”E-LEARNING” PARADIGMA BARU KEDIKLATAN

0
19

OLEH: BASUKI, M.Pd

WIDYAISWARA AHLI MADYA BDK PALEMBANG

Diklat jarak jauh merupakan bagian dari sistem pembelajaran. Diklat jarak jauh merupakan pertemuan antara tutor dan peserta diklat secara online internet. Di dalam diklat jarak jauh dilakukan berbagai kegiatan selayaknya pertemuan di kelas, baik untuk pengayaan materi diklat, diskusi/forum, tanya jawab antara peserta dengan tutor, penjelasan pada materi sulit atau yang belum dipahami oleh peserta, strategi pembelajaran, tata cara mengikuti tes/ujian, serta pemberian pengayaan. Untuk menyelenggarakan diklat jarak jauh perlu mempertimbangkan umur, kultur, latar belakang sosioekonomi, interes, pengalaman, level pendidikan dan terbiasa atau tidaknya dengan metode diklat jarak jauh. Faktor yang penting untuk keberhasilan sistem diklat jarak jauh adalah perhatian, percaya diri, tutor/dosen, pengalaman,mudah menggunakan peralatan, kreatif menggunakan alat, dan menjalin interaksi dengan peserta. Pada sistem diklat jarak jauh perlu diperhatikan tentang desain dan pengembangan sistem, interactivity, active learning, visual imagery, dan komunikasi yang efektif. Sarana penunjang dari diklat jarak jauh adalah teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi dalam bentuk e-learning pada diklat jarak jauh sangat membantu. Mengapa orang menggunakannya, apa kelebihan dan kekurangannya.

Dalam dunia pendidikan, seorang guru memiliki peranan yang sangat penting dalam melahirkan generasi muda yang cerdas dan mandiri. Ketekunan dan kesabaran dalam mendidik para siswa melebihi segalanya, hal ini dikarenakan rasa tanggungjawab yang begitu tinggi untuk keberhasilan anak didiknya ketika menempuh ujian yang akan menentukan masa depan mereka.

Sama halnya dengan sistem belajar jarak jauh atau diklat jarak jauh. Seorang tutor berperan penting layaknya seorang guru yang mengajarkan materi pelajaran kepada para siswanya. Isi materi yang disampaikan kepada siswa menjadi tolak ukur  keberhasilan seorang guru dalam mendidik siswa. Semakin tinggi tingkat kelulusan dengan nilai tinggi maka semakin tinggi pula keberhasilan guru.

Dalam diklat jarak jauh, setiap pengelola memiliki peran sesuai tanggungjawab masing-masing. Misalnya seorang tutor memiliki tanggungjawab menyiapkan materi diklat sesuai bahan, sasaran dan tujuan, membuat soal-soal, memonitor peserta, memberikan nilai ujian, dan lain-lain.

Diklat jarak jauh merupakan pembelajaran melalui website dengan online internet (Pusdiklat Teknis Keagamaan,2010). Hal ini diperlukan untuk mengatasi masalah keterbatasan waktu pertemuan antara tutor dan peserta, baik karena kesibukan peserta ataupun tutor. Aktivitas pada diklat jarak jauh dilakukan secara terjadwal, dimana peserta dapat bertanya secara langsung tentang berbagai hal kepada tutor atau kepada peserta lain melalui feature chating atau forum. Pada kegiatan diklat jarak jauh, tutor tidak mengajar sebagaimana kegiatan belajar mengajar di kelas reguler pada umumnya, tutor akan menyediakan materi diklat, modul diklat, presentasi diklat, soal-soal latihan dan soal-soal ujian sesuai dengan mata diklat yang diselenggarakan.

Diklat jarak jauh merupakan bagian dari sistem pembelajaran. Diklat jarak jauh merupakan pertemuan antara tutor dan peserta diklat secara online internet. Di dalam diklat jarak jauh dilakukan berbagai kegiatan selayaknya pertemuan di kelas, baik untuk pengayaan materi diklat, diskusi/forum, tanya jawab antara peserta dengan tutor, penjelasan pada materi sulit atau yang belum dipahami oleh peserta, strategi pembelajaran, tata cara mengikuti tes/ujian, serta pemberian pengayaan (Pusdiklat Teknis Keagamaan,2010).

