Diklat Pengembangan Wawasan Pembangunan PendidikanLingkungan Berkelanjutan

0
101

Oleh :

Dr. LilisSuryani, M.Si

Widyaiswara BDK Palembang

 ABSTRAK

 Pendidikan Lingkungan Hidup adalah program pendidikan untuk membina siswa agar memiliki pengertian, kesadaran, sikap, dan perilaku yang rasional serta bertanggung jawab terhadap alam dan terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan yaitu pembangunan berwawasan lingkungan. Pendidikan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas siswa secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Tujuan Pendidikan Lingkungan Hidup adalah agar siswa memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku rasional dan bertanggung jawab terhadap masalah kependudukan dan lingkungan hidup. Pendidikan lingkungan hidup bukan mata pelajaran yang berdiri sendiri melainkan mata pelajaran yang di integrasikan keberbagai mata pelajaran dalam kurikulum. Guru merupakan faktor yang sangat dominan dan paling penting dalam pendidikan formal.Tercapainya pendidikan lingkungan hidup sekolah sangat ditentukan oleh wawasan dan pengetahuan guru. Oleh sebab itu sangat diperlukan adanya diklat bagi pendidik untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan pentingnya pendidikan lingkungan hidup serta keterampilannya menuju kepada pengembangan profesi yang diharapkan.

 Kata kunci : pendidikan, wawasan, lingkungan hidup, pelatihan

  Latar Belakang

Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut sebagai lingkungan sosial. Lingkungan inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.

Pendidikan lingkungan merupakan salah satu faktor penting untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan hidup dan merupakan sarana yang penting dalam menghasilkan Sumber daya manusia yang dapat melaksanakan prinsip pembangunan berkelanjutan. Pendidikan lingkungan dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dalam mencari pemecahan dan pencegahan timbulnya masalah lingkungan.Menurut anonim (2007), Pendidikan lingkungan tidak akan merubah situasi dan kondisi lingkungan yang rusak menjadi baik dalam waktu yang singkat, melainkan membutuhkan waktu, proses, dan sumber daya.

Atas dasar itulah Pendidikan lingkungan sedini mungkin perlu diupayakan agar dapat meminimalisasi kerusakan-kerusakan lingkungan.Sebagai contoh dengan adanya bencana lingkungan hidup seperti bencana kebakaran hutan yang tak terkendali dari tahun ke tahun yang diakibatkan dari peran manusia pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan. Dengan adanya pendidikan lingkungan merupakan upaya memperkenalkan siswa sekolah pada lingkungan sebenarnya yang sudah ada dalam program 5K, Keindahan, Kerapian, Kebersihan, Kepribadian dan Keamanan (Nugroho, 2007).

Sjarkowi (2005) menyatakan bahwa untuk membangun kadar pemahaman yang seimbang tentang peran aktif manusia pembangunan ditengah lingkungan hidup, dapat berkembang secara optimal, khususnya terkait dengan cara sajian pelajaran dan suasana pembelajaran. Disinilah pentingnya pendidikan lingkungan dapat diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di lingkungan.Pendidikan lingkungan hidup memasukkan aspek afektif yaitu tingkah laku, nilai dan komitmen yang diperlukan untuk membangun masyarakat yang berkelanjutan (sustainable). Pencapaian tujuan afektif ini biasanya sukar dilakukan. Oleh karena itu, dalam pembelajaran guru perlu memasukkan metode-metode yang memungkinkan berlangsungnya klarifikasi dan internalisasi nilai-nilai.Dengan adanya tulisan ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pemerintah dan pihak sekolah akan pentingnya pendidikan lingkungan hidup bagi anak-anak. Dengan pendidikan lingkungan hidup, selain dapat memberikan kesadaran kepada anak-anak akan pentingnya menjaga lingkungan juga dapat mengetahui sejauh mana kepeduliaan mereka dalam menjaga lingkungan.

