DAMPAK KOMPETENSI SOSIAL GURU TERHADAP SISWA

0
77

DAMPAK KOMPETENSI SOSIAL GURU TERHADAP SISWA

Elsy Zuriyani

Abstrak

Sejalan dengan perkembangan zaman banyak sekali anak sekolah atau remaja yang karakternya sudah mulai memudar diantaranya terjadinya tawuran antara siswa dengan siswa , malah ada siswa memukul guru hingga guru meninggal dunia. Inilah kondisi pendidikan kita sekarang ini. Mengapa hal ini terjadi penyebabnya bisa berasal dari siswa tersebut atau bisa juga berasal dari guru. Untuk mengatasinya salah satunya dari segi guru adalah dengan meningkatkan kompetensi sosial guru. Karena kompetensi sosial ini merupakan kemampuan guru menjalin komnukasi antara guru dengan guru, lingkungan dan maupun dengan siswa itu sendiri. Sehingga apabila terjalin hubungan yang harmanis apa pun perselisihan diantara keduannya dapat diselesaikan dengan kepala dingin.

 

Kata Kunci : Kompetensi Sosial

 

PENDAHULUAN

Perilaku remaja saat ini cendrung mendekati perilaku yang negatif tidak memungkiri karena semakin berkembangnya era globalisas gaya hidup dan perilaku remaja saat ini, di dalam sebuah pergaulan remaja Indonesia sudah tercampur dengan gaya pergaulan dari luar, alhasil banyak kebudayaan Indonesia tidak menjadi tradisi di kalangan remaja, perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak di tujukan oleh seseorang sehingga dapat di sebut dengan sesuatu tindakan sosial yang amat mendasar oleh sebagian manusia tindakan manusia tidak sama dengan perilaku sosial karna perilaku manusia adalah perilaku yang khusus di tunjukan oleh manusia.  

Namun saat ini masyarakat khususnya di sekolah telah menunjukan perilaku sosial yang ada pada individu, seperti ketergantungan dengan pergaulan yang ada antara lain narkorba, perkelahian antar siswa. Bahkan beberapa waktu yang lalu siswa melawan guru sampai menyebabkan guru tersebut meninggal dunia. Hal ini sangatlah mencoreng dunia pendidikan. Dan menjadi tanggung jawab semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan.

Mengapa hal ini terjadi kita tidak boleh memandang dari satu sisi tapi sebaiknya dari kedua-duanya. Dari sisi siswa ini disebabkan banyak faktor diantarnya internet yang dapat mengakses budaya yang berasal dari berbagai negara yang ada di dunia tentu tidak semua budaya yang sesuai dengan kondisi kita di Indonesia. Kemudian masalah aqidah siswa yang sangat berpengaruh dan juga menjadi filter bagi siswa kita dalam menghadapi pengaruh dari dunia luar.

Kalau kita tinjau dari sisi guru kita juga tidak dapat tutup mata bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Jika kita lihat dari permasalahan antara guru dan siswa yang menyebabkan guru meninggal mengapa hal tersebut terjadi. Kalau kita tinjau dari sisi guru ini merupakan salah satu implikasi dari kompetensi sosial yang merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru yang profesional. Timbul suatu pertanyaan bagaimana mengimplementasikan kompetensi sosial guru disekolah.

Untuk itu makalah ini akan membahas kompetensi sosial guru dengan menggunakan metode studi pustaka.

PEMBAHASAN

Kompetensi Sosial

Dalam Standar Nasional Pendidikan, Pasal 28 ayat (3) butir d, dikemukankan bahwa yang dimaksudkan dengan kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Hal tersebut diuraikan lebih lanjut dalam RPP tentang guru sebagai dari masyarakat yang sekurang-kurangnya memiliki kompetensi untuk:

  1. Berkomunikasi secara lisan, tulisan dan isyarat
  2. Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional
  3. Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali peserta didik
  4. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar.

Kompetensi sosial menurut Slamet yang dikutip oleh Syaful Sagala dalam bukunya kemampuan Profesiona Guru dan Tenaga Kependidikan terdiri dari sub kompetensi yaitu:

  1. Memahami dan menghargai perbedaan serta memiliki kemamuan mengelola konflik dan benturan.
  2. Melaksanakan kerja sama secara harmonis
  3. Membangun kerja team (team work) yang kompak, cerdas, dinamis dan lincah
  4. Melaksanakan komunikasi secara efektif dan menyenangkan
  5. Memiliki kemampuan memahami dan menginternalisasikan perubahan lingkungan yang berpengaruh terhadap tugasnya
  6. Memiliki kemampuan menundukkan dirinya dalam system nilai yang berlaku di masyarakat
  7. Melaksanakan prinsip tata kelola yang baik.

Berdasarakan beberapa pengertian kompetensi sosial di atas, dapat disimpulkan bahwa kompetensi sosial guru adalah kemampuan dan kecakapan seorang guru dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif pada pelaksanaan proses pembelajaran serta masyarakat sekitar.

