebagai sarana pendidikan. Dalam pembelajaran kimia, relevansi pembelajaran dengan lingkungannya dapat dicapai dengan memanfaatkan lingkungan siswa sebagai laboratorium alam.

Adapun ciri-ciri pendekatan lingkungan adalah sebagai berikut:

  1. Yang dimaksud dengan lingkungan, mencangkup semua benda dan keadaan yang mempengaruhi siswa
  2. Isi pelajaran disesuaikan dengan keadaan lingkungan siswa dan penerapan –penerapan kimia
  3. Penyusunan bahan ajar berkisar pada suatu tema atau topik.

Pendekatan Lingkungan dalam Kegiatan Pembelajaran Kimia

Pendekatan lingkungan dapat dilakukan dalam bentuk mengadakan pengamatan langsung ke lapangan atau dengan jalan memindahkan kondisi lapangan ke kondisi yang lebih ideal yaitu pengamatan dan penelitian dalam laboratorium (Noval, 1973)

Pengamatan di dalam laboratorium alam bagi siswa akan memberikan kesan dan pengertian yang lebih mendalam dibandingkan bila suatu masalah didapat secara verbal saja. Melalui pengamatan siswa berkesempatan untuk melihat proses dan berkesempatan melakukan pekerjaan ilmiah, yaitu membuat hipotesa, mengumpulkan data serta menguji kebenaran hipotesa yang dibuatnya. Sebagai contoh, siswa mengamati proses terjadinya alkohol dalam peragian singkong. Dalam proses pembuatan tape ini terjadi reaksi :

C6H12O6                 2 C2H5OH   +   2 CO2

Dalam proses pembelajaran ini siswa dapat mengamati:

1).   Reaksi organik pada umumnya berjalan lambat

2). Pembentukan alkohol dapat dipercepat dengan kenaikan suhu, atau sebaliknya proses  diperlambat dengan penurunan suhu yaitu dimasukan dalam lemari es.

Pembelajaran kimia yang berorientasi pada lingkungan akan memberikan kesempatan siswa memahami proses kimia yang berkaitan dengan lingkungannya, hal ini akan menumbuhkan kesadaran keberadaan siswa dalam ekosistemnya.

Selain hal tersebut diatas, lingkungan hidup sebagai sarana pendidikan memberikan keuntungan dan kelebihan bagi siswa yaitu:

1. Pengamatan langsung akan memberikan dorongan untuk memiliki pengetahuan lebih jauh tentang masalah yang dihadapi

2. Alat dan bahan tidak perlu dibeli dengan biaya mahal

3. Dapat digunakan setiap waktu dan terdapat di mana-mana.

Kesimpulan

Proses pembelajaran kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang sulit bagi siswa karena secara umum pembelajaran kimia ini disampaikan dalam bentuk ceramah sehingga banyak siswa yang jenuh dalam mempelajarinya karena secara garis besar mata pelajaran ini bersifat abstrak. Untuk itu dicari suatu pendekatan pembelajaran yang dapat mengaplikasikan mata pelajaran kimia dalam kekehidupan sehari-hari. Pendekatan itu adalah pendekatan lingkungan. Dengan pendekatan lingkungan ini maka akan didapatkan beberapa keuntungan yaitu: 1) pengamatan langsung akan memberikan dorongan untuk memiliki pengetahuan lebih jauh tentang masalah yang dihadapi; 2) alat dan bahan tidak perlu dibeli dengan biaya mahal; 3) dapat digunakan setiap waktu dan terdapat di mana-mana.

DAFTAR PUSTAKA

Habiba Maria. 2006. Pendekatan Lingkungan. http://www.google.co.id/ search?hl=id&source=hp&q= pendektan+lingkungan+ dalam+pembelajaran

Hidayah, R. 2006. Mengoptimalkan Proses dan hasil Belajar Sub Konsep Pencemaran Air dengan Menggunakan Pendekatan Lingkungan Siswa Kelas X SMAN 11 Banjarmasin Tahun ajaran 2005/2006. Skripsi. Program sarjana S-1 Pendidikan Biologi. FKIPUNLAM. Banjarmasin

Karli H dan Margaretha. (2002). Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bina Media Informasi. Bandung

Suniarsih, UU. 2006. Lingkungan, Sumber Belajat yang Terlupakan. http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007

Yulianto, E. 2002. Pendekatan Lingkungan pada Pembelajaran Fisika. Pelangi Pendidikan.

Zaidin, M.H. 2000. Sekolah Masa Depan, Pemanfatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar. Pelangi Pendidikan. Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.