Dalam melakukan pendidikan lingkungan hidup haruslah:

Mempertimbangkan lingkungan sebagai suatu totalitas-alami dan buatan, bersifat teknologi dan sosial (ekonomi, politik, kultural, historis, moral, estetika);

Merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus dan sepanjang hidup, dimulai pada jaman pra sekolah, dan berlanjut ke tahap pendidikan formal/non formal;

Mempunyai pendekatan yang sifatnya interdisipliner, dengan menarik/mengambil isi atau ciri spesifik dari masing-masing disiplin ilmu sehingga memungkinkan suatu pendekatan yang holistik dan perspektif yang seimbang.

Meneliti (examine) issue lingkungan yang utama dari sudut pandang lokal, nasional, regional dan internasional, sehingga siswa dapat menerima insight mengenai kondisi lingkungan di wilayah geografis yang lain;

Memberi tekanan pada situasi lingkungan saat ini dan situasi lingkungan yang potensial, dengan memasukkan pertimbangan perspektif historisnya;

Mempromosikan nilai dan pentingnya kerjasama lokal, nasional dan internasional untuk mencegah dan memecahkan masalah-masalah lingkungan;

Secara eksplisit mempertimbangkan/memperhitungkan aspek lingkungan dalam rencana pembangunan dan pertumbuhan;

Memampukan peserta didik untuk mempunyai peran dalam merencanakan pengalaman belajar mereka, dan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan dan menerima konsekuensi dari keputusan tersebut;

Menghubungkan (relate) kepekaan kepada lingkungan, pengetahuan, ketrampilan untuk memecahkan masalah dan klarifikasi nilai pada setiap tahap umur, tetapi bagi umur muda (tahun-tahun pertama) diberikan tekanan yang khusus terhadap kepekaan lingkungan terhadap lingkungan tempat mereka hidup;

Membantu peserta didik untuk menemukan (discover), gejala-gejala dan penyebab dari masalah lingkungan;

Memberi tekanan mengenai kompleksitas masalah lingkungan, sehingga diperlukan kemampuan untuk berfikir secara kritis dengan ketrampilan untuk memecahkan masalah.

Memanfaatkan beraneka ragam situasi pembelajaran (learning environment) dan berbagai pendekatan dalam pembelajaran mengenai dan dari lingkungan dengan tekanan yang kuat pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya praktis dan memberikan pengalaman secara langsung (first – hand experience).

Identifikasi Masalah

Pendidikan lingkungan hidup dapat diterapkan ke dalam pendidikan formal dengan menyisipkan materi pendidikan lingkungan hidup ke dalam materi-materi pelajaran yang telah ada mulai dari konsep pemeliharaan lingkungan hingga cara-cara yang dapat dilakukan. Masalah yang menjadi dasar dalam penulisan ini muncul setelah melihat kelemahan sistem pendidikan, dimana kurangnya wawasan mengenai lingkungan hidup sehingga banyak permasalahan yang terjadi, yang akan mengakibatkan kerusakan-kerusakan di lingkungan itu sendiri.Kendala yang terjadi tidak semua pendidik memliki pemahaman yang luas tentang lingkungan hidup. Oleh sebab itu penting kiranya memberikan wawasan berupa pendidikan dan latihan bagi para pendidik sebelum diterapkan pada siswa di sekolah.

Perumusan Masalah

Adapun perumusan masalah yang dapat disusun dalam makalah ini adalah:

Bagaimana solusi alternatif untuk memunculkan kepedulian kepada siswa sekolah akan makna pentingnya lingkungan hidup?

Bagaimana penerapan pendidikan lingkungan hidup?

Keuntungan apa yang dapat dirasakan ketika pendidikan lingkungan hidup ini diterapkan dalam lingkungan sekolah?

Sejauh mana peran bagi pendidik terhadap keberhasilan pendidikan lingkungan dan perlunya pelatihan wawasan lingkungan bagi pendidik?

Solusi

Dalam Pendidikan lingkungan hidup perlu dimunculkan atau dijelaskan bahwa dalam kehidupan nyata memang selalu terdapat perbedaan nilai-nilai yang dianut oleh individu. Perbedaan nilai tersebut dapat mempersulit untuk derive the fact, serta dapat menimbulkan kontroversi/pertentangan pendapat. Oleh karena itu, Pendidikan lingkungan hidup perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun ketrampilan yang dapat meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah. Beberapa ketrampilan yang diperlukan untuk memecahkan masalah adalah sebagai berikut ini :

Berkomunikasi: mendengarkan, berbicara di depan umum, menulis secara persuasive, desain grafis;

Investigasi (investigation): merancang survey, studi pustaka, melakukan wawancara, menganalisa data;

Ketrampilan bekerja dalam kelompok (group process): kepemimpinan, pengambilan keputusan dan kerjasama.