Diklat jarak jauh merupakan pembelajaran melalui website dengan online internet, secara sederhana dapat dipahami bahwa sistem ini terdiri dari kumpulan aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan diklat jarak jauh sehingga penyampaian materi diklat jarak jauh dapat dilakukan dengan baik. Sarana penunjang dari diklat jarak jauh adalah teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi dalam bentuk e-learning pada diklat jarak jauh sangat membantu. Mengapa orang menggunakannya, apa kelebihan dan kekurangannya  

Teknologi merupakan bagian integral dari diklat jarak jauh, namun program diklat harus fokus pada kebutuhan instruksional peserta diklat daripada teknologinya sendiri. Menurut Uno (2007) untuk menyelenggarakan pendidikan jarak jauh (diklat jarak jauh) perlu mempertimbangkan umur, kultur, latar belakang sosioekonomi, interes, pengalaman, level pendidikan dan terbiasa atau tidaknya dengan metode diklat jarak jauh. Faktor yang penting untuk keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh (diklat jarak jauh) adalah perhatian, percaya diri, tutor/dosen, pengalaman,mudah menggunakan peralatan, kreatif menggunakan alat, dan menjalin interaksi dengan peserta.

Selanjutnya Uno (2007) dalam bukunya Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif  pada sistem Pendidikan jarak jauh (diklat jarak jauh) perlu diperhatikan tentang desain dan pengembangan sistem, interactivity, active learning, visual imagery, dan komunikasi yang efektif.

  1. Desain dan pengembangan sistem. Proses pengembangan intruksional untuk diklat jarak jauh terdiri dari tahap perancangan, pengembangan, evaluasi dan revisi. Dalam mendesain intruksi diklat jarak jauh yang efektif, harus diperhatikan, tidak saja tujuan, kebutuhan, dan karakteristik tutor dan peserta diklat, tetapi juga kebutuhan isi dan hambatan teknis yang mungkin terjadi. Revisi dilakukan berdasarkan masukan dari intruktur, spesialis pembuat isi, dan peserta diklat selama dalam proses berjalan.
  2. Interactivity. Keberhasilan sistem diklat jarak jauh antara lain ditentukan oleh adanya interaksi antara tutor dan peserta diklat, antara peserta diklat dan lingkungan pendidikan dan antara peserta diklat dengan peserta diklat.
  3. Active Learning. Partisipasi aktif peserta diklat jarak jauh memengaruhi cara bagaimana mereka berhubungan dengan materi yang akan dipelajari.
  4. Visual Imagery. Pembelajaran melalui televisi dapat memotivasi dan merangsang keinginan dalam proses pembelajaran. Namun, jangan sampai terjadi distorsi karena adanya hiburan. Harus ada penyeleksian antara informasi yang tidak berguna dengan yang berkualitas, menentukan mana yang layak dan tidak, mengidentifikasi penyimpangan, membedakan fakta dari yang bukan fakta, dan mengerti bagaimana teknologi dapat memberikan informasi berkualitas.
  5. Komunikasi yang efektif. Desain intruksional dimulai dengan mengerti harapan pemakai dan mengenal mereka sebagai individual yang mempunyai pandangan berbeda dengan perancang sistem. Dengan memahami keinginan pemakai maka dapat dibangun komukasi yang efektif.

DAFTAR PUSTAKA

Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan. 2010. Buku Panduan Pengelolaan Diklat

Jarak jauh”Untuk Pengelola DJJ”. Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan

Kemanterian Agama RI. Jakarta.

Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan. 2010. Buku Panduan Pengelolaan Diklat

Jarak jauh”Untuk Tutor”. Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan

Kemanterian Agama RI. Jakarta.

Uno, B, Hamzah. 2007. Model Pembelajaran”Menciptakan Proses Belajar

Mengajar yang Kreatif dan Efektif”. Penerbit Bumi Aksara. Jakarta.  

Soekartawi. 2007. Mozaik Teknologi PendidikanE-Learning Untuk

Pendidikan Khususnya Pendidikan Jarak Jauh dan Aplikasinya Di

Indonesia”. Diterbitkan atas kerjasama dengan Universitas Negeri

Jakarta. Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.