Kompetensi Sosial Guru Terhadap Siswa

Guru bertugas menciptakan iklim belajar yang menyenangkan sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman dan gembira. Kreatifitas siswa dapat dikembangkan apabila guru tidak mendominasi proses komunikasi siswa dapat dikembangkan apabila guru tidak mendominasi proses komunikasi belajar, tetapi guru lebih banyak mengajar, memberi inspirasi agar mereka dapat mengembangkan kreatifitas melalui berbagai kegiatan belajar sehingga siswa memperoleh berbagai pengalaman belajar. Hal ini dapat memberi kesegaran psikologis dalam menerima informasi. Disinilah terjadi proses individualisasi dan proses sosialisasi dalam mendidik.

Adapun hal-hal yang menentukan keberhasilan komunikasi dalam kompetensi sosial seorang guru adalah:

  1. Audience atau sasaran komunikasi

Yakni dalam berkomunikasi hendaknya memperhatikan siapa sasarannya sehingga sang komunikator bisa menyesuaikan gaya dan irama komunikasi menurut karakteristik sasaran. Berkomunikasi dengan siswa SD tentu berbeda dengan siswa SMA

  1. Behaviour atau perilaku

Yakni perilaku apa yang diharapkan dari sasaran setelah berlangsung dan selesainya komunikasi. Misalnya seorang guru sejarah sebagai komunikator ketika sedang berlangsung dan setelah selesai menjelaskan Peristiwa Pangeran Diponegoro, perilaku siswa apa yang diharapkan. Apakah siswa menjadi sedih dan menangis menangis merenungi nasib bangsanya, atau siswa mengepalkan tangan seolah-olah akan menerjang pejajah Belanda. Hal ini sangat berkait dengan keberhasilan komunikasi guru sejarah tersebut

  1. Condition atau kondisi

Yakni dalam kondisi yang seperti apa ketika komunikasi sedang berlangsung, misalnya ketika guru Matematika mau menjelaskan rumus-rumus yang sulit harus. Seorang gru harus mengetahui kondisi siswa tersebut, apakah sedang gembira atau sedang sedih, atau sedang kantuk karena semalam ada acara. Dengan memahami kondisi seperti ini maka guru dapat menentukan strategi apa yang ia gunakan agar nantinya apa yang diajarkan bisa diterima oleh siswa

  1. Degree atau tingkatan

Yakni sampai tingkatan manakah target bahan komunikasi yang harus dikuasai oleh sasaran itu sendiri. Misalnya saja ketika seorang guru bahasa Inggris menjelaskan kata kerja menurut satuan waktunya, past tense, present tense dan future tense, beberapa jumlah minimal kata kerja yang harus dihafal oleh siswa pada hari itu. Jumlah minimal kata kerja yang dikuasai oleh siswa dapat dijadikan sebagai alat ukur keberhasilan guru Bahasa Inggris, Apabila tercapai berarti berhasil, sebaliknya apabila tidak tercapai berarti ia gagal.

Dengan adanya kompetensi sosial ini guru seharusnya mampu untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan semua warga sekolah terutama dengan siswa yang belakangan ini kita lihat hubungan sosial mereka baik itu dengan sesama siswa maupun dengan guru sangat memprihatinkan. Seperti tawuran antar siswa bahkan puncaknya pemukulan siswa terhap guru yang mengakibatkan meninggalnya guru yang bersangkutan. Untuk bisa menjalin hubungan sosial yang sehat antara guru dengan siswa terlebih dahulu guru melaksanakan semua kompetensi sosial yang dimiliki. Karena kompetensi sosial guru salah satunya menjalin hubungang yang baik dengan siswa. Artinya jika kita sebagai seorang guru benar-benar memiliki kompetensi sosial maka rasa emosi siswa dan emosi kita dapat kita kurangi. Dengan demikian maka perselisihan yang terjadi dapat diselesaikan dengan kepala dingin.

PENUTUP

Kompetensi sosial berarti kemampuan dan kecakapan seorang guru ( dengan kecerdasan sosial yang dimiliki) dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain yakni siswa secara efektif dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Kompetensi sosial guru sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agar guru menjadi tokoh teladan bagi para siswa dalam mengembangkan pribadi siswa yang memiliki hati nurani, peduli dan empati kepada sesama.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Wibowo dan Hmarin, Menjadi Guru Berkarakter : Strategi Membangun Kompetensi dan Karater Guru, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012

  1. Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, Bandung; PT Remaja Rosdakarya, 2007

Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1996

 

Piet A. Sahertian, Profil Pendidikan Profesional, Yogyakarta: Andi Offset, 1994

 

Sudarwan Danim, Pengembangan Profesi Guru: Dari Pra-Jabatan, Induksi, ke Profesional Madani, Jakarta: Kencana, 2011

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.