CARA MENGATASI GANGGUAN BELAJAR

0
22

 Dra.Nelly Nurmelly, MM

Widyaiswara Madya

Balai Diklat Keagamaan Palembang

 Abstrak : Ketika anda berkomunikasi tetapi tidak bisa mengemukakan gagasan dan tidak sanggup untuk melakukannya maka saat itu pulalah bahwa pikiran anda sedang dibanjiri oleh berbagai hal dan telinga anda seolah-olah mendengar beragam suara. Sehingga tidak mampu lagi untuk memusatkan perhatian. Bayangkan pula saat anda berusaha untuk menulis atau menjumlah sederetan angka tetapi tidak sanggup untuk melakukannya. Walaupun ada perbedaan  antara masing-masing pribadi dengan pribadi lainnya,  kesulitan ini membuat seseorang mengalami hal-hal yang kurang lebih, sama dalam kehidupan mereka sehari-hari., baik itu penderita yang masih kanak-kanak, remaja atau dewasa. Orang yang mengalami kesulitan dalam belajar ini kemungkinan akan mengalami kegagalan yang berturut-turut dalam proses akademiknya dan memiliki rasa percaya diri yang rendah. Menderita kesulitan belajar ini akan menimbulkan rasa frustasi yang luar biasa.

Kata Kunci : Gangguan Belajar

PENDAHULUAN

Meski banyak orang yang tidak mampu mengatasi kelemahan fungsi otak mereka, tetapi mereka belajar untuk menyeuaikan diri dan menjalani kehidupan ini.

Walau gangguan kelemahan belajar itu tidaklah lenyap, namun dengan memberikan pegalaman belajar yg benar, seseorang dapat memiliki kemampuan yang luar biasa untuk belajar. Fleksibilitas otak untuk mempelajari kemampuan baru ini barangkali merupakan hal terbesar dalam tahun-tahun awal kehidupan seorang anak, dan akan hilang setelah masa pubertas. Terlepas dari semua itu, kita harus mempertahankan kemampuan belajar seumur hidup kita.Walaupun keterlambatan belajar tidak dapat disembuhkan, namun masih ada secercah harapan. Bagi orang yang menderita disleksia, harapannya bercampur aduk. Tetapi progam pembacaan pengobatan yang layak bisa membantu orang itu mencapai kemajuan yang pesat. Seiring dengan bertambahnya usia, bantuan yang tepat dari orangtua serta ahli kejiwaan dapat menjadikan anak penderita ADHD lebih baik sehingga bisa menekan sifat hiperaktif mereka. Akhirnya mereka bisa mewujudkan kebiasaan yang dapat diterima oleh orang-orang disekitar mereka. Sementara itu, penderita lainnya menyatakan bahwa gangguan ini menghambat proses belajar mereka, sehingga tentu saja pada gilirannya juga akan berdampak pada aspek lain dari kehidupan.

PEMBAHASAN

  1. Kesulitan Dalam Proses Belajar

Kesulitan belajar dapat menghinggapi seseorang dalam kurun waktu yang lama. Beberapa kasus memperlihatkan bahwa kusulitan ini mempengaruhi banyak aspek kehidupan seseorang, baik itu disekolah, pekerjaan, rutinitas sehari-hari, kehidupan keluarga atau bahkan terkadang dalam hubungan persahabatan dan bermain. Beberapa penderita menyatakan bahwa kesulitan ini berpengruh pada kebahagiaan mereka. Sementara itu, bagi penderita yang lain, gangguan ini menghambat  proses belajar mereka, sehingga tentu saja pada gilirannya juga akan berdampak pada aspek lain dari kehidupa mereka. Terkadang seseorang juga mengalami berbagai kesulitan belajar yang saling tumpang tindi, sementara itu yang lainnya ada yang hanya mengalami satu macam kesulitan belajar saja, sehingga hanya sedikit pengaruhnya bagi aspek lain dari kehidupan mereka.