Karena langsung mengkaji masalah yang nyata, Pendidikan Lingkungan Hidup dapat mempermudah pencapaian ketrampilan tingkat tinggi (higher order skill) seperti :

berfikir kritis

berfikir kreatif

berfikir secara integratif

memecahkan masalah.

Memahami tentang pendidikan pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari keadaan lingkungan, mengingat dari sejak dilahirkannya manusia sampai tumbuh dan berkembang menjadi dewasa telah banyak dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitarnya. Sehingga di akui atau tidak pondasi bangunan pemikiran sikap, tindakan manusia dan lain sebagainya telah dikontruk sedemikian rupa oleh hal-hal yang terjadi di lingkungan.

Menurut Idris shaleh (2007) pendidikan harus diselaraskan dengan nilai-nilai yang terjadi di lingkungan, agar disatu sisi pendidikan mampu menjawab dan memberikan sebuah solusi terhadap berbagai persoalan yang terjadi dalam lingkungan. Dimana lingkungan merupakan tempat berpijak bahkan merupakan tempat kita untuk mengasah diri, baik secara sikap, intelektual maupun tindakan. Pendidikan juga mempunyai peranan penting untuk menciptakan sistem  yang bisa mengantarkan peserta didik pada sebuah kesadaran akan makna pentingnya sebuah lingkungan.

Lingkungan Sebagai Subyek Pendidikan

Menurut Notohadiprawiro (2006), Pendidikan lingkungan memberikan latihan kepada anak didik berpikir secara serbacakup (comprehensive) mengenai segala gatra kehidupan manusia. Subyek ini juga melatih berpikir secara bersistem, yang menggunakan waktu lengkap, yaitu kemarin-kini-esok dan matra ruang. Matra waktu penting karena lingkungan bersifat dinamis, baik menurut bawaannya maupun terutama menurut saling nasabahnya (interrelationship) dengan kegiatan manusia. Kejadian yang berlangsung pada masa lampau menghasilkan akibat pada masa sekarang, dan akibat ini berpengaruh atas kejadian yang dapat berlangsung pada masa sekarang, yang akan meghasilkan akibat pada masa mendatang. Marta ruang penting karena lingkungan merupakan fakta geografi. Akibat suatu tindakan tertentu yang terjadi di suatu tapak belum tentu terjadi pula atau tidak dengan sendirinya harus terjadi pula ditapak lain karena tindakan yang sama. Berpikir secara bersistem yang menilai nasabah antar komponen lingkungan dan antara lingkungan dan manusia dalam skala waktu dan ruang, mengembangkan penalaran analitik dan tuntas.

Kerangka Pendidikan Lingkungan

Membicarakan lingkungan berarti membicarakan dampak dan resiko penggunaan sumberdaya alam. Menurut Ananichev (1976), persoalan lingkungan mempunyai tiga gatra pokok, yaitu pencemaran, usikan terhadap neraca ekologi dan pengurasan sumberdaya alam.Pendidikan lingkungan merupakan suatu proses terpadu yang berkenaan dengan saling nasabah manusia dengan keadaan alam buatan sekelilingnya, termasuk nasabah pertumbuhan penduduk, pencemaran, peruntukan dan pengurasan sumberdaya, pengawetan, teknologi dan perencanaan perkotaan serta pedesaan dengan lingkungan manusia secara keseluruhan. Pendidikan ini merupakan suatu kajian mengenai faktor-faktor yang berpengaruh atas ekosistem, kesehatan jiwa dan badan, keadaan untuk hidup dan bekerja. (Emmelin, 1977).

Keuntungan Pendidikan Lingkungan Hidup

Dengan adanya pendidikan lingkungan hidup, adapun keuntungannya adalah:

Dapat memberikan informasi-informasi kepada siswa-siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup

Dapat memberikan kesadaran kepada siswa-siswa akan pentingnya lingkungan hidup.

