”E-LEARNING” PARADIGMA BARU KEDIKLATAN

0
74

OLEH: BASUKI, M.Pd

WIDYAISWARA MADYA BDK PALEMBANG

abstrak

 Diklat jarak jauh merupakan bagian dari sistem pembelajaran. Diklat jarak jauh merupakan pertemuan antara tutor dan peserta diklat secara online internet. Di dalam diklat jarak jauh dilakukan berbagai kegiatan selayaknya pertemuan di kelas, baik untuk pengayaan materi diklat, diskusi/forum, tanya jawab antara peserta dengan tutor, penjelasan pada materi sulit atau yang belum dipahami oleh peserta, strategi pembelajaran, tata cara mengikuti tes/ujian, serta pemberian pengayaan. Untuk menyelenggarakan diklat jarak jauh perlu mempertimbangkan umur, kultur, latar belakang sosioekonomi, interes, pengalaman, level pendidikan dan terbiasa atau tidaknya dengan metode diklat jarak jauh. Faktor yang penting untuk keberhasilan sistem diklat jarak jauh adalah perhatian, percaya diri, tutor/dosen, pengalaman,mudah menggunakan peralatan, kreatif menggunakan alat, dan menjalin interaksi dengan peserta. Pada sistem diklat jarak jauh perlu diperhatikan tentang desain dan pengembangan sistem, interactivity, active learning, visual imagery, dan komunikasi yang efektif. Sarana penunjang dari diklat jarak jauh adalah teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi dalam bentuk e-learning pada diklat jarak jauh sangat membantu. Mengapa orang menggunakannya, apa kelebihan dan kekurangannya.

 Kata kunci:e-learning, diklat jarak jauh

             Dalam dunia pendidikan, seorang guru memiliki peranan yang sangat penting dalam melahirkan generasi muda yang cerdas dan mandiri. Ketekunan dan kesabaran dalam mendidik para siswa melebihi segalanya, hal ini dikarenakan rasa tanggungjawab yang begitu tinggi untuk keberhasilan anak didiknya ketika menempuh ujian yang akan menentukan masa depan mereka.

Sama halnya dengan system belajar jarak jauh atau diklat jarak jauh. Seorang tutor berperan penting layaknya seorang guru yang mengajarkan materi pelajaran kepada para siswanya. Isi materi yang disampaikan kepada siswa menjadi tolak ukur  keberhasilan seorang guru dalam mendidik siswa. Semakin tinggi tingkat kelulusan dengan nilai tinggi maka semakin tinggi pula keberhasilan guru.

Dalam diklat jarak jauh, setiap pengelola memiliki peran sesuai tanggungjawab masing-masing. Misalnya seorang tutor memiliki tanggungjawab menyiapkan materi diklat sesuai bahan, sasaran dan tujuan, membuat soal-soal, memonitor peserta, memberikan nilai ujian, dan lain-lain.

Diklat jarak jauh merupakan pembelajaran melalui website dengan online internet (Pusdiklat Teknis Keagamaan,2010). Hal ini diperlukan untuk mengatasi masalah keterbatasan waktu pertemuan antara tutor dan peserta, baik karena kesibukan peserta ataupun tutor. Aktivitas pada diklat jarak jauh dilakukan secara terjadwal, dimana peserta dapat bertanya secara langsung tentang berbagai hal kepada tutor atau kepada peserta lain melalui feature chating atau forum. Pada kegiatan diklat jarak jauh, tutor tidak mengajar sebagaimana kegiatan belajar mengajar di kelas reguler pada umumnya, tutor akan menyediakan materi diklat, modul diklat, presentasi diklat, soal-soal latihan dan soal-soal ujian sesuai dengan mata diklat yang diselenggarakan.

Diklat jarak jauh merupakan bagian dari sistem pembelajaran. Diklat jarak jauh merupakan pertemuan antara tutor dan peserta diklat secara online internet. Di dalam diklat jarak jauh dilakukan berbagai kegiatan selayaknya pertemuan di kelas, baik untuk pengayaan materi diklat, diskusi/forum, tanya jawab antara peserta dengan tutor, penjelasan pada materi sulit atau yang belum dipahami oleh peserta, strategi pembelajaran, tata cara mengikuti tes/ujian, serta pemberian pengayaan (Pusdiklat Teknis Keagamaan,2010).

Diklat jarak jauh merupakan pembelajaran melalui website dengan online internet, secara sederhana dapat dipahami bahwa sistem ini terdiri dari kumpulan aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan diklat jarak jauh sehingga penyampaian materi diklat jarak jauh dapat dilakukan dengan baik. Sarana penunjang dari diklat jarak jauh adalah teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi dalam bentuk e-learning pada diklat jarak jauh sangat membantu. Mengapa orang menggunakannya, apa kelebihan dan kekurangannya

Sistem Pendidikan Jarak Jauh (Diklat Jarak Jauh)

Teknologi merupakan bagian integral dari diklat jarak jauh, namun program diklat harus fokus pada kebutuhan instruksional peserta diklat daripada teknologinya sendiri. Menurut Uno (2007) untuk menyelenggarakan pendidikan jarak jauh (diklat jarak jauh) perlu mempertimbangkan umur, kultur, latar belakang sosioekonomi, interes, pengalaman, level pendidikan dan terbiasa atau tidaknya dengan metode diklat jarak jauh. Faktor yang penting untuk keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh (diklat jarak jauh) adalah perhatian, percaya diri, tutor/dosen, pengalaman,mudah menggunakan peralatan, kreatif menggunakan alat, dan menjalin interaksi dengan peserta.