Mengenali kesulitan belajar jelas berbeda dengan mendiagnosis penyakit cacar air dan campak. cacar air dan campak tergolong dalam penyakit dengan gejala yang dapat dikenali dengan mudah. Berbeda dengan LD ( Learning Disorder ) yang sangat rumit dan meliputi begitu banyak kemungkinan penyebab, gejala-gejala, perawatan ,serta penanganan. LD yang memiliki berbagai ragam gejala ini, sangatlah sulit untuk didiagnosis dan dicari penyebabnya secara pasti. Hingga saat ini, belum ditemukan obat atau perawatan yang sanggup menyembuhkan mereka sepenuhnya.

Tidak semua kesulitan dalam proses belajar  dapat disebut LD. Sebagian anak mungkin hanya mengalami kesulitan dalam mengembangkan bakatnya Kadang-kadang, seseorang memperlihatkan ketidakwajaran dalam perkembangan alaminya, sehingga tampak seperti penderita LD, namun ternyata hanyalah keterlambatan dalam proses pendewasaan diri saja. Sebenarnya para ahli telah menemukan kriteria-kriteria pasti dimana seseorang dapat dinyatakan sebagai penderita LD.

Kesulitan belajar dapat dibagi menjadi tiga kategori besar :

1)     Kesulitan dalam berbicara dan berbahasa

2)     Permasalahan dalam hal kemampuan akademik

3)     Kesulitan lainnya, yang mencakup kesulitan dalam mengkoordinasi gerakan anggota tubuh serta permasalahan belajar . Orang yang mengalami kesulitan jenis ini menemui kesulitan dalam menghasilkan bunyi-bunyi bahasa yang tepat, berkomunikasi dengan orang lain melalui pengguanan bahasa yang benar, atau memahami apa yang orang lain katakan.

Berdasarkan definisi gangguan ini, maka kita dapat meringkaskan ciri-ciri spesifiknya sebagai berikut :

1)      Keterlambatan Dalam Hal Pengucapan Bunyi Bahasa.

Anak-anak yang mengalami gangguan ini biasanya mengalami masalah dalam

mengucapkan sesuatu dengan tepat.

2)      Keterlambatan Dalam Hal Mengekspresikan Pikiran Atau Gagasan Melalui

Bahasa Yang Baik Dan Benar. Sebagian anak yang menderita kesulitan

berbahasa semacam ini mengalami kesulitan dalam mengekspresikan dirinya

saat berbicara.

3)      Keterlambatan Dalam Hal Pemahaman Bahasa.

Sebagian orang menemui kendala dalam mencerna apa yang diucapkan orang

lain.

Kendala ini terjadi ketika otak mereka berada pada frekuensi yang berbeda,   dan sisitem penerimaan sedang tidak berfungsi atau lemah. Orang-orang semacam ini menderita keterlambatan pemahaman bahasa. Hal ini terjadi karena mengucapkan atau mengekspresikan sesuatu dan memahami apa yang dikatakan orang lain memiliki keterkaitan yang sangat erat. Karenanya, orang yang mengalami masalah dalam memahami bahasa juga mengalami masalah dalam mengekspresikannya.

Mengenali Kesulitan Belajar Sejak Dini

Langkah pertama dalam mengatasi masalah ini adalah dengan menyadarinya. Tatkala seorang bayi dilahirkan, orang tua sangat berharap melihat buah hatinya melangkahkan kaki untuk yang pertama kakinya di muka bumi ini. Selain iu, mereka  juga sangat berharap mendengar kata-kata pertama (atau lebih tepatnya ocehan) yang diucapkan oleh buah hati mereka yang baru saja menghirup udara dunia ini. Dokter kemudian memantau perkembangan awal anak itu.  Ada pendapat mengatakan bahwa orangtua adalah orang pertama yang selalu menyadari keterlambatan perkembangan yang dialami anaknya semasa awal pertumbuhan. Sementara itu, dokter lebih banyak menemukan permasalahan secara fisik, seperti tanda-tanda kerusakan saraf otak. Namun, fakta yang terjadi dilapangan memperlihatkan bahwa guru dikelaslah yang sebenarnya pertama kali menemukan kesulitan belajar yang dialami murid-muridnya dalam hal membaca, menulis, serta matematika. Karena tugas-tugas seolah semakin sulit dan rumit, maka anak-anak yang menderita kesulitan belajar mengalami kesulitan menerima pelajaran.