Dapat mengetahui seberapa besar rasa  sensitifitas siswa-siswa terhadap kondisi lingkungan sekitarnya

Memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, sikap/perilaku, motivasi dan komitmen, yang diperlukan untuk bekerja secara individu

Islam merupakan agama yang lengkap, serba cakup, termasuk yang berkaitan dengan lingkungan. Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan lingkungan (eco-friendly) dan keberlanjutan kehidupan di dunia. Banyak ayat al-Qur’an dan teks al-Hadist yang menjelaskan, menganjurkan bahkan mewajibkan manusia untuk menjaga kelangsungan kehidupannya dan kehidupan makhluk lain di bumi, walaupun dalam situasi yang sudah kritis.Dalam konteks agama Islam, berbagai kerusakan yang terjadi di darat maupun di laut sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari cara pandang dan perilaku manusia terhadap alam (Q.S. Ar-Ruum: 41). Perilaku ini bertentangan dengan tugas dan fungsi manusia sebagai hamba Allah (abdullah) dan khalifatullah fil ardl, yang berkewajiban untuk melakukan proses pengelolaan dan pemeliharan alam dan lingkungan sebagai media untuk beribadah kepada Allah dan menjalankan fungsi kekhalifahan.

Manusia dilarang berbuat kerusakan sedikit pun di muka bumi setelah Allah memperbaikinya (Q.S. Al-A’raf: 56).Pendidikan lingkungan hidup (PLH) dapat diterapkan ke dalam pendidikan formal dengan menyisipkan materi pendidikan lingkungan hidup (PLH) ke dalam materi-materi pelajaran yang telah ada mulai dari konsep pemeliharaan lingkungan hingga cara-cara yang dapat dilakukan. Oleh sebab itu penting kiranya memberikan wawasan berupa pendidikan dan latihan bagi para pendidik sebelum diterapkan pada siswa di sekolah. Hal tersebut juga terkait dengan pentingnya menyelenggarakan diklat lingkungan bagi unit-unit teknis Kementerian Agama.

Kesimpulan

Persoalan lingkungan hidup merupakan persoalan yang bersifat sistemik, kompleks, serta memiliki cakupan yang luas. Materi atau isu yang diangkat dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan lingkungan hidup juga sangat beragam. Sesuai dengan kesepakatan nasional tentang Pembangunan Berkelanjutan yang ditetapkan dalam Indonesian Summit on Sustainable Development (ISSD),masalah yang menjadi dasar dalam penulisan ini muncul setelah melihat kelemahan sistem pendidikan, dimana kurangnya wawasan mengenai lingkungan hidup sehingga banyak permasalahan yang terjadi, yang akan mengakibatkan kerusakan-kerusakan di lingkungan itu sendiri.Oleh sebab itu diperlukan pelatihan wawasan lingkungan bagi para pendidik khususnya di lingkungan Departemen Agama.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007. Pendidikan Berbasis Lingkungan. “http://tabloid_info.sumenep.go.id”

Anonim. 2007. Pendidikan Lingkungan Hidup Kembali Diintegrasikan ke Sekolahhttp://www.kompas.com.

Anonim. 2007. Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup. http://yelweb.org.

Anonim. 2006.Pendidikan Lingkungan Hidup Kembali Diintegrasikan ke Sekolah. http://www.kompas.com.

Anonim. 2007. Pusat Diklat Lingkungan (Kementerian Lingkungan Hidup).http://www.menlh.go.id&#8221

Anonim. 2007. Pendidikan untuk anak-anak. http://amircnle.blogspot.com_.

Hegemer, C. J. 2005. Yayasan Hanns Seidel di Indonesiahttp://www.hsfindo.org

Iriani, S. 2006.Arti Penting Pendidikan Lingkungan. http://www.ychi.org.

Nugroho, I. D. 2007. Pendidikan Dasar Lingkungan. http://idnugroho.blogspot.com.

Sugiarto, A.T dkk. 2004.Peranan Pemerintah, Pengusaha Dan Masyarakat Dalam Mengatasi Permasalah Lingkungan Hidup.http://www.istecs.org.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.