Selanjutnya Uno (2007) dalam bukunya Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif  pada sistem Pendidikan jarak jauh (diklat jarak jauh) perlu diperhatikan tentang desain dan pengembangan sistem, interactivity, active learning, visual imagery, dan komunikasi yang efektif.

  1. Desain dan pengembangan sistem. Proses pengembangan intruksional untuk diklat jarak jauh terdiri dari tahap perancangan, pengembangan, evaluasi dan revisi. Dalam mendesain intruksi diklat jarak jauh yang efektif, harus diperhatikan, tidak saja tujuan, kebutuhan, dan karakteristik tutor dan peserta diklat, tetapi juga kebutuhan isi dan hambatan teknis yang mungkin terjadi. Revisi dilakukan berdasarkan masukan dari intruktur, spesialis pembuat isi, dan peserta diklat selama dalam proses berjalan.
  2. Keberhasilan sistem diklat jarak jauh antara lain ditentukan oleh adanya interaksi antara tutor dan peserta diklat, antara peserta diklat dan lingkungan pendidikan dan antara peserta diklat dengan peserta diklat.
  3. Active Learning. Partisipasi aktif peserta diklat jarak jauh memengaruhi cara bagaimana mereka berhubungan dengan materi yang akan dipelajari.
  4. Visual Imagery. Pembelajaran melalui televisi dapat memotivasi dan merangsang keinginan dalam proses pembelajaran. Namun, jangan sampai terjadi distorsi karena adanya hiburan. Harus ada penyeleksian antara informasi yang tidak berguna dengan yang berkualitas, menentukan mana yang layak dan tidak, mengidentifikasi penyimpangan, membedakan fakta dari yang bukan fakta, dan mengerti bagaimana teknologi dapat memberikan informasi berkualitas.
  5. Komunikasi yang efektif. Desain intruksional dimulai dengan mengerti harapan pemakai dan mengenal mereka sebagai individual yang mempunyai pandangan berbeda dengan perancang sistem. Dengan memahami keinginan pemakai maka dapat dibangun komukasi yang efektif.

 Pengertian E-Learning

E-learning merupakan suatu teknologi informasi yang relatif baru di Indonesia. E-learning terdiri dari dua bagian yaitu’e’ yang merupakan singkatan dari ’elektronic’ dan ’ learning’ yang berarti pembelajaran’. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer. Karena itu, e-learning sering disebut pula dengan ”online couse

Dengan demikian e-learning atau pembelajaran melalui online adalah pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, videotape, transmisi satelit atau komputer (Soekartawi, 2007). Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, maka yang sering dijumpai adalah kombinasi dari teknologi yang dituliskan di atas (audio/data, video/data, audio/video). Teknologi ini sering dipakai di diklat jarak jauh, dimaksudkan agar antara peserta diklat dan tutor bisa terjadi dengan keunggulan teknologi e-learning ini. Interaksi tutor dengan peserta diklat bisa dilaksanakan melalui cara langsung (synchronous) atau tidak langsung, misalnya pesan direkam dahulu sebelum digunakan. Cara ini dikenal dengan nama a-synchronous.

Pemanfaatan e-learning tidak terlepas dari jasa internet. Karena teknik pembelajaran yang tersedia di internet begitu lengkap, maka hal ini akan memengaruhi terhadap tugas tutor dalam proses pembelajaran. Dahulu, proses belajar mengajar didominasi oleh peran guru, karena itu disebut  the era of teacher. Kini, proses belajar dan mengajar, banyak didominasi oleh peran guru dan buku (the era of teacher and book) dan pada masa mendatang proses belajar dan mengajar akan didominasi oleh peran guru, buku dan teknologi (the era of teacher, book and technology)

Kelebihan dan Kekurangan E-Learning

Menyadari bahwa di internet dapat ditemukan berbagai informasi dan dapat diakses secara lebih mudah, kapan saja dan dimana saja, maka pemanfaatan internet menjadi suatu kebutuhan. Bukan itu saja, pengguna internet bisa berkomunikasi dengan pihak lain dengan cara yang sangat mudah melalui teknik e-moderating yang tersedia di internet.

Dari berbagai pengalaman dan juga dari berbagai informasi yang tersedia di literatur, memberikan petunjuk tentang manfaat penggunaan internet, khususnya dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh. Menurut soekartawi (2007) kelebihan e-learning diantaranya:

  1. tersedianya fasilitas e-moderating dimana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara reguler atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilaksanakan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu;
  2. guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari;
  3. siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan dimana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer;
  4. Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet;
  5. Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas;
  6. Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif;
  7. Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekolah konvensional, bagi mereka yang sibk bekerja, bagi mereka yang bertugas di kapal, di luar negeri dan sebagainya.

