BAHASA MENUNJUKKAN BANGSA

0
167

BAHASA MENUNJUKKAN BANGSA

Oleh: Hodidjah

WIDYAISWARA BDK PALEMBANG

ABSTRAK

Sebagai warga negara Indonesia yang mewarisi segala nilai perjuangan nenek moyang kita, marilah bersama-sama kita kumandangkan: aku cinta bahasa Indonesia, aku bangga bahasa Indonesia, dan bahasa Indonesia memang luar biasa. Bahasa Indonesia adalah bahasanya warga Negara Indonesia. Karena itu wajib hukumnya bagi warga Negara Indonesia untuk merawat dan melestarikannya. Tidak hanya dipakai dalam menyusun naskah pidato atau naskah undang-undang saja namun seharusnya bahasa Indonesia dipakai dalam segala hal oleh seluruh masyarakat Indonesia. Bersatulah negeriku, bangsaku, dan seluruh rakyat. Metode pengkajian tulisan ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif . Metode yang digunakan adalah metode deskripsi. Melalui metode ini penulis menguraikan permasalahan yang dibahas secara jelas dan komprehensif. Data teoritis makalah ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik studi pustaka, artinya penulis mengambil data melalui kegiatan membaca berbagai literatur yang relevan dengan tema makalah. Data tersebut diolah dengan teknik analisis isi melalui kegiatan mengeksposisikan data tersebut dengan tema penulisan.

Kata kunci: Bahasa, bangsa

PENDAHULUAN

“Bahasa adalah cermin suatu bangsa. Jika kita bercermin, maka terpantul wajah kita – diri kita sendiri.” Di hadapan bahasa sebagai cermin bangsa, kita merefleksikan pertanyaan ironis rekanku tadi. Forum formal-internasional mengizinkan seorang kepala negara atau pemerintahan berpidato dalam bahasa nasionalnya, terlepas dari kefasihannya berbahasa asing. Yang hendak ditonjolkan di sana adalah identitas nasional, bukan agama atau sukunya. Selama ini cukup getol digunjingkan bahaya invasi bahasa Inggris sebagai pisau pergaulan internasional yang tak terelakkan. Dalam konteks ancaman terhadap eksistensi dan ketahanan bahasa Indonesia, ada juga bahaya lain: Rambatan bahasa Arab yang tak teredamkan lewat jalur saleh dan suci, yang begitu pongah menggeser bahasa Indonesia. Sayangnya, media massa sebagai forum pendidikan bangsa Media massa, baik itu media cetak maupun media elektronik memiliki jangkauan yang sangat luas. Negara kita wilayahnya luas sekali dan juga memiliki ribuan pulau, hal ini tentunya membutuhkan alat komunikasi yang dapat menjangkau semua wilayah itu. Masyarakat yang tersebar luas itu pasti memiliki minat yang berbeda-beda dalam hal mengakses informasi. Ada orang yang lebih snang menonton TV, ada yang lebih suka mendengarkan radio dan banyak juga yang suka membaca surat kabar, terutamanya kalangan menegah keatas. Dengan demikian masyarakat Indonesia yang tersebar luas dari sabang sampai merauke, dari jawa sampai Kalimantan merupakan konsumen media massa. Media massa selama ini dijadikan konsumsi sehari-hari oleh sebagin besar masyarakat Indonesia. Oleh karena itu menempatkan media massa sebagai alat untuk membina dan menjaga bahasa Indonesia adalah suatu hal yang tepat. Jika bahasa Indonesia yang digunakan adalah bahasa Indonesia yang benar, ini berarti secara tidak langsung masyarakat telah diarahkan untuk mengunakan bahasa yang benar pula. Bahasa yang digunakan dalam media massa sangat mempengaruhi kebiasaan berbahasa para pembaca media massa tersebut. Jika bahasa Indonesia yang digunakan dalam media massa itu tidak sesuai dengan kaidah bahasa, maka hal ini akan merusak penggunaan bahasa Indonesia. Bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia, baik secara  lisan maupun tertulis. Hal ini merupakan fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status bahasa tidak dapat ditinggalkan. (Gorys Keraf, 2004: 1) Salah satu fungsi dari bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional adalah sebagai lambang kebanggan nasional.. Kenyataan-kenyataan tersebut merupakan sikap pemakai bahasa Indonesia yang negatif dan tidak baik. Hal itu akan berdampak negatif pula pada perkembangan bahasa Indonesia. Dengan adanya kondisi yang semacam itu, masyarakat kita sama sekali tidak merasa bahwa bahasa daerahnya disaingi. Di balik itu, mereka telah menyadari bahwa bahasa daerahnya tidak mungkin dapat dipakai sebagai alat perhubungan antar suku, sebab yang diajak komunikasi juga mempunyai bahasa daerah tersendiri.