Kesulitan belajar yang dialami anak-anak yang sopan dan pendiam dikelas kemungkinan besar sulit dideteksi. Anak-anak dengan kepandaian diatas rata-rata, yang berhasil naik kelas ditengah-tngah kesulitannya itu, juga sulit untuk dideteksi.

Ini berbeda dengan anak-anak hiperaktif yang lebih mudah dideteksi dengan jalan memantau tindakannya yang terlampau aktif itu. Hiperaktif biasanya diawali saat anak berusia dibawah 4 tahun, dan sulit untuk dideteksi hingga anak tersebut masuk sekolah. Apa yang harus dilakukan orangtua, dokter dan guru bila tahapan perkembangan awal anak tampak terganggu pada usia dini? Terkadang akan lebih baik bagi kita untuk bersabar dengan memberikan sedikit waktu kepada otak agar dapat berkembang lebih matang lagi. Tetapi jika tahapan perkembangan yang seharusnya dicapai itu telah tertunda cukup lama dan keluarga anda memiliki sejarah orang-orang yang mengalami kesulitan belajar pula, maka anak itu harus segera mungkin menerima pertolongan. Pendidik dan dokter yang merawat anak itu dapat menyarankan serta memberikan penyuluhan mengenai tempat pendidikan serta perawatan yang sesuai dengan kebutuhan sang anak.

  1. Cara Keluarga Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar

Efek dari gangguan atau kesulitan belajar ini adalah dapat mempengaruhi keluarga, temen , dan lingkungan serta tempat mereka bekeja. Anak yang bermasalah akan menyerap apa saja yang dikatakan orang ain secara serampangan mengenai diri mereka. Mereka mungkin melabeli dirinya sendiri dengan “terbelakang”, “lambat”, atau  “terlambat”. Kadang-kadang mereka tidak memahami letak perbedaan mereka dengan orang normal, tetapi yang pasti mereka menyatakan betapa menyakitkannya hal itu. Anak yang menderita kesulitan belajar dan memusatkan perhatian akan menghadapi kesulitan dalam mendapatkan teman.  Jadi anak yang menderita ADHD, kemungkinan memiliki kebiasaan untuk menarik diri dari bertengkar. Anak dengan kesulitan belajar kemugkinan besar lebih menyukai bergaul kepada anak yang usianya lebih muda, tetapi memiliki level kemampuan yang sama. Anak-anak ini mungkin juga menjadi penyebab dari masalah-masalah Semakin banyak kegagalan yang mereka hadapi, semakin besar pula kemungkinan mereka melakukan tindakan dengan maksud melampiaskan rasa frustasi dan rendahnya rasa percaya diri. Semakin sering mereka melampiaskannya, semakin sering pula mereka harus menerima hukuman, sehingga pada gilirannya makin menurunnya rasa percaya diri mereka.

Memiliki anak yang mengalami kesulitan belajar menyebabkan keluarga menanggung beban emosional. Orangtua seiring mengalami beban emosional, penolakan, sikap menyalahkan diri sendiri, frustasi, marah, dan putus asa. Bimbingan konseling bisa sangat membantu orang yang mengalami keterlambatan belajar beserta keluarganya. Konseling dapat membantu mempengaruhi anak-anak, remaja serta orang dewasa untuk mengembangkan rasa pengendalian diri yang lebih besar serta sikap positif terhadap kemampuan mereka sendiri. Berbicara dengan seorang konselor atau ahli psikologi dapat membantu anggota keluarga meringankan beban penderita mereka. Serta memperoleh dukungan dan rasa aman.

