Asro’i : Sistematika KTI Widyaiswara Harus Sesuai PERKALAN No. 9 Tahun 2008

0
53

Palembang (23/04/2015) Kepala Sub Bagian Hukum dan Peraturan Perundang-undangan Bagian Organisasi Tatalaksana dan Kepegawaian Sekretariat Badan Litbang serta Diklat Kementerian Agama Dr. Asro’i, S.Ag, M.Pd dalam Kegiatan Seminar Karya Tulis Ilmiah (KTI) Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Palembang mengungkapkan setidaknya ada 5 (lima) poin penting yang seringkali ditemukan dalam KTI Widyaiswara yaitu : (1) Bagian Pendahuluan belum mengulas masalah yang jelas; (2) Pembahasan kurang luas, terbatas dan belum tuntas; (3) Tulisan belum mengangkat masalah, rumusan masalah, analisis, kesimpulan dan rekomendasi; (4) pembahasan temuan penelitian tidak menjawab perumusan masalah; (5) Sistematika yang belum sesuai dengan PERKA-LAN No. 9 Tahun 2008.

Asroi jg mengatakan pentingnya sebuah KTI yang di susun secara sistematis sesuai PERKA-LAN No. 9 Tahun 2008 sehingga dapat dihasilkan KTI Widyaiswara yang berkualitas yang terkait dengan lingkup kediklatan atau bidang spesialisasinya.

Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang Dra. Hj. Nyimas Mahani, MM serta di hadiri oleh seluruh Pejabat Struktural di lingkungan BDK Palembang ini menngusung tema “Melalui Seminar KTI Kita Tingkatkan Kompetensi Widyaiswara Dalam Bidang Publikasi Ilmiah”.

Kepala BDK Palembang dalam sambutannya mengatakan bahwa Seminar Kegiatan KTI Widyaiswara ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan keterampilan terutama bagi Widyaiswara didalam menyusun sebuah KTI yang sistematis dan tentunya hal ini berimbas pada perolehan Angka Kredit nantinya.

Seminar KTI ini sendiri diikuti oleh 25 orang peserta, 21 orang peserta adalah Widyaiswara BDK Palembang, 3 orang calon widyaiswara BDK Palembang dan 1 orang calon widyaiswara alih tugas [AMZ].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.