PEMBAHASAN

 Bahasa Indonesia adalah bahasa yang mudah. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang berbeda dari bahasa lain di dunia. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang mudah karena bahasa ini tidak memiliki tingkatan kata atau pun kalimat. Maksudnya walau pun kejadian tersebut terjadi kemarin, sekarang atau pun besok, kata yang dipergunakan tetap sama. Contoh: Kemarin : Ayah membeli jeruk kemarin sore Sekarang: Ayah membeli jeruk saat ini. Bandingkan dengan bahasa Inggris berikut dan lihat tulisan yang bercetak tebal, Kemarin : Yesterday my father bought some oranges. Sekarang: My father buy some oranges. Selain itu jumlah benda pun tak mempengaruhi kata yang diterangkan. Contoh : satu apel –> an apple dua apel –> two apples 3. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang unik. Meski bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu namun bahasa Indonesia kini telah berbeda dari bahasa Melayu, baik dari susunan kata atau fungsi kata. Jika Anda simak dialog antara warga Negara Indonesia dengan warga Negara Malaysia di televisi, maka akan Anda temukan beberapa penggunaan kata yang berbeda seperti kata ‘boleh’, ‘bisa’ dan sebagainya. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat kaya. Pada mulanya bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu dan bahasa Melayu pada mulanya adalah bahasa pasar. Bahasa pasar tercipta dari gabungan bahasa-bahasa pedagang dari seluruh penjuru dunia yang dulu singgah di Melayu. Kemudian bahasa tersebut berkembang pesat kosa katanya dan pada akhirnya terbentuk bahasa yang paling terkenal dari wilayah timur yaitu bahasa Melayu. Oleh bangsa Indonesia, bahasa melayu kemudian dijadikan pondasi awal untuk membentuk bahasa baru dengan proses yang tidak sebentar. Proses tersebut di antaranya adalah penambahan kosakata baru baik diserap dari bahasa asing maupun dari bahasa daerah. Hingga pada akhirnya ejaannya disempurnakan.  Proses tersebut menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa yang kaya. Sekarang tugas kita selanjutnya adalah mempertahankan, merawat serta melestarikan bahasa kita agar tidak hilang ditelan zaman. (Sidiq Nur Widayan, 2009) . Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Lambang Identitas Bangsa Indonesia Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan ‘lambang’ bangsa Indonesia. Ini berarti, dengan bahasa Indonesia akan dapat diketahui siapa kita, yaitu sifat, perangai, dan watak kita sebagai bangsa Indonesia. Karena fungsinya yang demikian itu, maka kita harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita tidak tercermin di dalamnya. Jangan sampai bahasa Indonesia tidak menunjukkan gambaran bangsa Indonesia yang sebenarnya. Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia dijunjung tinggi sama dengan bendera nasional, Merah Putih, dan lagu nasional, Indonesia Raya. Dalam melaksanakan fungsi ini, bahasa Indonesia tentu harus memiliki identitasnya sendiri, sehingga serasi dengan lambang kebangsaan lainnya. Bahasa Indonesia dapat mewakili identitasnya sendiri apabila masyarakat pemakainya membina dan mengembangkannya sedemikian rupa, sehingga bersih dari unsur-unsur bahasa lain, yang memang benar-benar tidak diperlukan, misalnya istilah atau kata dalam bahasa Inggris yang sering diadopsi padahal istilah atau kata tersebut ada padanannya dalam bahasa Indonesia (Muslich, 2010: 35).Menggunakan bahasa Indonesia berarti memiliki jiwa nasionalisme yang tingggi kepada NKRI melalui bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia harus dilakukan gerakan secara nasional karena dengan bahasa Indonesia telah memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Hal ini selaras dengan salah satu butir isi Sumpah Pemuda 1928 “…kami putra dan putri Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia”. Muslich (2010 : 27) menjelaskan bahwa betapa pentingnya bahasa bagi suatu bangsa. Bahasa sebagai alat komunikasi yang paling efektif dan mutlak diperlukan oleh setiap bangsa. Tanpa bahasa, bangsa tidak mungkin berkembang. Selain itu, bangsa tidak mungkin dapat menggambarkan dan menunjukkan dirinya secara utuh dalam dunia pergaulan dengan bangsa lain. Akibatnya, bangsa itu akhirnya lenyap ditelan zaman.  .

PENUTUP

Saran Masyarakat sebaiknya lebih bangga menggunakan bahasa Indonesia daripada menggunakan bahasa asing. Anak-anak muda dan mahasiswa- mahasiswa hendaknya meminimalisir menggunakan bahasa alay, bahasa gaul, dan bahasa sejenis yang dapat mengancam eksistensi bahasa Indonesia. Para dosen hendaknya menggunakan dan mengajarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pihak swasta hendaknya menggunakan lisan dan tulisan dalam bahasa Indonesia dalam iklan maupun produk mereka. Para pejabat hendaknya menggunakan bahasa Indonesia dalam berpidato dan memberikan fasilitas untuk pembinaan bahasa Indonesia. Penulis sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam lisan maupun tulisan serta menyederhanakan kalimat untuk menyampaikan suatu gagasan.

DAFTAR  BACAAN

Kompasiana. 2013. Cinta Indonesia Setengah Hati. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka. Muslich, M. (2010). Bahasa indonesia pada era globalisasi: kedudukan, fungsi,    pembinaan, dan pengembangan. Jakarta: Bumi Aksara. Pusat Pembinaan dan            Pengembangan Bahasa. 1975. Seminar Politik Bahasa Nasional. Jakarta: Pusat             bahasaKeraf, Gorys. 2004. Komposisi Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa.          Flores: Nusa Indah

Rohmadi, Muhammad. 2016. Berkarya-Cinta dan Bangga Menggunakan Bahasa   Indonesia. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas        Sebelas Maret Surakarta.

Yuniawan, Tommi. 2015. Gagasan-Mengukuhkan Bahasa Indonesia. Dosen Bahasa dan   Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang.         Widayan, Nur, Sidiq. 2009. Alasan Bangga dengan Bahasa Indonesia.       http://poet3q.blogspot.in/2009/07/5-alasan-bangga-dengan-bahasa- indonesia_Armandhani, Herdian. 2012. Bahasa dan Kita.           http://m.kompasiana.com/armandhani/bahasa-dan- kita

Top of Form

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.