Walaupun demikian pemanfaatan internet untuk pembelajaran atau e-learning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan. Suparman (2000) kekurangan e-learning dapat disebutkan sebagai berikut:

  1. Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antara siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar;
  2. Kecendrungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial;
  3. Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan
  4. Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran menggunakan ICT;
  5. Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal;
  6. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer);
  7. Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan soal-soal internet;
  8. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
  9. Diklat Jarak Jauh Berbasis Web Secara Online

Untuk diklat jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut:

  1. Pusat kegiatan peserta diklat, sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadi sarana ini sebagai tempat kegiatan peserta diklat, dimana peserta diklat dapat menambah kemampuan, membaca materi diklat, mencari informasi dan sebagainya.
  2. Interaksi dalam grup, para peserta diklat dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan tutor. Tutor dapat hadir dalam grup ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya
  3. Sistem administrasi peserta diklat, dimana para peserta diklat dapat melihat informasi mengenai status peserta diklat, prestasi peserta diklat dan sebagainya.
  4. Pendalaman materi dan ujian, biasanya tutor sering mengadakan quiz singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan tes pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning
  5. Perpustakaan digital, pada bagian ini terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku, tetapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk data base
  6. Materi online di luar materi diklat, untuk menunjang diklat diperlukan juga bahan bacaan dari web Oleh karena itu, pada bagian ini tutor dan peserta diklat dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk dipublikasikan lepada peserta diklat lainnya melalui web.

Mewujudkan ide dan keinginan di atas dalam suatu bentuk realitas bukanlah pekerjaan yang mudah, tetapi apabila kita lihat ke negara lain yang telah lama mengembangkan web based distance learning sudah banyak institusi atau lembaga yang memanfaatkan metode ini. Bukan hanya Skill yang dimiliki oleh para engineer yang diperlukan, tetapi juga berbagai kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sangat memengaruhi perkembangannya. Jika dilihat dari kesiapan sarana pendukung, misalnya hardware maka agaknya hal ini tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu yang selalu menjadi perhatian utama pengguna Internet di Indonesia, yaitu masalah bandwidth. Tentunya dengan bandwidth yang terbatas ini mengurangi kenyamanan khususnya pada  nontext based material

Kesimpulan

            Keberhasilan diklat jarak jauh ditunjang oleh adanya interaksi maksimal antara tutor dan peserta diklat, antara peserta diklat dengan berbagai fasilitas pendidikan, antara peserta diklat dengan peserta diklat lainnya, dan adanya pola pendidikan aktif  dalam interaksi tersebut. Apabila pendidikan berbasis pada web maka diperlukan adanya pusat kegiatan peserta diklat, interaksi antara grup administrasi penunjang sistem, pendalaman materi, ujian, perpustakaan digital dan materi online.

            Dari sisi teknologi informasi, dunia internet memungkinkan perombakan total konsep-konsep pendidikan yang selama ini berlaku. Teknologi informasi dan telekomunikasi dengan murah dan mudah akan menghilangkan batasan ruang dan waktu yang selama ini membatasi dunia pendidikan. Beberapa konsekunsi logis yang terjadi antara lain adalah 1) peserta diklat dapat dengan mudah mengambil materi mata diklat di manapun dan kapanpun tanpa terbatas lagi; 2) peserta diklat dapat berguru dengan mudah pada orang-orang ahli atau pakar di bidang yang diminatinya.            

DAFTAR PUSTAKA

Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan. 2010. Buku Panduan Pengelolaan Diklat

Jarak jauh”Untuk Pengelola DJJ”. Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan

Kemanterian Agama RI. Jakarta.

Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan. 2010. Buku Panduan Pengelolaan Diklat

Jarak jauh”Untuk Tutor”. Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan

Kemanterian Agama RI. Jakarta.

Uno, B, Hamzah. 2007. Model Pembelajaran”Menciptakan Proses Belajar

            Mengajar yang Kreatif dan Efektif”. Penerbit Bumi Aksara. Jakarta. 

  Soekartawi. 2007. Mozaik Teknologi PendidikanE-Learning Untuk

Pendidikan Khususnya Pendidikan Jarak Jauh dan Aplikasinya Di

 Indonesia”. Diterbitkan atas kerjasama dengan Universitas Negeri

Jakarta. Jakarta.

Suparman, Atwi dan Aminudin Zuhairi. 2000. Pendidikan Jarak Jauh”Teori

            dan Praktek” Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Jakarta.

Miarso, Yusufhadi. 2007. Menyemai Benih Teknologi PendidikanPerubahan

            Paradigma Pendidikan dengan Kehadiran Teknologi Telekomunikasi

            dan Informasi. Diterbitkan atas kerjasama dengan Pusat Teknologi

Komunikasi dan Informasi Pendidikan Pustekkom Diknas. Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.