Terapi perubahan kebiasaan atau perilaku juga bisa membantu anak hiperaktif dan lambat belajar. Dengan melakukan perubahan kebiasaan, anak segera memperoleh hadiah yang nyata bila mereka dapat berlaku sepatutnya. Perolehan hadiah itu dapat membantu seorang anak untuk belajar mengendalikan tindakannya, baik dirumah ataupun disekolah. Konselor sekolah atau pribadi dapat menjelaskan metode perubahan kebiasaan ini serta menyarankan hadiah yang sesuai bagi si anak kepada orangtua dan guru.

  1. Mengatasi Kesulitan Dalam Belajar

Meski banyak orang yang tidak mampu mengatasi kelemahan fungsi otak mereka,tetapi mereka belajar untuk menyeuaikan diri dan menjalani kehidupan ini. Jadi, meskipun gangguan kelemahan belajar itu tidaklah lenyap, namun dengan memberikan pengalaman belajar yang benar, seseorang dapat  memiliki kemampuan yang luar biasa untuk belajar. Fleksibilitas otak untuk mempelajari kemampuan baru ini barangkali merupakan hal terbesar dalam tahun-tahun awal kehidupan seorang anak, dan akan hilang setelah masa pubertas. Terlepas dari semua itu, kita harus mempertahankan kemampuan belajar seumur hidup kita.

Walaupun keterlambatan belajar tidak dapat disembuhkan, namun masih ada secercah harapan. Karena gangguan dalam belajar mencerminkan keterlambatan perkembangan, maka banyak anak yang pada akhirnya terperangkap. Dari seluruh masalah pada pengucapan atau bahasa, anak yang memiliki keterlambatan artikulasi atau pengekspresian bahasa tampak yang paling tidak memiliki masalah berkepanjangan. Terlepas dari keterlambatan itu, akhirnya banyak anak yang belajar berbicara juga. Bagi orang yang menderita disleksia, harapannya bercampur aduk. Tetapi progam pembacaan pengobatan yang layak bisa membantu orang itu mencapai kemajuan yang pesat. Seiring dengan bertambahnya usia, bantuan yang tepat dari orangtua serta ahli kejiwaan dapat menjadikan anak penderita ADHD lebih baik sehingga bisa menekan sifat hiperaktif mereka. Akhirnya mereka bisa mewujudkan kebiasaan yang dapat diterima oleh orang-orang disekitar mereka

KESIMPULAN

Dengan metode gabungan sangat efektif dengan mengalami gejala akut penderita ADHD. Meskipun demikian, terapi dengan tidak menggunakan obat-obatan dapat memberi manfaat dalam mengendalikan kemarahan atau frustasi,serta bisa memecahkan masalah sehubungan dengan kemampuan bersosialisasi. Sayangnya, banyak orang yang mengkonsumsi obat-obatan peringan gejala ADHD menghentikan setelah kuran dari setahun, atau menjelang akhir masa kanak-kanak atau remaja mereka.

Jika ingin mendapat manfaat jangka panjang dan kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi yang baru di sepanjang hidup, maka hal itu paling baik dicapai melalui terapi kejiwaan dan pola kebiasaan.

Meskipun demikian bila dibandingkan dengan peserta terapi obat-obatan, kemajuan yang diperoleh akan bertahan lebih lama, dan bukannya hilang sebagaimana halnya dengan terapi obat-obatan.

DAFTAR PUSTAKA

 

American Psychiatric Association. (1994). Diagnostic and Statistical Manual of

            Mental Disorder.Washington, DC: Author.

Barkley, Russel A.Taking Charge of ADHD : The Complete, Authoritative Guide for

            Parent, Guilford Press, 1995

Depdikbud (Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa),

Kamus Besar   Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai pustaka, 1993

Wood, Derek, dkk, Kiat Mengatasi Gangguan Belajar, Jogjakarta : Katahati,2009

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.